Bogem mentah

Happy reading 🥰

🌞🌞🌞

Boss? Maksudmu Pak Abraham Barend? Apa kalian sudah kehilangan akal sehat, Pak Abraham Barend sudah tua..!" seru Yulia.

"Kau ketinggalan berita, putra Pak Abraham Barend. Agra Barend sekarang yang memegang kantor pusat," kata Lidia, rekannya yang lain.

"Pak Agra! Putra Pak Abraham Barend yang duda itu?" tanya Yulia.

Kedua rekan kerjanya menganggukkan kepalanya.

"Dan, kau. Sudah kehilangan kesempatan untuk menjadi nyonya Barend," ujar Lusi sambil tertawa.

"Siapa bilang aku kehilangan kesempatan, setelah anak ini lahir. Siapa yang tahu," ujar Yulia sembari mengendikkan kedua bahunya.

"Kau jangan main api! cukup Pak Yudha menjadi korban mu." bisik Lusi ke telinga Yulia.

"Siapa yang jadi korban? di sini aku yang jadi korban, pesta pernikahan yang mewah tidak ada. Ini pesta pernikahan Seperti tidak ada dana saja, padahal. Yudha, putra satu-satunya. Dan bukan orang miskin juga ." suara hati Yulia yang menggerutu. (kasihan Yul, mengharap kuda besi. Yang dapat kuda kayu😀)

*

*

Mobil yang dikemudikan oleh Jamie berhenti didepan sekolah internasional school, di mana Jeanny baru dua bulan sebagai pengajar. Setelah, menyelesaikan pendidikannya gurunya.

Jamie mematikan mesin mobilnya, dan menoleh kearah sampingnya. Du kursi bagian penumpang, Jeanny duduk dengan wajah lurus menatap kedepan. Tidak ada pergerakan.

"Jean, kita sudah sampai." Jamie menyentuh lengan sang adik, agar tersadar dari lamunannya.

"Hah..!" Jeanny tersadar, dan pandangan matanya melihat di mana saat ini dia berada.

"Sudah sampai, jangan melamun saja," ujar Jamie.

"Hei! gembira lah, laki-laki bukan hanya pria tidak berguna itu. Abang akan mengenalkan teman Abang yang paling tampan dan setia." sambung Jamie seraya mengusap rambut Jeanny.

"Hari ini dia menikah." gumam Jeanny.

"Biarkan saja dia menikah! dia tidak akan bahagia..! Jangan diingat lagi, semangat..!" seru Jamie.

"Apa dia tidak akan bahagia?" tanya Jeanny pada Jamie.

"Sudah pasti! Karena dia melepaskan adik Abang yang cantik ini." gurau Jamie.

"Abang..!" Jeanny memanyunkan bibirnya.

"Sudah turun, jangan ingat orang itu lagi..!" titah Jamie pada adiknya, Jeanny.

Jeanny keluar dari dalam mobil Jamie.

Setelah melihat, sang adik masuk kedalam gedung sekolah. Jamie melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

Derrt..

Ponselnya bergetar, Jamie mengehentikan mobilnya. Dan melihat pesan yang masuk kedalam ponselnya.

"Bingo." senyum lebar menghiasi bibirnya.

Jamie kembali melanjutkan mobilnya, dengan bersiul-siul. Jamie menekan gas mobilnya dengan kecepatan sedang.

Dan..

Jamie menghentikan mobilnya, saat melihat. Orang yang telah menyakiti adiknya, Jeanny. Berdiri di tepi jalan, dan di sela-sela jari tangannya terselip sebatang rokok yang tinggal sedikit lagi.

"Sang pengkhianat." smirk terukir disudut bibirnya.

Jamie membuka pintu mobilnya, tanpa menutup kembali pintu mobilnya. Jamie berjalan cepat menuju sasaran kemarahannya berada.

Yudha tidak menyadari keberadaan Jamie yang turun dari dalam mobilnya, dalam keadaan emosi.

