Puguh terbangun ketika sinar yang berada jauh di atas berubah, yang tadinya berwarna putih dan sedikit menyilaukan mata, walaupun sumber cahaya itu kecil dan jauh, tetapi sekarang berubah kekuningan dan agak temaram sehingga tidak menyilaukan mata.
Karena sinar dari atas yang hanya temaram itulah, mata Puguh lebih bisa menyesuaikan gelapnya tempat dia berada.
Karena tidak ada yang bisa dikerjakan, Puguh mencoba melihat lihat keadaan batu datar tempat di duduk.
Batu itu sepertinya juga batu yang berwarna hitam, berbentuk persegi dengan masing masing sisi panjang satu depa.
Di depan keempat sisinya terdapat tiang yang berjarak satu lengan dari sisi batu datar dan sepertinya juga terbuat dari batu yang berwarna hitam.
Keempat tiang batu sebesar badannya Puguh itu mempunyai ketinggian yang berbeda beda.
Yang tepat di depan Puguh hanya setinggi batu datar. Di arah sebelah kanan mempunyai ketinggian satu lengan lebih tinggi dari batu datar, sedangkan yang sebelah kiri tingginya dua lengan lebih tinggi dari batu datar. Yang di belakang Puguh, ketinggian tiang batu hitam itu mencapai dua depa.
Dari batu datar tempatnya berdiri, Puguh melompat ke tiang batu yang paling rendah. Kemudian dari atas tiang batu itu, Puguh melihat ke seluruh permukaan dinding hingga memutar tubuhnya. Dan dari tiang batu tempatnya berdiri, Puguh melihat di seluruh permukaan dinding, terdapat guratan guratan yang Puguh tidak jelas, karena seperti bukan huruf.
Tidak seperti cahaya yang berwarna putih menyilaukan, cahaya kuning temaram ternyata tidak terlalu lama. Hanya sekitar dua sampai tiga jam, kemudian ruangan tempat Puguh berada kembali gelap.
Puguh pun kembali ke batu datar untuk duduk dan beristirahat sambil menunggu sinar putih menyulaukan muncul kembali.
Saat sedang tiduran di batu datar, tiba tiba telinganya menangkap ada sesuatu yang jatuh dari atas. Puguh melihat ke atas. Karena cukup gelap, sehingg tidak bisa melihat cukup jelas.
Akhirnya, Puguh mengandalkan pendengarannya.
Ketika Puguh merasakan, sesuatu yang jatuh itu sudah dekat, tangan kanannya segera bergerak untuk menangkap. Ternyata, sesuatu yang jatuh dari atas itu berbentuk bulat. Ketika dibaui, akhirnya Puguh mengetahui kalau benda yang jatuh itu adalah semacam buah.
Kemudian, Puguh mencoba untuk menggigit sedikit, ternyata rasanya cukup manis. Akhirnya Puguh pun memakan buah itu, walaupu Puguh tidak tahu, itu buah apa dan dari mana.
Ternyata, buah yang jatuh itu tidak hanya satu. Ada beberapa lagi yang jatuh dari atas, dan jumlahnya lumayan cukup bagi Puguh untuk pengganjal perut.
----- o -----
Apa yang dialami Puguh itu, tanpa terasa sudah berjalan selama hampir seminggu.
Dan selama waktu seminggu itu, Puguh akhirnya mengetahui, kalau buah buahan yang jatuh dari atas itu, buah yang terlepas dari cengkeman kelelawar. Sinar putih menyilaukan itu ternyata sinar matahari dan sinar kuning temaram itu ternyata sinar dari rembulan. Batu datar dan tiang batu itu ternyata batu yang berwarna hitam pekat. Dinding yang mengelilingi ruangan itu ternyata tidak berbentuk bundar persis, namun ternyata berbentuk lonjong tidak beraturan.
Selain hal hal yang akhirnya bisa dia ketahui itu, setiap hari Puguh berusaha untuk bisa naik ke atas, untuk mencari jalan untuk bisa keluar dari ruangan itu. Untungnya selalu ada buah buahan yang jatuh dari atas, yang terlepas dari cengkeraman kelelawar, sehingga bisa menjadi persediaan makanan bagi Puguh.
Semua itu Puguh jalani, hari demi hari hingga tanpa terasa hampir tiga minggu Puguh terkurung di ruangan gelap itu.
