Warning : Karya ini hasil orisinal aku dan hanya karangan fiktif semata. Bahasa bisa saja kasar jadi dimohon untuk tidak menirukan nya.
...•...
...•...
...•...
Sebelumnya :
“Kalau begitu aku akan pergi ke kelasku sekarang, terima kasih Max sudah menolongku tadi,” ucap Zen dengan cepat dan langsung pergi dari tempat kejadian meninggalkan Max sendiri dengan keadaan termenung.
...| (❁❁) |...
Zen menghela napas kasar saat tubuhnya dibaringkan di atas kasur. Tas dan sepatu yang dipakainya sudah terlempar sembarang kearah pojok ruangan. Seluruh tubuhnya mengalami rasa kebas ringan dengan persendian yang kaku.
Merenggangkan kembali kedua tangannya yang entah sudah berapa kali dia lakukan dengan sangat kencang hingga membuat tulangnya berbunyi karena perenggangan tersebut.
“Hufttt, aku tidak tahu jika jadwal yang kulakukan akan melelahkan seperti ini.”
“Ditambah setiap persendian milikku terasa sangat kaku. Apa ini yang dimaksud dengan olahraga yang terlalu berlebihan?” gumam Zen sambil melihat kearah kedua tangannya yang kini terpasang beban seberat 2 kg di setiap sisinya.
“Tetapi tetap saja aku tidak bisa bersantai-santai jika 5 hari dari sekarang akan terjadi kiamat,” ucap Zen sambil mengangkat tangan kananya kearah lampu kamar dan mencoba untuk menutupinya.
‘Tetapi apa aku bisa? Jika aku terlalu berlebihan bukankah itu akan sangat buruk untuk tubuhku? Tapi jika aku tidak memaksakannya stamina milikku tidak akan meningkat!’
‘Aku tahu jika aku memang tidak bisa meningkatkan staminaku, tetapi olahraga ini harus tetap kulakukan, setidaknya ini bisa mencegahku untuk pingsan saat berlari,’ batin Zen.
“Ditambah aku ingin menarik Leo dan Lin ke sisiku, aku harus mempunyai kartu as untuk melindungi mereka. Aku tidak bisa mengandalkan mereka saja. Terlebih Lin masih berumur 7 tahun,” gumam Zen yang mulai memikirkan kembali rencana yang sudah di susunnya sejak mengulangi kehidupannya kembali.
“Aku tidak bisa memanfaatkan energi supranatural, karena energi supranatural hanya ada saat kiamat kedua terjadi.”
‘Bisa dibilang aku harus mencari cara agar bisa bertahan sampai kiamat bagian kedua muncul,’ batin Zen bangkit dari tidurnya dan mendudukkan diri mencoba berpikir.
“Aku tidak bisa melakukan hal yang sama seperti kehidupanku dahulu,” gumam Zen sambil mengingat cara bertahan hidupnya yang bisa terbilang cukup ekstrem.
‘Aku hanya punya dua pilihan, antara berlari hingga kakiku patah atau bersembunyi di tumpukan mayat zombie yang baunya sangat busuk.’
“Tentu saja aku tidak bisa melakukan keduanya karena aku akan mengikutsertakan Leo dan Lin,” ucap Zen dan kembali memikirkan caranya kembali.
‘Aku tidak mungkin juga harus menjaga mereka 24 jam sehari, terutama Lin harus membiasakan diri pada hari kiamat seperti itu. Mereka berdua harus terbiasa untuk membunuh.'
Mungkin ini terdengar kejam, tetapi ini adalah cara yang paling jitu saat berhadapan di dunia yang mengalami kiamat. Membunuh atau dibunuh, itu adalah prinsipnya.
Bahkan jika itu adalah anak berumur 7 tahun seperti Lin, mereka harus cepat beradaptasi dengan hukum baru atau merekalah yang akan terbunuh.
“Apa aku harus mencari tempat persembunyian yang aman?”
‘Tidak mungkin juga aku akan tinggal di gedung rawan yang bahkan aku tidak tahu apakah itu aman dari serangan zombie atau tidak. Terlebih aku tidak ingin melewatkan tidur 8 jam sehari ku!’
Jangan salahkan aku jika aku terlalu terobsesi dengan yang namanya tidur. Saat terjadinya kiamat aku tidak pernah tidur dalam keadaan tenang.