Setelah dekat.

Bug...

Tangan Jamie yang terkepal, menghantam pipi Yudha. Membuat Yudha langsung jatuh menghantam aspal.

"Aaaw...!" Yudha berteriak kaget, karena mendapatkan serangan bogem mentah secara tiba-tiba.

"Apa..." ucapan Yudha terhenti, saat melihat. Siapa orang yang telah berani menyerangnya secara tiba-tiba.

"Abang...!" Sontak Yudha kaget, melihat sosok Jamie berdiri didepannya, dengan raut wajah yang merah. Karena emosi.

"Berdiri!" seru Jamie kepada Yudha, yang masih duduk di atas aspal, sambil memegang pipinya yang sakit. Akibat pukulan tangan Jamie.

"Bang Jamie," ujar Yudha dengan suara yang bergetar.

"Berdiri kau keparat.t..!!" seru Jamie dengan tangan yang terkepal, dan tangan yang terkepal tersebut. Sudah siap-siap untuk melayang kembali melesat menerpa tubuh Yudha yang masih berada di atas aspal jalanan.

"Berdiri..!" titah Jamie.

Beberapa kendaraan yang melintas, menghentikan laju mobilnya. Dan keluar dari dalam mobil, untuk mengetahui apa yang terjadi.

Yudha berusaha untuk berdiri.

Dan kemudian...

Bug..

Tinju dari tangan Jamie kembali beraksi, kini mendarat di perut Yudha. Membuat Yudha jatuh kembali.

"Pak, cukup..!" seru seorang pria yang melihat perkelahian antara Jamie dan Yudha.

Bukan!

Apa yang terjadi antara Jamie dan Yudha, bukan perkelahian. Karena hanya Jamie yang melayangkan pukulan kepada Yudha, sedangkan Yudha tidak melawan. Dia pasrah menerima pukulan tangan Jamie.

"Jangan ganggu..!" sergang Jamie kepada pria yang ingin melerai.

"Pak." Yudha mengangkat tangannya, agar pria itu jangan membantunya.

"Berdiri! lihatlah, pria yang sudah mengkhianati adikku. Oh ya..! hari ini pernikahanmu, kenapa kau berdiri di tepi jalan? Mama istrimu? apa kau kabur?"

Yudha berdiri, tangannya memegang perutnya yang sakit. Akibat pukulan tangan Jamie mendarat dengan keras menerpa perutnya.

"Maaf bang," ujar Yudha.

"Cih..! menjijikkan, ingat. Jangan kau dekati Jeanny lagi..! hilangkan dalam pikiranmu, untuk bisa menikah dengan adikku. Jeanny," ujar Jamie.

"Aku mencintai Jeanny bang," ujar Yudha yang tetap Keukeh ingin kembali merajut cinta yang kandas dengan Jeanny.

"Cinta! tapi kau mengkhianatinya, cinta apa itu? Sebulan lagi kalian menikah, tapi kau menghamili wanita lain. Itu yang kau katakan cinta?" suara Jamie yang melengking, membuat orang yang berhenti menjadi mengetahui. Duduk perkara yang sebenarnya.

Mulut-mulut orang berada ditempat kejadian, mulai bergosip. Mereka yang baru tahu, kenapa Jamie menghajar Yudha. Mengejek Yudha, dan menatap Yudha dengan tatapan mata yang mengejek.

"Dasar! pemuda yang suka celap-celup." bisik seorang ibu kepada orang yang berdiri didekatnya.

"Iya Bu, setelah ketahuan. Baru mengemis minta maaf dan ingin balik lagi dengan gadis yang disakitinya," ucap ibu yang satu lagi.

"Mas! jangan kasih kesempatan pria seperti itu kembali pada adiknya mas. Rugi mas..! bekas, dikasih pada gadis ori..!" seru pria yang duduk di atas motornya.

"Daripada dengan dia, lebih baik dengan aku mas...! walaupun tidak seganteng mas itu, aku pria yang setia." balas pria yang terlihat seperti mahasiswa.

