Pertanda Bahaya

Aku tersadar, ternyata semua itu adalah mimpi. Aku masih berada di tempat tidur sambil memeluk adikku. Aku merasa lega, sekaligus senang. Aku kembali memejamkan mataku.

Aku mendengar suara azan di masjid. Aku buru-buru bangun dan langsung berwudu. Mungkin mimpi semalam, pertanda bahaya bagiku. Untuk itu, perlu bantuan yang lebih berkuasa di dunia ini.

Setelah selesai shalat, aku membaca doa agar terlindungi dari makhluk gaib yang ingin membuat keluargaku celaka. Tidak lupa pula aku meminta doa untuk ketenangan ibuku di alam lain.

Aku melangkah ke dapur setelah melaksanakan shalat. Aku memasak tetapi aku seolah melihat piring di dekatku jatuh, seolah sesuatu mengerakkannya.

Sebelum terjadi apa-apa pada adikku, aku memungut semua pecahan piring di lantai. Saat aku menunduk, aku sekilas melihat kaki yang berdiri di belakangku. Buru-buru aku mengangkat wajahku, mengira jika kaki ayahku atau adik-adikku. Tetapi aku tidak melihat siapapun.

"Luis jangan berpikir aneh, mungkin kau halusinasi saja. Tetap fokus melanjutkan pekerjaanmu" Gumanku dalam hati, menenangkan diriku.

Aku kembali memungut pecahan piring yang masih ada. Aku abaikan kaki yang berada di depanku, seolah aku tidak melihatnya.

Matahari sudah muncul, ayahku dan adik-adikku sudah bangun. Seperti biasa, mereka langsung mengantri ddi depan wc.

Aku sibuk menyiapkan sarapan pagi. Setelah semua selesai, aku memanggil adikku satu persatu. Mereka harus pergi sekolah.

"Luis, panggil rian juga. Biar kita sarapan bareng" Kata ayahku yang duduk di kursi makan.

"Iya yah" kataku kemudian berjalan ke kamar ayahku.

Aku mengetuk pintu berkali-kali, tetapi tidak ada sahutan dari dalam. Kini aku mengetuk pintu dengan sangat kencang, membuat ayahku berteriak dari dalam.

"Luis, jangan seperti itu. Tidak baik"

Aku kembali mengetuk pintu dengan lembut dan sopan, tetapi belum ada jawaban dari dalam.

"Sepertinya rian masih tidur, lebih baik aku dobrak pintu kamar saja. Biar dia kaget setengah mati" Gumanku dalam hati.

Aku menghitung mundur, satu...dua...tiga....

Aku berhenti ketika mendengar suara dari mimpiku semalam. Suara yang memanggil namaku.

"Luis.... Kemari..." Katanya dengan perlahan tetapi aku bisa mendengar dengan jelas di telingaku.

Pikiranku mulai melayang, aku tidak bisa bergerak. Aku mencoba menguping dari pintu kamar ayahku, dan ku dengan sekali lagi suara tersebut dari dalam.

"Luis.... Kemari sebentar...."

Aku tidak jadi mendobrak pintu, aku mencoba membuka perlahan dan mengintip. Saat ku buka pintu secara lebar, tidak ada siapapun di dalam. Tempat tidur rapi dan rian sudah tidak ada.

Mungkin rian sudah pergi, lalu siapa yang memanggil namaku dari dalam pintu? Tanyaku.

Aku melangkah masuk, memastikan di kamar ayahku tidak ada apa-apa. Tiba-tiba, pintu tertutup dengan sendiri dan terkunci dari luar. Aku berlari ke arahnya, berusaha meminta tolong.

"Ayah... Tolong buka pintunya" Teriakku dengan kencang.

Suara tawa khas kuntilanak terdengar nyaring dan mengema di kamar ayahku. Aku mulai panik dan terus mencoba membuka pintu.

"Ayah, luis terkunci di kamar...." Teriakku sekali lagi.

Sosok kuntilanak kini datang di belakangku, aku terkejut ketika melihatnya.

"Tenang luis, dia hanya hantu. Derajat manusia lebih tinggi darinya, dia tidak mungkin melukaimu" kataku menenangkan diriku.

