Arena bertarung•
Sreng ...
...Sreng ......
Kedua pedang saling berdenting di arena pertandingan, keduanya saling menyeimbangi satu sama lain dan membuat semua orang begitu takjub melihatnya, tidak mereka sangka ... jika yang mereka kira sampah masyarakat bisa menggunakan pedang dengan lihainya.
“Tak pernah aku sangka, jika ternyata gadis sampah seperti mu lihai menggunakan pedang. Ternyata rumor hanyalah rumor yang belum tentu akan kebenarannya.”
Alexsa tak menyahut, lama kelamaan dia bosan hanya bermain pedang seperti anak kecil.
“Maafkan saya Tuan Putri. Tapi boleh saya berkata jujur? Bertarung dengan anda hanya sebuah pemanasan bagiku dan m-e-m-b-o-s-a-n-k-a-n.” Ucap Alexsa, yang sudah memulai menyinggung.
“Kurang ajar!” Bentak Putri kerajaan tetangga yang sangat geram atas ucapan Alexsa, dan menyerang nya secara brutal.
Alexsa menanggapinya dengan santai, bahkan bisa bisanya dia menguap dengan keadaan tengah bertarung.
Sreeng ...
...Sreeng ......
Whoos ...
...Bugh!...
Alexsa menendang perut lawannya hingga mundur beberapa langkah. Dan tanpa Alexsa duga, jika semua peserta maju ke arena pertandingan dan menyerang Alexsa dengan berutal.
Kaisar Yan Kun tidak terima jika putri kesayangan nya kalah, karna itu adalah sebuah penghinaan untuk kerajaan nya.
Untuk itu dia memerintahkan kepada semua peserta untuk menyerang Alexsa.
Sementara Kaisar Jun masih diam memandangi wanita yang dia suka. Ia ingin membantu, namun ia urungkan karna dia ingin melihat seberapa kuat Alexsa bertahan. Jika keadaan sudah tidak bisa di kondisikan, dia sendiri yang akan turun tangan.
“Ayo semua serang sampah tak berguna itu!” Teriak An Rian dengan semangat, karna yang ada di pikiran An Rian jika ini adalah akhir dari kisah si gadis tak berguna di kediaman An.
Sreeng ...
...Sreeng ......
Bugh!!
Alexsa mundur satu langkah karna tendangan dari salah satu peserta. Semua orang menertawakan Alexsa, mencaci, dan menyumpah serapahi, dan tidak ada yang mau menolong bahkan sang Ayah yang notabennya sebagai Jendral di Kekaisaran Zhang ini, hanya diam melihat putrinya di kelilingi oleh lawannya.
Alexsa terkekeh karna pengeroyokan yang di lakukan, dan mirisnya tidak ada yang mau menolong. “Baiklah, kalian jual aku beli.”
HIYA ...
•
•
Lima lawan satu, bukanlah perkara mudah bagi orang biasa jika melawannya. Namun Alexsa yang memang pandai dalam bidang beladiri dengan santai melawan kelimanya dengan mudah.
Whuuss ...
...Traang ......
Bugh ...
...Bugh .....
Dhaak ...
Semua peserta terpental jauh termasuk An Rian, membuat semua orang mengaga tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
“Apakah itu benar si sampah yang di rumorkan?”
“Putri pertama Jenderal An Chen ternyata mempunyai bakat.”
“Tidak di sangka An Xia bisa mengalahkan kelima Nona dan Putri Mahkota kerajaan Shen.”
“Kenapa sampah itu harus menang, uangku habis untuk taruh.”
Bisik bisik terdengar, ada yang kecewa dan ada juga yang sekarang membela.
Kaisar Jun menyunggingkan bibirnya dengan bangga, membuat Ayahanda nya ikut tersenyum karna gadis yang di sukai oleh anaknya bukanlah sampah masyarakat, seperti rumor yang beredar selama ini.
Alexsa tersenyum memasukkan kembali pedang kedalam sarungnya, lalu melihat semua orang yang menonton dirinya.
“JANGAN PERNAH MEMAKI DIRIKU DENGAN SEBUTAN SAMPAH LAGI, JIKA ADA YANG BERANI BERUCAP LAGI ... MAKA AKU TIDAK AKAN MENGAMPUNI ORANG ITU.” Alexsa berucap dengan tegas dan penuh penekanan.
