Hari yang berbeda•
Alexsa bersama Dayang Mei tengah berada di pasar, mereka begitu bosan berada di kediaman An seharian ini ... apa lagi mereka tidak melakukan apapun.
Banyak pasang mata yang menatap kedatangan Alexsa di pasar, tapi ... jika di lihat lihat ada yang berbeda dengan tatapan mereka sekarang.
Jika dulu tatapan mereka mencemo'oh, mencaci, mengejek dan memandang An Xia dengan jijik. Namun tatapan mereka seolah terbalik sekarang ini ... bahkan ada dari mereka yang menundukkan kepalanya.
Alexsa tak terlalu perduli, ia berjalan mendekati kerumunan yang sepertinya sedang borgosip ria dan menyebarkan rumor.
“Benarkah itu?”
Sayup sayup terdengar suara orang bertanya.
“Yaa ... rumor ini sudah menyebar di beberapa kota, bahkan sampai ke telinga kerajaan tetangga.”
“Sungguh menyeramkan, untung saja kita tinggal di pusat kota Kekaisaran, jadi .. kita tidak perlu takut akan rumor siluman Babi itu.”
Alexsa dengan jeli mendengarkan setiap obrolan para pria dan beberapa Nona. Alexsa mengerutkan keningnya dengan bingung, apa memang masih ada siluman di jaman kuno ini? ia sangat menyesal tidak membaca Novel itu sampai habis, dan ia malah ketiduran hingga dirinya tidak bisa menebak alur cerita di dalam Novel yang saat ini tengah ia tempati.
“Sialan! jika saja nanti aku bertemu dengan wanita paruh baya yang memberiku Novel itu, akan aku maki dia habis habisan! Dia sudah berani menjerumuskan ku kedalam sebuah Novel yang tidak aku ketahui.” Gerutu Alexsa dalam hati.
“Nona, kita akan ke mana?”
“Kita ke sana.” Tunjuk Alexsa ke sebuah bangunan yang bertuliskan. ~Rumah permainan~
“Nona, apa anda yakin akan ke sana? bukannya di sana tempat untuk berjudi?”
“Aku memang ingin berjudi, itung itung menghilangkan kebosanan ku.”
Dayang Mei pasrah, melarang pun percuma ... sang Nona sekarang sudah berubah 100% dengan sifatnya yang dulu pemalu dan penakut, kini menjadi pemberani dan pembangkang.
Tidak taukah, jika di sekitar sang Nona banyak bahaya yang mengincar?
•
Rumah permainan•
Mata Alexsa berbinar, melihat rumah permainan yang di dalamnya banyak orang yang tengah berjudi atau pun meminum arak untuk bersenang senang.
Para wanita seksi sedang menari di tengah tengah aula, dengan hanfu yang begitu minim dan transparan.
Jika di pikir pikir ... tempat ini seperti Winstar World Casino.
Dengan gaya tengil dan percaya diri ... Alexsa masuk dan melihat lihat permainan yang ada di tempat ini, setelah puas melihat lihat. Alexsa tertarik dengan permainan dadu.
“Aku ikut bermain.” Alexsa duduk di permainan dadu, membuat semua orang menoleh ke arahnya.
“Hei, Nona pergilah ...”
“Kau tidak akan bisa menang.”
“Mengganggu saja.”
Segelintir ucapan dari para pemain yang lainnya. Membuat Alexsa mengerutkan keningnya, “Kenapa kalian tidak mau bermain? apa kalia takut kalah oleh seorang wanita?”
“Mana ada kami takut! Baiklah, jika kamu tetap bersikukuh maka mari kita bermain.”
“Mulailah.”
Di saat permainan akan di mulai, nampaknya seorang penjaga dari kediaman An berlari ke arah Alexsa dengan nafas terperongoh..
“Nona. Nona. Nona ini gawat Nona.”
Semua orang menoleh ke arah suara, begitu pun Alexsa yang bingung dengan kedatangan penjaga di Kediamannya.
“Ada apa?”
Sang penjaga menarik Dayang Mei, dan membisikkan sesuatu ... Dayang Mei mengangguk lalu membisikkan sesuatu pada sang Nona.
“Di-di kediaman An kedatangan Nyonya besar, Nona.” Bisik Dayang Mei.
“Nyonya besar?” Alexsa mengerutkan keningnya, dan bergumam dalam hati. “Nyonya besar yang mana lagi? Ya ampunn ... aku telah banyak melewati part ke partnya Novel itu. Sialan!”
Dayang Mei yang melihat sang Nona terdiam, ia membisikkan sesuatu di telinganya.
