Marah

Happy reading guys 🥰

🌟🌟🌟

Sejak masuk kedalam kamarnya, Jeanny tidak beristirahat. Dia mengambil kotak, dan membongkar lemarinya. Jeanny mengeluarkan semua barang-barang pemberian Yudha.

Tangan Jeanny meraih satu kotak yang berada didalam lemari bajunya, dan air matanya mengalir. Setelah melihat isi kotak tersebut, yaitu baju tidur transparan pemberian Yudha. Pada saat ulang tahun Jeanny yang ke-dua puluh satu tahun, kado Yudha lingerie warna hitam. Dan Yudha ingin, pada saat malam pertama mereka. Jeanny memakainya.

"Aku belum memakaimu, orang yang memberikanmu padaku sudah mengkhianati ku," ujar Jeanny sambil memeluk lingerie tersebut didepan dadanya.

"Brengsek kau Yudha..!" suara Jeanny geram, jemari tangannya menarik lingerie yang berada dalam genggamannya. Sehingga, lingerie tersebut robek.

"Kau tidak aku butuhkan lagi...!" jemari tangannya terus merobek-robek lingerie tersebut, sehingga tidak terlihat seperti lingerie lagi. Tangannya terhenti, saat tidak sudah tidak bisa merobek lingerie tersebut lagi, dan melemparkannya kedalam kotak. Tempat barang-barang pemberian Yudha yang ingin dibuangnya.

Jeanny melihat bingkai foto, yang berisi gambar mereka berdua. Jeanny mengeluarkan gambar tersebut dari dalam bingkai. Dan mengambil gunting, dan menggunting gambar mereka berdua menjadi dua bagian.

"Kau jelek! jelek..! jelek..!" Jeanny mencoret-coret gambar Yudha, dan meremasnya. Lalu membuangnya kedalam kotak.

Jeanny mengambil tas pemberian Yudha.

"Kau juga, tempatmu di situ..! di kotak sampah. Karena kau sampah, seperti yang memberi. Aku tidak butuh tuanmu yang pengkhianat itu..!" seru Jeanny dengan kesal.

Jeanny terus mencari barang pemberian Yudha, dia membuka laci nakas yang ada di samping ranjang. Jeanny mengeluarkan kotak kecil, berisi kalung. Hadiah waktu Yudha melamarnya.

"Hua a..a..!" tangis Jeanny meluncur dari dalam mulutnya, saat melihat kalung pemberian Yudha.

"Kau harus aku apa kan? kalau di buang? sangat di sayangkan, kau emas..!" seru Jeanny dengan suara yang lirih, air matanya mengalir.

Jeanny mengusap air matanya.

"Kau akan aku jual, uang hasil penjualan mu. Aku pakai untuk jalan-jalan, sialan kau Yudha..!" umpat Jeanny dengan geram.

Setelah semua barang pemberian Yudha berada didalam tempat semestinya, yaitu kotak sampah. Seperti yang dikatakan Jeanny, baru Jeanny merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan memejamkan matanya.

"Jangan ingat! jangan ingat! dia pria brengsek." gumam Jeanny, saat matanya terpejam. Bayangan kebersamaannya dengan Yudha berseliweran didalam benaknya, membuat Jeanny kesal.

"Yudha brengsek." gumamnya terus-menerus, sampai tak terdengar lagi suara dari dalam mulutnya. Jeanny tertidur.

*

*

Agra Barend sudah tiba di rumahnya, seperti biasa. Setelah pulang dari kantor, Agra langsung menuju kamar putrinya. Lisa.

Cklek..

Agra membuka kamar putrinya, dan melihat sang putri sedang telungkup di karpet. Dan pengasuhnya, Bik Anah duduk didekatnya mengawasi apa yang dikerjakan Lisa.

Bik Anah langsung berdiri, melihat kedatangan Agra. Dan keluar dari dalam kamar anak asuhnya tersebut.

