Saat golok orang itu mengayun ke arah Den Bagus, salah seorang emban mendorong tubuh Den Bagus dan kemudian emban itu mendekap tangan orang yang memegang golok, dan langsung menggigitnya sekuat tenaga.
"Aaawwwhhh !!! Kurang Ajar ! Kubunuh kau !" teriak orang berpakaian serba hitam.
Orang itu menampar kepala emban yang menggigitnya. Melihat, orang itu menampar emban yang melindunginya, tangan kanan Den Bagus segera bergerak memukul dada orang itu.
Buuuggghhh !!!
Orang berbaju dan bertutup kepala serba hitam itu melotot, melihat ada anak kecil berani memukulnya.
"Kubunuh kalian semua !" orang itu berteriak.
Orang itu mengayunkan goloknya untuk membabat leher Den Bagus. Gerakannya terhenti karena dua emban itu menghalanginya dengan memegangi tangan dan bajunya.
Kepalan tangan kiri orang berbaju hitam itu menghantam kepala kedua emban itu.
Buuuggg ! Buuuggg !
Kedua emban itu terjatuh kembali. Orang berbaju hitam itu segera saja melayangkan goloknya ke arah leher kedua emban itu.
Craaakkk ! Craaakkk !
Tanpa mengeluarkan suara lagi, tubuh kedua emban itu melorot jatuh dan keduanya tewas seketika.
Melihat kejadian yang sangat cepat itu, Nyi Traju menjerit ketakutan. Puguh yang berada di belakangnya gemetar seluruh tubuhnya.
Kembali orang berbaju hitam itu hendak masuk ke dalam kereta sambil mengayunkan goloknya ke arah Den Bagus. Melihat majikannya terancam, tanpa memperdulikan keselamatan dirinya, Nyi Traju menarik Puguh mendekat ke Den Bagus, kemudian mendekap mereka berdua untuk melindunginya. Hingga akhirnya golok itu mengenai punggung Nyi Traju.
Jleeep ! Jleeep ! Jleeep !
Darah yang keluar dari mulut Nyi Traju membasahi punggung Puguh dan Den Bagus. Tiba tiba dekapan Nyi Traju pada mereka berdua terlepas, saat orang berbaju hitam itu menarik dan melemparkan tubuh Nyi Traju yang sudah tewas keluar dari kereta.
Melihat simboknya terbunuh oleh orang di depannya, dan sekarang nyawanya terancam, sesaat Puguh merasa takut dan panik.
Namun, karena kebiasaan yang tanpa sengaja dilatih, Puguh tanpa menyadarinya, mengatur kembali pernafasannya. Saat orang berpakaian hitam itu mengayunkan kembali goloknya ke arah mereka berdua, entah tenaga dari mana, tiba tiba tangan kanan Puguh yang terkepal menghantam kepala orang itu tepat mengenai mata kiri orang itu.
Pruuuaaakkk !
Penyerang berbaju hitam itu langsung pingsan dengan bola mata kiri mengluarkan darah.
Karena dalam keadaan panik mendengar suara teriakan teriakan di luar, Puguh dan Den Bagus keluar dari kereta.
Melihat Den Bagus dan Puguh keluar, beberapa pdajurit Kademangan yang sedang bertempur segera mendekat dan melindunginya.
"Lindungi Den Bagus !" teriak pemimpin prajurit.
Ki Poyo yang melihat Puguh .aaih selamat, segera mendekatinya dan berkata.
"Ngger Puguh, begitu ada kesempatan, kau larilah sejauh mungkin yang kau bisa dan bersembunyilah," bisik Ki Poyo.
Ki Poyo yang ikut bertempur, berusaha membukakan jalan untuk Puguh lari. Akhirnya pada satu kesempatan, Ki Poyo berteriak pada Puguh.
"Cepat larilah ngger ! Larilah sejauh mungkin ! Mintalah pertolongan atau bersembunyilah !"
Tanpa bisa menjawab, dengan air mata yang memenuhi pelupuk matanya, Puguh berlari sekuatnya tanpa memperdulikan kedua kakinya yang penuh dengan luka.
Karena kelelahan, Puguh berhenti di bawah pohon besar yang lebat daunnya. Diapun pingsan untuk beberapa saat.
Tiba tiba sayup sayup terdengar suara suara banyak orang.
Karena ketakutan, entah dari mana datangnya tenaga, Puguh mampu memanjat pohon besar tempat dia berhenti untuk bersembunyi.
Dari tempatnya bersembunyi, Puguh bisa melihat, rombongan orang yang lewat itu berpakaian sama persis dengan orang yang Puguh pukul mata kirinya.
Saat rombongan orang berpakaian serba hitam itu sudah agak jauh dari tempatnya bersembunyi, Puguh berniat hendak turun dari pohon. Namun alangkah terkejutnya Puguh, ketika mengetahui di batang pohon sebelah bawahnya ada ular sebesar pahanya. Karena takut, Puguh berpindah ke arah ujung dahan, agar saat ular itu naik ke atas tidak melewati tubuhnya. Dan untuk berjaga jaga jika ular itu ke arah dahan yang dia panjat, Puguh berhenti hampir di ujung dahan dengan posisi menggantung dengan kedua kaki mengait ke dahan sambil menata nafasnya berusaha menghilangkan rasa takutnya.
Beberapa saat berlalu, ular besar itu dengan gerakan lamban naik ke dahan yang lebih atas dan semakin dekat dengan tempat Puguh sembunyi menggantung. Ketika ular itu semakin dekat, bukannya naik, ular itu berbelok ke arah dahan tempat Puguh bersembunyi.
Puguh pun semakin ketakutan. Tubuhnya ditahan tidak bergerak. Dengan mata terpejam, ditahan nafasnya selama mungkin sambil bergantungan.
Ular itu semakin dekat dengan tubuhnya. Saat kepala ular itu sampai di atas tubuhnya, tiba tiba Puguh mendengar suara kakek kakek seperti berbisik di telinganya.
"Jangan bergerak ngger. Tetap kau tahan nafasmu. Jangan sampai ular itu merasakan keberadaan tubuhmu melalui detak jantung dan peredaran darahmu !"
Puguh segera melakukan apa yang dikatakan oleh suara kakek kakek itu. Hingga beberapa saat sampai Puguh tidak lagi merasakan, betapa ular sepanjang sepuluh meter itu merayap melewati tubuhnya dan kemudian berpindah ke dahan atasnya lagi.
"Bocah ini sudah mempunyai tehnik pernafasan yang halus. Padahal, dari detak nadi dan bentuk tulangnya, anak ini belum pernah belajar kanuragan," kata kakek itu pelan.
"Sudah ngger. Ular itu sudah pergi menjauh. Sekarang kemarilah, mendekatlah padaku !" kata kakek itu pelan seperti mengatakan di dekat telinganya.
Puguh yang masih belum paham dengan apa yang di alaminya, bangkit dari posisi menggantung pada kedua kakinya dan kepalanya menoleh kesana kemari mencari arah suara itu berasal.
"Heh heh heh heh ...... " kakek itu tertawa, "Aku di sebelah sini."
Puguh mendongak agak ke atas. Di dahan sebelah atasnya dahan yang dia duduki, sekilas Puguh melihat ada seseorang berbaju putih yang sudah sangat kotor, berdiri di pangkal dahan dengan bersandar pada batang utama pohon itu.
Setelah cukup dekat, hanya sekitar berjarak tiga meter, barulah Puguh bisa melihat wajah kakek itu.
Begitu melihat wajah kakek itu, Puguh terkejut dan berteriak sekenanya.
Aaahhhhh !!!
Buuuggg ! Buuuggg !
Krosaaakkk !!!
Bruuukkk !!!
Karena terkejut, Puguh terjatuh dari dahan tempat dia duduk. Tubuhnya membentur cabang cabang di bawahnya. Sesampai di tanah, Puguh sudah tidak sadarkan diri.
"Bocah kurang ajar !" pekik kakek berbaju putih itu, "melihat dan dilewati ular besar tidak takut. Giliran melihat wajahku, bocah ini terkejut dan pingsan !"
Dalam sekejap, kakek berbaju putih sudah berdiri di samping tubuh Puguh yang pingsan.
Kemudian dia menggunakan tongkatnya yang sudah butut untuk memeriksa tubuh Puguh mulai dari ubun ubun hingga jari kaki.
Tongkatnya mengetuk ketuk beberapa bagian tubuh Puguh.
Sesaat kemudian, kakek berbaju putih itu melesat pergi meninggalkan tempat itu sambil memanggul tubuh Puguh yang masih pingsan.
Tubuhnya berkelebat sangat cepat seperti terbang, melompati pohon pohon. Sesaat kemudian bayangan tubuh kakek tua itu sudah tidak terlihat lagi.
__________ 0 ___________
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 325 Episodes
Comments
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪💪
2023-04-19
1
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Wajah dan penampilanmu serem siapa yang tidak lihat jadi pingsan 😁😁😁
2023-04-19
1
BaronMhk
kebangkitan
2023-02-12
0