Menguntit

Happy reading 🥰

💔💔

"Mas! aku sangat mencintaimu," ucap Yulia dengan memanggil Yudha dengan sebutan mas.

"Panggil aku Pak Yudha, ingat itu..!"

Lalu.

Yudha menghentakkan pegangan tangan Yulia, dan berdiri meninggalkan Yulia. Yudha melangkah keluar dari dalam ruang kerjanya, meninggalkan Yulia yang menangis.

Yudha tidak perduli, Yulia berlutut sambil menangis. Yudha menganggap, tangisan Yulia, hanyalah tangisan sandiwara.

Melihat Yudha meninggalkannya, Yulia berdiri. Dan menghapus air mata yang berada di pipinya dengan kasar, dan mengumpat.

"Sial! menahlukkan mas Yudha sangat sulit, dia tidak terpesona dengan kecantikan dan kemolekan tubuhku ini." gumam Yulia sembari menghentakkan kedua kakinya dengan kesal.

"Aku menangis, dia juga tidak perduli. Apa hebatnya kekasihnya itu? hanyalah guru TK! kecantikannya juga kalah dariku." gumam Yulia kesal.

Sebelum mendekati Yudha, Yulia terlebih dahulu menyelidiki kekasih Yudha. Dan saat mengetahui, kekasih Yudha gadis biasa saja. Dan hanya seorang gadis yang baru tamat kuliah, Yulia semakin gencar mendekati Yudha. Dan Yudha tidak mengetahui, niat tersembunyi Yulia yang sering datang ke rumahnya. Dengan alasan pekerjaan.

Yulia mengambil bedak di saku roknya, dan melihat wajahnya dalam kaca. Dan kemudian memperbaiki bedaknya yang terhapus dengan air matanya tadi.

Setelah selesai memperbaiki make-upnya, dengan perasaan yang kesal. Yulia keluar dari dalam ruang kerja Yudha.

"Nyonya, apa kau tidak puas bertemu dengan suamimu di rumah? sampai di kantor, kau juga bermesraan didalam ruang kerjanya. Aku tahu, kalian pengantin baru. Tapi ingat-ingat tempat dan waktu, jangan di kantor juga beri jatah pada suami." goda temannya, yang melihat Yulia keluar dari dalam ruang kerja Yudha dengan rambut yang berantakan. Dan didalam pikiran temannya tersebut, Yulia ehemm.. ehemm dengan sang suami dalam ruang kerja.

"Berisik! iri ya ? harap maklum, suami minta jatah. Nanti, jika tidak di beri servis memuaskan. Mas Yudha melirik pada kalian," ujar Yulia seraya melangkah meninggalkan temannya tersebut dengan cepat, dia takut. Temannya tersebut tahu, bahwa Yudha tidak berada dalam ruangannya.

"Yul, mau kemana?" teriak temannya tersebut.

"Mandi, gerah," sahut Yulia.

"Dasar pengantin baru, di mana saja main depan belakang." omel temannya tersebut.

*

*

Yudha duduk didalam mobilnya, sudah satu jam dia berada di depan satu sekolah elite. Menunggu Jeanny pulang dari mengajar.

Jam makan siang, bukan digunakan oleh Yudha untuk mengisi lambungnya. Tetapi dilakukannya untuk mengobati kerinduannya pada Jeanny Anastasya, sang kekasih. Menurut anggapan Yudha, Jeanny masih sebagai kekasihnya. Sedangkan Jeanny, kebalikannya. Yudha, hanyalah masa lalu.

Ini hari kedua dia berada didalam mobilnya, sebagai penguntit mantan kekasih.

"Sudah lewat jam pulang sekolah, kenapa Jeanny belum keluar juga?" Yudha terus melihat kearah gerbang sekolah, dan gadis yang ditunggu-tunggunya belum terlihat batang hidungnya meninggalkan sekolah.

"Apa dia tidak kerja? apa dia sakit?" pertanyaan berseliweran didalam benaknya.