"Sayang." sapa Agra, saat Lisa asik dengan apa yang dilakukannya. Sehingga dia tidak menyadari kedatangan Agra kedalam kamarnya.

"Papa..!" Lisa mendongak, melihat Papanya sudah berdiri di samping tempat dia telungkup.

Lisa bangkit dan memeluk pinggang Agra, Agra jongkok agar sejajar dengan tubuh Lisa. Putrinya.

Lisa memeluk leher papanya dan mendaratkan kecupan dikedua pipi Agra.

"Papa rindu putri Papa ini," ujar Agra sambil mencium kening putrinya.

"Papa! tadi Lisa ketemu Mama," ujar Lisa sembari menatap wajah Papanya, Agra Barend.

Deg...

Agra kaget, mendengar perkataan Lisa.

"Mama!?" ucap Agra dengan ekspresi wajah dan suara yang kaget menatap wajah putrinya, Lisa.

"Iya Mama..!" tegaskan Lisa.

Agra berdiri dan membawa Lisa kedalam gendongannya, dan kemudian membawanya duduk di sofa.

Agra duduk, dan Lisa berada di pengakuannya.

"Lisa rindu dengan Mamanya, sampai dia bermimpi." suara hati Agra.

"Lisa rindu dengan Mama ya? sampai mimpi saat tidur siang?" tanya Agra.

"No! bukan mimpi, Lisa ketemu dengan Mama. Saat Lisa jalan-jalan ke taman dekat rumah," ujar Lisa.

Agra menatap wajah putrinya dengan lekat, saat mendengar. Bahwa Lisa tidak bermimpi.

"Bukan mimpi?"

"Lisa tidak tidur, bagaimana bisa mimpi," ujar Lisa.

Tangan Agra menggapai satu gambar di atas nakas dekat sofa.

"Lisa bertemu dengan Mama ini?" tanya Agra.

"Bukan! Mama ini sangat cantik, tapi. Bukan Mama dalam gambar, Mama yang Lisa jumpa sangat cantik. Mama ini juga cantik, tapi. Mama yang Lisa jumpa rambutnya panjang seperti rambut Lisa." Lisa menceritakan pertemuannya dengan Jeanny tadi kepada Papanya, Agra. Agra serius mendengarkan apa yang diceritakan oleh sang putri, Lisa.

" Lisa tidak berbohong? ingat, Papa tidak suka dengan anak yang suka bohong," ujar Agra.

"No! Lisa tidak bohong, Bik Anah juga bertemu dengan Mama. Oma dan Obut juga," ujar Lisa.

"Oma, Obut? dia datang ke rumah?"

"Mama bicara dengan Oma, tapi. Mama tidak bisa tinggal lama di sini, Mama sibuk kerja."

"Sayang, sekali lagi. Jangan dekat-dekat dengan orang yang tidak di kenal, bisa saja orang itu punya niat buruk. Ingat, Lisa hanya punya satu Mama. Yaitu Mama ini, Mama Malika namanya," ucap Agra sembari menunjuk wanita yang berada dalam gambar yang ada dalam genggamannya.

"No! Lisa mau dengan Mama Jeanny! tidak mau Mama Malika..!" seru Lisa sembari turun dari pangkuan Papanya. Agra Barend.

Lisa berdiri didepan Papanya, dengan menatap wajah Agra dengan bibir yang mengerucut.

"Lisa! Papa tidak suka ya, dengan kelakuan Lisa begini. Hanya Mama Malika Mama Lisa, Mama yang melahirkan Lisa..!" seru Agra dengan suara sedikit keras.

"Mama Malika Mama Lisa, tidak ada Mama yang lain..!" seru Agra kembali, dengan suara yang keras juga.

Mendengar suara Agra keras, raut wajah Lisa terlihat ingin menangis. Bola matanya terlihat berkaca-kaca.

"Papa jahat...!" seru Lisa, dan kemudian berlari keluar dari dalam kamarnya. Meninggalkan Agra yang marah.

Agra berdiri.

