Sudah sejak pertama naik tingkat menjadi murid dalam, Wirayoga dan dua murid yang lain, sudah bergabung dengan kelompok Darutama. Sedangkan Puguh dan Den Bagus tidak mau masuk ke kelompok manapun, sehingga selalu menjadi sasaran untuk dibujuk agar mau bergabung, baik dengan kata kata ataupun dengan ancaman, baik dari kelompok Darutama maupun kelompok Kaneko.
Pada suatu saat selesai latihan, Darutama bersama sama murid murid yang menjadi bawahannya kembali menghampiri Puguh dan Den Bagus.
"Heeiii kalian berdua, jika kalian ingin aman, masuklah ke kelompok kakang Darutama !" kata salah seorang murid bawahan Darutama.
"Maaf, kami masih ingin belajar mengurus diri sendiri," jawab Den Bagus.
"Kalau kamu ?" tanya bawahan Darutama sambil telunjuk kanannya menunjuk ke arah Puguh.
"Sama, aku juga sedang belajar mengurus diri sendiri," jawab Puguh.
"Atau karena kalian merasa sudah kuat ?" kata bawahan Darutama lagi.
"Sama sekali tidak," jawab Puguh.
"Danu, coba kamu uji kemampuan mereka ! Mungkin mereka sudah mempunyai kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri !" perintah Darutama pada bawahannya tadi.
"Kalian sudah mendengar kan, apa perintah kakang Darutama !" kata Danu sambil membentuk kuda kuda dan siap menyerang.
Memang, kelompok Darutama dan melompok Kaneko selalu menggunakan kata kata 'uji' untuk menakut nakuti dan menghajar murid yang belum mau bergabung dengan mereka.
"Jangan salahkan aku, kalau kau belum kuat !" kata Danu sambil mulai menyerang.
Melihat Danu mulai bergerak menyerang, Puguh segera maju menghadangnya.
Pukulan tangan kanan Danu, ditangkis Puguh dengan tepisan tangan kirinya, sedangkan tendangan kaki kiri Danu yang mengarah ke pinggang, ditangkisnya dengan siku kanannya.
Plaaakkk ! Plaaakkk !!!
Danu yang meremehkan Puguh, terkejut dengan kekuatan Puguh yang mampu menangkis pukulan dan tendangannya. Rasa terkejutnya itu membuatnya marah.
"Bagus ! Sekarang rasakan ini !" ucap Danu setengah berteriak, yang segera memberondong Puguh dengan pukulan dan tendangan berkali kali, dan aliran tenaga dalam yang ditingkatkan.
Namun semua serangan Danu selalu bisa ditangkis oleh Puguh.
Paaaccckkk ! Paaaccckkk !
Buuuggghhh ! Buuuggghhh ! Buuuggghhh !
Karena terlalu berambisi menyerang, membuat pertahanan Danu sangat terbuka. Kesempatan itu dimanfaatkan Puguh dengan melayangkan pukulan tangan kanan ke arah dada Danu.
Buuukkk !!!
Danu yang tidak mengira lawannya bisa memukulnya, harus membayar kelengahannya dengan tubuhnya terlempar ke belakang dan jatuh terjerembab dengan dada yang terasa panas dan nafas yang sesak.
Darutama dan teman temannya yang lain juga meremehkan Puguh. Mereka tidak pernah mengira kalau Puguh mampu membalas serangan bahkan membuat Danu jatuh terlempar. Sejenak mereka semua tertegun.
Namun kemudian Darutama menunjuk tiga temannya yang lain untuk maju.
"Kamu dan kamu ! Hajar anak itu !" bentak Darutama, "Dan kamu, urus dia !"
Dengan cepat, tiga orang yang ditunjuk oleh Darutama maju ke depan. Dua orang segera mengepung Puguh dan seorang lagi mendekati Dwn Bagus.
Puguh tidak merasa gentar dikeroyok dua orang. Dia lebih mengkhawatirkan keselamatan Den Bagus yang melawan salah seorang bawahan Darutama.
Menghadapi dua orang yang mengeroyoknya, Puguh masih bisa mengimbangi. Yang membuat berat adalah, Puguh membagi konsentrasinya dengan memperhatikan pertarungan Den Bagus. Sehingga Puguh belum juga bisa mendesak kedua lawannya. Justru beberapa kali pukulan kedua lawannya berhasil mengenainya.
Plaaakkk !!! Buuuggghhh !!!
Pukulan lawannya yang mengenai wajahnya dan tendangan lawan yang satunya membuat Puguh terjengkang ke belakang.
Saat terlempar jatuh, Puguh masih sempat melihat ke arah pertarungan Den Bagus.
Mengetahui lawannya masih menyempatkan diri memperhatikan temannya, dua orang yang mengeroyok Puguh meningkatkan tenaga dalamnya, dan segera menyerang kembali tanpa memberi kesempatan pada Puguh untuk memasang kuda kuda.
Hal itu semakin membuat Puguh kewalahan dan sangat terdesak.
