Sebenarnya, sejak saat masih dipanggul, Puguh sudah terbebas dari totokan.Begitu jatuh ke tanah di tepi sungai, Puguh langsung mengambil sikap duduk di tanah. Bila diperhatikan, hal itu sangat aneh, karena saat dibawa lari, Puguh dalam keadaan tertotok, tetapi saat dilemparkan ke tanah, langsung bisa duduk. Kedua orang yang menculiknya itu tidak memperhatikan kejadian aneh itu, karena mereka sudah sangat penasaran dan marah dengan Puguh.
Salah seorang dari mereka langsung mendekati Puguh dan berjongkok di depannya sambil kedua tangannya memeriksa seluruh tubuh Puguh, terutama pada bagian pusar dan persendian besar.
Namun, orang itu tidak menemukan keanehan sedikitpun, pada tubuh Puguh.
Karena heran, orang itu mengulang lagi memeriksa seluruh tubuh Puguh. Tetapi tetap tidak menemukan hal yang ganjil.
Kemudian, bergantian orang yang satunya mencoba memeriksa tubuh Puguh. Namun tetap nihil, tidak menemukan keanehan sedikitpun.
Akhirnya mereka berdua berdiri di depan Puguh.
"Heeiii bocah budak, bagaimana cara kau membuat pingsan Raden Wiroyoga ?" tanya seorang dari mereka.
"Hanya aku tampar pipinya dan aku pukul dadanya !" jawab Puguh tanpa rasa takut.
"Tidak mungkin hal itu bisa membuat Raden Wirayoga jatuh pingsan. Kecuali kamu berbuat curang !" bentak salah seorang dari mereka.
"Aku tidak curang ! Dan aku tidak pernah curang dalam urusan apapun !" jawab Puguh lagi, "Salah sendiri, dia yang lemah !"
"Bocah kurang ajar ! Mengatakan Raden Wirayoga lemah !" bentak orang yang satunya.
"Memang dia lemah ! Sangat Lemah ! Bahkan tanpa aku pukulpun dia akan pingsan kehabisan nafas," jawab Puguh lagi.
"Bocah tidak tahu diri ! Aku hajar kau !" bentak salah seorang dari mereka sambil melangkah mendekati Puguh dan kemudian melayangkan tendangan kaki kanannya ke arah Puguh.
Buuuggghhh !!!
Tubuh Puguh, yang kecil dan kurus, terkena tendangan orang itu, hingga melayang terlempar ke tengah sungai.
Byuuurrr !!!
Air sungai yang mengalir tenang dan pelan, tersibak saat tubuh Puguh menimpanya, yang kemudian langsung tenggelam, masuk ke air.
Orang yang menendangnya, yang terlihat lebih tua, menunduk dan mengelus elus bagian samping dalam, telapak kaki kanannya yang terasa sakit dan ngilu sehabis dipakai menendang Puguh.
Tanpa orang itu sadari dan lihat, karena gelapnya malam, Puguh yang melihat gerakan kaki menendang ke tubuhnya, reflek menggerakkan lengan kanannya untuk menangkis tendangan. Tanpa Puguh menyadari, tangannya yang bergerak menangkis, teraliri tenaga dalam. Hal itulah yang membuat kaki orang yang menendang tadi merasa sakit.
Dua orang anggota keluarga Ki Demang Waringin Putih itu menunggu hingga beberapa waktu di tepi sungai.
"Bocah itu tenggelam, kakang," kata orang yang lebih muda.
"Biar dia mampus sekalian ! Toh tidak ada yang mengetahuinya saat kita menculiknya !" jawab orang yang lebih tua.
"Ayo kita tinggalkan tempat ini !" ajak orang yang lebih tua tadi.
"Tapi kakang ... " jawab orang yang lebih muda ragu.
"Kita laporkan pada Ki Demang Waringin Putih, kalau anak itu mengaku curang dan kita sudah membunuhnya !" kata orang yang lebih tua, saat mereka berjalan meninggalkan tepi sungai tempat Puguh terlempar dan tenggelam. Sesampai di tepi jalan, mereka berdua menoleh ke kiri dan ke kanan. Setelah merasa aman karena tidak ada orang yang melihat, dengan ilmu meringankan tubuhnya, mereka melesat kembali ke Padepokan Macan Kumbang.
----- * -----
Puguh yang terlempar ke tengah sungai, segera menenggelamkan tubuhnya hingga ke dasar sungai, yang kebetulan bagian tengahnya agak dalam dan arusnya tenang.
Karena selama membantu Ki Poyo, Puguh sering bermain menyelam, maka, ketika tenggelam di dasar sungai, Puguh bisa bertahan di dalam air tanpa bernafas.
Setelah sekitar sepuluh menit berada di dasar sungai, Puguh muncul ke permukaan. Tidak terlihat, dua orang yang sudah menculik dan membawanya ke tepi sungai.
Puguh segera naik ke tepi sungai. Selama beberapa waktu, dia hanya berdiri saja, menunggu seluruh tubuh dan bajunya yang basah kuyup selesai meneteskan air.
Setelah air sudah tidak menetes dari baju dan seluruh tubuhnya, Puguh segera berjalan ke arah jalan. Sesampai di jalan, Puguh mencoba mengingat ingat arah jalan yang tadi dilewati oleh kedua orang yang menculiknya.
Akhirnya dengan susah payah, semalam suntuk Puguh berjalan kaki untuk bisa kembali ke padepokan.
Menjelang pagi hari, Puguh mulai bisa ingat jalan ke arah Padepokan Macan Kumbang. Hingga akhirnya sampai di padepokan ketika matahari sudah muncul dan orang orang sudah mulai melakukan kegiatan.
Sesampai di rumah pondokan tempat Den Roro dan Den Bagus tinggal, pakaian Puguh yang semalam basah kuyup, sudah kembali kering.
Dilihatnya, Den Roro dan Den Bagus sedang berkemas untuk berangkat latihan. Begitu melihat Puguh berjalan dari arah luar, Den Roro memanggil.
"Puguh, cepat ke sini !" kata Den Roro.
Puguh pun cepat cepat mendekat ke arah Den Roro.
"Dari mana saja kamu, pagi pagi sudah dari luar, bukannya membantu kami berkemas !" tegur Den Roro.
"Maaf Den," jawab Puguh pelan. Hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya.
Akhirnya mereka bertiga keluar dari rumah pondokan menuju ke tempat latihan.
Karena Puguh dan Den Bagus sudah menjadi murid dalam, maka tempat mereka berdua sudah berbeda dengan tempat latihan Den Roro.
----- * -----
Hari demi hari berlalu. Tanpa terasa, Puguh sudah tiga bulan berlatih sebagai murid dalam.
Karena menjadi murid dalam, Puguh dan lainnya mulai mendapat latihan tenaga dalam.
Karena di dalam tubuhnya sudah terdapat dasar yang kuat, membuat Puguh tidak merasa berat menjalani latihan.
Selama tiga bulan berlatih tenaga dalam, Puguh mulai sering berlatih tanding, karena di tingkat ini latih tanding diwajibkan untuk bisa mengetahui tingkatan tenaga dalam yang sudah mereka miliki.
Berbeda dengan tingkat dasar, di tingkat menengah ini yang dipandang adalah kekuatan. Semakin kuat seseorang akan semakin dihormati. Tidak peduli dari latar belakang ningrat ataupun rakyat biasa.
Walaupun diam diam tetap terjadi persaingan antar kelompok, yang biasanya terjadi, karena murid dengan kekuatan yang sama, tidak mau tunduk, karena merasa punya memampuan yang seimbang.
DI Padepokan Macan Kumbang, murid yang naik tingkat ke tingkat menengah, akan menjadi sasaran untuk ditarik menjadi pengikutnya. Caranya dengan menantang bertanding dan kalau murid yang baru naik tingkat itu kalah, harus menjadi anak buah atau pembantunya.
Saat ini di tingkat menengah ada dua kelompok yang masing masing saling bersaing.
Kelompok pertama dipimpin oleh Darutama murid dalam yang termasuk murid terpandai di tingkat menengah. Dia sudah lima tahun di tingkat menengah, dan belum berminat naik ke tingkat atas. Dia punya empat teman yang menjadi bawahannya dan sangat loyal padanya.
Kelompok kedua dipegang oleh Kaneko. Dia juga termasuk murid terkuat di tingkat menengah. Kaneko sudah tiga tahun berada di tingkat menengah, dan mempunyai empat teman juga yang menjadi bawahannya.
Sebenarnya masih ada satu kelompok lagi, yaitu murid murid yang tidak mau tunduk pada kedua kelompok itu. Kelompok ketiga ini berisi murid murid dari latar belakang yang beragam, dan dengan tingkat tenaga dalam yang beragam.
__________ ◇ __________
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 325 Episodes
Comments
Darto Toink Katrok
kok bisa gak ada yang terkejut puguh masih hidup🤔
2023-07-23
1
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Maantaapp...!! 👍👍
2023-04-29
1
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Semangat Thor 💪💪💪
2023-04-29
0