Beberapa hari kemudian di kediaman Anggrek, Selir Yu dan kedua anaknya tengah meminum teh dengan santai tanpa beban. Tak berapa lama, seorang Dayang menghampiri mereka.
“Salam Nyonya Yu.”
“Bagaimana, apa kau sudah membereskan semuanya?” Tanya Selir Yu, menyeruput teh di tangannya.
“Nyonya, semuanya sudah sesuai yang di perintahkan oleh Nyonya. Jika segala sesuatu yang berhubungan dengan sampah itu telah sirna.” Ucap Dayang itu.
“Bagus, kerja bagus, anak sampah tak berguna itu hanya bisa mempermalukan keluarga An saja.”
“Betul sekali Nyonya, An Xia si sampah itu mungkin sekarang sudah menjadi abu di kediamannya, karna aku yang sudah membakar kediamannya ha-ha-ha.”
“LANCANG!” Bentak seseorang dari arah belakang dengan menggelegar, “Dasar pelayan rendahan!”
PLAK ...
“BERANI SEKALI KAU MEMBAKAR AKU HIDUP HIDUP!.” Bentak An Xia dengan marah.
“Ka-ka-kau! Bagaimana bisa keluar dari api sebesar itu?” Dayang itu terkejut setengah mati, melihat An Xia masih berdiri di depannya.
“Beraninya kau!”
Brugh ...
Alexsa menendang pelayan itu hingga terhiyung kebelakang. Alexsa tidak habis pikir jika dirinya yang tengah bermimpi dengan para cogan di pemandian ternyata dia sedang di panggang hidup hidup di dalam kediamannya, dengan api yang sudah menjalar di seluruh bangunan.
Jika saja Alexsa tidak bangun, mungkin saja dia sudah gosong menjadi abu. Untung saja Alexsa sempat mengamankan harta yang dia punya, kalau tidak! Sudah di pastikan jika Alexsa akan miskin kembali.
“AN XIA! Jangan membuat keributan di kediaman Ibunda ku.” Sentak An Ryan.
Alexsa menoleh, menatap ketiga benalu di kediaman An. Tadinya Alexsa tidak mau berurusan dengan ketiga orang ini, namun nyatanya dia telah di usik terlebih dahulu dan jangan salahkan Alexsa jika dia berlaku kejam untuk membalasnya.
PLAK!!
“Aahk.” lirih An Rian terkejut ketika pipinya di tampar oleh An Xia dengan kencang, lalu menatap An Xia tak percaya.
“Gadis rendahan ini, berani menampar Pitriku.” Selir Yu mencoba untuk menyerang Alexsa, namun tanpa di duga jika Alexsa langsung mencekik leher Selir Yu dengan kencang dengan satu tangannya.
“Coba sekali lagi kau berteriak padaku ... maka aku akan memotong lidah mu karna tidak memiliki sopan santun padaku.” Ucap Alexsa dengan nada menekan, dan mencekik Selir kesayangan Ayah nya dengan kencang.
“Lepasakan, Ibundaku!”
Bruuugk!
Alexsa menendang An Rumi dengan kasar, Hingga jauh terpental dan menubruk dinding.
“Dayang cepat panggil para pengawal.” Teriak Selir Yu, yang merasa susah untuk bernafas.
Dayang setia Selir Yu langsung berlari memanggil beberapa penjaga dan membawanya untuk memberikan pelajaran pada An Xia.
“Cepat tolong Nyonya ... kenapa kalian malah diam saja! Kalau terjadi sesuatu dengan Nyonya, Jendral An tidak akan mengampuni kalian. Cepat serang bersama sama kalau perlu, bunuh saja sampah tidak berguna itu. Jendral An juga tidak akan merasa kehilangan.” Teriak Dayang itu dengan lancang.
Para penjaga maju dan mengacungkan pedang mereka masing-masing “Cepat bunuh Nona pertama An.”
Hiyaaa ...
Alexsa melirik dan menyunggingkan bibirnya, “Heh ... mau melawanku? Baiklah, sepertinya kalian harus aku beri pelajaran agar memiliki tatakrama.
Swosh ...
...Bugh ......
Traaak ...
...Gubrak ......
Meooong ...
Alexsa dengan gesit sudah melumpuhkan para penjaga di kediaman An, membuat An Rian dan An Rumi beserta Selir Yu terkejut.
“Ba-bagaimana mungkin gadis tek berguna itu bisa kuat?” gumam semua orang dalam hati.