Jamie menatap wajah-wajah yang melihat pertengkarannya dengan Yudha, tatapan mata Jamie yang tajam. Membuat orang yang tadi ingin berkomentar, menutup mulutnya kembali. Dan ada yang pergi meninggalkan tempat kejadian, hanya tinggal beberapa orang saja. Yang masih betah melihat tontonan gratis.

"Aku akan menceraikan wanita itu bang, dia hamil bukan anakku bang. Aku di jebak bang," ucap Yudha membuka suaranya.

"Aku tidak mau tahu! kau di jebak atau tidak, keluarga kami tidak akan mengizinkan kau mendekati Jeanny. Kau jaga istrimu, awas kau! jika berani mendekati Jeanny." selesai berkata, Jamie kembali menuju mobilnya. Dan kemudian, mobilnya melaju meninggalkan Yudha yang menatap mobil Yudha dengan tatapan mata yang sedih.

"Anda tidak apa-apa Mas? apa perlu saya antarkan kerumah sakit ?" tanya pria yang berusaha melerai Jamie dan Yudha, yang masih berada ditempat kejadian. Sedangkan yang lain, sudah membubarkan diri.

"Tidak perlu mas, terima kasih," ujar Yudha seraya berjalan menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari tempat dia berdiri.

*

*

...Bersambung...

Terpopuler

Comments

Vie Wulan Warsino

Vie Wulan Warsino

seketika aku selalu baca berend menjadi brend

2023-08-28

0

Bzaa

Bzaa

hiduppp Jamie... ☺️

2023-07-02

0

Ernadina 86

Ernadina 86

suka kamu Bang Jamie😍

2023-06-29

0

lihat semua
Episodes
1 Kecewa
2 Terkejut
3 Bertemu
4 Dua Oma
5 Menolak
6 Kenangan
7 Marah
8 Pupus
9 Nikah terpaksa
10 Bogem mentah
11 Tidak seindah yang dibayangkan
12 Menguntit
13 Melampiaskan
14 Teror
15 Musuh tak terlihat
16 Dua Oma
17 Wanita siluman
18 Permintaan Lisa
19 Mau Mama Jeanny
20 Datang lagi
21 Rencana duo Oma
22 Rencana duo Oma
23 Takut.
24 Curiga
25 Akal Oma
26 Ribut
27 Bukan niat
28 Datang lagi
29 Marah
30 Janji
31 Potek
32 Pindah
33 Ancaman
34 Hari Abang dan adik.
35 Menghindar
36 Tidak sayang
37 Sakit
38 Masih Sakit
39 Petunjuk
40 Mencari
41 Marah
42 Bertemu penggoda
43 Yang salah merasa tersakiti
44 Serba salah
45 Memenuhi
46 Bertemu manusia Eskimo
47 Tidak layak
48 Marah
49 Tendangan maut
50 Penolong
51 Teman baru
52 Onar pagi hari
53 Siapa??
54 Tanggung jawab
55 Tanggung jawab 2
56 Pemaksaan
57 Calon
58 Canda membawa?
59 Bahagia ??
60 Menemui
61 Salah
62 Bertemu calon ipar
63 Senang
64 Masa lalu
65 Minggat
66 Pelajaran
67 Pelajaran 2
68 Siapa??
69 Penyesalan
70 Dibayar tunai
71 Hilang
72 Dendam masa lalu
73 Kucing vs tikus
74 Gadaikan
75 Drama
76 Usaha terakhir
77 Kado nyeleneh
78 Mengingat
79 Ghibah
80 Menuju sah
81 MDT
82 MDT
83 MDT
84 MDT
85 MDT
86 MDT
87 MDT
88 MDT
89 MDT
90 MDT
91 MDT
92 MDT
93 MDT
94 MDT
95 MDT
96 MDT
97 MDT
98 MDT
99 MDT
100 MDT
101 MDT
102 MDT
103 MDT
104 MDT
105 MDT
106 MDT
107 MDT
108 MDT
109 MDT
110 MDT
111 MDT
112 MDT
113 MDT
114 MDT
115 MDT
116 MDT
117 MDT
118 MDT
119 MDT
120 MDT
121 MDT
122 MDT
123 MDT
124 MDT
125 MDT
126 MDT
127 MDT
128 MDT
129 MDT
130 MDT
131 MDT
132 MDT
133 MDT
134 MDT
135 MDT
136 MDT
137 MDT
138 MDT
139 MDT
140 MDT
141 MDT
142 MDT
143 MDT
144 MDT
145 MDT
146 MDT
147 MDT
148 Menuju ending
149 Satu bab menuju ending
150 MDT Menuju end
151 TAMAT
152 Promosi cerita baru
153 Promosi karya baru
Episodes