Ketika keadaan Puguh semakin terdesak, tiba tiba terdengar tepuk tangan dan suara seorang gadis.
Plok Plok Plok Plok !
"Bagus ... bagus ! Apa kelompokmu memang hanya mampu mengeroyok anak kecil, Darutama ?" kata seorang gadis yang mendekat sambil bertepuk tangan.
"Arimbi, jangan kau ikut campur urusanku !" teriak Darutama.
"Aku tidak akan ikut campur, kalau anak itu tidak kau lukai !" kata Arimbi sambil menunjuk Den Bagus.
"Lepaskan dia !" teriak Darutama pada murid bawahannya yang sedang bertarung melawan Den Bagus.
"Dia sudah kulepaskan ! Jangan ikut campur pada urusanku dengan anak ini !" kata Darutama sambil menunjuk ke arah Puguh.
Sementara itu, Puguh, begitu melihat Den Bagus sudah tidak bertarung lagi, segera fokus pada kedua lawannya.
Setelah kembali fokus, dia bisa melihat semua gerakan kedua lawannya, sehingga dia bisa dengan mudah menghindari setiap serangan lawan dengan mudah. Bahkan Puguh mulai bisa mendaratkan beberapa kali ke wajah dan badan kedua lawannya.
Kedua lawannya, yang sejak awal sudah bertarung dengan kekuatan penuhnya, setelah pertarungan berjalan sekitar tiga puluh jurus, mulai mengalami penurunan tenaga dalam.
Keadaan itu di manfaatkan Puguh dengan memberikan serangan yang lebih kuat lagi.
Suatu saat, pukulan tangan kanan Puguh berhasil mendarat di dada salah satu lawannya.
Buuuggghhh !!!
Aaauuuggghhh !!!
Satu lawannya langsung jatuh terlempar ke belakang terkena pukulan Puguh dalam posisi terlentang dan tidak bergerak lagi.
Melihat temannya terjatuh dan sepertinya pingsan, lawan Puguh yang satunya lagi terlihat agak ragu ragu.
Tetapi dia segera bersiap lagi ketika mendengar Darutama berteriak.
"Kamu ! Bantu dia melawan anak itu !" bentak Darutama pada murid bawahannya yang tadi melawan den Bagus.
Tanpa diulang lagi, keduanya langsung maju lagi menyerang Puguh.
Namun, tanpa ada yang hal yang membuatnya cemas dan membagi konsentrasi, sekarang Puguh bagaikan momok bagi mereka berdua.
Karena sudah ada rasa jeri di hati mereka, membuat serangan mereka menjadi asal serang dan tidak menunjukkan adanya kerjasama.
Maka, dalam keadaan kedua lawannya yang sudah kehilangan rasa percaya dirinya, membuat Puguh dengan mudah melepaskan pukulan dan tendangannya yang membuat kedua lawannya jatuh bangun dan mendapatkan banyak luka.
Kedua pipi dan lengan mereka sudah banyak lebamnya. Namun mereka berdua lebih takut kepada Darutama, sehingga mereka berusaha tetap bertahan walau harus menahan sakit terkena serangan Puguh.
Mengetahui keadaan kedua lawannya, Puguh akhirnya mengambil keputusan untuk membuat mereka berdua pingsan saja, biar pertarungan tidak berlarut larut.
Dengan sedikit gerakan tipuan, seolah olah hendak menyerang dada dan muka, Puguh membelokkan arah serangannya. Telapak tangannya tepat mengenai belakang kepala mereka.
Plaaakkk ! Plaaakkk !
Akhirnya mereka berdua jatuh terkapar dalam waktu yang hampir bersamaan dalam keadaan pingsan.
Melihat empat murid bawahannya kalah semua oleh Puguh, Darutama semakin berkeinginan untuk menjadikan Puguh sebagai pengikutnya.
Namun, untuk menjaga reputasinya, Darutama akhirnya turun sendiri ke dalam pertarungan.
"Namamu siapa murid baru ?" tanya Darutama.
"Namaku Puguh, kakang" jawab Puguh.
"Karena kau telah membuat onar dengan melukai empat kakak seperguruanmu, sebagai hukumannya, kau harus kuhajar dan harus melakukan semua yang kuperintahkan !" kata Darutama dengan mantap.
Puguh baru saja hendak menjawab, ketika Arimbi mendekat dan berdiri di depan Puguh sambil kemudian kesua tangannya berkacak pinggang.
"Heeiii heeiii heeiii ... Darutama ! Apa kamu sudah tidak punya malu, masih mau maju sendiri, sedangkan empat antekmu sudah kalah bahkan pingsan !" kata Arimbi dengan nada emosi, "Kalau kau nekad maju, aku yang akan mewakili anak baru ini menggebuk pantatmu, orang yang tidak punya malu !"
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ ◇ \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 325 Episodes
Comments
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Jooosssss...! 👍👍
2023-05-08
1
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Semangat Thor 💪💪💪
2023-05-08
1
BaronMhk
bantaiiiiiiiiii
2023-02-12
2