Ada Apa Dengan Fani?

Tak... Kini tangannya menepuk pundakku. Antar takut atau penasaran, aku berniat menoleh. Dan apa yang aku lihat tidak sesuai dengan harapanku.

"Luis kemarilah...." Katanya memanggilku.

Penglihatanku menjadi kabur, tidak lama aku jatuh tidak sadarkan diri.

Delapan jam kemudian....

Aku sadarkan diri, aku melihat sekilas wajah ayahku, ana, dion, rahmat, dan adik-adikku. Aku bangun sambil memegang kepalaku yang masih terasa pusing.

"Luis apa yang terjadi denganmu?" Tanya ayahku dengan penasaran.

Aku memandang sekeliling, sepertinya banyak warga yang di rumahku. Bahkan aku melihat rian yang berdiri di depan pintu.

"Apa yang terjadi denganku yah?" Tanyaku balik pada ayahku. Ingatanku belum stabil sepenuhnya.

"Rian baru saja masuk ke rumahnya, dia mendengar dirimu berteriak. Saat rian datang, kamu sudah jatuh pingsan" Kata ayahku memberi penjelasan.

Aku mencoba mengingat apa yang terjadi, aku teringat dengan hantu yang menggunakan kerudung. Tetapi wajahnya begitu pucat dan darah terletak di mana-mana. Aku seperti pernah melihatnya.

"Aku tadi melihat..."

"Luis tidak apa-apa paman. Dia hanya kecapean saja" Kata ana yang memotong pembicaraanku. Entah apa alasan ana, dia melarangku memberitahu siapapun.

"Syukurlah jika luis baik-baik saja. Aku pikir dia akan seperti fani" Kata bu ani yang berada di depan pintu sambil mengintip.

"Apa yang terjadi dengan fani?" Tanyaku dengan penasaran. Bu ani menyebutkan nama fani.

"Luis, fani tidak sadarkan diri. Dion menemukannya tergeletak di depan rumahnya, sewaktu dion baru pulang dari rumah rizki" Jelas Ana.

"Apa yang terjadi dengannya, lalu bagaimana keadaannya?" Tanyaku yang semakin panik.

"Kau sebaiknya istirahat luis" Kata dion.

Aku tidak bisa isirahat, aku benar kepikiran dengan fani. Entah kenapa, hantu yang aku lihat tadi seperti menyerupai fani. Hanya saja aku tidak bisa melihat jelas wajahnya karena dia menunduk.

"Ana, beritahu aku. Apa yang terjadi pada fani?" Tanyaku pada Ana.

Ana menunduk, kemudian mengangkat wajahnya dengan menatapku dengan lekat.

"Tubuhnya terpisah dengan rohnya. Dia seperti mayat sekarang" Kata ana yang membuatku tercengah.

Bagaimana bisa itu terjadi pada fani. Fani mempunyai kemampuan sama sepertiku dan yang lain, tetapi dia bisa menjadi korban juga. Aku semakin tidak percaya dengan perkataan Ana.

"Jangan bohong ana, kau hanya menakutiku saja kan?" Tanyaku sambil memegang tangan ana. Memohon padanya agar dia mengatakan jika dirinya hanya bohong.

"Kami serius luis, jika tidak percaya. Kau bisa datang ke rumah fani, melihatnya langsung. Fani sedang di temani ibu dion" Kata rahmat dengan serius.

Aku mulai percaya, tetapi aku ingin melihat kondisi fani. Aku berusaha berdiri, tangan ayahku tiba-tiba menghalangiku.

"Luis kau mau kemana? istirahat dulu, tubuhmu masih lemah" Kata ayahku.

"Aku mau melihat keadaan fani yah, aku tidak bisa tenang sebelum melihatnya" Kataku pada ayahku.

"Luis, utamakan kondisimu dulu. Nanti jika kamu sudah sembuh baru menjenguk fani"

"Tetapi ayah..." Aku tidak melanjutkan perkataanku. Tangan adikku memegangku. Dia terlihat mengkhawatirkan diriku.

"Baik" Kataku sambil menunduk. Aku tidak mau membuat keluargaku khawatir dengan keadaanku. Terlebih adik-adikku, yang tidak tau apapun.