Perasaan waspada pasti selalu menghantuiku. Bahkan jika itu hanya bunyi lantai yang berderit sudah bisa dipastikan akan langsung membangunkan ku.
Sebelum bertemu dengan kakak, tidurku bisa dipastikan hanya 3 jam dalam 2 hari. Bahkan tidak jarang selama 3 hari 3 malam aku tidak tidur karena harus menghindari kejaran zombie.
Setelah bertemu dengan kakakku, jam tidurku bisa dikatakan sangat membaik, yang tadinya aku hanya bisa tidur 3 jam dalam 2 hari, aku bisa tidur setidaknya 2-3 jam dalam satu hari.
Bukankah itu sangat membaik?
Jadi jangan halangi jam tidurku dengan diriku oke? Salah satu hal yang ingin kulakukan setelah menciptakan ending yang bagus untuk kakakku adalah memiliki jam tidur selama 8 jam sehari! Atau jika perlu 12 jam sehari!
‘Tetapi jika aku mencari tempat untuk berlindung, besar kemungkinan keamanan tempat itu akan berubah saat terjadinya kiamat,’ batin Zen mulai mengernyitkan keningnya saat berpikir.
Kini kedua tangannya disilangkan di depan perutnya dengan kedua kakinya ikut disilangkan menjadi duduk bersila.
“Aku hanya punya dua cara sekarang,” gumam Zen menyimpulkan analisis yang telah berhasil dibuatnya.
Cara pertama adalah menyerang secara membabi buta sambil mencari tempat persembunyian yang aman dan berlindung di dalam sana sampai kiamat kedua datang.
Tetapi cara ini terlalu beresiko, pertama aku tidak yakin siapa saja yang akan berada di dalam party ku.
Aku memang ingin menarik Max kedalam dan menjadikannya sebagai inti dari rencana ini, tetapi ada beberapa alasan yang akan membuat ini menjadi tidak kredibel.
Alasan pertama dan yang paling penting, aku tidak yakin apa bisa meyakinkan Max untuk masuk kedalam party ku. Aku memang ingin menyelamatkannya tetapi untuk mengajaknya masuk kedalam party agak sedikit sulit.
Jikapun aku bisa mengajaknya untuk bergabung di dalam party, aku belum tentu bisa memerintahkannya untuk menarik perhatian zombie dengan satu lawan kelompokkan.
‘Orang gila mana yang akan menerimanya jika disuruh untuk satu lawan 30 zombie?!’
Walaupun aku yakin dia bisa memenangkannya dalam sekali pukulan tanpa membutuhkan senjata yang cukup efektif seperti pistol maupun pisau.
Mungkin dengan batangan besi ataupun linggis cukup untuknya. Bagaimanapun dia adalah petarung dengan tangan kosong.
‘Mungkin knuckle cocok untuknya,’ batin ku sambil menganggukkan kepalaku pelan.
Ditambah hubunganku dengan Max tidak sampai di dalam hubungan di mana saling mempercayai satu sama lain sebagai rekan tim. Hubunganku dengan Max saat ini sangat canggung.
Dia bahkan tidak menyuruhku untuk membelikannya makanan saat jam istirahat kedua seperti biasanya.
“Sepertinya dia sedang mencoba untuk menghindari ku setelah kejadian tadi,” ucap Zen.
Lalu risiko kedua adalah tempat perlindungan itu bisa saja hancur kapan saja. Entah itu diakibatkan bom yang diledakkan oleh pemerintah maupun hancur karena serangan kerumunan zombie.
“Bisa dibilang rencana ini sangat beresiko, aku juga harus membawa kedua anak itu, ini akan merepotkan jika mengunakan cara ini.”
‘Walaupun aku sangat ingin mengunakannya karena bisa saja aku mendapatkan tidur 8 jam ku walaupun hanya beberapa hari saja,’ batin Zen dengan air mata imajiner mengalir.
Lalu rencana kedua, ini tidak terlalu beresiko tetapi tidur 8 jam sehari ku bisa terancam!
Caranya sangat mudah, bahkan bisa dilakukan tanpa adanya Max. aku hanya perlu mencari gedung tertinggi dan menjadikan atap gedung tersebut sebagai tempat tinggal ku sampai kiamat kedua datang.