“Nona ... Nyonya besar adalah ibu kandung dari Jendral An.” Ucap Mei, membuat Alexsa sadar.
“Jadi Nenek ku berkunjung?”
Alexsa langsung berdiri, melangkah pergi untuk pulang dan bertemu dengan sang Nenek. Ia tidak tau bagaimana perlakuan sang Nenek pada An Xia, karna Alexsa benar-benar tidak mengetahui seluruh isi dalam Novel yang di berikan wanita paruh baya itu.
Tapi tidak menutup kemungkinan jika sang Nenek pasti memperlakukan An Xia dengan tidak adil sama seperti yang lainnya.
“Jika Nenek tua bangka itu memperlakukan aku dengan buruk, akan aku pastikan jika dia akan bertemu dengan sang Dewa dengan tiket eksklusif.” Gumam Alexsa dalam hati.
•
•
Istana•
“Panggikan Kasim Zhao ke ruang baca.” Titah Kaisar Jun, pada salah satu pengawal di kediaman nya.
“Baik yang Mulia.”
Pengawal itu membungkuk dan pergi untuk memanggil Kasim Zhao berada, sedangkan Kaisar Jun sudah berada di ruang baca.
Swoosh ...
Sosok bayangan hitam datang dan memberi salam pada Kaisar Jun. “Salam Yang Mulia.”
“Apa ada yang perlu Zhèn ketahui, Ruy?” tanya Kaisar Jun.
“Yang Mulia, teror di desa Shoxing makin menjadi dan semakin banyak korban balita yang berjatuhan. Rumor beredar jika ada siluman babi yang meminta tumbal anak anak untuk di jadikan persembahan. Namun hamba tidak mempercayai itu, hamba yakin jika ada dalang di balik ini semua.”
Kaisar Jun terdiam..
“Baik, terus pantai dan kirim bantuan untuk menyelidiki desa Shaoxing.”
“Baik yang Mulia.”
Wooshh ... Pengawal pribadi Kaisar Jun langsung pergi, setelah melaporkan apa yang dia dapat dari lapangan.
“Yue, apa yang harus kita lakukan?”
“Menurut hamba, lebih baik kita berkunjung secara diam-diam untuk menyelidiki nya. Yang Mulia.”
Kaisar Jun mengangguk, tak berapa lama, Kasim Zhao datang memberi salam. “Salam Yang Mulia.”
“Kasim Zhao, apa kau sudah mendengar kabar yang beredar?”
Kasim Zhao mengerutkan keningnya, “Mohon ampun yang Mulia, sekiranya kabar apa yang beredar? Hamba belum mendengar kabar apapun.” Kasim Zhao berlutut.
Kaisar Jun menaruh gulungan di atas meja, lalu menatap Kasim Zhao yang tengah berlutut di depannya.
“Berdirilah Kamis Zhao, aku dan Nona pertama An akan mempercepat pernikahan kami ... dan tugas mu adalah mempersiapkan semuanya.”
Kasim Zhao sedikit terkejut mendengar kabar ini langsung, lalu membungkuk untuk memberi masukkan. “Yang Mulia, apa itu tidak terlalu terburu-buru? Bahkan Nona pertama dari kediaman An belum mendapatkan pendidikan tatakrama.”
Kaisar Jun terdiam.
“Mohon maaf yang Mulia jika hamba lancang, tapi bukankah Nona pertama An akan menjadi Permaisuri? Akan lebih baik jika kita mengirimkan Nona An Xia untuk mendapatkan didikan terlebih dahulu.”
Kasim Zhao membungkuk, namun ia tersenyum jahat dan memiliki rencana yang mengejutkan. Ternyata Kasim Zhao bersekongkol dengan pangeran ke dua dan penasehat Istana, serta mentri Istana untuk melengserkan Kaisar Jun dari tahta.
“Berapa lama Nona An Xia harus mendapatkan pendidikan itu?”
“Mohon maaf Yang Mulia, sekitar satu bulan.”
Kaisar Jun membisikkan sesuatu pada pengawal setianya Yue, dan di balas oleh Yue yang memberikan pendapatnya.
“Baiklah, berikan surat titahku pada Nona pertama An untuk pergi ke perguruan Wuzeng untuk mendapatkan gelar dan segera menjadi Permaisuri ku.”
Kasim Zhao mengangguk lalu undur diri, setelah ia berbalik badan. Dia menyunggingkan bibirnya, karna dia memiliki rencana lain yang sudah dia susun dengan rapih.
•
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
im3ld4
tau aja thor🤣
2024-10-27
0
Ida Blado
kaisar bodoh
2023-02-22
0
pembaca 🤟
mungkin ini penghianat nya
2023-01-23
0