Yudha mengeluarkan ponselnya, dan mengirim pesan pada Jeanny. Walaupun dia tahu, nomornya sudah di blokir oleh Jeanny. Tapi, tidak ada ada kata menyerah dalam diri Yudha.

"Masih di blokir." gumam Yudha, saat melihat. Pesan-pesan yang dikirimnya, belum terkirim satu pun.

"Please! Jean, buka blokirnya." gumam Yudha.

"Aaahhh..!" geraman keluar dari dalam mulut Yudha, disertai dengan pukulan di stir mobil.(jangan kuat-kuat pukul stir mobil Yudha, ntar sakit tangannya 🤭)

*

Dalam gedung bangunan sekolah.

Saat Jeanny ingin meninggalkan sekolah, dia dikejutkan dengan suara yang memanggilnya dengan sebutan Mama.

"Mama..!" terdengar seru suara kecil oleh gendang telinganya, dari arah kiri dia berada. Jeanny menghentikan langkahnya.

Dan...

Deg..

Jeanny melihat kearah asal suara, dan melihat. Lisa berdiri di samping mobil yang terbuka, dan di sampingnya. Berdiri dua wanita yang diketahuinya sebagai Oma dan obut Lisa.

Jeanny memutar tumitnya, dan melangkah menuju Lisa dengan kedua Omanya berada.

"Lisa..," sapa Jeanny.

"Mama!" Lisa berlari menuju Jeanny, dan langsung menubruk dan memeluk pinggang Jeanny.

"Nona Jeanny," sapa Obut, dan senyum lebar menghiasi bibirnya.

"Kalau jodoh, tidak akan kemana." suara hati obut Lisa.

"Jeanny saja, Tante," ujar Jeanny, saat mendengar Obut Lisa memanggilnya dengan sebutan Nona.

"Jeanny kerja di sini?" tanya Alma, Oma Lisa.

"Iya Tante, saya mengajar taman kanak-kanak," sahut Jeanny.

"Taman kanak-kanak? suatu kebetulan yang sangat menggembirakan," ucap Obut dengan senang, karena. Peluang untuk bertemu dengan Jeanny semakin besar.

"Kami baru mau mendaftarkan Lisa, untuk bersekolah di sekolah ini," ucap Alma, Oma Lisa.

"Oh ya, Lisa mau sekolah di sini?" tanya Jeanny.

"Mau, Lisa suka..!" sahut Lisa dengan gembira.

"Mari Tante, Jeanny antar kebagian pendaftaran," ujar Jeanny.

"Terima kasih."

Setelah mendaftar, Lisa ditempatkan di kelas Jeanny. Atas permintaan kedua Omanya Lisa.

"Besok, Lisa sudah bisa masuk sekolah. Besok jangan terlambat ya," ujar Jeanny.

"Bagaimana, jika kita makan dulu," ujar Alma, Oma Lisa.

"Setuju." timpal Obut, dengan perkataan sang menantu. Alma.

"Maaf Tante, saya tidak bisa," ujar Jeanny.

"Iyah.." kedua Oma Lisa dan Lisa kecewa, karena penolakan Jeanny.

"Kenapa Jeanny? apa kami menganggu?" tanya Obut.

"Saya ada kerjaan Tante, maaf. Lain kali ya," ujar Jeanny dengan perasaan yang tidak enak, karena melihat tiga wajah yang kecewa menatapnya. Mendengar penolakannya.

"Lisa mau ikut Mama..!" seru Lisa dengan raut wajah kecewa.

"Lisa, kalau di sekolah jangan panggil Mama ya. Panggil Miss Jeanny," ucap Alma, pada sang cucu Lisa.

""Tidak, Mama...!" seru Lisa, yang tetap Keukeh akan tetap memanggil Jeanny dengan sebutan Mama.

"Biar saja Tante," ujar Jeanny.

Jeanny jongkok didepan Lisa, dan memegang kedua bahu Lisa.

