Di teror

Makan malam sudah siap, aku memanggil adik-adikku untuk makan. Ketika sedang makan, aku teringat dengan hal aneh yang menimpa ku tadi sore.

"Yah, sebelum magrib, aku melihat hal aneh di depan rumah. Seorang nenek-nenek yang menggunakan tongkat berhenti di depan rumah tetangga. Aku tidak pernah melihat nenek itu, apa dia nenek tetangga yang baru datang?" 

"Nenek-nenek, perasaan di kampung sini tidak ada nenek-nenek. Paling yang tua hanya pak imam saja di sini" 

Aku sedikit curiga, yang aku lihat seperti bukan manusia. Mungkin hantu tak kasat mata, tetapi kenapa muncul di sore hari? Hantu yang berkeliaran muncul ketika malam hari.

Ah, mungkin hanya nenek tetangga. Menurutku, tidak mungkin hantu muncul di siang hari. Aku berpikir positif saja.

Tiba-tiba mati lampu, aku mencoba mencari senter hp. Malam ini, bulan bersinar dengan terang jadi saat mati lampu, tidak terlalu gelap. Saat aku berdiri, aku merasa kedatangan tamu. Kursi di dekat ayahku yang tadinya kosong terlihat seperti seseorang yang duduk di sana.

Aku bisa melihatnya walau samar-samar. Hanya bayangan hitam, entah itu apa. Aku kembali menghitung, mungkin adikku yang pindah tempat. Tetapi adikku masih duduk di tempatnya.

Aku mulai ketakutan, bulu-buluku merinding. Tidak terlihat jelas siapa yang duduk di dekat ayahku. Aku yakin dia adalah makhluk tak kasat mata. Aku belum yakin sepenuhnya. Aku harus memastikannya.

Aku kembali duduk dan menatap sosok aneh yang duduk di dekat ayahku. Aku ingin meraihnya, jika dia manusia, aku bisa memegangnya. 

Tanganku semakin mendekat, aku semakin ketakutan. Tanganku bergetar membayangkan Bagaimana jika dia bukan manusia? 

Tidak mungkin, mungkin hanya bayangan saja. Aku kuatkan kembali tekadku tetapi belum menyentuhnya, dia menoleh ke arahku. Jelas sekali, mata putih dan rambut panjang. Walau gelap, aku bisa melihatnya. Terlihat menyeramkan, mata putih yang begitu terkesan. Sontak aku berteriak membuat ayahku dan adik-adikku kaget.

"Ada apa luis?" Tanya ayahku dengan suara yang khawatir.

"Kak luis kenapa?" Adikku juga menyahut.

Aku gemetar, hantu itu masih menatapku.

Ting… lampu kembali menyala. Aku memandang kursi yang kosong di dekat ayahku.

"Tidak mungkin, aku tidak mungkin salah liat. Jelas sekali aku melihat seseorang dengan mata putih duduk di dekat ayahku. Siapa dia?" Gumanku. 

Aku menormalkan diriku, takut membuat adik-adikku ketakutan. Mereka terlihat bingung sambil menatapku.

"Luis, kenapa kau berteriak tadi?" Tanya ayahku.

"Tidak apa-apa yah, aku hanya kaget saja" kataku tidak ingin mengatakan yang sebenarnya. Bisa saja adikku akan ketakutan nanti.

"Kau membuat ayah terkejut. Untung tidak serangan jantung dadakan" 

Kami melanjutkan makan, aku sudah menyiapkan hp di dekatku. Takut jika mati lampu lagi. Tidak lama, pintu rumah kami di ketuk.

Aku dan ayahku saling menatap sebelum mengeceknya. 

"Siapa yah?" Tanyaku yang berjalan di belakang ayahku. Adik-adikku mengikut.

"Belum tau, malam-malam begitu kenapa ada orang yang bertamu?" Tanya ayahku.

Suara ketukan semakin keras, aku terkejut. Kenapa bisa seseorang mengetuk pintu sekeras itu, aku menjadi takut. Sementara adikku bersembunyi di belakangku.

"Lampu di teras tidak kau nyalakan Luis?" Tanya ayahku.

"Astagfirulah al-azim, aku lupa yah" kataku berlari menyalakan lampu. Aku benar lupa.

"Sudah nyala yah" kataku sambil berlari ke belakang ayahku. Penampakan di meja makan, membuatku ketakutan. Biasanya ketika berhadapan dengan makhluk halus, aku bisa menahan ketakutanku. Tetapi kali ini sangat berbeda. Kekuatan dan energi mereka sangat besar, sulit aku kendalikan.

Ayahku sudah memegang gang pintu, aku menahan tangannya.

"Ayah sebaiknya cek di jendela dulu, takut tidak ada orang" kataku sambil bergetar. Ayahku mengerti jika aku ketakutan.

"Jangan takut, ini rumah kita. Tidak akan ada apa pun" 

Ayahku menarik tirai gorden jendela di dekat pintu, dia memeriksa tetapi wajah ayahku begitu terkejut. Kemudian menutupnya kembali.

Aku jadi bingung, adik-adikku mempererat pelukannya padaku.

"Siapa yah?" Tanyaku yang melihat ayahku mematung di belakang pintu.

"Tidak ada orang" kata ayahku.

Aku sudah mengira, untung tidak membuka pintu. Itulah kegunaan mempunyai jendela di dekat pintu, kita bisa mengecek orang yang berada di luar.

"Ayah, sebaiknya kita tidur saja. Aku takut Idar dan Aidil ketakutan" bisikku pada ayah.

Kami kembali masuk, tetapi tidak ke dapur. Aku dan ayahku mengantar adikku ke kemarnya. Aku tidur dengan Idar, sementara Aidil tidur dengan ayahku.

"Aidil tidur di sini saja, kita semua tidur di sini" kataku. Aku tidak mau berpisah dengan ayahku. Melihat makhluk tak kasat mata sudah berani masuk ke rumah. 

Ayahku mengerti, aku yakin dia bisa merasakan kedatangan tamu tak di undang. Jangan salah, aku bisa melihat hantu dan mengobati orang lain karena keturunan dari ayahku. Ayahku dulu seperti itu juga. Tetapi berhenti secara mendadak, aku tidak tau penyebabnya. Sejak saat itu, aku mulai bisa melihat hantu dan sejenisnya. Bisa mengobati orang yang terkena guna-guna atau santet.

"Ayah tidur di bawah saja" kata ayahku mengambil bantal dan berbaring di lantai.

Aku membaringkan diriku juga di dekat adikku. pikiranku belum tenang, kenapa tiba-tiba kami seperti di teror makhluk tak kasat mata.

Idar dan Aidil sudah tidur, aku memejamkan mataku. Tetapi suara orang mengetuk pintu kembali terdengar. Ayahku bangun dari tidurnya. Dia ingin mengeceknya.

"Ayah mau kemana?" Tanyaku yang melihat ayahku mau keluar dari kamar.

"Mau mengecek, siapa yang mengetuk pintu"

"Jika dia manusia, dia akan memanggil berteriak. Tunggu saja" kataku.

Ayahku mundur, dia kembali duduk di tepi ranjang. Tidak lama, suara ketukan menghilang. Sudah aku duga, seseorang sedang bermain-main dengan kami.

"Aku merasa aneh, baru kali ini kita di teror seperti ini" kataku yang mulai bicara.

Ayah menghela nafas tanpa menjawab, dia menghisap rokoknya. Walau ayahku mendengar perkataanku.

"Mereka muncul ketika tetangga di sebelah rumah datang. Apa ada hubungannya dengannya?" Tanyaku meyakinkan.

"Jangan berpendapat seperti itu dulu, bezok ayah akan menemui pak imam. Bisa jadi hanya ada orang-orang yang jahil saja" kata ayahku tenang.

Aku justru yakin dengan pendapatku. Nenek yang aku lihat di depan rumah, bayangan yang berada di belakangku, sosok seseorang yang duduk di kursi makan, dan ketuka pintu berkali-kali. Aku yakin semua berhubungan dengan makhluk tak kasat mata. Tetapi untuk apa? Aku tidak mengerti sama sekali. Sudah lama tidak di datangi makhluk halus, sekarang mereka datang dan membuat kami semua ketakutan.

"Aku harus menemui Ana bezok, aku yakin dia pasti punya jawabannya" Gumanku..

