|(9) Dewa Sialan|

Warning : Karya ini hasil orisinal aku dan hanya karangan fiktif semata. Bahasa bisa saja kasar jadi dimohon untuk tidak menirukan nya.

...•...

...•...

...•...

Sebelumnya :

“Jangan mencari masalah denganku, jika kamu tidak mendengarkan perkataan yang ku ucapkan, aku tidak akan segan untuk membuat semua tulang mu patah menjadi dua bagian,” ucap Zen dingin lalu meninggalkan Joy yang masih bergetar ketakutan dibelakangnya.

...| (❁❁) |...

“Hahhh, membuat mood ku menurun saja,” gumam Zen yang sudah berada di dapur apartment miliknya untuk membuat makan malamnya.

Tentu saja makanan yang dia masak adalah makanan praktis yang bisa dimasak siapa saja termasuk dirinya yang notabennya tidak bisa memasak. Apalagi jika bukan mie instan.

Hanya memerlukan waktu setidaknya selama 6 menit untuk menunggu mie itu matang dan siap untuk dimakan. Dengan perlahan dia memakan hasil makanannya yang biasa-biasa saja itu.

‘Benar saja, makan adalah cara untuk mengembalikan mood dengan cepat,’ batin Zen lalu melanjutkan makannya hingga habis.

Setelah selesai dia meletakkan piring kotor di wastafel dan mulai mencucinya. Untuk pekerjaan seperti ini, sangat mudah dilakukan oleh Zen. Bagaimanapun dia tidak pernah diperhatikan oleh orang tuanya sejak kecil, itu mengharuskan Zen kecil melakukan segala sesuatu sendiri.

Dimulai dari mencuci piring, mencuci baju, membersihkan kamar dan pekerjaan rumah lainnya. Tentu saja kecuali memasak. Dia sangat buruk dalam memasak. Untuk urusan memasak biasanya dia hanya bisa menyerahkan kepada kakaknya.

Jika kakaknya tidak ada di rumah yang bisa dia lakukan adalah membuat mie instan secara diam-diam untuk mengisi perutnya atau menahan lapar sampai kakaknya kembali.

Setelah menyelesaikan kegiatan mencuci piringnya dia beralih ke latihannya. Tangan kananya kini sudah menggenggam pisau dapur dan mulai mengayunkannya sesuai dengan teknik yang sudah dilatihnya dalam kehidupan terakhir.

‘Benar saja, sesuai dugaan ku jika tubuhku tidak bisa mengayunkan pisau ini secara maksimal,’ batin Zen setelah mencoba mengayunkan selama tiga puluh menit.

Yang dimiliki Zen saat ini hanya ingatan mengenai teknik dan gerakan yang dimilikinya di kehidupan pertama. Sementara tubuhnya saat ini tidak bisa menampung semua teknik dan gerakan yang dia lakukan. Bagaimanapun tubuh miliknya sekarang lemah dan tidak memiliki dasar-dasar pelatihan.

Jika dia tetap memaksakan hanya akan mengakibatkan lengan miliknya sakit dan kaku. Mau tidak mau dia harus tetap memaksakan untuk tetap melakukan gerakan yang sudah di latihnya di kehidupan sebelumnya.

Setelah puas mengayunkan pisau dapur selama satu jam di tangan kanannya, kini dia mengambil satu pisau dapur untuk tangan kirinya dan mulai berlatih lagi.

Itu benar, Zen adalah penguna belati ganda. Tangan kiri miliknya sama efektif dengan tangan kanannya. Tetapi kelebihannya ini selalu disembunyikannya, bahkan hanya 2 orang yang mengetahuinya, kakaknya dan sang pelatih yang sudah melatihnya.

Sebagai orang yang tidak bisa mengunakan kekuatan supranatural bisa dipastikan dia akan diincar dan dianggap paling lemah sehingga bisa dibunuh oleh siapa saja.

Karena ini dia menyembunyikan sebagian keunggulannya. Puas dengan gerakan tangan yang sudah tidak kaku lagi, dia meletakkan kembali kedua pisau dapur itu ditempatnya dan berjalan ke kamarnya untuk mandi.

