Happy reading 🥰
🌺🌺🌺
Pernikahan Yudha dan Yulia dilakukan dikediaman orangtuanya Yulia, hanya akad. Tidak ada pesta mewah, seperti permintaan keluarga Yulia. Yang sangat menginginkan pernikahan putri mereka dilakukan dengan meriah dan mengundang banyak tamu undangan.
Tapi, Yudha tidak menginginkan adanya pesta. Yudha hanya menginginkan akad, tidak ada resepsi.
🍂🍂Flashback on🍂🍂
Dua Minggu sebelum pernikahan, di rumah keluarga Yulia Darmawan.
"Dua Minggu lagi? Apa tidak terlalu cepat?" tanya Mama Yulia, Darti. Pada orangtuanya Yudha, saat mendengar pernikahan Yudha dan Yulia dilakukan dua Minggu setelah pertemuan kedua keluarga dilakukan.
"Kita belum pesan gedung, cetak undangan dan foto prewedding. Yulia ingin mengambil gambar prewedding." sambung Mama Yulia.
"Tidak ada pesta di gedung, prewedding dan mengundang orang," ucap Yudha dengan suara datar.
Yulia menatap wajah Yudha, dia juga kaget. Dia tidak mengira, pernikahan mewah yang diinginkannya tidak terjadi.
"Hah...!"
"Hah...!"
Kedua orangtua Yulia kaget, mendengar perkataan Yudha. Yang tidak menginginkan adanya pesta dan mengambil gambar prewedding.
"Pak Hendra! Yulia, Putri saya satu-satunya. Saya ingin pesta pernikahan yang meriah..!" seru Papa Yulia, Darwin Darmawan.
"Saya tidak bisa mengatakan apapun juga, itu sudah keputusan Yudha. Dia yang menikah, saya ikut saja apa yang menjadi keputusannya," jawab Hendra, Papa Yudha.
"Bu Susan" ujar Mama Yulia, Darti. Yang berharap, Susan. Mama Yudha, agar mau membujuk Yudha. Agar mau mengikuti keinginan Yulia.
"Maaf Bu Darti, saya tidak bisa membantu. Sudah keputusan Yudha," ucap Susan, Mama Yudha.
"Mas Yudha, Yulia ingin pesta yang mewah. Ini pernikahan Yulia sekali dalam seumur hidup..!" seru Yulia dengan suara yang keras, seraya menatap wajah calon suaminya. Yudha.
Yudha menoleh, menatap Yulia dengan tatapan mata yang dingin.
"Tidak ada pernikahan mewah, camkan itu..! jika kau menikah dengan pesta yang mewah, cari pria lain untuk menjadi suamimu...!" seru Yudha.
Yulia tidak patah semangat, dia terus berusaha agar Yudha luluh dan mengikuti keinginannya.
"Bagaimana jika pernikahannya diadakan pada hari dan gedung yang sudah di pesan untuk pesta pernikahan mas Yudha itu, bulan depan kan?" usul Yulia membuat Yudha murka.
Wajah Yudha merah, rahangnya mengetat. Mendengar perkataan Yulia, pesta resepsi pernikahan saja dia tidak ingin. Ini lagi, mengadakan pesta pernikahan dihari dan gedung yang sama. Saat pernikahannya dengan Jeanny diadakan.
Yudha marah, suaranya menggelegar.
"Tidak...!! Itu hari pernikahanku dengan Jeanny, kau tidak layak menikah di hari itu dan di gedung itu juga. Jika kau ingin pesta yang mewah, cari laki-laki lain yang bisa kau jebak. Untuk menjadi ayah anakmu..!" seru Yudha, dan kemudian pergi meninggalkan rumah keluarga Darmawan.
"Yulia, itu laki-laki yang kau inginkan untuk menjadi suamimu! Tidak ada sopan santunnya terhadap orang yang lebih tua..!" seru Papa Yulia dengan marah, saat melihat Yudha marah kepada putrinya.
"Papa," ucap Yulia dengan kepala menunduk, dia tidak mengira. Laki-laki lemah lembut saat berbicara dengannya dulu, sudah tidak ada. Kini, tatapan mata kebencian yang ditunjukkan Yudha kepada Yulia.
"Maaf Pak Darmawan, putra saya bukan tidak ada sopan santunnya. Putra saya tidak ingin menikah dengan meriah, dan mengundang banyak orang. Bapak dan ibu juga tahu, pernikahan ini tidak diinginkan putra saya," ucap Hendra.
"Pernikahan yang terpaksa, kita tidak tahu. Apa yang terjadi," ujar Susan, Mama Yudha.
"Tapi, putri saya ingin pesta yang meriah. Dia ingin mengundang teman-teman dan rekan kerjanya," ujar Mama Yulia.
