Pupus

Happy reading 🥰

🌞🌞🌞

Jamie keluar dari dalam kamarnya, dan mengetuk pintu kamar Jeanny. Yang tepat berada disebelah kamarnya.

Dia tadi mendengar sayup-sayup suara Jeanny menangis dan marah-marah, dan mengumpat Yudha, saat dia berdiri di jendela kamarnya. Dan dari jendela kamar Jeanny, Jamie mendengar sang adik nangis dan marah dalam kamar.

Tok..tok..tok..

Tok..tok..tok..

Jamie mengetuk pintu kamar Jeanny kembali, dibarengi dengan memanggil namanya.

"Jean..!" panggil Jamie.

Jamie mengulangi memanggil Jeanny, kali ini mengganti panggilan.

"Dek..!" Panggil Jamie, karena tidak mendengar ada suara pergerakan dari dalam kamar Jeanny.

Ceklek...

Pintu kamar Jeanny terbuka, dan terlihat wajah Jeanny yang muram. Mata sembab menghiasi wajah cantiknya.

"Dek," ujar Jamie, seraya menarik Jeanny kedalam pelukannya.

Jeanny membalas pelukan abangnya, terdengar suara sedu-sedan dari bibir Jeanny.

"Abang..!" suara tangis Jeanny terdengar sedih di gendang telinga Jamie, membuat wajah Jamie mengeras. Dan jika Yudha, si pemberi masalah tepat berada di depannya. Mungkin saja, Yudha sudah babak-belur dibuat tangan Yudha.

"Sudah...sudah jangan nangis," ujar Jamie dan mengusap-usap punggung sang adik.

Jamie membawa Jeanny masuk kedalam kamar, dan duduk di ranjang.

"Yudha jahat bang," ujar Jeanny dengan suara yang lirih.

"Bagus, kejahatan dia terlihat sekarang," sahut Jamie.

"Abang! kenapa bagus..!" seru Jeanny kesal, mendengar ucapan Jamie yang mengatakan 'bagus'.

"Baguslah, dia tidak setia. Ketahuan saat kalian belum ada ikatan resmi, bagaimana jika kalian sudah menikah. Baru ketahuan dia tidak setia, apa adik mau jadi janda? atau tetap bersamanya, hidup bersama dengan suami yang mendua?" tanya Jamie sambil menoleh menatap wajah sang adik yang berada dalam pelukannya.

Jeanny melepaskan pelukannya terhadap Jamie.

"Jeanny sangat mencintainya," ucap Jeanny.

"Karena mencintainya, apa adik mau mengikuti saran orangtuanya Yudha?"

"Tidak..!" ucap Jeanny tegas.

"Bagus! adik Abang ini bukan gadis yang tidak laku, banyak yang ngantri. Teman Abang sesama pilot juga banyak yang naksir adik, cukup! Yudha hanyalah masa lalu, jangan nangis lagi. Rugi air mata keluar untuk orang yang tidak pantas untuk ditangisi." terdengar suara Jamie geram dan kesal.

"Tapi Jeanny belum bisa melupakannya bang, wajah Yudha masih ada didalam sini." jemari Jeanny menunjuk kearah kepalanya.

"Sekarang belum bisa dilupakan, tapi. Dengan berjalannya waktu, wajah penghianat itu akan hilang. Bagaimana jika adik liburan? dengan Mama dan Papa. Abang akan belikan tiket, pergi dengan Mama dan Papa keluar negeri. Atau keliling Indonesia," ucap Jamie.

"Jeanny kerja bang, baru masuk 3 bulan. Belum bisa cuti, Papa juga sibuk dengan pekerjaannya," ujar Jeanny.

"Betul juga, begini saja. Ada waktu libur, kita jalan-jalan sekeluarga. Tidak usah jauh-jauh, dekat-dekat sini saja," kata Jamie.

Melihat sang adik hanya diam, Jamie merangkul sang adik.

"Lupakan pria itu, laki-laki bukan hanya Yudha saja. oke.." Jamie mendaratkan kecupan di pucuk kepala sang adik.

"Apa Abang sesakit ini? saat mbak Ika meninggalkan Abang?" pertanyaan Jeanny mengusik memori masa lalu Jamie, akan kekasihnya. Yang meninggalkan, saat dia sedang menempuh pendidikan sekolah pilot di luar negeri. Sang kekasih, main hati dengan sahabat Yudha sendiri.