Yah setelah berlatih gerakannya, dia mengeluarkan cukup banyak keringat yang membuatnya merasa tidak nyaman dan berakhir dengan memutuskan untuk mandi.

‘Walaupun aku tahu jika air yang ada dikamar mandi itu akan sangat dingin,’ batin Zen diam-diam bergidik ngeri.

“Hufttt, setidaknya aku tahu teknik milikku masih bisa diterapkan. Aku hanya perlu berlatih untuk memperlancar nya saja dan membiasakan tanganku untuk menyentuh pisau,” ucap Zen menghela napas lelah dan menyandarkan tubuhnya di bath up.

‘Benar saja ini dingin,’ batin Zen lalu mulai membilas dirinya dengan cepat.

Apartemen milik Zen termasuk apartemen kecil. Hanya apartemen berukuran 25 meter persegi yang sesuai dengan uang sewa yang bisa dibayarnya. Apartemen itu hanya terdiri dari satu kamar, satu dapur, dan satu ruang keluarga ukuran kecil.

Ditambah kamar mandi miliknya menyatu dengan kamar tidur. Bahkan untuk mengurangi biaya sewa dia harus menyewa apartemen yang tidak memiliki pemanas untuk air mandinya.

Jika dia ingin mandi air hangat, dia harus memasak air terlebih dahulu yang akan memakan waktu lumayan lama.

Bahkan jika kakaknya selalu memberi uang bulanan kepadanya, dia tidak pernah menggunakan uang itu sepeserpun. Dalam hidupnya dia selalu memiliki motto untuk tidak terlalu bergantung pada siapa pun, bahkan jika itu adalah kakaknya sendiri.

Jadi dia lebih memilih untuk bekerja walau tahu akan diperlakukan seperti itu dibanding menggunakan uang kakaknya ataupun uang orang lain. Jikapun dia mengunakan uang itu pasti akan selalu dikembalikannya.

Uang bulanan yang diberikan oleh kakaknya selalu berakhir dia sumbangkan atau dia kembalikan kepada kakaknya. Bahkan jika kakaknya tidak menerima, dia akan mengembalikan kembali menggunakan perantara orang tua mereka.

Setelah 10 menit berendam di air dingin, dia bangkit dan memakai baju yang nyaman untuk tidur. Yah, ini sudah lewat dari jam 22.00. Zen harus tidur sekarang, bagaimanapun dia tidak ingin telat saat masuk sekolah besok.

“Berbicara tentang sekolah, aku semakin tidak sabar untuk bertemu dengannya,” gumam Zen lalu menutup mata miliknya dan mulai terhanyut oleh mimpi.

Pukul 06.56, seorang pemuda berdiri dihadapan kulkas dengan handuk yang masih bertengger di bahunya. Pemuda itu Zen, baru saja menyelesaikan joging pagi yang dilakukannya.

‘Jarak yang ku tempuh tadi hanya 5 km, sepertinya sama seperti kemarin, yang berbeda adalah aku hanya berhenti untuk istirahat sebanyak dua kali saja,’ batin Zen sambil mengambil kotak sereal yang dibelinya kemarin di minimarket serba ada.

‘Untungnya aku tahu trik mengatur pernafasan saat berlari yang ditemukan olehku melalui pengalaman hidupku. Berbicara tentang lari aku jadi mengingat bagaimana aku bisa selamat dari zombie-zombie itu,’ batin Zen.

Jika kalian berharap aku menebas kepala zombie itu mengunakan benda tajam maupun tongkat besi, kalian salah besar. Aku tidak selamat dengan melakukan hal-hal tersebut.

Yang kulakukan adalah lari. Berlari dengan sekuat tenaga menghindari kerumunan zombie yang ingin memakan ku. Berlari walaupun kakiku tidak sanggup lagi untuk melangkah demi keselamatan hidup. Berlari tanpa memedulikan apa pun sampai aku menemukan tempat aman dari jangkauan zombie. Berlari untuk bertahan hidup.

