Kediaman An Xia•
“Apa seperti itu melayani Zhèn?” tanya Kaisar Jun, melihat An Xia mengambil makanan kedalam mangkuknya, dengan expresi cemberut dan tidak ikhlas.
“Aish.” An Xia mencibikkan bibirnya, “Apa di Istana Yang Mulia kekurangan bahan makanan? kenapa Yang Mulia ingin makan di kediaman ku?”
Ingin sekali semua pelayan di sana memuntahkan darah mereka, saat keberanian Nona mereka berbicara seperti itu pada Kaisar di negri ini.
Khem ... “Nona.”
Dayang Mei berdehem, memperingati sang Nona agar menjaga perkataannya, ia tidak mau jika kepala mereka menjadi sasarannya.
Pletak!!
Kaisar Jun menyentil jidat An Xia, “Jangan berbicara seperti itu, atau Zhèn akan menghukum mu setelah pernikahan.”
An Xia tak menjawab, yang mana membuat sarapan mereka berakhir dengan ketenangan dan kedamaian.
Setelah mereka berdua selesai makan, Kaisar Jun mengajak An Xia ke suatu tempat yang menjadi favorit Kaisar Jun.
•
“Naiklah.”
“Aku tidak mau!” Tolak An Xia dengan cepat dan menggelengkan kepalanya, “Menaiki kereta kuda membuat kepala ku pusing.” Keluh An Xia lagi.
“Lantas kau mau menaiki apa? berkuda denganku?” tawar Kaisar Jun sambil mengedipkan kedua matanya.
“Ish ... tidak juga! aku punya kuda ku sendiri Yang Mulia.”
Alexsa bersiul memanggil kuda hitam yang gagah miliknya, membuat Kaisar Jun mengerutkan keningnya. selera dirinya dan wanita yang dia cintai benar-benar berbeda.
An Xia memiliki kuda hitam gelap seperti malam nan gagah, sedangkan dirinya mempunyai kuda putih seputih salju yang menyejukkan hati siapa saja yang melihatnya.
“Sepertinya aku harus bekerja keras untuk mendapatkan nya.” Gumam Kaisar Jun dalam hati.
•
•
Air terjun Lotus•
•
Kaisar Jun membawa Alexsa yang dia kira An Xia ke tempat favorit nya, dimana tempat ini jauh dari kota dan berada di hutan Selatan Kekaisaran.
Alexsa turun dari kudanya, memandang takjub dengan apa yang dia lihat.
“Indah.” Itulah satu kata yang keluar dari mulut Alexsa.
Kaisar Jun tersenyum, turun dari kudanya dan menghampiri Alexsa.
“Kau menyukainya?”
“Yaa, ini indah sekali.”
“Air terjun ini akan indah berkali-kali lipat jika bunga Lotus bermekaran, namun sayang ... ini bukan musim untuk bunga Lotus mekar.”
Alexsa mengangguk, berjalan kesana kemari dengan riang, memainkan air dengan bahagia. Sejenak, dia bisa melupakan rasa rindunya pada orang-orang yang dia sayang.
Hingga Alexsa ingin berdiri dan tak sengaja dia tersandung oleh hanfu nya sendiri.
“Aahk ...”
Hap!!
Kaisar Jun dengan cepat menarik pinggang Alexsa, hingga mereka berputar dengan mata saling pandang satu sama lain.
Deguban jantung Alexsa kembali menggema di lerung hatinya yang paling dalam, sengatan listrik terus berpacu menyengat jantung yang selama ini membeku tak tersentuh.
“Ketika kau memenangkan lomba itu, kau sudah menjadi milikku ... Apa kau May menjadi Permaisuriku?”
“Mengapa harus aku?” tanya Alexsa tanpa bersedia memandang paras Kaisaf Jun.
“Kenapa tidak dirimu? di mataku kau adalah wanita sempurna, yang aku idamkan selama ini.”
“Ta-tapi ... yang aku dengar, jika seorang Kaisar memiliki banyak Selir.”
“Jika aku tidak memiliki Selir, apa kau mau menikah denganku?”
Alexsa menjadi dilema, di sisi lain ... ia tidak bisa menolak permintaan seorang pria tampan. Di sisi lain, ia juga percuma menolak! Karna pria di depannya ini pasti akan memaksa dirinya.
“Ba-khem ... baiklah, akan aku pikirkan.”