"Lisa pulang dengan Oma ya, besok kita bertemu lagi. Sekarang ini, Miss Jeanny masih ada kerjaan di sekolah." bujuk Jeanny.

"Betul! besok kita akan bertemu?" tanya Lisa.

"Iya, besok Lisa mulai sekolah kan? kita akan bertemu setiap hari di sini," kata Jeanny.

"Hore..!" seru Lisa sambil bertepuk tangan.

"Ayo Lisa, kita harus membeli perlengkapan untuk sekolah besok," ujar Oma Lisa, Alma.

Setelah mobil yang dikendarai oleh Lisa dan kedua Omanya meninggalkan pelataran parkir sekolah, Jeanny melangkah keluar dari area sekolah.

"Jean..!" terdengar suara memanggilnya, Jeanny menoleh ke asal suara. Dan melihat dua orang gadis melambaikan tangan kepadanya.

Jeanny melangkah mendekat ketempat temannya tersebut.

"Maaf, kalian sudah lama nunggu?" tanya Jeanny, setelah dekat dengan kedua temannya tersebut.

"Baru 3 jam," sahut Valerie.

"Jean, kau baik-baik saja ?" tanya Bella dan memeluk Jeanny.

"Baik," sahut Jeanny yang berusaha tegar.

"Laki-laki bukan hanya dia, sekarang. Ayo, kita berburu pria yang setia. Setia dalam arti yang sebenarnya, bukan setia dalam arti. Setiap tikungan ada simpanannya ," ucap Valerie.

Ketiganya tertawa, sepasang mata menatap Jeanny dengan tatapan penuh kerinduan.

*

*

...Bersambung...

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

jodoh memang tak kan lari kemana😉

2023-07-02

0

TK

TK

asyekkk

2022-04-21

1

TK

TK

tidak tahu dia 😅😅

2022-04-21

1

lihat semua
Episodes
1 Kecewa
2 Terkejut
3 Bertemu
4 Dua Oma
5 Menolak
6 Kenangan
7 Marah
8 Pupus
9 Nikah terpaksa
10 Bogem mentah
11 Tidak seindah yang dibayangkan
12 Menguntit
13 Melampiaskan
14 Teror
15 Musuh tak terlihat
16 Dua Oma
17 Wanita siluman
18 Permintaan Lisa
19 Mau Mama Jeanny
20 Datang lagi
21 Rencana duo Oma
22 Rencana duo Oma
23 Takut.
24 Curiga
25 Akal Oma
26 Ribut
27 Bukan niat
28 Datang lagi
29 Marah
30 Janji
31 Potek
32 Pindah
33 Ancaman
34 Hari Abang dan adik.
35 Menghindar
36 Tidak sayang
37 Sakit
38 Masih Sakit
39 Petunjuk
40 Mencari
41 Marah
42 Bertemu penggoda
43 Yang salah merasa tersakiti
44 Serba salah
45 Memenuhi
46 Bertemu manusia Eskimo
47 Tidak layak
48 Marah
49 Tendangan maut
50 Penolong
51 Teman baru
52 Onar pagi hari
53 Siapa??
54 Tanggung jawab
55 Tanggung jawab 2
56 Pemaksaan
57 Calon
58 Canda membawa?
59 Bahagia ??
60 Menemui
61 Salah
62 Bertemu calon ipar
63 Senang
64 Masa lalu
65 Minggat
66 Pelajaran
67 Pelajaran 2
68 Siapa??
69 Penyesalan
70 Dibayar tunai
71 Hilang
72 Dendam masa lalu
73 Kucing vs tikus
74 Gadaikan
75 Drama
76 Usaha terakhir
77 Kado nyeleneh
78 Mengingat
79 Ghibah
80 Menuju sah
81 MDT
82 MDT
83 MDT
84 MDT
85 MDT
86 MDT
87 MDT
88 MDT
89 MDT
90 MDT
91 MDT
92 MDT
93 MDT
94 MDT
95 MDT
96 MDT
97 MDT
98 MDT
99 MDT
100 MDT
101 MDT
102 MDT
103 MDT
104 MDT
105 MDT
106 MDT
107 MDT
108 MDT
109 MDT
110 MDT
111 MDT
112 MDT
113 MDT
114 MDT
115 MDT
116 MDT
117 MDT
118 MDT
119 MDT
120 MDT
121 MDT
122 MDT
123 MDT
124 MDT
125 MDT
126 MDT
127 MDT
128 MDT
129 MDT
130 MDT
131 MDT
132 MDT
133 MDT
134 MDT
135 MDT
136 MDT
137 MDT
138 MDT
139 MDT
140 MDT
141 MDT
142 MDT
143 MDT
144 MDT
145 MDT
146 MDT
147 MDT
148 Menuju ending
149 Satu bab menuju ending
150 MDT Menuju end
151 TAMAT
152 Promosi cerita baru
153 Promosi karya baru
Episodes