“Jika mengingatnya lagi itu adalah hal yang lucu,” ucap Zen lalu memasukan sereal yang sudah dibuatnya kedalam mulutnya.

Seorang Zen Westerlock memiliki kekuatan fisik yang lemah. Itu adalah fakta. Karena menyadari kekuatan fisik yang lemah itu, membuat Zen membenci olahraga.

Karena dia menyadari, sebanyak apa pun olahraga yang dilakukan tidak akan meningkatkan kekuatan fisiknya, justru itu hanya akan membuat persendiannya kaku dan menderita rasa sakit.

Tetapi ada satu hal yang diketahui Zen setelah merasakan akhir dunia. Dia memang tidak bisa meningkatkan kekuatan fisiknya tetapi bukan berarti dia lemah.

Tubuhnya kuat, tubuhnya mampu menjalankan aktivitas berat. Walaupun setelah olahraga dia menderita sakit otot tetapi dokter selalu mengatakan jika tubuhnya kuat.

Itu juga alasan bagaimana Zen masih mau mencoba untuk melakukan olahraga meskipun kekuatan fisiknya lemah. Tubuh miliknya bisa mengimbangi aktivitas berat tetapi kekuatan yang dimilikinya tidak cukup untuk melakukan aktivitas berat.

Karena itu dia bisa menyimpulkan satu hal setelah akhir dunia terjadi. Dia memang tidak bisa meningkatkan kekuatan fisiknya tetapi dia bisa melakukan sesuatu untuk menutupinya.

Karena itu dia mulai mengenal istilah teknik.

Teknik di mana dia bisa berlari dengan jarak yang cukup jauh tanpa harus mengkhawatirkan kekuatan fisiknya.

Teknik belati ganda yang dimodifikasi menjadi sesingkat mungkin dan merubahnya menjadi teknik miliknya untuk menutupi kekuatan fisiknya yang lemah.

Teknik di mana dia bisa mengunakan pistol dengan daya lontar tinggi tanpa harus mencemaskan kekuatan fisiknya yang tidak seberapa dan teknik di mana dia bisa bertahan melawan kerumunan zombie dengan kekuatan fisik yang lemah.

Kekuatan fisik yang buruk itu tertutupi dengan adanya teknik rahasia yang sudah di analisisnya itu. Dan karena semua teknik itu dia bisa bertahan hidup hingga beberapa tahun ke depan.

Karena teknik ini, seorang Zen Westerlock sanggup untuk berlari 10 sampai 20 kilometer dengan napas yang teratur untuk melarikan diri dari sekelompok zombie yang mengejarnya.

Teknik pernafasan paru-paru.

Paru-paru memiliki kapasitas untuk menyimpan volume udara sekitar 4-5 liter untuk pria dan 3-4 liter untuk wanita. Paru-paru memiliki 4 volume penyimpanan udara, volume tidal, volume cadangan inspirasi, volume cadangan ekspirasi, dan volume residu.

Yang ku gunakan di sini adalah volume residu. seperti penjelasan yang biasanya ada di website. Volume residu adalah volume udara yang tetap berada di dalam paru-paru, meskipun napas sudah dihembuskan dengan kuat.

Sebelum itu aku akan menjelaskan sedikit tentang kiamat yang akan terjadi. Kiamat dibagi menjadi dua bagian, kiamat pertama terjadi di sektor A, tempat pertama zombie ditemukan dan tempat zombie pertama diletakkan. Lalu kiamat kedua terjadi saat bumi mengalami kejatuhan meteor.

‘Jika aku tidak salah ingat itu tepat 30 hari setelah kiamat pertama terjadi,’ batinku sambil mengingat-ingat kembali.

Tepat di kiamat kedua setelah jatuhnya meteor, para manusia mulai mengalami kebangkitan kekuatan supranatural. Pada saat itu juga mulai tersebar energi supranatural yang membuat para manusia mengalami kebangkitan.

Energi itu berasal dari batu meteor yang terjatuh ke bumi. Energi supranatural mulai menyebar ke seluruh penjuru dunia dan jumlahnya tidak terbatas atau bisa dibilang infinite.