"Lisa..!" panggil Agra.

Tetapi.

Panggilan Agra, tidak diindahkan Lisa. Dia terus berlari, keluar dari dalam kamar.

"Sial! kenapa Lisa semakin tidak bisa diatur." gumam Agra dengan kesal.

Agra keluar dari dalam kamar Lisa, untuk mencari keberadaan Lisa.

"Bik, mana Lisa?" tanya Agra pada Bik Anah.

"Di belakang Den, dengan Oma," sahut Bik Anah.

"Bik, siapa orang yang di panggil Mama oleh Lisa?" tanya Agra.

"Itu Den..."

Bik Anah menceritakan awal pertemuannya dengan Jeanny, sampai Jeanny menghantarkan Lisa pulang.

'Bik, sekali lagi. Jangan beri Lisa dekat dengan orang yang tidak dikenal..! bagaimana, jika orang itu jahat..!" ucap Agra dengan nada suara yang keras berbicara dengan Bik Anah.

"Maaf Den," sahut Bik Anah dengan kepala menunduk.

"Ingat! saya tidak akan mentolerir, jika ini terjadi lagi..!" seru Agra sebelum meninggalkan Bik Anah.

"Baik Den," sahut Bik Anah, dengan kepala masih menunduk.

*

*

...Bersambung...

Terpopuler

Comments

Ciciajadeh Ciciajadeh

Ciciajadeh Ciciajadeh

baguss...

2023-10-03

0

merti rusdi

merti rusdi

Suka deh kalo panggilan ke majikan itu: aden, bapak, ibu, dibandingkan tuan dan nyonya, kalo bekgronnya keluarga Indonesia ya

2023-08-05

0

Bzaa

Bzaa

liat dl ga, baru coment☺️😆

2023-07-02

0

lihat semua
Episodes
1 Kecewa
2 Terkejut
3 Bertemu
4 Dua Oma
5 Menolak
6 Kenangan
7 Marah
8 Pupus
9 Nikah terpaksa
10 Bogem mentah
11 Tidak seindah yang dibayangkan
12 Menguntit
13 Melampiaskan
14 Teror
15 Musuh tak terlihat
16 Dua Oma
17 Wanita siluman
18 Permintaan Lisa
19 Mau Mama Jeanny
20 Datang lagi
21 Rencana duo Oma
22 Rencana duo Oma
23 Takut.
24 Curiga
25 Akal Oma
26 Ribut
27 Bukan niat
28 Datang lagi
29 Marah
30 Janji
31 Potek
32 Pindah
33 Ancaman
34 Hari Abang dan adik.
35 Menghindar
36 Tidak sayang
37 Sakit
38 Masih Sakit
39 Petunjuk
40 Mencari
41 Marah
42 Bertemu penggoda
43 Yang salah merasa tersakiti
44 Serba salah
45 Memenuhi
46 Bertemu manusia Eskimo
47 Tidak layak
48 Marah
49 Tendangan maut
50 Penolong
51 Teman baru
52 Onar pagi hari
53 Siapa??
54 Tanggung jawab
55 Tanggung jawab 2
56 Pemaksaan
57 Calon
58 Canda membawa?
59 Bahagia ??
60 Menemui
61 Salah
62 Bertemu calon ipar
63 Senang
64 Masa lalu
65 Minggat
66 Pelajaran
67 Pelajaran 2
68 Siapa??
69 Penyesalan
70 Dibayar tunai
71 Hilang
72 Dendam masa lalu
73 Kucing vs tikus
74 Gadaikan
75 Drama
76 Usaha terakhir
77 Kado nyeleneh
78 Mengingat
79 Ghibah
80 Menuju sah
81 MDT
82 MDT
83 MDT
84 MDT
85 MDT
86 MDT
87 MDT
88 MDT
89 MDT
90 MDT
91 MDT
92 MDT
93 MDT
94 MDT
95 MDT
96 MDT
97 MDT
98 MDT
99 MDT
100 MDT
101 MDT
102 MDT
103 MDT
104 MDT
105 MDT
106 MDT
107 MDT
108 MDT
109 MDT
110 MDT
111 MDT
112 MDT
113 MDT
114 MDT
115 MDT
116 MDT
117 MDT
118 MDT
119 MDT
120 MDT
121 MDT
122 MDT
123 MDT
124 MDT
125 MDT
126 MDT
127 MDT
128 MDT
129 MDT
130 MDT
131 MDT
132 MDT
133 MDT
134 MDT
135 MDT
136 MDT
137 MDT
138 MDT
139 MDT
140 MDT
141 MDT
142 MDT
143 MDT
144 MDT
145 MDT
146 MDT
147 MDT
148 Menuju ending
149 Satu bab menuju ending
150 MDT Menuju end
151 TAMAT
152 Promosi cerita baru
153 Promosi karya baru
Episodes