"Paman, kalau begitu kamu pulang dulu. Ino sudah mau magrib" Kata Ana sambil bersalaman pada ayahku.

"Luis, kami pulang. Jaga dirimu baik-baik" Kata Ana melambaikan tangannya padaku.

Aku hanya membalas dengan senyuman kecil. Semua warga pulang ke rumah masing-masing. Kini tinggal ayahku, rian, dan adik-adikku.

"Luis, sebenarnya apa yang terjadi padamu?" Kata rian yang duduk di tepi ranjang.

"Aku mendengar suara aneh yang memanggil namaku. Aku pikir itu kau, tetapi aku berbalik, dia ternyata hantu" Kataku terus terang. Entah kenapa, akhir-akhir ini, aku lebih sering berkata jujur pada rian. Padahal, dia orang baru. Tetapi aku seolah sudah akrab dengannya.

"Benar aneh, bagaimana bisa hantu kentayangan di siang hari?" Kata rian yang kebingungan.

"Aku juga sering melihat kuntilanak masuk ke rumah ini kak. Itu yang membuatku tidak mau sendirian di rumah" Kata idar yang menyelah pembicaraanku dengan rian.

"Sejak kapan kau melihatnya?" Tanyaku, idar tidak pernah mengatakan apapun padaku.

"Dua hari yang lalu, sejak kematian pak imam"

"Kenapa kau tidak mengatakannya padaku sebelumnya?"

"Aku pikir itu hanya halusinasiku saja. Soalnya aku sudah menonton film horor"

"Sudah, kau tidak perlu khawatir. Aku akan menyuruh ayah ke rumah nenek. Biar nanti nenek yang membuatkan kita penangkal kuntilanak biar tidak masuk ke rumah lagi" Kataku, ingin membuat adikku merasa tenang berada di rumah.

"Luis, aku juga minta satu. Aku takut jika nanti kuntilanak juga masuk ke rumahku. Apalagi aku masih sendirian di rumah" Kata rian.

"Untuk apa kuntilanak mencarimu, dia bisa kabur melihat wajahmu" Kataku bercanda.

"Jangan begitu, aku juga dengar pembicaraan warga tadi. Jika kuntilanak sering masuk ke rumah mereka tiap malam. Bukan hanya rumahnya, rumah tetangga juga di masuki"

"Kalau masuk di rumahmu biarin saja. Aku tidak peduli"

"Jangan begitu luis, aku kan juga takut. Apalagi sejak kau berteriak di rumahku kemudian pingsan, aku yakin kau melihat sesuatu"

"Ya, nanti aku pesankan juga untukmu. Tidak gratis"

"Berapa pun akan aku bayar. Yang jelas, kuntilanak tidak mampir ke rumahku"

"Oke, kalau satu milyar, kau sanggup membayarnya?"

"Jangan satu milyar juga luis. seribu rupiah saja, percobaan dulu"

"Terserah. Ngomon-ngomon, kapan orang tuamu pulang?" Kataku mengalihkan pembicaraan.

"Mungkin bezok atau lusa. Jadi tidak masalah bukan jika aku menginap di sini" Kata rian memohon.

"Iya, tetapi jika kau mau pulang, minta izin padaku"

"Oke"

Aku kemudian melangkah ke dapur, menyiapkan makan malam. Tidak terasa sudah lewat magrib, padahal aku hanya menjemur pakaian tadi.

"Astagfirullah, aku lupa dengan jemuranku" kataku sambil berlari keluar dari rumahku.

Kata orang terdahulu, tidak baik membiarkan jemuran berada di luar ketika malam. Hal ini yang sering membuat santet atau guna-guna, lebih mudah masuk.

"Luis...." Seseorang memanggilku di saat aku sibuk mengambil jemuranku.

"Sebentar dulu, ini sudah magrib. Jemuranku masih berada di luar" Kataku yang tidak mau diganggu.

"Tolong aku luis..." Suara tersebut kembali terdengar.

"Sebaiknya kau menolongku dulu, baru aku menolongmu. Lihat, masih banyak jemuranku" Kataku tanpa menoleh siapa yang berbicara pada.

Aku tetap fokus mengambil jemuranku dengan cepat. Setelah selesai, aku berbalik dan mencari seseorang yang meminta pertolongan tadi.