Hingga pada hari berikutnya, sinar kuning temaram terlihat lebih terang dari hari hari biasanya. Tampaknya sedang bulan purnama.
Karena bosan dengan apa yang dilakukan setiap harinya, Puguh naik kembali ke tiang batu yang paling pendek.
Betapa terkejutnya Puguh, tatkala tanpa sengaja melihat ke arah batu datar. Batu datar itu terkena sinar bulan purnama, menampakkan guratan guratan yang samar samar membentuk gambar manusia yang sedang melakukan berbagai gerakan.
Begitu senangnya Puguh, hingga berbagai gerakan yang tergambar itu dilihatnya dengan cermat dan dia ingat semua gerakannya.
Karena sinar bulan hanya mampu menerangi ruangan itu selama dua hingga tiga jam, maka setelah lewat waktu itu, gambar gambar itu tidak terlihat lagi.
Kemudian, dalam suasana gelap, Puguh mencoba menirukan semua gerakan yang tergambar di batu datar secara berulang ulang.
Hal itu berlangsung selama tiga hari, karena bulan purnama hanya terjadi selama tiga hari.
Pada siang harinya setelah bulan purnama habis, Puguh mencoba melihat gambar gambar di batu datar, namun ternyata tidak terlihat gambar apa apa. Akhirnya Puguh menyadari, kalau gambar gambar di batu datar itu hanya bisa muncul di setiap bulan purnama.
Setelah selama tiga hari menirukan semua gerakan di gambar yang dia lihat, Puguh mencoba untuk mempraktekkannya. Ternyata, semua gerakan gambar itu merupakan rangkaian gerakan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi.
Namun, karena Puguh baru mempunyai tenaga dalam yang sedikit dan belum mempunyai dasar dasar ilmu yang cukup, membuat hasilnya belum maksimal, walaupun sudah bisa membuat Puguh bisa membuat tubuhnya menjadi ringan dan bisa meloncat dari satu tempat ke tempat dengan mudahnya.
Pada suatu saat di siang hari, Puguh mencoba naik ke atas dengan memanjat dinding. Karena sebelumnya Puguh telah mengetahui, kalau dinding yang mengelilingi ruangan tempat dia berada, tidak rata dan banyak bagian dinding yang menonjol.
Puguh berpikir, dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya, dia bisa melompat naik dari satu tonjolan ke tonjolan yang lain.
Dimulai dari berdiri di batu datar, Puguh melompat ke tiang batu yang terendah, terus berpindah ke tiang batu yang lebih tinggi lagi, hingga kemudian melompat ke dinding yang ada tonjolannya untuk pijakan kaki dan terus naik ke atas.
Tetapi, baru sampai beberapa kali lompatan, Puguh harus jatuh karena terlambat mendapatkan tonjolan untuk pijakan.
Puguh mengulang ulang terus lompatannya sambil mengingat ingat tempat tempat di dinding yang ada tonjolannya.
Hal itu Puguh lakukan hingga berhari hari. Hingga semua kemampuan sudah Puguh lakukan dengan maksimal, dia baru mencapai ketinggian setengah menuju ke lubang tempat sinar masuk ke ruangan itu. Hal itu karena jumlah tenaga dalam Puguh yang masih sangat terbatas, hingga saat lompatannya baru sampai di pertengahan, Puguh sudah kehabisan tenaga dalam.
"Aku harus menunggu bulan purnama berikutnya. Mungkin ada hal hal baru yang bisa kupelajari agar bisa mencapai lubang sinar di atas sana," kata Puguh dalam hati.
Kemudian, sambil menunggu munculnya bulan purnama berikutnya, Puguh semakin rajin memeriksa setiap bagian ruangan tempat dia berada sekarang.
Karena kegigihan dan kesabarannya, Puguh menemukan banyak hal. Walaupun dia belum tahu, itu apa, tapi Puguh tetap berusaha mengingat ingat apapun yang sudah dia temukan.
Selain memeriksa dan mengamati tempat tempat yang belum dia lihat, Puguh setiap hari mengulang arah lompatan yang sudah dia lakukan hingga akhirnya dia hafal tempat tempat yang menonjol yang bisa dia gunakan untuk tumpuan.
__________ ◇ __________
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 325 Episodes
Comments
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Jooosssss 👍
2024-02-26
0
Risriyadi 45
mantap
2023-10-02
2
Budi Efendi
lanjutkan mantappp
2023-02-28
1