Jamie diam, dia tidak menanggapi pertanyaan Jeanny.

Melihat Jamie terdiam, Jeanny merasa bersalah, karena telah mengungkit masa lalu yang membuat Jamie sendiri sampai sekarang ini.

"Maaf Bang." gumam Jeanny.

"Abang tidak ingin mengingatnya, biar dia bahagia dengan kekasihnya. Mungkin saja, Steven lebih bisa membahagiakan dia."

"Abang tidak pernah bertemu dengannya lagi?" tanya Jeanny.

"Pernah sekali, tahun yang lalu. Tapi sepertinya, dia tidak melihat Abang, hanya Abang yang melihatnya."

"Bagaimana dia sekarang bang? apa masih wow seperti yang dulu?"

"Abang tidak perhatikan, Abang hanya melihatnya sekilas saja."

"kenapa nasib kita sama ya bang?" kita disakiti oleh pasangan kita."

"Sudah, tidak usah diingat lagi. biarkan mereka dengan pilihan hidupnya masing-masing."

"Abang keluar ya, jangan sedih lagi," ujar Jamie.

Jeanny menganggukkan kepalanya.

*

*

Yudha turun dari dalam mobilnya dengan gontai, tidak ada semangat dalam hidupnya hari ini. Bukan hari ini saja, mungkin. Hari-harinya selanjutnya, hanya kesengsaraan yang akan dihadapinya.

"Yudha..!"

Suara Papanya, menghentikan langkahnya. Dan menghempaskan tubuhnya di kursi, dekat Papanya duduk.

"Bagaimana persiapan pernikahanmu besok?" tanya Papanya.

"Persiapan apa Pa? Yudha hanya nikah siri, Yudha tidak akan mendaftarkan pernikahan Yudha dengan wanita itu," ucap Yudha dengan suara yang bernada kesal.

"Kenapa nikah siri Yudha? bagaimana dengan status anak nanti?" tanya Mama Yudha, yang baru bergabung dengan putra dan suaminya di ruang keluarga.

"Anak itu bukan anak Yudha! sudah berapa kali Yudha katakan, wanita itu bukan wanita yang benar...!" seru Yudha dengan kesal, sambil mengacak-acak rambutnya.

"Bagaimana jika anak itu anakmu? walaupun kau bilang bukan anakmu Yudha, bisa saja itu anakmu!" seru Mama Yudha yang kesal juga melihat putranya.

"Yudha akan bertanggung jawab untuk menafkahinya sampai dia besar, dan mandiri. Tapi tidak dengan wanita itu, Yudha hanya menikahinya saja. Tidak akan ada hidup bersama..!" seru Yudha.

"Apa kau masih mengharapkan Jeanny?" tanya Mama Yudha.

"Yudha akan tetap mencintai Jeanny, sekarang. Jeanny belum bisa memaafkan Yudha, tapi. Yudha tidak akan menyerah," ujar Yudha.

"Kami baru pulang dari rumah Jeanny," ujar Papa Yudha.

Yudha langsung memandang Papanya, dan menegakkan tubuhnya.

"Apa yang dikatakan Om Andre dan Tante Amira?" tanya Yudha dengan bersemangat, karena dia mengharapkan Mama dan Papa Jeanny menerima apa yang dikatakan oleh Papa dan Mamanya.

"Tidak ada," sahut Papa Yudha.

"Tidak ada? maksudnya, Om Andre dan Tante Amira tidak marah pada Yudha. Dan mau menerima permintaan kita, agar pernikahan diundurkan?" tanya Yudha.

"Jeanny tidak menerima, dia tidak ingin kembali bersamamu Yudha. Sedangkan orang tua Jeanny, menyerahkan semua keputusan itu pada Jeanny," ucap Mama Yudha.

Yudha berdiri, dan memegang kepalanya dengan kedua tangannya.

Dan....

"Aaarrgghhh...!" pekik Yudha dengan suara yang keras.

"Yudha...!" Mama Yudha menghampiri putranya, dan memeluknya.

"Relakan Yudha, Jeanny bukan jodohmu," ujar Mama Yudha.

"Tidak! Jeanny jodoh Yudha, tidak ada yang bisa memisahkan kami!" seru Yudha, dan kemudian pergi meninggalkan kedua orangtuanya.

