Malam semakin larut, hujan tiba-tiba saja hadir di saat hati Alexsa tidak merasa nyaman dengan yang dia alami sekarang.
Alexsa dengan sendu menatap gundukkan tanah yang di dalamnya adalah Nyonya Yinye, sangat di sayangkan oleh Alexsa karna dirinya tidak bisa menyelamatkan Ibunda An Xia..
Alexsa sangat menyesal karna tidak cepat membawanya ke tabib, karna perjalanan dari hutan perbatasan sampai ke kota memakan waktu cukup lama ... hingga Alexsa telat menyelamatkan nya.
Air mata Alexsa terus keluar tanpa di komando, ia tidak bisa menghentikan derasnya air mata yang keluar begitu saja. Seakan itu adalah reaksi pemilik tubuh yang tengah merasakan kehilangan sosok orang yang dia cintai.
“Jangan menangis, akan aku pastikan jika orang yang melakukan ini akan menerima balasan.” Ujar Alexsa, menghapus air matanya.
Setelah selesai, Alexsa pun menaiki kuda miliknya, menatap gundukkan tanah itu untuk terakhir kalinya.
“Hiyaaa ...”
Alexsa memacu kudanya dengan cepat, ia ingin sampai di kediaman An secepat mungkin. Ia tidak bisa menunda untuk memberikan pelajaran kepada Selir Yu dan kedua anaknya.
Dia adalah pion dalam permainan nya sendiri, dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan termasuk nyawa yang akan dia mabil dari raga seseorang.
•
Setelah beberapa waktu berlalu, Alexsa akhirnya sampai di kediaman belakang An. Alexsa memanjat tembok dan berjalan ke arah kediaman Anggrek.
Hap ...
Alexsa turun dengan sangat hati-hati, melihat kanan kiri lalu melihat langit yang sebentar lagi akan menunjukkan fajar.
Krekeeet ...
Alexsa membuka jendela, lalu masuk kedalam dan melihat Selir Yu yang masih tertidur pulas. “Kau tidur dengan nyaman, sedangkan Ibu An Xia harus menderita dan mati mengenaskan.”
Alexsa mengeluarkan jarum yang sudah ia siapkan, yang sudah dia lumuri dengan racun yang di buat sendiri.
Alexsa menjentikkan jarinya hingga jarum itu menancab di area dada Selir Yu.
Shuuttt ...
Thak!
“Aahk.” Selir Yu langsung membuka kedua matanya, saat ia merasakan sakit karna terkejut.
Namun netra matanya langsung membulat sempurna, ketika melihat An Xia tersenyum jahat di depannya.
“Gadis bodoh! sedang apa kau di- di ... aaahhkk, ada apa dengan suaraku? kenapa tidak ada suara dari mulutku!” Ucap Selir Yu merasa bingung, ia berteriak namun tidak ada suara yang terdengar.
Ia ingin menggerakkan tangannya, tapi tidak bisa! ada apa sebenarnya dengan dirinya? kenapa suara dan tubuhnya tidak bisa di gerak kan.
Alexsa menyunggingkan bibirnya, ketika Selir Yu tidak bisa berbuat apa apa karna obat yang dia suntikkan meresap dengan sempurna.
“Kau berani sekali cari masalah denganku! dan kau telah berani mengurung Ibunda ku di hutan perbatasan.”
Bukannya takut! Selir Yu malah menyunggingkan bibirnya, seakan mengejek Alexsa yang akan memberikan nya peringatan.
“KAU!” Alexsa mencekik leher Selir Yu, "Kau malah tersenyum? seakan kau merasa sudah menang dariku? Ha-ha-ha ... tadinya aku akan mempertemukan dirimu dengan para Dewa di atas sana, tapi kau seakan menantangku."
“Matilah kau!”
Selir Yu merasa kesakitan, karna cekikikan Alexsa sangat bertenaga hingga wajahnya sudah memerah karna kekurangan oksigen.
Sisi jahat Alexsa datang, ketika melihat Selir Yu kesakitan ketika ajal akan menghampirinya.
“Hiduplah seperti ini dalam kelumpuhan, Kau harus hidup untuk melihat kedua anakmu menderita dan aku akan siksa mereka dan menjadikan mereka seorang bunga persik (pelacurr).”
Alexsa melepaskan cengkraman nya lalu pergi, namun sebelum pergi Alexsa memasukkan sesuatu kedalam mulut Selir Yu.
“Kau! Kau iri dengan ibuku karna dia sebagai Nyonya Sah di kediaman ini, dan kau sudah berhasil menyingkirkan nya ... tapi ingat ini baik baik, AKU AKAN MERENGGUT NYAWA ANAKMU, DAN MENGHANCURKAN JIWA ANAKMU YANG LAINNYA.” Ancam Alexsa penuh dengan tekanan, lalu dia pergi.
Sedangkan Selir Yu tertegun dan masih tak bergeming dengan ancaman Alexsa yang membuat jiwa nya bergetar takut.
•
•
•
Pagi menjelang di kediaman An Ryan ...
Praaang!!
“Aaahhkkk ...”
Teriak salah satu Dayang, saat ia membuka pintu sang Nona untuk membangunkannya.
“Nona An Rian ... ini tidak mungkin!” Teriak nya histeris dan menangis, yang mana membuat penjaga dan pelayan di kediaman An berdatangan.
Namun reaksi mereka sama, begitu terkejut dan bergidik ngeri saat melihat tubuh Nona ke dua An Rian terbujur kaku, dan tergelantung di atas dengan mata melotot dan lidah menjulur kedepan.
“Cepat kabari Jendral An, di perbatasan Kekaisaran.” Teriak salah satu pengawal.
Pengawal yang satunya mengangguk, lalu berlari dan menunggangi kudanya dengan cepat.
•
Kabar meninggalnya Nona kedua di kediaman An, begitu mengejutkan semua orang karna mendadak. Kabar yang mengejutkan lainnya adalah, lumpuhnya istri kedua Jendral An yang hanya bisa terbaring di peraduan bahkan mengedip pun tidak bisa.
Kabar ini sudah menyebar di kota, bahkan para pelayan Istana pun sudah mendengarnya dan tengah bergosip sambil bekerja.
Sedangkan sang pelaku tertidur dengan nyaman di kediamannya, kematian An Rian pasti mengguncang jiwa Selir Yu.
Alexsa tak perduli, orang seperti mereka memang harus di singkirkan dari dunia ini..
•
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Shelvia Amanda Dika
gw suka gaya lo aleksa
2023-07-17
2
Ida Blado
abis itu gantian si bpk di buat menderita,,, gk lengkap kalau gk di balas
2023-02-22
1
Nomin 🐰🐶✨
setuju sekali ,orang jahat harus di kasih pelajaran
2023-02-07
1