Aku memanfaatkan energi supranatural ini untuk memperbesar jumlah volume residu yang bisa ditampung di paru-paru. Jumlah total yang seharusnya ada di paru-paru adalah sekitar 1200 mililiter, setelah mengunakan energi supranatural aku bisa memperluas setidaknya 5 kali lipat dari jumlah aslinya.

Karena jumlah kapasitas volume residu milikku ini yang 5 kali lipat dari jumlah aslinya mampu membuatku setidaknya bisa berlari 10 kilometer tanpa harus mengkhawatirkan pernafasan serta kekuatan fisikku yang lemah.

Tentu saja bukan hal mudah untuk melakukan itu, setidaknya kamu harus bisa fokus untuk mengarahkan energi supranatural yang bertebaran di udara dan menariknya masuk menuju paru-paru mu, lebih tepatnya tempat cadangan volume residu berada.

Membutuhkan konsentrasi yang tinggi untuk melakukannya, jika kamu bisa mengarahkannya ke paru-paru saja itu sudah cukup bagus. Tetapi jika kamu gagal mengarahkannya dan energi itu malah mengarah ke tempat berbahaya seperti jantung, tulang, dan otak. Mungkin kamu sudah mati.

Yah, risiko kegagalan itu adalah mati. Kecuali jika kamu bisa menyerap energi supranatural dan menyebarkannya ke tubuhmu dalam waktu singkat sampai membuatnya seimbang kembali, mungkin kamu tidak akan mati.

Tetapi itu mustahil bukan untuk dilakukan? Untuk fokus mengarahkannya ke satu tempat saja sudah membutuhkan konsentrasi yang tinggi, bagaimana dengan membuatnya seimbang? Itu mustahil! Bisa-bisa tubuhmu meledak terlebih dahulu karena tekanan energi yang tidak seimbang.

Kalian pasti bertanya bukan mengapa aku bisa melakukannya? Itu simpel, karena aku mengetahui struktur tubuh manusia dengan sangat baik. Lebih tepatnya karena aku ingin dicintai oleh kedua orang tuaku, aku mencoba untuk belajar lebih giat, membaca lebih banyak, dan mengingat semuanya.

Tetapi apa? Aku tetap tidak bisa mengalahkan kakakku. Sudah kubilang bukan, kakak adalah eksistensi sempurna. Karena aku belajar lebih giat, bisa dibilang aku genius di antara siswa yang seumuran denganku.

Walau begitu pancaran yang ku pancarkan tidak bisa lebih terang dari pancaran milik kakakku. Karena itu aku menyerah untuk lebih unggul, sebaliknya aku hanya membaca buku untuk ku jadikan bahan baca untuk waktu luang ku.

Karena aku mengingat struktur tubuh manusia dengan sangat rinci aku bisa mengarahkan energi itu dengan baik melalui cabang-cabang yang ada di dalam tubuhku.

Walau begitu tetap saja itu masih membutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi dan menghabiskan banyak waktu.

Aku bisa memperluas lima kali lipat setelah berjuang mempertaruhkan hidupku selama 2 tahun. Setelah 2 tahun itu aku tidak pernah menyerap energi lagi karena setelah 2 tahun aku kembali dipertemukan dengan kakakku dan dimulailah pelatihan neraka itu.

//Kringgg …......

Bunyi alarm handphone milikku membuatku kembali ke dunia nyata dan segera mematikan alarm yang ku pasang. Mataku membulat saat tahu jika jam sudah menunjukkan pukul 07.15.

“Sial, aku telat!” teriakku lalu segera berdiri, menyambar tas yang ku taruh di atas sofa dan mulai berlari liar menuju bus sekolah.

‘Sial, sial, sial, bagaimana bisa aku telat?! Aku tidak bisa telat!’ batinku mulai merasa panik.

‘Jika aku tidak masuk kelas, kakak akan mengetahuinya dan dia tidak akan melepaskan ku,’ batinku lagi dan mulai berlari menuju halte bus.