"Paa...! Yudha," ucap Susan pada Hendra, sang suami.

"Biarkan saja Ma, biar dia tenang dulu," ujar Hendra.

"Mama takut Yudha nekat, dia sangat mencintai Jeanny," ujar Susan.

"Apa yang terjadi ini juga karena kesalahannya sendiri, kenapa dia tidak hati-hati. Minum-minuman berakohol, kita tidak pernah mengajarkan dia menyentuh minum haram itu. Papa curiga, dia sebenarnya ada main dengan wanita itu. Bukan di jebak. Seperti yang dikatakannya," ucap Hendra, Papa Yudha.

"Papa! papa nuduh putra kita tidak setia? wanita itu yang mengejar-ngejar Yudha, sampai berani datang kesini malam-malam. Alasan pekerjaan," ucap Susan, Mama Yudha.

"Maa, tidak ada asap jika tidak ada api. Jika putra kita tidak memberikan harapan, tidak mungkin gadis itu berani mendekati Yudha sampai kerumahnya. Gadis itu datang, Yudha welcome. Tidak pernah ada raut wajah yang tidak suka dengan kedatangan wanita itu. Dia tertawa-tawa bersama dengan gadis itu." cerita Hendra, Papa Yudha.

Beberapa kali kedatangan Yulia kerumah Yudha, alasan pekerjaan. Disambut dengan terbuka oleh Yudha, tidak ada kebencian. Keduanya asik berbincang-bincang masalah pekerjaan.

Yudha yang menjabat sebagai manajer marketing, sedangkan Yulia sebagai anak buahnya. Sehingga, keduanya sering turun ke lapangan.

"Ahh..! Papa pusing, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kita ikuti saja, sampai mana hubungan Yudha dengan Jeanny dan Yulia mengalir," ucap Hendra sembari berdiri dari duduknya, dan meninggalkan sang istri yang termenung. Memikirkan, bagaimana nasib pernikahan putranya tersebut.

Apakah akan bahagia? atau sebaliknya? Hanya Tuhan dan author yang tahu.

Terpopuler

Comments

Mmhh Al Fatih

Mmhh Al Fatih

semua ada ditangan author hidup mati bahagia sedih ...lanjuuuut Thor

2023-08-02

0

Bzaa

Bzaa

otor memang top 😘

2023-07-02

0

devaloka

devaloka

ika, malika kah ?

2023-06-25

0

lihat semua
Episodes
1 Kecewa
2 Terkejut
3 Bertemu
4 Dua Oma
5 Menolak
6 Kenangan
7 Marah
8 Pupus
9 Nikah terpaksa
10 Bogem mentah
11 Tidak seindah yang dibayangkan
12 Menguntit
13 Melampiaskan
14 Teror
15 Musuh tak terlihat
16 Dua Oma
17 Wanita siluman
18 Permintaan Lisa
19 Mau Mama Jeanny
20 Datang lagi
21 Rencana duo Oma
22 Rencana duo Oma
23 Takut.
24 Curiga
25 Akal Oma
26 Ribut
27 Bukan niat
28 Datang lagi
29 Marah
30 Janji
31 Potek
32 Pindah
33 Ancaman
34 Hari Abang dan adik.
35 Menghindar
36 Tidak sayang
37 Sakit
38 Masih Sakit
39 Petunjuk
40 Mencari
41 Marah
42 Bertemu penggoda
43 Yang salah merasa tersakiti
44 Serba salah
45 Memenuhi
46 Bertemu manusia Eskimo
47 Tidak layak
48 Marah
49 Tendangan maut
50 Penolong
51 Teman baru
52 Onar pagi hari
53 Siapa??
54 Tanggung jawab
55 Tanggung jawab 2
56 Pemaksaan
57 Calon
58 Canda membawa?
59 Bahagia ??
60 Menemui
61 Salah
62 Bertemu calon ipar
63 Senang
64 Masa lalu
65 Minggat
66 Pelajaran
67 Pelajaran 2
68 Siapa??
69 Penyesalan
70 Dibayar tunai
71 Hilang
72 Dendam masa lalu
73 Kucing vs tikus
74 Gadaikan
75 Drama
76 Usaha terakhir
77 Kado nyeleneh
78 Mengingat
79 Ghibah
80 Menuju sah
81 MDT
82 MDT
83 MDT
84 MDT
85 MDT
86 MDT
87 MDT
88 MDT
89 MDT
90 MDT
91 MDT
92 MDT
93 MDT
94 MDT
95 MDT
96 MDT
97 MDT
98 MDT
99 MDT
100 MDT
101 MDT
102 MDT
103 MDT
104 MDT
105 MDT
106 MDT
107 MDT
108 MDT
109 MDT
110 MDT
111 MDT
112 MDT
113 MDT
114 MDT
115 MDT
116 MDT
117 MDT
118 MDT
119 MDT
120 MDT
121 MDT
122 MDT
123 MDT
124 MDT
125 MDT
126 MDT
127 MDT
128 MDT
129 MDT
130 MDT
131 MDT
132 MDT
133 MDT
134 MDT
135 MDT
136 MDT
137 MDT
138 MDT
139 MDT
140 MDT
141 MDT
142 MDT
143 MDT
144 MDT
145 MDT
146 MDT
147 MDT
148 Menuju ending
149 Satu bab menuju ending
150 MDT Menuju end
151 TAMAT
152 Promosi cerita baru
153 Promosi karya baru
Episodes