Updated 153 Episodes

1
Kecewa
2
Terkejut
3
Bertemu
4
Dua Oma
5
Menolak
6
Kenangan
7
Marah
8
Pupus
9
Nikah terpaksa
10
Bogem mentah
11
Tidak seindah yang dibayangkan
12
Menguntit
13
Melampiaskan
14
Teror
15
Musuh tak terlihat
16
Dua Oma
17
Wanita siluman
18
Permintaan Lisa
19
Mau Mama Jeanny
20
Datang lagi
21
Rencana duo Oma
22
Rencana duo Oma
23
Takut.
24
Curiga
25
Akal Oma
26
Ribut
27
Bukan niat
28
Datang lagi
29
Marah
30
Janji
31
Potek
32
Pindah
33
Ancaman
34
Hari Abang dan adik.
35
Menghindar
36
Tidak sayang
37
Sakit
38
Masih Sakit
39
Petunjuk
40
Mencari
41
Marah
42
Bertemu penggoda
43
Yang salah merasa tersakiti
44
Serba salah
45
Memenuhi
46
Bertemu manusia Eskimo
47
Tidak layak
48
Marah
49
Tendangan maut
50
Penolong
51
Teman baru
52
Onar pagi hari
53
Siapa??
54
Tanggung jawab
55
Tanggung jawab 2
56
Pemaksaan
57
Calon
58
Canda membawa?
59
Bahagia ??
60
Menemui
61
Salah
62
Bertemu calon ipar
63
Senang
64
Masa lalu
65
Minggat
66
Pelajaran
67
Pelajaran 2
68
Siapa??
69
Penyesalan
70
Dibayar tunai
71
Hilang
72
Dendam masa lalu
73
Kucing vs tikus
74
Gadaikan
75
Drama
76
Usaha terakhir
77
Kado nyeleneh
78
Mengingat
79
Ghibah
80
Menuju sah
81
MDT
82
MDT
83
MDT
84
MDT
85
MDT
86
MDT
87
MDT
88
MDT
89
MDT
90
MDT
91
MDT
92
MDT
93
MDT
94
MDT
95
MDT
96
MDT
97
MDT
98
MDT
99
MDT
100
MDT
101
MDT
102
MDT
103
MDT
104
MDT
105
MDT
106
MDT
107
MDT
108
MDT
109
MDT
110
MDT
111
MDT
112
MDT
113
MDT
114
MDT
115
MDT
116
MDT
117
MDT
118
MDT
119
MDT
120
MDT
121
MDT
122
MDT
123
MDT
124
MDT
125
MDT
126
MDT
127
MDT
128
MDT
129
MDT
130
MDT
131
MDT
132
MDT
133
MDT
134
MDT
135
MDT
136
MDT
137
MDT
138
MDT
139
MDT
140
MDT
141
MDT
142
MDT
143
MDT
144
MDT
145
MDT
146
MDT
147
MDT
148
Menuju ending
149
Satu bab menuju ending
150
MDT Menuju end
151
TAMAT
152
Promosi cerita baru
153
Promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!