Happy reading 😍
🌹🌹🌹
"Dasar menantu tidak punya akhlak, pergi sesuka hatinya. Datang sesuka hatinya, emang dikiranya rumah ini hotel. Kasihan putraku dapat istri seperti jelangkung." Susan, Mama Yudha ngedumel terus. Sembari mengerjakan pekerjaan rumah yang terganggu akibat kedatangan Yulia ke dapur.
Karena asyik ngedumel, mengomel. Susan, Mama Yudha. tidak menyadari kepulangan suaminya. Hendra dari joging.
"Ada apa Ma, kenapa ngomel terus?" tanya Papanya Yudha, Hendra. Yang baru kembali dari olahraga pagi.
"Tuh..Yulia, sudah membuat hati Mama kesal. Bukannya bantu-bantu di dapur, kelakuannya buat pikiran mama jadi pusing..!"
"Apa yang dilakukannya, hingga membuat mama pusing?" tanya Hendra, sang suami.
"Bangun tidur langsung ke dapur, nanyain Yudha. Mama tidak tahu, Yudha pulang apa tidak tadi malam. Marah tuh anaknya, pergi tanpa pamit meninggalkan rumah. Syukur-syukur, tidak datang lagi wanita itu."
"Sabar Ma, mungkin bawaan hamil," ucap Papa Yudha, Hendra.
"Bawaan hamil kok tidak sopan begitu, Mama yakin itu pasti bukan anaknya Yudha. anak kita sudah dijebak oleh wanita itu."
"Kita tunggu saja sampai dia melahirkan, kita lakukan tes DNA. Biar tahu apakah anak yang dikandungnya anak Yudha atau tidak," ucap Papa Yudha.
"Mama yakin Pa, pasti buka anak Yudha. Pasti anak pria lain." Susan tetap kekeuh dengan apa yang diyakininya. Anak yang di kandung Yulia, bukan calon cucunya.
"Kasihan anak itu, jika bukan anak Yudha. Tidak tahu siapa Papanya," ucap sang suami.
"Kenapa wanita seperti Yulia itu, tidak dibuat mandul saja oleh Gusti Allah," ucap Susan, saking kesalnya dengan tingkah Yulia.
"Mama ini, tidak boleh begitu. Itu semua, Tuhan yang punya rencana."
"Mama kesal Pa."
"Ya sudah, kita sarapan apa pagi ini. Jangan kasih Papa sarapan sepiring omelan ya Ma." goda Papa Yudha, sembari mencolek pipi sang istri.
"Ih..Papa genit, sana mandi. Bau keringat." Susan mendorong sang suami untuk pergi dari area dapur.
"Genit dengan istri sendiri, tidak apa-apalah Ma," ujar Papa Yudha, sebelum berlalu dari dapur.
"Awas ya, kalau genit di luar rumah. Mama akan kasih cabe itunya Papa, biar pedas..!" seru Susan dengan berkacak pinggang menatap wajah suaminya.
"Ih... seram! kabur ah Papa, Ma. daripada aset berharga Papa kena sambal," ujar Hendra sambil tertawa.
"Dasar..! Papa sama anak, sama saja genit."
*
*
*
Dari sekolah Lisa, Agra pergi langsung ke kantornya. Setibanya di kantor. Agra mendapatkan bingkisan misterius kembali.
"Siapa yang mengirim bingkisan ini ?" tanya Agra pada sekretarisnya, Jerry.
"Seperti bingkisan yang pertama Tuan, kurir yang mengirimnya. dan kurir itu juga tidak mengetahui. Dia hanya diminta untuk datang mengambil Bingkisan dan mengirimnya ke sini," kata Jerry.
"Cepat buka, apa isinya sama dengan bingkisan yang pertama." titah Agra pada sekretarisnya, Jerry.
Jerry meletakkan kotak tersebut dilantai, karena dia curiga dengan isi kotak tersebut. Karena sangat berat.
Jerry membuka bingkisan tersebut dengan hati-hati, karena dia khawatir. Bingkisan itu berbeda dengan bingkisan yang pertama, hanya berupa gambar.
Setelah kotak bingkisan tersebut dibuka, tiba-tiba bau busuk yang sangat menyengat keluar dari dalam kotak bingkisan tersebut. Sehingga membuat Agra dan Jerry ingin muntah seketika.
Agra berlari kedalam kamar mandi, dan memuntahkan isi lambungnya. Sedangkan Jerry berlari ke arah jendela kaca yang ada didalam ruang kerja Agra, dan membuka jendela kaca tersebut.
Huuekk..huk..
"Gila bau sekali..!" seru Jerry.