Updated 153 Episodes

1
Kecewa
2
Terkejut
3
Bertemu
4
Dua Oma
5
Menolak
6
Kenangan
7
Marah
8
Pupus
9
Nikah terpaksa
10
Bogem mentah
11
Tidak seindah yang dibayangkan
12
Menguntit
13
Melampiaskan
14
Teror
15
Musuh tak terlihat
16
Dua Oma
17
Wanita siluman
18
Permintaan Lisa
19
Mau Mama Jeanny
20
Datang lagi
21
Rencana duo Oma
22
Rencana duo Oma
23
Takut.
24
Curiga
25
Akal Oma
26
Ribut
27
Bukan niat
28
Datang lagi
29
Marah
30
Janji
31
Potek
32
Pindah
33
Ancaman
34
Hari Abang dan adik.
35
Menghindar
36
Tidak sayang
37
Sakit
38
Masih Sakit
39
Petunjuk
40
Mencari
41
Marah
42
Bertemu penggoda
43
Yang salah merasa tersakiti
44
Serba salah
45
Memenuhi
46
Bertemu manusia Eskimo
47
Tidak layak
48
Marah
49
Tendangan maut
50
Penolong
51
Teman baru
52
Onar pagi hari
53
Siapa??
54
Tanggung jawab
55
Tanggung jawab 2
56
Pemaksaan
57
Calon
58
Canda membawa?
59
Bahagia ??
60
Menemui
61
Salah
62
Bertemu calon ipar
63
Senang
64
Masa lalu
65
Minggat
66
Pelajaran
67
Pelajaran 2
68
Siapa??
69
Penyesalan
70
Dibayar tunai
71
Hilang
72
Dendam masa lalu
73
Kucing vs tikus
74
Gadaikan
75
Drama
76
Usaha terakhir
77
Kado nyeleneh
78
Mengingat
79
Ghibah
80
Menuju sah
81
MDT
82
MDT
83
MDT
84
MDT
85
MDT
86
MDT
87
MDT
88
MDT
89
MDT
90
MDT
91
MDT
92
MDT
93
MDT
94
MDT
95
MDT
96
MDT
97
MDT
98
MDT
99
MDT
100
MDT
101
MDT
102
MDT
103
MDT
104
MDT
105
MDT
106
MDT
107
MDT
108
MDT
109
MDT
110
MDT
111
MDT
112
MDT
113
MDT
114
MDT
115
MDT
116
MDT
117
MDT
118
MDT
119
MDT
120
MDT
121
MDT
122
MDT
123
MDT
124
MDT
125
MDT
126
MDT
127
MDT
128
MDT
129
MDT
130
MDT
131
MDT
132
MDT
133
MDT
134
MDT
135
MDT
136
MDT
137
MDT
138
MDT
139
MDT
140
MDT
141
MDT
142
MDT
143
MDT
144
MDT
145
MDT
146
MDT
147
MDT
148
Menuju ending
149
Satu bab menuju ending
150
MDT Menuju end
151
TAMAT
152
Promosi cerita baru
153
Promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!