Untuk melawan zombie tersebut aku hanya perlu memasang jebakan di atap gedung tinggi yang menjadi tempat perlindungan sementara untukku, atau aku bisa juga membuat bom mini yang bisa membakar zombie-zombie tersebut secara langsung.
Untuk membuat sebuah bom mini tidak membutuhkan bahan yang rumit, terlebih aku tahu cara untuk membuatnya. Mungkin hal yang menjadi penghalangnya adalah saat aku membeli cairan zat kimia untuk bahan pembuatannya, walau begitu aku masih bisa mencari cara untuk mendapatkannya.
Lalu untuk jebakan mungkin aku akan mengunakan kail pancing atau kawat besi yang tajam dan memasangnya di rute jalan untuk ke atap, atau bahkan aku bisa memasangnya langsung di atapnya.
Bagaimanapun juga zombie di awal kiamat tidaklah terlalu kuat, hanya jumlahnya saja yang banyak, tetapi tentang kekuatan mereka, nilai nol akan sangat cocok. Yah itu bisa dimengerti, zombie membutuhkan energi supranatural untuk berevolusi.
Sedangkan saat kiamat pertama terjadi, udara tidak memiliki energi supranatural yang beterbangan di sana. Jadi dengan kail pancing yang cukup tajam untuk menggores mereka saja sudah cukup.
Jikapun itu tidak cukup, aku mungkin akan melumuri racun di atas kail pancing tersebut. Walaupun tidak akan membuat zombie mati tetapi itu cukup untuk membuat mereka lemah.
Setelah para zombie ini memasuki keadaan lemah, aku hanya perlu membunuhnya dengan linggis lalu membuang mayat zombie itu dari atap sehingga bau busuk zombie tidak akan terlalu berpengaruh untuk tempat tinggal ku nanti.
Lalu untuk rute pelarian jaga-jaga untuk kemungkinan terburuk, yaitu bom yang dijatuhkan pemerintah. Mengapa pemerintah melakukan hal itu?
Jawabannya simpel, karena pemerintah sudah terlalu putus asa dengan penyebaran virus zombie yang terjadi dengan sangat cepat, mereka memilih untuk menjatuhkan bom di daerah yang terdapat populasi zombie terbanyak tanpa peduli jika mungkin ada manusia yang mencoba untuk bertahan hidup di tengah-tengah sekumpulan para mayat hidup tersebut.
Aku hanya perlu menyiapkan sebuah parasut ataupun tali dengan pengait untuk memudahkan pindah dari gedung tinggi kesatu dengan gedung tinggi lainnya. tetapi ada satu hal yang aku khawatirkan, daerah ini adalah daerah kedua yang memiliki zombie terbanyak.
Kemungkinan 70% daerah ini akan memiliki bom yang akan dijatuhkan pemerintah.
“Karena itu aku sangat membenci pemerintah,” gumam Zen dengan kesal.
Selain mereka ingin memperalat kakakku, mereka juga tidak segan membunuh manusia yang mencoba bertahan hidup di dunia yang hancur ini. Tanpa memandang gender, tua dan muda, bahkan jika itu adalah bayi yang berumur 3 bulan.
Karena program pemerintah ini, terjadi perbedaan pendapat dan menyebabkan terdapat beberapa fraksi di negara yang hancur ini.
Fraksi pertama adalah fraksi yang terdiri dari para penjabat pemerintah, mereka adalah kaum politik yang memiliki asas untuk membuat negara lebih baik di dunia yang kiamat ini dengan menghabisi semua zombie walau harus membunuh warga tidak bersalah.
Fraksi kedua adalah fraksi tempat para prajurit militer yang berpisah dengan fraksi pertama. Bisa dibilang di fraksi ini adalah fraksi prajurit militer yang masih memiliki hati nurani untuk mematuhi etika militer mereka, yaitu mengorbankan nyawa demi perdamaian warga negara. Kalian bisa bilang jika fraksi ini adalah fraksi yang baik.
Fraksi ketiga adalah fraksi tempat berkumpulnya para pembunuh bayaran. Mereka lebih suka menyebutnya dengan fraksi netral. di sini hanya terdapat satu hukum yang berlaku dan hanya bisa dideskripsikan dengan satu kata, BEBAS!