Ana adalah orang yang sama sepertiku, bisa melihat hantu dan merasakan apa yang akan terjadi di kemudian hari. Hanya dengan memejamkam matanya dan berkonsentrasi, dia bisa melihat bayangan yang akan terjadi selanjutnya.

Terpopuler

Comments

Yudi Christian

Yudi Christian

rentetan peristiwa aneh..

2025-02-02

0

Michelle Ardina

Michelle Ardina

dari awal dah tegang

2024-04-15

0

Mariana Frutty

Mariana Frutty

✅✔️

2023-02-26

0

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan Tetangga Baru
2 Di teror
3 Memasuki Rumah Tetangga
4 Kematian Pertama
5 Meminta Menginap
6 Akan Membantu
7 Bermain Dengan Makhluk Tak Kasat Mata
8 Berkomunikasi
9 Janji yang harus di tepati
10 Dikejar Hantu
11 Kedatangan Hantu
12 Pertanda Bahaya
13 Kesurupan
14 Ada Apa Dengan Fani?
15 Apakah lumpuh?
16 Dalam Perjalanan
17 Berlari Menyelamatkan Diri
18 Ayah kembali
19 Kesembuhan Adikku
20 Lemparan Batu
21 Menjengguk Fani
22 Berpetualang di kuburan
23 Sang Penyelamat
24 Rian Yang Datang
25 Ketukan Pintu Di Malam Hari
26 Ketakutan Ketika Anjing Menggaung
27 Panggilan Seram
28 Malu Karena Ketahuan
29 Mayat Yang Membusuk
30 Nenek Terkena Santet
31 Ucapan Selamat Tinggal Untukku
32 Maafkan Aku Rian
33 Bertemu Pocong
34 Siapa Kakek Tua Ini?
35 Berhasil Sampai Di Desa Seberang
36 Desa Yang Lebih Menyeramkan
37 Bertemu Kuntilanak
38 Rian Sudah Tidak Ada
39 Siapa Yang Dilihat Adikku?
40 Ke Rumah Ana
41 Kejelasan Tentang Marni
42 Rain, kembaran Rian
43 Boneka Rian
44 Aku Tumbal Luis
45 Fani Or Dion
46 Uji Nyali, Berakhir Menakutkan
47 Marni Di Jadikan Tumbal
48 Mimpi Adikku
49 Hantu Luis
50 Kesurupan
51 Kehilangan Adik
52 Mayat Siapa?
53 Sikap Rian berubah
54 Boneka Rian Yang Hilang
55 Meminta Bantuan
56 Datang Ke Sekolah Malam-malam
57 Bertemu Putri
58 Kemurkahan Hantu Boneka
59 Surat Misterius
60 Menjadi mangsa
61 Tersadarkan
62 Keluarga Rian Penyebab Masalah
63 Mengunjungi Rumah Putri
64 Hantu Di Angkot
65 Luis Yang Bersalah
66 Siapa Dia?
67 Tersudutkan
68 Bertemu Pelaku Yang Sebenarnya
69 Tidak Tahu Harus Berbuat Apa?
70 Di Usir Warga
71 Keadaan Kampung Setelah Kepergian Luis
72 Kedatangan Pak Rt
73 Menjadi Detektif
74 Mimpi Tentang Marni
75 Petunjuk Di Rumah Marni
76 Di Jebak
77 Masuk Ke Dimensi Lain
78 Bukan Waktu Yang Tepat
79 Telepon Dari Ibu Ratna
80 Bertemu Nenek-Nenek
81 Hantu Boneka Rian Kembali
82 Mendadak Tidak Bisa Bicara
83 Bicara Dengan Warga
84 Di Jengguk
85 Menyelamatkan Diri Sendiri
86 Ballerina Make Me Love
87 Penolakan Rian
88 Mencari Tahu Kebenaran
89 Datang Meminta Bantuan
90 Terungkap Tuyul Marni
91 Kalung Pelindung
92 Nenek Ana
93 Rencana Yang Akan Di Jalankan
94 Roh
95 Panggilan Orang Mati
96 Panik
97 Kesedihan Rian
98 Rain Pembunuh Marni
99 Bertemu Ibu Ratna
100 Perkelahian
101 Jatuh Cinta
102 Menerobos Masuk