Sedangkan Agra, masih berada di dalam kamar mandi. Dia masih memuntahkan isi lambungnya, tubuhnya lemas.
"kurang ajar! siapa yang mengirim bangkai yang sangat bau itu? orang itu ingin bermain-main denganku. Awas! jika aku tahu orangnya, tidak akan aku kasih ampun..!" seru Agra.
Agra keluar dari dalam kamar mandi dengan menutup hidungnya, dia mendekati kotak yang mengeluarkan bau tidak sedap tersebut. Dan melihat, bangkai apa yang ada di dalam kotak tersebut.
Melihat Agra keluar dari kamar mandi, dan mendekati kotak. Jerry juga mendekati kotak bingkisan tersebut.
Keduanya kaget, saat melihat isi kotak tersebut. kotak tersebut berisi bangkai tikus dan bangkai ayam mati yang sudah busuk, dan berulat.
Jerry membungkukkan badannya, mengambil tulisan yang ada bersama dengan bangkai tikus dan ayam busuk itu.
"ini Tuan."
"Baca..!" titah Agra pada Jerry.
Jerry ingin menyerahkan tulisan yang ada dalam kotak sebut kepada Agra, tetapi Agra mentitahkan Jerry untuk membacanya.
Jerry membuka kertas tersebut dan membacanya.
'"Permainan baru dimulai"
Isi tulisan yang ada di dalam kertas tersebut.
Agra mengambil gambar tulisan dan bangkai ayam mati dan ayam mati, dengan ponselnya. Dan mengirimkannya kepada Albert.
"Bawa keluar, dan buang sejauh mungkin." titah Agra dan mengibaskan tangannya, agar Jerry membuang benda yang bau dan sangat menjijikkan tersebut dengan cepat. Karena baunya memenuhi ruang kerjanya.
Agra menghempaskan tubuhnya di kursi, tiba-tiba kepalanya pusing.
"Aku harus mengatakan ini semua pada Papa." gumam Agra.
Agra bangkit dari duduknya, dan keluar dari dalam ruang kerjanya.
Tatapan matanya tajam, sehingga. Tidak ada yang berani menyapa, atau menebar senyum menggoda pada duda satu anak tersebut.
"Lihat, Tuan Agra. Aduh..! bahagianya, jika aku bisa menjadi nyonya Agra Barend."
"Mimpi! ingat, Agra Barend hanya milik Zoya."
"Kau yang jangan bermimpi Zoya." balas gadis yang bernama Mia.
"Jangan mimpi yang ketinggian, tidak tercapai nanti. Jadi gila..!" seru Mia, lalu kemudian berlalu dari hadapan Zoya yang terlalu memuja Big Boss.
"Apa kalian kurang kerjaan, meributkan yang tidak bisa kalian capai. sana kerja.. kerja.. kerja..!" usir rekanya yang merasa tidak suka dengan apa yang diributkan oleh Zoya dan Mia.
"Ih..sirik ya." balas Zoya.
"Sorry ya, tidak ada dalam kamus ku sirik denganmu." balas.
Tiba-tiba...
"Jika kalian tidak ingin bekerja disini lagi, tulis surat resign kalian. Antarkan kepada bagian HRD."
Mendengar suara yang sangat familiar ditelinga mereka, sontak mata mereka melihat keberadaan orang yang berkata tersebut.
"Pak Jerry," ucap karyawan yang berdebat dengan bersamaan.
"Apa kalian tidak ada pekerjaan yang harus kalian selesaikan, sehingga kalian ada waktu bergosip di sini?"
"Maaf Pak Jerry," ucap Zoya, dia tidak ingin mendapatkan masalah. Karena ketahuan bergosip di waktu jam kerja. Apalagi oleh Jerry, sekertaris kepercayaan dua Big Boss di perusahaan.
"Bubar..!" seru Jerry dengan tegas.
Semua membubarkan diri, setelah mendengar suara tegas Jerry.
"Syukur." gumam Mia yang sudah pergi sedari tadi, sehingga dia tidak mendapatkan teguran dari Jerry.
*
*
Agra berjanji bertemu dengan papanya, setelah dia selesai meeting. Dia tidak ingin membicarakan kiriman paket misterius di rumah, karena takut. Mama dan Oma Gracia mendengar, dan khawatir.
"Jerry, kau kembali ke kantor."
"Baik Tuan," sahut Jerry.
*
*
...Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Esther Lestari
siapa yg meneror Agra
2023-09-19
0
Senajudifa
siapa yg kirim y
2022-06-16
2
Elisabeth Ratna Susanti
emang top author ini😘😘😘😘
2022-04-24
4