Updated 153 Episodes

1
Kecewa
2
Terkejut
3
Bertemu
4
Dua Oma
5
Menolak
6
Kenangan
7
Marah
8
Pupus
9
Nikah terpaksa
10
Bogem mentah
11
Tidak seindah yang dibayangkan
12
Menguntit
13
Melampiaskan
14
Teror
15
Musuh tak terlihat
16
Dua Oma
17
Wanita siluman
18
Permintaan Lisa
19
Mau Mama Jeanny
20
Datang lagi
21
Rencana duo Oma
22
Rencana duo Oma
23
Takut.
24
Curiga
25
Akal Oma
26
Ribut
27
Bukan niat
28
Datang lagi
29
Marah
30
Janji
31
Potek
32
Pindah
33
Ancaman
34
Hari Abang dan adik.
35
Menghindar
36
Tidak sayang
37
Sakit
38
Masih Sakit
39
Petunjuk
40
Mencari
41
Marah
42
Bertemu penggoda
43
Yang salah merasa tersakiti
44
Serba salah
45
Memenuhi
46
Bertemu manusia Eskimo
47
Tidak layak
48
Marah
49
Tendangan maut
50
Penolong
51
Teman baru
52
Onar pagi hari
53
Siapa??
54
Tanggung jawab
55
Tanggung jawab 2
56
Pemaksaan
57
Calon
58
Canda membawa?
59
Bahagia ??
60
Menemui
61
Salah
62
Bertemu calon ipar
63
Senang
64
Masa lalu
65
Minggat
66
Pelajaran
67
Pelajaran 2
68
Siapa??
69
Penyesalan
70
Dibayar tunai
71
Hilang
72
Dendam masa lalu
73
Kucing vs tikus
74
Gadaikan
75
Drama
76
Usaha terakhir
77
Kado nyeleneh
78
Mengingat
79
Ghibah
80
Menuju sah
81
MDT
82
MDT
83
MDT
84
MDT
85
MDT
86
MDT
87
MDT
88
MDT
89
MDT
90
MDT
91
MDT
92
MDT
93
MDT
94
MDT
95
MDT
96
MDT
97
MDT
98
MDT
99
MDT
100
MDT
101
MDT
102
MDT
103
MDT
104
MDT
105
MDT
106
MDT
107
MDT
108
MDT
109
MDT
110
MDT
111
MDT
112
MDT
113
MDT
114
MDT
115
MDT
116
MDT
117
MDT
118
MDT
119
MDT
120
MDT
121
MDT
122
MDT
123
MDT
124
MDT
125
MDT
126
MDT
127
MDT
128
MDT
129
MDT
130
MDT
131
MDT
132
MDT
133
MDT
134
MDT
135
MDT
136
MDT
137
MDT
138
MDT
139
MDT
140
MDT
141
MDT
142
MDT
143
MDT
144
MDT
145
MDT
146
MDT
147
MDT
148
Menuju ending
149
Satu bab menuju ending
150
MDT Menuju end
151
TAMAT
152
Promosi cerita baru
153
Promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!