Updated 153 Episodes

1
Kecewa
2
Terkejut
3
Bertemu
4
Dua Oma
5
Menolak
6
Kenangan
7
Marah
8
Pupus
9
Nikah terpaksa
10
Bogem mentah
11
Tidak seindah yang dibayangkan
12
Menguntit
13
Melampiaskan
14
Teror
15
Musuh tak terlihat
16
Dua Oma
17
Wanita siluman
18
Permintaan Lisa
19
Mau Mama Jeanny
20
Datang lagi
21
Rencana duo Oma
22
Rencana duo Oma
23
Takut.
24
Curiga
25
Akal Oma
26
Ribut
27
Bukan niat
28
Datang lagi
29
Marah
30
Janji
31
Potek
32
Pindah
33
Ancaman
34
Hari Abang dan adik.
35
Menghindar
36
Tidak sayang
37
Sakit
38
Masih Sakit
39
Petunjuk
40
Mencari
41
Marah
42
Bertemu penggoda
43
Yang salah merasa tersakiti
44
Serba salah
45
Memenuhi
46
Bertemu manusia Eskimo
47
Tidak layak
48
Marah
49
Tendangan maut
50
Penolong
51
Teman baru
52
Onar pagi hari
53
Siapa??
54
Tanggung jawab
55
Tanggung jawab 2
56
Pemaksaan
57
Calon
58
Canda membawa?
59
Bahagia ??
60
Menemui
61
Salah
62
Bertemu calon ipar
63
Senang
64
Masa lalu
65
Minggat
66
Pelajaran
67
Pelajaran 2
68
Siapa??
69
Penyesalan
70
Dibayar tunai
71
Hilang
72
Dendam masa lalu
73
Kucing vs tikus
74
Gadaikan
75
Drama
76
Usaha terakhir
77
Kado nyeleneh
78
Mengingat
79
Ghibah
80
Menuju sah
81
MDT
82
MDT
83
MDT
84
MDT
85
MDT
86
MDT
87
MDT
88
MDT
89
MDT
90
MDT
91
MDT
92
MDT
93
MDT
94
MDT
95
MDT
96
MDT
97
MDT
98
MDT
99
MDT
100
MDT
101
MDT
102
MDT
103
MDT
104
MDT
105
MDT
106
MDT
107
MDT
108
MDT
109
MDT
110
MDT
111
MDT
112
MDT
113
MDT
114
MDT
115
MDT
116
MDT
117
MDT
118
MDT
119
MDT
120
MDT
121
MDT
122
MDT
123
MDT
124
MDT
125
MDT
126
MDT
127
MDT
128
MDT
129
MDT
130
MDT
131
MDT
132
MDT
133
MDT
134
MDT
135
MDT
136
MDT
137
MDT
138
MDT
139
MDT
140
MDT
141
MDT
142
MDT
143
MDT
144
MDT
145
MDT
146
MDT
147
MDT
148
Menuju ending
149
Satu bab menuju ending
150
MDT Menuju end
151
TAMAT
152
Promosi cerita baru
153
Promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!