Alexsa menghampiri Selir Yu, menatapnya dengan tajam. “Aku peringatan padamu, jangan pernah mengusik ku kalau tidak ... nasib kalian akan sama seperti abu.” Ancam Alexsa, dan entah mengapa ancaman gadis tak berguna itu membuat ketiganya gemetar takut.
“Pelayan! Pindahkan semua barang milik Selir Yu, karna mulai hari ini aku yang akan tinggal disini.”
Semua pelayan mengangguk takut, sedangkan Selir Yu tidak bisa melawan saat semua barangnya di pindahkan dengan paksa.
“Lihat saja An Xia, akan aku adukan pada Tuan.”
•
•
•
•
Hari berlalu dengan tenang, tiba saatnya hari ini adalah hari dimana festival tahunan di gelar oleh Kaisar, dan penobatkan Pangeran Mahkota menjadi Kaisar baru.
Semua rakyat, anggota Istana, dan pejabat Istana, bahkan tamu dari kerajaan lain sudah hadir di Aula terbuka yang sudah di sulap menjadi tempat pertandingan.
Yang mana posisi di bentuk menjadi lingkaran dan menyisakan ruang di bagian tengah untuk melihat pertandingan.
Semua bersorak gembira kala melihat jika Pangeran Jun berdiri di singgah sananya, dan resmi menjadi Kaisar baru di Kekaisaran Zhang ini.
Pangeran kedua Dong Zhang dan Pangeran ke tiga Zhang Mo, putra kedua Kaisar dari para Selir juga ikut hadir menyaksikan pertandingan ini.
“Mulai pertandingan nya.” Titah Kaisar Jun dengan nada dingin, namun sorot matanya tak ingin lepas dari gadis yang dia suka.
“An Xia.” Gumam Kaisar Jun.
Gong pun berbunyi, menandakan jika pertandingan akan segera di mulai. Para gadis sudah bersiap termasuk An Xia yang datang dengan tenang tanpa tegang sedikit pun.
“Hei ... lihat di sana, bukankah itu Nona pertama di kediaman An.”
“Apa si pecundang itu mau ikut lomba?”
Hahaha haha hahahaha hahah ...
“Dia akan mempermalukan dirinya sendiri, gadis sampah tak tau diri.”
Bisik bisik terdengar sangat nyaring, namun Alexsa tak perduli dengan omongan orang yang menurutnya tidak berguna. Walau ia tau jika rumor tentang dirinya masih melekat selama bertahun-tahun, namun inilah saatnya Alexsa membuktikan jika dia bukan wanita yang lemah dan mudah untuk di tindas, apa lagi di gertak!
Alexsa duduk menunggu giliran dengan gaya elegant dan acuh tak acuh, ia tidak perduli hadiah apa yang akan di terima jika menjadi juara. Namun bukan hadiah yang Alexsa cari, melainkan memenangkan taruhan dan menjadikan tiga manusia tak berguna itu budaknya selama tiga bulan.
“Kau dengar itu An Xia? Kau itu sampah yang tidak berguna. Lebih baik kau pulang dan menangis di kediaman mu.” Bisik An Rian terkekeh.
An Xia menyunggingkan bibirnya, "Apa kau sudah lupa? Aku bahkan bisa mengalahkan penjaga di kediaman kita. Ha ha hahah apa lagi mengalahkan dirimu yang hanya se-songok sampah bagiku.” Ledek Alexsa pergi, meninggalkan An Rian yang kesal.
Semua peserta berkumpul, lalu mengambil nomer secara acak untuk memilih siapa lawan untuk bertarung. Dan Alexsa mendapatkan nomer 5 dan lawannya adalah Putri Mahkota dari kerajaan Sheng.
Semua orang mencibir Alexsa, karna Putri Mahkota dari kerajaan Sheng sangatlah mahir bela diri dan semua orang sudah bertaruh jika An Xia lah yang akan kalah.
"Ck, lihat saja kalian!"
...•••••...
...Jangan lupa LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...
...Maaf jarang up yaa ... Author masih di kampung halaman dan kekurangan sinyal....
...😘😘😘...
...InshaAllah jika udah balik Bandung author Crazy up...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
palupi
onyeng..?🤣
2024-12-06
0
im3ld4
mimpi mandi bareng bts kah?🤣🤣
2024-10-21
0
Ajusani Dei Yanti
lanjut thorrrr kuh semangat berkarya sukses selalu buat kamu Authorrr kuh
2024-10-14
0