Jawaban Alexsa membuat Kaisar Jun tersenyum bahagia, lalu Kisar Jun mendorong d tubuh Alexsa dengan perlahan hingga membentur pohon.
Kedua mata mereka masih terkunci satu sama lain, perlahan tapi pasti ... keduanya saling mencicipi rasa yang manis dengan bibir mereka saling bergulat.
Bibir ranum nan menggoda, membuat mereka hanyut dalam buyan metamorfosa ... melupakan sejenak beban dalam pundak yang harus mereka pikul.
Kreek ..
...“Aahkk.” ...
Gubrak!!
Pengawal Yu jatuh dari atas pohon, hingga dirinya langsung menungging di tanah dengan burung-burung melingkar di atas kepalanya.
Sedangkan kedua insan yang tengah merasakan kebahagian langsung berhenti, dan menjadi salah tingkah dengan kelakukan mereka.
“Oh, Yang Mulia ... hamba tidak melihat apapun!” Ucap Pengawal Yu.
“Yu! akan aku hukum kau ketika sampai di Istana!”
•
•
•
Sedangkan di sisi lain, di waktu yang bersamaan•
“Mengapa kalian bisa gagal!” Bentak seseorang dengan kesal pada bawahannya.
“Ampuni hamba, kedelapan orang itu tewas dengan bantuan Kaisar Jun dan abdi setianya yang menolong Nona An Xia.”
Sosok misterius itu terdiam ... tenang damai dan tidak terburu-buru, namun Pangeran ke dua Dong Zhang yang terlihat kesal.
“Kurang ajar! tadinya aku pikir semua rencana akan berjalan dengan sempurna, semua keluarga An mati terbakar dan hanya menyisakan An Xia untuk jadi kambing hitam! di saat dia sedang terpuruk ... aku yang seharusnya menjadi penyelamat dalam hidupnya.” Tutur Pangeran Dong Zhang, panjang lebar.
“Tenangkam dirimu Pangeran. Masih ada rencana lain.” Ucap seseorang misterius.
“Kiranya apa yang harus kami lakukan lagi?” tanya penasehat Istana.
“Kita awasi Kaisar Jun dan Nona pertama An, tapi untuk saat ini ... jangan ada yang bergerak tanpa ada titah dariku.” Ucapnya yang di angguki oleh Pangeran ke dua dan penasehat Istana.
Tak berapa lama, perdana mentri datang dengan terpoyok poyok.
“Gawat, ini gawat!”
Semua orang menoleh, menatap heran kedatangan perdana mentri.
“Ada apa?”
“Apa kalian semua sudah mengetahui, jika Kaisar tengik itu mempercepat pernikahannya?”
Pangeran kedua Dong Zhang menggelengkan kepalanya, begitu pun penasehat Istana yang terkejut dengan berita yang di bawa oleh perdana mentri.
“Apa kau yakin mentri Zu?”
Mentri yang bernama Zu mengangguk, dan menceritakan bagaimana dirinya mendapatkan kabar mengejutkan itu..
Semuanya telah berkontribusi untuk melengserkan tahta Kaisar Jun dari singgah sana nya. Merencanakan rencana lain untuk mengalahkan pemerintahan di Kekaisaran Zhang..
“Bagaimana jika kita jauhkan Nona An Xia dengan Kaisar tengik itu, mengirimkan Nona An Xia ke pelatihan tatakrama agar mengulur waktu, supaya Pangeran Dong Zhang bisa mendekati Nona An Xia dengan leluasa.”
“Ide bagus mentri Zu, bagaiman pendapatmu?.” tanya penasehat Istana pada pria misterius.
“Hem ... ide bagus, pastikan jika Kaisar setuju dengan usulan yang kau katakan.”
“Bukankah itu tugas mu? Kau yang lebih dekat dengannya, kau yang harus membual kata agar Kaisar tengik itu setuju dengan pendapatku.”
Pria misterius itu mengangguk, lalu pergi begitu saja dari tempat persembunyian mereka jika bertemu secara diam-diam.
•
Kaisar Zhang Junda.
•
An Xia.
•
...••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
im3ld4
peng xiao ran bukan sih ini?😂
2024-10-27
0
im3ld4
kl difilm, pasti dijadiin muter2 estetik sampe pusing yg nonton🤣
2024-10-27
0
myels
bukan tergopoh gopoh?
2024-03-02
0