"Sekarang di sudah tidak ada. Tidak sabar sekali menunggu" Kataku sedikit kesal.

Aku masuk ke rumah dengan membawa jemuranku. Ketika aku menutup pintu, aku melihat sosok yang mengagetkanku tadi siang. Dia duduk di depan rumahku sambil menangis.

"Siapa dia?" Tanyaku semakin penasaran.

Terpopuler

Comments

Yudi Christian

Yudi Christian

jangan² Fani minta tolong

2025-02-03

0

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

mantap 😍

2022-07-16

0

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan Tetangga Baru
2 Di teror
3 Memasuki Rumah Tetangga
4 Kematian Pertama
5 Meminta Menginap
6 Akan Membantu
7 Bermain Dengan Makhluk Tak Kasat Mata
8 Berkomunikasi
9 Janji yang harus di tepati
10 Dikejar Hantu
11 Kedatangan Hantu
12 Pertanda Bahaya
13 Kesurupan
14 Ada Apa Dengan Fani?
15 Apakah lumpuh?
16 Dalam Perjalanan
17 Berlari Menyelamatkan Diri
18 Ayah kembali
19 Kesembuhan Adikku
20 Lemparan Batu
21 Menjengguk Fani
22 Berpetualang di kuburan
23 Sang Penyelamat
24 Rian Yang Datang
25 Ketukan Pintu Di Malam Hari
26 Ketakutan Ketika Anjing Menggaung
27 Panggilan Seram
28 Malu Karena Ketahuan
29 Mayat Yang Membusuk
30 Nenek Terkena Santet
31 Ucapan Selamat Tinggal Untukku
32 Maafkan Aku Rian
33 Bertemu Pocong
34 Siapa Kakek Tua Ini?
35 Berhasil Sampai Di Desa Seberang
36 Desa Yang Lebih Menyeramkan
37 Bertemu Kuntilanak
38 Rian Sudah Tidak Ada
39 Siapa Yang Dilihat Adikku?
40 Ke Rumah Ana
41 Kejelasan Tentang Marni
42 Rain, kembaran Rian
43 Boneka Rian
44 Aku Tumbal Luis
45 Fani Or Dion
46 Uji Nyali, Berakhir Menakutkan
47 Marni Di Jadikan Tumbal
48 Mimpi Adikku
49 Hantu Luis
50 Kesurupan
51 Kehilangan Adik
52 Mayat Siapa?
53 Sikap Rian berubah
54 Boneka Rian Yang Hilang
55 Meminta Bantuan
56 Datang Ke Sekolah Malam-malam
57 Bertemu Putri
58 Kemurkahan Hantu Boneka
59 Surat Misterius
60 Menjadi mangsa
61 Tersadarkan
62 Keluarga Rian Penyebab Masalah
63 Mengunjungi Rumah Putri
64 Hantu Di Angkot
65 Luis Yang Bersalah
66 Siapa Dia?
67 Tersudutkan
68 Bertemu Pelaku Yang Sebenarnya
69 Tidak Tahu Harus Berbuat Apa?
70 Di Usir Warga
71 Keadaan Kampung Setelah Kepergian Luis
72 Kedatangan Pak Rt
73 Menjadi Detektif
74 Mimpi Tentang Marni
75 Petunjuk Di Rumah Marni
76 Di Jebak
77 Masuk Ke Dimensi Lain
78 Bukan Waktu Yang Tepat
79 Telepon Dari Ibu Ratna
80 Bertemu Nenek-Nenek
81 Hantu Boneka Rian Kembali
82 Mendadak Tidak Bisa Bicara
83 Bicara Dengan Warga
84 Di Jengguk
85 Menyelamatkan Diri Sendiri
86 Ballerina Make Me Love
87 Penolakan Rian
88 Mencari Tahu Kebenaran
89 Datang Meminta Bantuan
90 Terungkap Tuyul Marni
91 Kalung Pelindung
92 Nenek Ana
93 Rencana Yang Akan Di Jalankan
94 Roh
95 Panggilan Orang Mati
96 Panik
97 Kesedihan Rian
98 Rain Pembunuh Marni
99 Bertemu Ibu Ratna
100 Perkelahian
101 Jatuh Cinta