‘Itu dia busnya!’ batinku dan mempercepat langkah kakiku.

“Tidak, kumohon jangan pergi dahulu. Tunggu!” teriakku kepada bus yang mulai berjalan.

Sepertinya aku sedang sial, bus itu tidak berhenti dan berjalan cepat ke depan tanpa mendengarkan teriakan ku.

“Akhhh! Sial, sekarang bagaimana aku akan pergi ke sekolah?” gumam ku sambil berpikir.

‘Sepertinya tidak ada cara lain selain berlari menuju sekolah,’ batinku setelah selesai berpikir.

“Tetapi apa aku bisa?” gumam ku sambil bertanya pada diri sendiri dengan tidak yakin.

“Persetan dengan itu semua, lebih baik mencoba daripada menyerah. Aku tidak ingin dimarahi oleh kakakku!” ucapku lalu mulai berlari sambil mengumumkan doa agar gerbang sekolah belum ditutup.

“Fiuhhhh, untung saja gerbang sekolah belum ditutup,” ucapku sambil menghela napas lega.

Tepat sebelum gerbang sukses tertutup rapat aku sudah sampai dan lolos masuk gerbang. Sekarang aku berada di jalan menuju kelasku, yah sepertinya jam pelajaran pertama sudah dimulai. Kuharap guru yang mengajar belum tiba di kelas.

Tetapi sepertinya nasib sangat amat membenciku. Tepat saat aku ingin menaiki tangga menuju lantai dua aku dihadang oleh dua kakak kelas yang berdiri menghalangi di sana. Oh, tambahkan satu orang wanita yang baru saja kutemui kemarin, kini sedang berdiri di tengah keduanya.

‘Aku tahu jika aku bukan peran utama, mungkin aku hanya peran tidak penting di sini. Tetapi untuk memiliki nasib sial setiap hari … ini benar-benar sudah kelewatan,’ batinku sambil menatap ketiga orang yang berdiri di atas tangga yang sedang menatap jijik kepada diriku.

‘Padahal aku hanya ingin masuk kelas agar kakak tidak memarahiku … nasib sialan!’ batinku kesal dan mulai meluncurkan kata-kata mutiara untuk dewa yang mengatur nasib sial ku.

...| (❁❁) |...

...•...

...•...

...•...

Maaf jika ada typo yang tidak menyenangkan.

Jangan lupa Like, Vote, Komen nya ya Reader~San o(〃^▽^〃)o

Instagram : lmnr_v

Episodes
1 |Prolog|
2 |(1) Penyebab Kematian|
3 |(2) Dimulai dari awal|
4 |(3)Rodriguez bersaudara|
5 |(4) keberuntungan besar?|
6 |(5) Tingkatan|
7 |(6) Hari yang sial dan untung|
8 |(7) Gagal menjadi anak biasa|
9 |(8) Nasib sial|
10 |(9) Dewa Sialan|
11 |(10) Max Foerster|
12 |(11)Fraksi|
13 |(12)Protagonis wanita|
14 |(13) Pengadopsian|
15 |(14) Tempat kerja aneh|
16 |(15) Pingsan berjamaah|
17 |(16) Senjata|
18 |(17) Kembar Ken & Kim|
19 |(18) Debat|
20 |(19) Masa Lalu|
21 |(20) Sang Elf|
22 |(21) Ash Artemaies|
23 |(22) Surat Pemindahan|
24 |(23) Pemindahan Transfer Pengadopsian|
25 |(24) Sabtu|
26 |(25) Latih Tanding|
27 |(26) Pemenang Latih Tanding|
28 |(27) Sudut Pandang Lain|
29 |(28) Analisa|
30 |(29) Dimulai|
31 |(30) Keadaan Ken dan Kim|
32 |(31) Pemerintah|
33 |(32) Insiden Tidak Terduga|
34 |(33) Munculnya zombie pertama|
35 |(34) Penghambat|
36 |(35) Kelompok menjengkelkan|
37 |(36) Rasa Kemanusiaan|
38 |(37) Lia Amerston|
39 |(38) Minimarket|
40 |(39) Apartemen Zen|
41 |(40) Rencana Selanjutnya|
42 |(41) Awal Cerita Asli|
43 |(42) Penyusunan Rencana|
44 |(43) Evolusi|
45 |(44) Kepribadian Ganda|
46 |(45) Cerita yang berubah|
47 |(46) Asal Usul Mia|
48 |(47) Pelajaran Pertama Untuk Leo|
49 |(48) Ini Ide yang Paling Baik Bukan?|
50 |(49) Pertengkaran di Antara Dua Saudara|
51 |(50) Hasil Akhir Rencana|
52 |(51) Penyempurnaan 2%|
53 |(52) Dua Benda Misterius|
54 |(53) Zombie Daerah Kumuh|
55 |(54) Jatuh|
56 |(55) Lari|
57 |(56) Pertengkaran?|
58 |(57) Tempat Tinggal|
59 |(58) Rencana dan Rute|
60 |(59) Pertemuan|
61 |(60) Pembicaraan|
62 |(61) Ide Bisnis|
63 |(62) Tantangan Duel|
64 |(63) Seseorang|
65 |(64) Tentara?|
66 |(65) Relasi|
67 |(66) Sama|
Episodes