Aku membaca ayat kursi, kuntilanak tersebut menutup telingannya sambil berteriak. Aku tetap membaca ayat kursi dengan lancar dan berulang-ulang agar si kuntil bisa hilang dari rumahku secepatnya.

"Sualan kau luisa, lihat saja aku akan datang dan menangkapmu lagi" Kata kuntilanak sebelum menghilang.

Aku merasa lega, setelah shalat subuh, bacaanku kembali lancar. Aku membuka pintu dengan mengucap basmallah. Seketika pintu kini terbuka dan tidak terkunci lagi.

"Alhamdulillah...." kataku sambil mengelus dadaku. Sekali lagi aku berhasil lolos dari kuntilanak tersebut.

Aku kembali menuju dapur, rupanya adikku dan ayahku sedang makan. Aku kemudian ikut bergabung dengan mereka.

"Rian kemana luis? kau tidak mengajaknya?" Tanya ayahku yang melihat aku duduk.

"Entah yah, dia sudah tidak ada di kamarnya" kataku tidak peduli.

"Oh kak rian, dia sudah pulang yah. Aku tadi melihatnya" Kata idar.

"Kapan?" Tanyaku.

"Sewaktu aku baru bangun dan mengantri di wc" Katanya dengan santai.

"Ya sudah, kalau begitu lanjut makan" Kata ayahku melanjutkan makannya lagi.

"Dasar orang aneh, sudah menginap tidak meminta izin pulang. Tidak tau sopan santun" umpatku dalam hati.

"Luis, ayah mungkin akan pulang saat magrib. Soalnya banyak yang harus ayah urus di sawah" Kata ayahku selesai makan.

"Iya yah"

"Kak luis, aku mungkin juga pulang terlambat. Hari ini ada kerja kelompok" Kata idar.

"Oke"

"Uang kelompoknya?"

Aku lupa jika adikku minta uang kelompok kemarin. Aku kemudian berlari ke kamar, mencoba melihat isi dompetku. Pas Lima puluh ribu. Tetapi jika aku memberikan pada idar, aku tidak punya uang lagi. Terutama untuk beli ikan.

"Berikan saja dulu pada idar, dia bisa malu jika tidak bayar. Masih ada telur di kulkas" kataku mengambil uang lima puluh ribu dari dompetku.

"Ini...." Aku menyodorkan uang lima puluh ribu kepada idar.

"Tidak ada uang jajan, nanti bezok baru kakak kasih" Kataku pada idar.

Idar mengangguk, sepertinya dia sudah paham jika aku tidak punya uang. Dia menarik uang dua ribu rupiah dan memberikannya pada aidil.

Setelah adikku pergi, ayahku juga bersiap ke sawah. Aku menyiapkan air untuk di bawa ayahku dan juga kopi.

"Ini yah..." Kataku.

Ayahku mengambilnya dan memasukkan ke dalam tasnya. Dia kemudian menggendong tasnya.

"Luis, kau jemur pada biar nanti kita jual beras. Kasian adikmu ke sekolah tidak ada uang" Kata ayahku.

Selama ini, hanya sawah dan kebun penghasilan keluarga kami. Mau tidak mau, kami harus menjual beras untuk menyambung hidup.

"Iya yah, tetapi aku mau ke rumah nenek dulu. Aku dengar jika kepalanya sakit kemarin" kataku.

"Iya, jangan lupa pulang sebelum adikmu datang dari sekolah. Ayah takut dia di ganggu kuntilanak ketika sendirian di rumah"

"Aku saja barusan diganggu kuntilanak yah, akhir ini sering sekali dia menganggu kita"

"Mungkin dia marah karena kita sudah bermain padanya. Tetap berserah diri pada Allah Swt. tidak ada yang bisa menandingi kekuatannya"

"Iya yah, baru tadi luis lanjut shalat subuh. Akhir ini, luis malas sekali shalat"

"Ya sudah, ayah pamit dulu. Jaga rumah" Kata ayahku kemudian melangkah pergi.

Baru saja aku masuk, ponselku berdering di kamar. Aku berlari meraihnya dan mengangkat.

"Halo Ana, tumben pagi-pagi nelpon. Pekerjaanmu sudah selesai semua? sudah menyapu, sudah mencuci pakaian, sudah...." Bicaraku terpotong karena ana langsung menyahut.

"Luis jangan bahas itu dulu, ada yang lebih penting sekarang. Rizki, tetanggaku sedang kesurupan. Kau harus segera ke sini membantu kami. Dion dan yang lain sudah datang, tinggal menunggu kamu" Kata ana.

"Oke, langsung otw" kataku mematikan panggilan dan buru-buru ke rumah rizki.

Terpopuler

Comments

Yudi Christian

Yudi Christian

luis kyak nya sakti tapi blum tau aja

2025-02-03

0

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

keren 😍

2022-07-15

0

Ratna Pujianti

Ratna Pujianti

bahasa nya kurang dimengerti thoor

2022-06-22

0

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan Tetangga Baru
2 Di teror
3 Memasuki Rumah Tetangga
4 Kematian Pertama
5 Meminta Menginap
6 Akan Membantu
7 Bermain Dengan Makhluk Tak Kasat Mata
8 Berkomunikasi
9 Janji yang harus di tepati
10 Dikejar Hantu
11 Kedatangan Hantu
12 Pertanda Bahaya
13 Kesurupan
14 Ada Apa Dengan Fani?
15 Apakah lumpuh?
16 Dalam Perjalanan
17 Berlari Menyelamatkan Diri
18 Ayah kembali
19 Kesembuhan Adikku
20 Lemparan Batu
21 Menjengguk Fani
22 Berpetualang di kuburan
23 Sang Penyelamat
24 Rian Yang Datang
25 Ketukan Pintu Di Malam Hari
26 Ketakutan Ketika Anjing Menggaung
27 Panggilan Seram
28 Malu Karena Ketahuan
29 Mayat Yang Membusuk
30 Nenek Terkena Santet
31 Ucapan Selamat Tinggal Untukku
32 Maafkan Aku Rian
33 Bertemu Pocong
34 Siapa Kakek Tua Ini?
35 Berhasil Sampai Di Desa Seberang
36 Desa Yang Lebih Menyeramkan
37 Bertemu Kuntilanak
38 Rian Sudah Tidak Ada
39 Siapa Yang Dilihat Adikku?
40 Ke Rumah Ana
41 Kejelasan Tentang Marni
42 Rain, kembaran Rian
43 Boneka Rian
44 Aku Tumbal Luis
45 Fani Or Dion
46 Uji Nyali, Berakhir Menakutkan
47 Marni Di Jadikan Tumbal
48 Mimpi Adikku
49 Hantu Luis
50 Kesurupan
51 Kehilangan Adik
52 Mayat Siapa?
53 Sikap Rian berubah
54 Boneka Rian Yang Hilang
55 Meminta Bantuan
56 Datang Ke Sekolah Malam-malam
57 Bertemu Putri
58 Kemurkahan Hantu Boneka
59 Surat Misterius
60 Menjadi mangsa
61 Tersadarkan
62 Keluarga Rian Penyebab Masalah
63 Mengunjungi Rumah Putri
64 Hantu Di Angkot
65 Luis Yang Bersalah
66 Siapa Dia?
67 Tersudutkan
68 Bertemu Pelaku Yang Sebenarnya
69 Tidak Tahu Harus Berbuat Apa?
70 Di Usir Warga
71 Keadaan Kampung Setelah Kepergian Luis
72 Kedatangan Pak Rt
73 Menjadi Detektif
74 Mimpi Tentang Marni
75 Petunjuk Di Rumah Marni
76 Di Jebak
77 Masuk Ke Dimensi Lain
78 Bukan Waktu Yang Tepat
79 Telepon Dari Ibu Ratna
80 Bertemu Nenek-Nenek
81 Hantu Boneka Rian Kembali
82 Mendadak Tidak Bisa Bicara
83 Bicara Dengan Warga
84 Di Jengguk
85 Menyelamatkan Diri Sendiri
86 Ballerina Make Me Love
87 Penolakan Rian
88 Mencari Tahu Kebenaran
89 Datang Meminta Bantuan
90 Terungkap Tuyul Marni
91 Kalung Pelindung
92 Nenek Ana
93 Rencana Yang Akan Di Jalankan
94 Roh
95 Panggilan Orang Mati
96 Panik
97 Kesedihan Rian
98 Rain Pembunuh Marni