102 Menerobos Masuk
103 Roh Hitam
104 Akan Membantu
105 Kepanikan
106 Apa Yang Terjadi Dengan Adikku?
107 Bunuh Diri
108 Akhir Dari Sebuah Cerita
109 Karya Baru
110 Cs Terjerat Cinta Pemimpin Vampire
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Kedatangan Tetangga Baru
2
Di teror
3
Memasuki Rumah Tetangga
4
Kematian Pertama
5
Meminta Menginap
6
Akan Membantu
7
Bermain Dengan Makhluk Tak Kasat Mata
8
Berkomunikasi
9
Janji yang harus di tepati
10
Dikejar Hantu
11
Kedatangan Hantu
12
Pertanda Bahaya
13
Kesurupan
14
Ada Apa Dengan Fani?
15
Apakah lumpuh?
16
Dalam Perjalanan
17
Berlari Menyelamatkan Diri
18
Ayah kembali
19
Kesembuhan Adikku
20
Lemparan Batu
21
Menjengguk Fani
22
Berpetualang di kuburan
23
Sang Penyelamat
24
Rian Yang Datang
25
Ketukan Pintu Di Malam Hari
26
Ketakutan Ketika Anjing Menggaung
27
Panggilan Seram
28
Malu Karena Ketahuan
29
Mayat Yang Membusuk
30
Nenek Terkena Santet
31
Ucapan Selamat Tinggal Untukku
32
Maafkan Aku Rian
33
Bertemu Pocong
34
Siapa Kakek Tua Ini?
35
Berhasil Sampai Di Desa Seberang
36
Desa Yang Lebih Menyeramkan
37
Bertemu Kuntilanak
38
Rian Sudah Tidak Ada
39
Siapa Yang Dilihat Adikku?
40
Ke Rumah Ana
41
Kejelasan Tentang Marni
42
Rain, kembaran Rian
43
Boneka Rian
44
Aku Tumbal Luis
45
Fani Or Dion
46
Uji Nyali, Berakhir Menakutkan
47
Marni Di Jadikan Tumbal
48
Mimpi Adikku
49
Hantu Luis
50
Kesurupan
51
Kehilangan Adik
52
Mayat Siapa?
53
Sikap Rian berubah
54
Boneka Rian Yang Hilang
55
Meminta Bantuan
56
Datang Ke Sekolah Malam-malam
57
Bertemu Putri
58
Kemurkahan Hantu Boneka
59
Surat Misterius
60
Menjadi mangsa
61
Tersadarkan
62
Keluarga Rian Penyebab Masalah
63
Mengunjungi Rumah Putri
64
Hantu Di Angkot
65
Luis Yang Bersalah
66
Siapa Dia?
67
Tersudutkan
68
Bertemu Pelaku Yang Sebenarnya
69
Tidak Tahu Harus Berbuat Apa?
70
Di Usir Warga
71
Keadaan Kampung Setelah Kepergian Luis
72
Kedatangan Pak Rt
73
Menjadi Detektif
74
Mimpi Tentang Marni
75
Petunjuk Di Rumah Marni
76
Di Jebak
77
Masuk Ke Dimensi Lain
78
Bukan Waktu Yang Tepat
79
Telepon Dari Ibu Ratna
80
Bertemu Nenek-Nenek
81
Hantu Boneka Rian Kembali
82
Mendadak Tidak Bisa Bicara
83
Bicara Dengan Warga
84
Di Jengguk
85
Menyelamatkan Diri Sendiri
86
Ballerina Make Me Love
87
Penolakan Rian
88
Mencari Tahu Kebenaran
89
Datang Meminta Bantuan
90
Terungkap Tuyul Marni
91
Kalung Pelindung
92
Nenek Ana
93
Rencana Yang Akan Di Jalankan
94
Roh
95
Panggilan Orang Mati
96
Panik
97
Kesedihan Rian
98
Rain Pembunuh Marni
99
Bertemu Ibu Ratna
100
Perkelahian
101
Jatuh Cinta
102
Menerobos Masuk
103
Roh Hitam
104
Akan Membantu
105
Kepanikan
106
Apa Yang Terjadi Dengan Adikku?
107
Bunuh Diri
108
Akhir Dari Sebuah Cerita
109
Karya Baru
110
Cs Terjerat Cinta Pemimpin Vampire

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!