103 Roh Hitam
104 Akan Membantu
105 Kepanikan
106 Apa Yang Terjadi Dengan Adikku?
107 Bunuh Diri
108 Akhir Dari Sebuah Cerita
109 Karya Baru
110 Cs Terjerat Cinta Pemimpin Vampire
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Kedatangan Tetangga Baru
2
Di teror
3
Memasuki Rumah Tetangga
4
Kematian Pertama
5
Meminta Menginap
6
Akan Membantu
7
Bermain Dengan Makhluk Tak Kasat Mata
8
Berkomunikasi
9
Janji yang harus di tepati
10
Dikejar Hantu
11
Kedatangan Hantu
12
Pertanda Bahaya
13
Kesurupan
14
Ada Apa Dengan Fani?
15
Apakah lumpuh?
16
Dalam Perjalanan
17
Berlari Menyelamatkan Diri
18
Ayah kembali
19
Kesembuhan Adikku
20
Lemparan Batu
21
Menjengguk Fani
22
Berpetualang di kuburan
23
Sang Penyelamat
24
Rian Yang Datang
25
Ketukan Pintu Di Malam Hari
26
Ketakutan Ketika Anjing Menggaung
27
Panggilan Seram
28
Malu Karena Ketahuan
29
Mayat Yang Membusuk
30
Nenek Terkena Santet
31
Ucapan Selamat Tinggal Untukku
32
Maafkan Aku Rian
33
Bertemu Pocong
34
Siapa Kakek Tua Ini?
35
Berhasil Sampai Di Desa Seberang
36
Desa Yang Lebih Menyeramkan
37
Bertemu Kuntilanak
38
Rian Sudah Tidak Ada
39
Siapa Yang Dilihat Adikku?
40
Ke Rumah Ana
41
Kejelasan Tentang Marni
42
Rain, kembaran Rian
43
Boneka Rian
44
Aku Tumbal Luis
45
Fani Or Dion
46
Uji Nyali, Berakhir Menakutkan
47
Marni Di Jadikan Tumbal
48
Mimpi Adikku
49
Hantu Luis
50
Kesurupan
51
Kehilangan Adik
52
Mayat Siapa?
53
Sikap Rian berubah
54
Boneka Rian Yang Hilang
55
Meminta Bantuan
56
Datang Ke Sekolah Malam-malam
57
Bertemu Putri
58
Kemurkahan Hantu Boneka
59
Surat Misterius
60
Menjadi mangsa
61
Tersadarkan
62
Keluarga Rian Penyebab Masalah
63
Mengunjungi Rumah Putri
64
Hantu Di Angkot
65
Luis Yang Bersalah
66
Siapa Dia?
67
Tersudutkan
68
Bertemu Pelaku Yang Sebenarnya
69
Tidak Tahu Harus Berbuat Apa?
70
Di Usir Warga
71
Keadaan Kampung Setelah Kepergian Luis
72
Kedatangan Pak Rt
73
Menjadi Detektif
74
Mimpi Tentang Marni
75
Petunjuk Di Rumah Marni
76
Di Jebak
77
Masuk Ke Dimensi Lain
78
Bukan Waktu Yang Tepat
79
Telepon Dari Ibu Ratna
80
Bertemu Nenek-Nenek
81
Hantu Boneka Rian Kembali
82
Mendadak Tidak Bisa Bicara
83
Bicara Dengan Warga
84
Di Jengguk
85
Menyelamatkan Diri Sendiri
86
Ballerina Make Me Love
87
Penolakan Rian
88
Mencari Tahu Kebenaran
89
Datang Meminta Bantuan
90
Terungkap Tuyul Marni
91
Kalung Pelindung
92
Nenek Ana
93
Rencana Yang Akan Di Jalankan
94
Roh
95
Panggilan Orang Mati
96
Panik
97
Kesedihan Rian
98
Rain Pembunuh Marni
99
Bertemu Ibu Ratna
100
Perkelahian
101
Jatuh Cinta
102
Menerobos Masuk
103
Roh Hitam
104
Akan Membantu
105
Kepanikan
106
Apa Yang Terjadi Dengan Adikku?
107
Bunuh Diri
108
Akhir Dari Sebuah Cerita
109
Karya Baru
110
Cs Terjerat Cinta Pemimpin Vampire

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!