Setelah mengatakan itu ... Alexsa melangkah ingin pergi, namun Kaisar Jun berdiri dari tempatnya.
“Tunggu.”
Alexsa berhenti dan menoleh.
“Nona An, anda melupakan hadiah yang harus anda dapatkan.”
An Xia terdiam sejenak lalu membungkuk-kan kepalanya sedikit. “Yang Mulia Kaisar, apa sekiranya hadiah yang hamba dapatkan.” Ucap Alexsa yang berterus terang, Alexsa tidak akan menolak hadiah yang akan di berikan padanya.
Dalam benaknya, ia membayangkan jika Kaisar akan memberikannya dua peti Emas atau barang berharga padanya. Alexsa dengan senyum percaya diri dan menunjukkan wajah imut serta menggemaskan, lantas ia mengadahkan kedua telapak tangannya untuk menerima hadiah.
“Hadiah yang kau dapatkan adalah menjadi Permaisuri ku.”
JEDEEERRRR ...
Bak di sambar petir di panas yang trik akan matahari, Alexsa membulatkan kedua bola matanya.
“Ap-apa ... menjadi Permaisuri?” Alexsa tergagap tak percaya, begitu pun semua orang.
An Rian dan An Rumi, ingin sekali memuntahkan darah mereka saat An Xia terpilih menjadi Permaisuri Kaisar Jun. Pria yang mereka suka.
“An Xia sialan!”
Semua orang tak percaya jika gadis yang selama ini mereka olok olok akan menjadi Ibu di Kekaisaran mereka ... semua berbisik-bisik jika An Xia yang menjadi Permaisuri, akankah hidup mereka akan panjang?
"Gawat, sepertinya kita harus meminta maaf." Ujar salah satu orang, yang di angguki semua orang.
Sedangakan Alexsa masih diam tak percaya, ia bertanya tanya dalam hatinya sendiri. Apa alur Novel yang dia baca sebelumnya sudah berubah total?
“Pengawal, bawa Permaisuri ke kediaman Naga.”
“Hah, apa? Tidak! Tunggu ... jangan main hakim sendiri, eh salah. Maksudku, jangan memutuskan dengan sepihak.” Teriak Alexsa tak terima dan memberontak, lalu melawan penjaga yang menyeretnya.
Kaisar Jun turun dari tahtanya, lalu menghampiri Alexsa yang tengah memukuli dua pengawal setianya.
“Ahhk.”
Alexsa berteriak, saat tubuhnya di gendong oleh Kaisar Jun seperti karung beras.
Tidak ada romantis romantisnya ...
“Heii lepasakan aku, aku tidak mau menjadi Permaisuri.” Keukeuh Alexsa.
Kaisar Jun tak peduli dengan teriakkan An Xia, mau tidak mau gadis yang dia suka harus menjadi miliknya walau dengan cara memaksa.
Semua orang saling pandang dengan heran, termasuk Jendral An Chen yang masih bergeming di tempatnya. Ia tidak menyangka jika putri yang selama ini tidak ia perdulikan akan menjadi Permaisuri di Kekaisaran ini.
Selir Yu mengepalkan kedua tangannya, ia menginginkan An Rian yang menjadi Permaisuri, tapi kenapa harus An Xia.
"Lihat saja, An Rian dan An Rumi cepat atau lambat akan masuk kedalam Istana walau harus menjadi Selir." Gumam Selir Yu dalam hati.
•
Kediaman Naga•
“Lepaskan!!”
“Lepaskan aku!”
Kaisar Jun menurunkan tubuh An Xia dengan perlahan.
“Tinggalah disini dan pikirkan lagi.” Kaisar Jun pergi dan memerintahkan dua pengawalnya untuk menjaga An Xia agar tidak kabur.
Sementara An Xia berteriak dan menggedor pintu. “Heii ... jangan se-enaknya mengurungku! Dasar brengsek.”
"Ahhkk, kenapa harus seperti ini ..."
•
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA...
...Jangan lupa dukungannya yaaa ziyeng....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Siti Masitah
kok gk nolong ibuk kandungnya
2024-06-23
0
mama yuhu
bapak. lucknut
2023-01-24
1
Patrish
@aryanie.... sudah pakai bahasa baku ya.. 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻makin nyaman membacanya.. 👍🏻👍🏻
2023-01-15
0