Updated 67 Episodes

1
|Prolog|
2
|(1) Penyebab Kematian|
3
|(2) Dimulai dari awal|
4
|(3)Rodriguez bersaudara|
5
|(4) keberuntungan besar?|
6
|(5) Tingkatan|
7
|(6) Hari yang sial dan untung|
8
|(7) Gagal menjadi anak biasa|
9
|(8) Nasib sial|
10
|(9) Dewa Sialan|
11
|(10) Max Foerster|
12
|(11)Fraksi|
13
|(12)Protagonis wanita|
14
|(13) Pengadopsian|
15
|(14) Tempat kerja aneh|
16
|(15) Pingsan berjamaah|
17
|(16) Senjata|
18
|(17) Kembar Ken & Kim|
19
|(18) Debat|
20
|(19) Masa Lalu|
21
|(20) Sang Elf|
22
|(21) Ash Artemaies|
23
|(22) Surat Pemindahan|
24
|(23) Pemindahan Transfer Pengadopsian|
25
|(24) Sabtu|
26
|(25) Latih Tanding|
27
|(26) Pemenang Latih Tanding|
28
|(27) Sudut Pandang Lain|
29
|(28) Analisa|
30
|(29) Dimulai|
31
|(30) Keadaan Ken dan Kim|
32
|(31) Pemerintah|
33
|(32) Insiden Tidak Terduga|
34
|(33) Munculnya zombie pertama|
35
|(34) Penghambat|
36
|(35) Kelompok menjengkelkan|
37
|(36) Rasa Kemanusiaan|
38
|(37) Lia Amerston|
39
|(38) Minimarket|
40
|(39) Apartemen Zen|
41
|(40) Rencana Selanjutnya|
42
|(41) Awal Cerita Asli|
43
|(42) Penyusunan Rencana|
44
|(43) Evolusi|
45
|(44) Kepribadian Ganda|
46
|(45) Cerita yang berubah|
47
|(46) Asal Usul Mia|
48
|(47) Pelajaran Pertama Untuk Leo|
49
|(48) Ini Ide yang Paling Baik Bukan?|
50
|(49) Pertengkaran di Antara Dua Saudara|
51
|(50) Hasil Akhir Rencana|
52
|(51) Penyempurnaan 2%|
53
|(52) Dua Benda Misterius|
54
|(53) Zombie Daerah Kumuh|
55
|(54) Jatuh|
56
|(55) Lari|
57
|(56) Pertengkaran?|
58
|(57) Tempat Tinggal|
59
|(58) Rencana dan Rute|
60
|(59) Pertemuan|
61
|(60) Pembicaraan|
62
|(61) Ide Bisnis|
63
|(62) Tantangan Duel|
64
|(63) Seseorang|
65
|(64) Tentara?|
66
|(65) Relasi|
67
|(66) Sama|

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!