"Lia sudah bilang pada teman-teman, bahwa Lia akan menikah dengan Yudha. Dan akan mengundang rekan-rekan kerja di kantor," kata Yulia.
"Lakukan saja, tapi. Yudha tidak ingin diadakan resepsi, setelah akad. Kita adakan jamuan makan kecil-kecilan saja di sini," ucap Mama Yudha.
"Tidak bisa begitu Bu Susan, masa tidak kita adakan resepsi. Kita harus adakan resepsi di hotel lah," ujar Mama Yulia.
"Ini pesta pernikahan anak saya satu-satunya, masa tidak diadakan dengan meriah. Apa kata saudara dan para tetangga." timpal Papa Yulia yang tetap Keukeh ingin diadakannya pesta resepsi.
"Jangan salahkan Yudha, jika dia tidak datang," ucap Papa Yudha kesal, karena kedua orangtuanya Yulia dan Yulia sendiri tetap bertahan ingin diadakan pesta resepsi.
"Kami akan laporkan polisi..!" ancam Papa Yulia.
"Lakukan, biar semua orang tahu. Apa yang dilakukan putri bapak untuk mendapatkan Yudha, putri bapak telah membuat putra saya mabuk. Sehingga putra saya melakukan apa yang tidak ingin dilakukannya pada putri anda, asal bapak tahu. Putra saya itu bulan depan akan menikah, kini. Calon menantu yang sesuai dengan keinginan kami sudah lepas ." Papa Yudha balik mengancam Papa Yulia.
"Paa." Mama Yudha menggelengkan kepalanya, agar sang suami berhenti. Tidak mengeluarkan sepatah katapun, yang akan mengakibatkan gagalnya pernikahan putri mereka dengan Yudha.
"Baiklah, kami menerima," ucap Papa Yulia dengan pasrah.
🍂🍂 Flashback off🍂🍂
Akhirnya, pernikahan Yudha dan Yulia dilakukan dengan sederhana. Dilakukan di rumah keluarga Yulia. Tidak ada resepsi, tidak ada pelaminan.
Pesta mewah yang diinginkannya, tidak ada. Rasa bangga karena menikah dengan Yudha, Boss. Di tempat dia kerja hilang.
Setelah selesai akad, diadakan makan-makan untuk keluarga. Dan beberapa teman yang Yulia undang. Sedangkan Yudha, tidak ada mengundang teman dan keluarganya. Hanya Papa dan Mamanya yang mendampinginya, tidak ada senyum dibibirnya.
"Jean, aku mencintaimu. Akan tetap mencintaimu sampai maut menjemput. Tunggu aku Jean." suara hati Yudha, sambil menatap penuh kebencian kearah Yulia yang baru saja menjadi istrinya.
"Lia, kenapa kau tidak mengadakan pesta?" tanya rekan kerjanya yang Yulia undang.
"Ya Lia, kau menikah dengan Pak manajer. Seharusnya, kau mengadakan pesta resepsi yang mewah. Kau harus mengundang rekan-rekan bagian marketing, pasti banyak gadis-gadis di perusahaan yang mengenal Pak manager akan patah hati. Karena Pak manager sudah soul out," ujar rekannya yang lain.
"Mas Yudha sibuk, dan waktunya tidak cukup untuk mengada pesta yang meriah. Tapi mas Yudha berjanji, akan mengadakan resepsi. Setelah kantor tidak sibuk lagi, apa kalian lupa. Akhiri tahun. Perusahaan selalu sibuk." Yulia berbohong, kenapa tidak mengadakan resepsi.
"Betul juga, Pak Yudha manajer marketing. Pasti sibuk mengurus event akhir tahun," ucap rekan kerjanya.
"Sayangnya kau sudah menikah Lia, kau tidak akan bisa menggaet Boss kita," ujar Lusi, rekan kerja setimnya.
"Boss? Maksudmu Pak Abraham Barend? Apa kalian sudah kehilangan akal sehat, Pak Abraham Barend sudah tua..!" seru Yulia.
"Kau ketinggalan berita, putra Pak Abraham Barend. Agra Barend sekarang yang memegang kantor pusat," kata Lidia, rekannya yang lain.
"Pak Agra! Putra Pak Abraham Barend yang duda itu?" tanya Yulia.
Nah..! apa Yulia menyesal menikah dengan Yudha? 🤔 sedangkan, tangkapan ikan besar sedang diperebutkan rekan-rekannya.😀
*
*
...Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Bzaa
wkwkwkkw Yulia yulia
2023-07-02
0
ovi
lnjut kk
2023-06-29
0
Berlin Gerungan
kejutan buat Yuda dan Julia sedang menanti👍👍👍🤣🤣🤣🤣
2023-04-30
0