Kalian bebas untuk melakukan apa pun, membunuh, mencuri, melecehkan atau lainnya, tidak akan ada hukum yang mengikat kalian. Di sini juga tempat tinggal Leo pada masa lalu.
Fraksi keempat adalah fraksi milik kakakku. Yah kalian tidak salah baca, kakakku memiliki kedudukan yang besar di sini.
Mengapa aku bilang fraksi kakakku? Karena setelah kakakku berhasil membangun base teraman, banyak pemimpin base mendatangi kakakku untuk meminta kerja sama. Dan jumlah mereka tidak banyak. Hanya terdapat 5 base kelas menengah.
Karena itu aku menyebutnya dengan fraksi kakakku. Fraksi kakakku tidak memiliki tujuan seperti para pemerintah maupun tujuan seperti anggota prajurit militer. Fraksi ini hanya memiliki tujuan, yaitu untuk membangun sebuah rumah untuk para warga yang bisa mereka jadikan sebagai tempat pulang di dunia yang hancur ini.
Tujuan mereka berbeda dengan fraksi pemerintah yang lebih terkesan terobsesi dan fraksi prajurit yang akan mempertaruhkan nyawa mereka hanya untuk warga biasa atau bisa disebut tipikal baik-bodoh. Mereka hanya ingin hidup dengan tenang di dunia yang hancur.
Karena visi ini lah yang membuat fraksi ini lebih kuat dibandingkan dengan fraksi lainnya. Ditambah di fraksi ini terdapat para pemimpin yang memiliki kekuatan supranatural yang sangat kuat bahkan tiga diantaranya sudah mencapai tingkat 7.
Yang pertama adalah ketua dari base yang menjaga perbatasan di sektor barat, tempat di mana banyak sekali tumbuhan mutan yang berevolusi. Tumbuhan mutan adalah tumbuhan yang memiliki akal pikiran untuk bertahan hidup.
Kalian harus berhati-hati dengan tumbuhan mutan ini, walaupun mereka jarang memiliki kemampuan untuk menyerang tetapi mereka memiliki tingkat racun yang sangat tinggi dan sektor barat adalah tempat paling banyak yang memiliki tumbuhan mutan tersebut.
Bahkan rumput liar sekalipun sangat berpotensi untuk berubah menjadi mutan.
Karena ini juga pemimpin basis di sektor barat sangat pandai dalam bidang pengobatan racun.
Terutama pemimpin basis ini, sang Elf itu adalah julukannya, dia membangkitkan kemampuan penyembuhan yang mana sangat berguna di dunia kiamat ini.
‘Jika aku tidak salah ingat tingkat terakhirnya adalah tingkat 6’ batin Zen mengingat kembali memori lamanya.
Lalu yang kedua adalah basis didekat pegunungan berapi aktif. Tempat itu adalah basis tempat berkumpulnya para penempa senjata hebat.
‘Mereka saja mengunakan lahar gunung berapi untuk menempa sebuah senjata,’ batin Zen sambil bergidik ngeri.
Basis ini bisa dibilang tempat para suku bar-bar tinggal. mengapa aku bilang suku bar-bar? Tentu saja karena manusia yang tinggal di sana tidak ada yang waras!
Bagaimana bisa mereka dibilang waras saat menyerbu sekumpulan zombie dengan tangan kosong dan tanpa persiapan apa pun!
“Bahkan aku masih mengingat pemimpin mereka yang tertawa sangat keras sambil melayangkan pukulan tangan kosong kearah zombie tingkat 4,” ucap Zen dengan keringat dingin yang menetes.
Walaupun begitu harus kuakui mereka adalah manusia yang kuat. Rata-rata orang yang tinggal di sana membangkitkan kemampuan api. Termasuk pemimpinya, Sang Shura.
Dia adalah perempuan gila yang tidak ada takut-takut nya. Tingkatan terakhir miliknya adalah tingkat 7.
Basis ketiga adalah basis yang terletak di dalam gua yang terletak di sektor timur, sektor tempat ku berada. Mahkluk yang mereka hadapi bukanlah zombie, melainkan hewan mutan. Benar bukan hanya manusia dan tumbuhan, hewan juga ikut bermutasi.
Tetapi bukan hewan seperti singa, harimau dan yang lainnya mereka hanya menjaga mahkluk yang berada di dalam gua yang bersembunyi di kegelapan.
