Ternyata, apa yang terjadi pada Puguh, juga sempat didengar oleh guru guru di Padepokan Macan Kumbang. Salah satunya adalah Ki Brajapadsa.
Maka pada suatu sore, Ki Brajapadsa memanggil Puguh dan menyuruhnya menghadap ke pondoknya.
Kalau pada awalnya Ki Bajrapadsa heran dengan berita tentang Puguh, anak kecil berusia tujuh tahun yang mampu mengalahkan murid murid dalam yang lebih senior, lebih tua usianya dan sudah lebih lama menjadi murid dalam dibanding darinya.
Kini, begitu melihat sendiri dan memeriksa keadaan fisik Puguh, Ki Bajrapadsa dalam hati merasa kagum.
Anak kecil berusia tujuh tahun, dari latar belakang keluarga biasa, namun memiliki struktur tulang yang bagus. Walaupun badan agak sedikit kurus namun tegap. Otot ototnya terlatih, walaupun tenaga dalam yang tersimpan di tubuhnya masih sedikit.
"Mungkin anak anak yang kalah dari bocah ini, lengah dan meremehkan dan kalah cepat sehingga dapat kena pukul bocah ini," kata Ki Bajrapadsa dalam hati, "Seharusnya tenaga dalam anak ini tidak akan lebih tinggi dari anak anak yang dikalahkannya."
Bahkan pendekar setingkat Ki Bajrapadsa pun tidak bisa merasakan, bahwasanya sebenarnya titik titik syaraf dibagian tubuh tertentu Puguh, sudah terbuka, yang membuat Puguh, jika dalam keadaan tertentu, jika fokus, tubuh Puguh bisa menyerap energi alam dan mengolahnya menjadi tenaga dalam yang harus langsung. Karena titik titik syaraf tertentu yang terbuka itu tidak membuat tubuh Puguh bisa menyimpan energi alam yang sudah diolah menjadi tenaga dalam.
----- * -----
Pada siang hari berikutnya, setelah selesai berlatih di lapangan, Puguh kembali dipanggil Ki Bajrapadsa untuk menghadap. Puguh pun segera pergi ke pondok Ki Bajrapadsa. Ternyata yang dipanggil oleh Ki Bajrapadsa bukan hanya Puguh.
Dengan kedatangan yang hampir bersamaan, dipanggil juga Darutama, Kaneko dan tiga orang murid utama.
Setelah enam orang murid yang dipanggil sudah hadir semua, Ki Bajrapadsa menyampaikan maksud memanggil mereka berenam.
Mereka berenam mendapatkan tugas dari Ki Bajrapadsa untuk mencari kayu hitam di hutan Alas Ombo.
Yang dibutuhkan Ki Bajrapadsa bukan sembarang kayu hitam. Namun kayu hitam yang sudah tumbang sendiri dan kemudian terendam dalam lumpur selama berpuluh tahun.
Selain Darutama dan Kaneko yang sudah terkenal sebagai murid murid dalam yang terbaik, Ki Bajrapadsa bukan asal dalam memilih Puguh. Selain Puguh sudah menunjukkan kemampuannya dalam mengalahkan beberapa murid senior, Ki Bajrapadsa menilai, selain Darutama dan Kaneko, sepertinya sudah tidak ada murid dalam yang mampu melawan Puguh.
Sehingga, walaupun usia Puguh baru tujuh tahun lebih sedikit, namun Puguh sudah menunjukkan, jika dirinya sudah termasuk murid dalam terbaik.
Dengan beberapa alasan itulah, Ki Bajrapadsa yakin, Puguh mampu melaksanakan tugas ini bersama sama dengan lima orang yang lainnya.
Setelah semuanya jelas dengan apa yang menjadi tugasnya, dan apa yang harus dilakukan, mereka berenam disuruh segera pulang ke pondok mereka untuk beristirahat. Karena esok pagi mereka akan segera menuju ke hutan Alas Ombo.
----- * -----
Pagi hari, matahari baru saja menyapa dan menampakkan wajahnya di cakrawala timur. Sinarnya berusaha menyentuh semua yang berada di permukaan bumi, seolah membangunkan yang belum bangun pagi.
Di pondok tempat tinggal Ki Bajrapadsa, terlihat enam orang murid Perguruan Macan Kumbang sudah siap berangkat melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru mereka, Ki Bajrapadsa. Terlihat buntalan perbekalan dan peralatan mereka tercangklong di bahu kirinya.
Setelah berpamitan dan meminta doa restu dari Ki Bajrapadsa, mereka berenam segera berangkat dipimpin oleh murid utama yang bernama Widura.
Dari gerbang Padepokan Macan Kumbang mereka berenam berangkat dengan berjalan kaki biasa. Sesampainya di ujung jalan, mereka mengambil jalur pintas sehingga tidak lagi melewati jalan umum.
Begitu melewati ladang, sungai ataupun bukit, mereka mulai menggunakan berlari cepat menggunakan ilmu meringankan tubuh.
Walaupun usia dan tubuhnya paling kecil, Puguh masih bisa mengimbangi kecepatan lari senior seniornya. Karena dalam keadaan mendesak, secara reflek tubuh Puguh bisa menyerap energi alam tempat dia berada untuk diubah menjadi tenaga dalam. Hanya saja tubuh Puguh belum bisa menyimpan tenaga dalam yang berasal dari mengubah energi alam.
Setelah melewati beberapa ladang, menyeberangi satu sungai dan melintasi satu bukit, mereka berenam tiba di pinggir hutan Alas Ombo. Itu mereka tempuh dalam waktu hampir satu hari penuh.
Karena hari sudah menjelang petang hari, mereka memilih untuk menginap di pinggir hutan, karena lebih aman daripada tidur di dalam hutan.
Setelah hari benar benar gelap, mereka mulai membuat api unggun dari kayu kayu kering yang banyak terdapat di pinggir hutan.
Mereka tidur bergantian dan hanya beralaskan kain seadanya dan berbantal buntalan mereka, tanpa membuat tenda.
Sampai dengan pagi hari berikutnya, mereka tidak menemui halangan yang berarti. Hanya diganggu dengan terdengarnya suara suara binatang buas yang mendekat. Namun, begitu merasakan geteran tenaga dalam dari manusia, mereka akan menyingkir.
Pagi hari, setelah mereka membersihkan diri, mereka segera melanjutkan perjalanan, masuk ke hutan Alas Ombo yang sudah di hadapan mereka.
Begitu mereka berenam masuk ke dalam hutan, walaupun baru di bagian terluar hutan, yang pohon pohonnya belum terlalu rapat dan rimbun, namun mereka sudah disambut suasana gelap dan hawa dingin yang menerpa mereka.
Bukan hawa dingin biasa, namun hawa dingin yang sangat mengintimidasi mereka. Karena hawa dingin itu berasal dari banyak siluman yang sudah sejak lama mendiami hutan Alas Ombo.
"Hati hati ! Tetap bersama sama dan jangan sampai ada yang terpisah ! Kabarnya di hutan ini banyak siluman yang suka mengganggu manusia yang lewat hutan ini !" kata Widura mengingatkan kelima temannya.
Pada dasarnya, bangsa siluman tidak suka dengan manusia dan mereka merasa terganggu dengan kehadiran manusia. Karena tidak sedikit manusia yang memburu dan menangkap mereka untuk kepentingan ego manusia.
Ada manusia yang berburu siluman untuk diambil kekuatannya, karena dipercaya energi dari siluman bisa meningkatkan tenaga dalam seorang ahli beladiri.
Selain itu, siluman yang diburu dan ditangkap manusia, bisa dimasukkan ke dalam senjata dan diyakini bisa meningkatkan keampuhan senjata.
Bahkan untuk jenis jenis siluman tertentu,biasanya yang usianya sudah sangat tua dan mempunyai energi yang tinggi, tidak diambil energinya, namun diajak bekerja sama dalam olah kanuragan. Sehingga ada pendekar yang bisa mengeluarkan siluman dari tubuhnya.
Sementara itu, Puguh, Widura dan keempat murid yang lain, melakukan perjalanan dengan sangat lambat dan penuh dengan kewaspadaan.
Karena, dengan tehnik tenaga dalam mereka, mereka berenam bisa merasakan keberadaan siluman.
Saat ini mereka merasakan keberadaan empat energi siluman yang membuntuti mereka dari samping.
Walaupun masih pagi hari, namun hutan Alas Ombo suasananya sudah sangat gelap temaram. Kegelapan itulah yang sedikit menyulitkan mereka.
"Berhenti !" bisik Widura pada kelima temannya, "Kalian merasakan itu ?"
"Ada empat siluman yang membuntuti kita, kakang !" jawab salah satu murid utama.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ 0 \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 325 Episodes
Comments
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Pokoke Mantap 👍👍
2023-05-27
1
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
2023-05-27
1
Pakdepo
👍👍👍👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
2022-11-17
2