99 Bertemu Ibu Ratna
100 Perkelahian
101 Jatuh Cinta
102 Menerobos Masuk
103 Roh Hitam
104 Akan Membantu
105 Kepanikan
106 Apa Yang Terjadi Dengan Adikku?
107 Bunuh Diri
108 Akhir Dari Sebuah Cerita
109 Karya Baru
110 Cs Terjerat Cinta Pemimpin Vampire
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Kedatangan Tetangga Baru
2
Di teror
3
Memasuki Rumah Tetangga
4
Kematian Pertama
5
Meminta Menginap
6
Akan Membantu
7
Bermain Dengan Makhluk Tak Kasat Mata
8
Berkomunikasi
9
Janji yang harus di tepati
10
Dikejar Hantu
11
Kedatangan Hantu
12
Pertanda Bahaya
13
Kesurupan
14
Ada Apa Dengan Fani?
15
Apakah lumpuh?
16
Dalam Perjalanan
17
Berlari Menyelamatkan Diri
18
Ayah kembali
19
Kesembuhan Adikku
20
Lemparan Batu
21
Menjengguk Fani
22
Berpetualang di kuburan
23
Sang Penyelamat
24
Rian Yang Datang
25
Ketukan Pintu Di Malam Hari
26
Ketakutan Ketika Anjing Menggaung
27
Panggilan Seram
28
Malu Karena Ketahuan
29
Mayat Yang Membusuk
30
Nenek Terkena Santet
31
Ucapan Selamat Tinggal Untukku
32
Maafkan Aku Rian
33
Bertemu Pocong
34
Siapa Kakek Tua Ini?
35
Berhasil Sampai Di Desa Seberang
36
Desa Yang Lebih Menyeramkan
37
Bertemu Kuntilanak
38
Rian Sudah Tidak Ada
39
Siapa Yang Dilihat Adikku?
40
Ke Rumah Ana
41
Kejelasan Tentang Marni
42
Rain, kembaran Rian
43
Boneka Rian
44
Aku Tumbal Luis
45
Fani Or Dion
46
Uji Nyali, Berakhir Menakutkan
47
Marni Di Jadikan Tumbal
48
Mimpi Adikku
49
Hantu Luis
50
Kesurupan
51
Kehilangan Adik
52
Mayat Siapa?
53
Sikap Rian berubah
54
Boneka Rian Yang Hilang
55
Meminta Bantuan
56
Datang Ke Sekolah Malam-malam
57
Bertemu Putri
58
Kemurkahan Hantu Boneka
59
Surat Misterius
60
Menjadi mangsa
61
Tersadarkan
62
Keluarga Rian Penyebab Masalah
63
Mengunjungi Rumah Putri
64
Hantu Di Angkot
65
Luis Yang Bersalah
66
Siapa Dia?
67
Tersudutkan
68
Bertemu Pelaku Yang Sebenarnya
69
Tidak Tahu Harus Berbuat Apa?
70
Di Usir Warga
71
Keadaan Kampung Setelah Kepergian Luis
72
Kedatangan Pak Rt
73
Menjadi Detektif
74
Mimpi Tentang Marni
75
Petunjuk Di Rumah Marni
76
Di Jebak
77
Masuk Ke Dimensi Lain
78
Bukan Waktu Yang Tepat
79
Telepon Dari Ibu Ratna
80
Bertemu Nenek-Nenek
81
Hantu Boneka Rian Kembali
82
Mendadak Tidak Bisa Bicara
83
Bicara Dengan Warga
84
Di Jengguk
85
Menyelamatkan Diri Sendiri
86
Ballerina Make Me Love
87
Penolakan Rian
88
Mencari Tahu Kebenaran
89
Datang Meminta Bantuan
90
Terungkap Tuyul Marni
91
Kalung Pelindung
92
Nenek Ana
93
Rencana Yang Akan Di Jalankan
94
Roh
95
Panggilan Orang Mati
96
Panik
97
Kesedihan Rian
98
Rain Pembunuh Marni
99
Bertemu Ibu Ratna
100
Perkelahian
101
Jatuh Cinta
102
Menerobos Masuk
103
Roh Hitam
104
Akan Membantu
105
Kepanikan
106
Apa Yang Terjadi Dengan Adikku?
107
Bunuh Diri
108
Akhir Dari Sebuah Cerita
109
Karya Baru
110
Cs Terjerat Cinta Pemimpin Vampire

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!