Benar mereka hanya menjaga kelelawar. Hewan nokturnal yang sulit untuk dihadapi. Setelah bermutasi, ukuran hewan tersebut bertambah besar 10 kali lipat! Ditambah mereka memiliki pendengaran yang bagus, karena itu mereka sangat sulit untuk dihadapi.
Pemimpin basis ini adalah seorang laki-laki dengan tubuh yang kekar, dia membangkitkan kekuatan supranatural tipe angin. Kalian bisa menyebutnya dengan sang hunter.
‘Yah kurasa julukan itu sangat cocok untuknya, bagaimanapun dia adalah pemburu bagi para mahkluk nokturnal itu.’
Tetapi sepertinya aku yakin jika kekuatan Leo lebih baik daripada dia. Karena dia hanya mengunakan kekuatan supranaturalnya untuk membantu menerbangkan para prajuritnya agar mempermudahkan melawan kelelawar yang memiliki sayap. Tingkatan terakhir adalah tingkat 5.
Basis keempat adalah basis yang berada tepat di pinggir laut. Jika kalian mengira energi supranatural tidak memengaruhi bawah air maka kalian salah, yah di sana juga terpengaruh dengan energi supranatural yang membuat hewan bawah laut menjadi mutan!
“Haahhh, tiba-tiba saja otakku terasa seperti ingin meledak!” ucap Zen menyerah sebelum memulai.
Pemimpin basis ini adalah perempuan cantik berumur 40 tahun. Mengapa aku bilang jika dia cantik? Tentu saja karena wajahnya tidak mencerminkan usianya! Dia membangkitkan kemampuan abstrak yaitu kemampuan Kristal.
Dia bisa memadatkan apa pun asalkan memiliki wujud dan mengubahnya menjadi Kristal yang tajam. Jadi dia tidak bisa memadatkan angin, oke. Julukannya kalau tidak salah adalah sang Rose. Tingkat terakhir adalah tingkat 7.
“Kurasa itu sangat cocok, bunga mawar itu melambangkan wajahnya dan duri mawar melambangkan kemampuannya.”
Dan yang terakhir adalah pemimpin basis di sektor pusat, tempat laboratorium terbesar berada. Kalian bisa memanggilnya ilmuwan gila. Apa yang aku katakan tidak salah kok, karena memang orang itu adalah orang gila yang sudah tidak bisa di obati.
Anggota basis ini rata-rata adalah ilmuan yang meneliti antibodi untuk virus zombie bahkan jika bisa mereka sedang mencari serum untuk menyembuhkan virus zombie.
Pemimpinnya adalah penguna kekuatan supranatural tipe abstrak yaitu kabut beracun. Karena kemampuannya ini membuat laboratorium pusat susah untuk didatangi.
Karena kemampuannya juga dia sering mengalami adu mulut dengan Sang Elf. Tingkat terakhir adalah tingkat 7.
Dan itu adalah nama daftar sekutu kuat kakak di masa depan. Dengan kakak yang sudah mencapai tingkat 7 membuat fraksi miliknya memiliki 4 penguna yang sudah mencapai tingkat tertinggi ini.
“Ah, aku melupakan si pengkhianat itu,” Gumam Zen dengan jengkel. Yah, si pengkhianat juga berada di tingkat 7.
‘Sudahlah, mengapa aku jadi membahas hal ini?’ batin Zen bertanya-tanya.
“Ini membuat pikiranku menjadi pusing!” ucap Zen sambil mengacak rambutnya frustrasi.
“Baiklah sudah ku putuskan untuk mengunakan rencana kedua saja, untuk pembuatan bomnya akan kulakukan nanti. Sekarang aku ingin tidur dan mengistirahatkan otakku yang sudah sangat panas ini!” ucap Zen lalu menarik selimut hingga menutupi wajahnya.
“lagi pula bukan berarti aku akan terseret dengan mereka bukan?” gumam Zen lalu menutup matanya.
Tanpa mengetahui jika dia akan terseret dalam keributan 6 pemimpin fraksi di atas.
...| (❁❁) |...
...•...
...•...
...•...
Maaf jika ada typo yang tidak menyenangkan.
Jangan lupa Like, Vote, Komen nya ya Reader~San o(〃^▽^〃)o
Instagram : lmnr_vv
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments