Walau tidak takut dengan Arimbi, namun Darutama tidak ingin berurusan dengan Arimbi. Karena dia pernah mendengar kabar burung tentang latar belakang Arimbi dan keluarganya.
Akhirnya Darutama terpaksa pergi dengan membawa perasaan dongkolnya, diikuti oleh murid murid menengah lainnya yang menjadi bawahannya.
Setelah kelompok Darutama pergi jauh, Arimbi mendekati Puguh.
"Siapa namamu adik kecil ?" tanya Arimbi.
"Namaku Puguh,mbakyu," jawab Puguh.
"Sekarang kembalilah ke pondokmu. Suatu saat aku ingin mengobrol denganmu," kata Arimbi sambil matanya tajam menatap Puguh.
Puguh hanya mengangguk sambil berucap, "Terimakasih."
"Terimakasih atas pertolongannya, mbakyu. Namaku Bagus Padmana. Biasa dipanggil Den Bagus," kata Den Bagus.
Mendengar Den Bagus berbicara, Arimbi hanya melirik sekilas.
"Sekarang pergilah !" kata Arimbi sambil membalikkan badannya dan beranjak pergi dari tempat itu.
Puguh dan Den Bagus masih berdiri mematung sampai bayangan tubuh Arimbi hilang di sudut lapangan.
Setelah beberapa saat, akhirnya mereka berdua segera beranjak dan berjalan pulang menuju pondok mereka.
----- * -----
Setelah perjumpaan itu, Puguh dan Den Bagus cukup sering bertemu dengan Arimbi.
Melihat Arimbi lebih akrab dengan Puguh, dan lebih memperhatikan Puguh, Den Bagus Padmana merasa sedikit tidak senang. Sehingga akhirnya Den Bagus Padmana memutuskan untuk bergabung dengan kelompok Kaneko.
Karena dia merasa tidak mungkin akan bergabung dengan kelompok Darutama. Selain sudah sempat berseteru, juga di kelompok Darutama ada Wirayoga yang sudah bergabung lebih dulu.
Arimbi sendiri sudah sekitar tiga tahun menjadi murid dalam. Dia satu dari sedikit murid perempuan yang berhasil masuk golongan murid murid terbaik.
Dia sebenarnya murid yang supel dan mudah bergaul serta temannya cukup banyak. Namun untuk hal hal pribadi, dia sangatlah tertutup. Sehingga informasi tentang dirinya dan latar belakang keluarganya sangat sedikit.
Namun di kalangan murid murid tertentu yang penasaran dengan latar belakangnya, beredar rumor kalau dia adalah anak seorang Demang yang posisinya sangat dekat dengan sang Adipati bahkan dikabarkan keluarganya masih kerabat dengan Adipati.
Hal itulah yang sangat dijaga oleh murid murid yang lain, untuk tidak membuat masalah dengannya. Walaupun sebenarnya untuk tingkat kemampuan bela dirinya juga termasuk golongan murid terbaik.
Pada saat bertemu pertama kali, Arimbi tertarik dan penasaran dengan kemampuan dan tingkat tenaga dalam dari Puguh. Apalagi melihat Puguh yang tetap tidak mau ikut bergabung dengan kelompok manapun. Maka dari itu, Arimbi mendekati Puguh dan ingin tahu lebih banyak tentang Puguh. Sehingga terkesan, Puguh lebih cenderung bergabung dengan Arimbi dan murid murid lainnya yang tidak mau bergabung dengan kelompok Darutama ataupun melompok Kaneko.
----- * -----
Pada suatu hari, Arimbi bersama beberapa murid murid perempuan yang lain dipanggil oleh Ki Ragajampi, salah seorang guru Padepokan Macan Kumbang.
Ki Ragajampi adalah guru Padepokan Macan Kumbang yang bertanggung jawab atas ketersediaan obat sekaligus yang melakukan pengobatan.
Di salah satu pondok, yang digunakan sebagai tempat menyimpan obat obatan sekaligus sebagai tempat tinggal Ki Ragajampi.
Di Pondok Ki Ragajampi, selain Arimbi dan beberapa perempuan dari murid dalam, sudah hadir juga beberapa murid utama yang juga dipanggil.
Sudah menjadi kegiatan Padepokan Macan Kumbang, murid dalam dan murid utama, terkadang mendapat tugas dari guru atau pengurus Padepokan.
Arimbi dan tiga perempuan murid dalam yang lain, mendapatkan tugas untuk mencari beberapa bunga dan daun dari tumbuhan tertentu yang akan diolah menjadi ramuan obat. Sedangkan dua perempuan murid utama ditugasi untuk mencari akar dan kulit pohon tertentu.
Setelah mereka menerima catatan nama nama bahan obat yang hendak dicari, mereka segera berangkat.
Karena ini juga sebagai bentuk latihan ataupun ujian, maka mereka diberi waktu lima hari. Jika tidak bisa mendapatkan atau menemukan bahan bahan obat yang dibutuhkan, pada hari kelima mereka harus kembali ke Padepokan.
Kepergian Arimbi dan beberapa perempuan murid dalam yang lain, ternyata diketahui juga oleh Darutama. Darutama yang masih merasa dongkol dengan kejadian beberapa hari kemaren, mencari kesempatan untuk bisa berurusan dengan Puguh dan beberapa murid dalam yang tetap tidak mau masuk ke salah satu kelompok.
Sehingga begitu selesai latihan, Darutama sengaja mencari Puguh.
Setelah mencari cari selama beberapa saat, akhirnya Darutama menemukan Puguh yang sedang mengemasi peralatan latihannya bersama murid murid yang lain.
Darutama sengaja sendirian mencari Puguh, agar tidak terlalu mencolok.
"Hei anak kecil ! Bagaimana dengan tawaranku kemaren lusa ?" tanya Darutama sambil mendekati Puguh.
Dalam hati, Puguh terkejut dengan kedatangan Darutama yang mendadak.
"Penawaran yang mana, kakang ?" Puguh balik bertanya sekenanya.
"Daripada kamu ikut kelompok gadis judes itu, lebih baik kamu ikut bersamaku," kata Darutama lagi.
"Maaf kakang. Aku tidak ikut bergabung ke kelompok siapa siapa," jawab Puguh.
Dibanding dengan rasa dongkolnya, sebenarnya Darutama lebih tertarik untuk mengajak Puguh bersedia masuk ke dalam kelompoknya.
Seperti halnya Arimbi, Darutama juga tertarik dengan kemampuan tenaga dalam Puguh. Dalam pengamatan Darutama, usia Puguh belum ada sepuluh tahun. Namun dalam usianya yang masih kecil, Puguh sudah bisa mengalahkan murid murid yang lebih senior yang menjadi bawahannya. Jika Puguh bersedia masuk ke kelompoknya, akan menambah kekuatan kelompoknya.
"Coba kamu pikir pikir lagi. Aku tunggu jawabanmu hingga lusa. Sebelum gadis judes itu kembali dari tugasnya !" ucap Darutama dengan tegas.
Kemudian Darutama berjalan mendekati Puguh hingga hanya berjarak setengah meter.
"Kalau kamu menolak tawaranku, terpaksa aku akan menghajarmu, untuk mengembalikan rasa sakit yang kau berikan pada anak buahku !" bisik Darutama sambil menatap tajam Puguh.
"Tapi, untuk perkenalan, aku ingin menjajal kemampuanmu !" sambung Darutama sambil melayangkan sebuah tendangan kaki kanan.
Puguh yang baru saja membungkuk untuk mengikat buntalan peralatan latihannya, tidak sempat menghindari datangnya tendangan karena posisi mereka berdua yang sangat dekat sedangkan Puguh masih dalam posisi membungkuk. Sehingga Puguh hanya sempat menahan nafas dan mengalirkan tenaga dalamnya ke area dadanya.
Buuuggghhh !!!
Sreeettt !!!
Tendangan kaki kanan Darutama tepat mengenai dada Puguh. Membuat Puguh terdorong ke belakang hingga beberapa langkah, namun dalam posisi kuda kuda yang tidak berubah.
Dalam hati Darutama terkejut. Punggung kaki kanannya terasa ngilu setelah mengenai dada Puguh. Dan yang membuat dia semakin penasaran, walaupun Puguh terdorong ke belakang karena tendangannya, namun kuda kudanya tidak bergeming. Padahal Puguh dalam posisi membungkuk.
Sementara itu, setelah gerakan terdorong ke belakang tubuhnya berhenti, Puguh segera berdiri tegak menghadap Darutama dengan kaki agak terbuka ke samping. Tangan kirinya mengangkat buntalan peralatan yang kemudian dia cangklongkan ke bahu kirinya.
Darutama yang semakin terkejut karena Puguh seperti tidak terpengaruh dengan tendangannya, begitu melihat Puguh berdiri tegak, langsung melesat ke arah Puguh. Tangan kanannya menghantam ke arah dada.
Buuuggghhh !!!
Kepalan kanan Darutama tepat mengenai dada Puguh sehingga membuat Puguh mundur dua langkah hingga kedua kakinya kembali membentuk kuda kuda.
Tangan kanan Darutama sedikit bergetar.
"Anak ini punya pertahanan tubuh yang sangat kuat," kata Darutama dalam hati.
"Saya kira cukup perkenalan kita. Kutunggu jawabanmu hingga lusa !" kata Darutama yang kemudian langsung melesat pergi.
__________ ◇ _________
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 325 Episodes
Comments
Zakirreksi
bego
2023-06-25
0
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Maantaapp...! 👍👍
2023-05-08
1
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Semangat Thor 💪💪💪
2023-05-08
1