|(5) Tingkatan|

Warning : Karya ini hasil orisinal aku dan hanya karangan fiktif semata. Bahasa bisa saja kasar jadi dimohon untuk tidak menirukan nya.

...•...

...•...

...•...

Sebelumnya :

“Panti asuhan Gregika? Uhm, baiklah aku mengingatnya. Karena urusan kita sudah selesai, aku akan pergi, sampai jumpa lain waktu, ” ucapku menepuk pelan kedua kepala mereka lalu berjalan pergi dengan senang hati meninggalkan kedua anak yang masih menatapku dengan kebingungan.

...| (❁❁) |...

Ku rebahkan tubuhku di atas kasur dan mencoba mengatur napas milikku. Setelah aku kembali aku tidak melihat kakak di dalam apartement. Sepertinya dia sudah pergi, yang kutemukan adalah sarapan sederhana di atas meja makan dan selembar note yang bertuliskan,

Jangan lupa makan sarapan yang sudah ku siapkan ~Ps: Fin, kakakmu tersayang

Dan berakhir aku memakan sarapan yang sudah disiapkan oleh kakakku walaupun tahu jika aku baru saja memakan tteokboki di luar.

Asal kalian tahu saja keahlian kakakku dalam memasak melebihi koki di hotel bintang lima.

Bahkan jika dia hanya membuat sandwich sederhana yang berisi telur mata sapi, selada, tomat, mayonaise, dan saus itu akan terasa sangat lezat.

‘Seperti yang diharapkan dari seorang protagonis!’ batinku berseru gembira.

Sekali lagi aku menghela napas lelah sambil mencoba menggerakkan anggota tubuhku yang kaku.

Padahal aku hanya berlari ringan tetapi sudah melelahkan seperti ini, bagaimana jika aku tambah dengan pemanasan ringan dan berlatih seni bela diri ku?

Omong-omong tentang lari, total jarak saat aku berlari adalah 5 kilometer. Kalian bertanya-tanya bukan mengapa jarak lari ku bertambah lagi? Itu karena setelah berpisah dari kedua bocah tersebut aku merasa masih sanggup untuk menambah jarak lari ku dan berakhir dengan jarak 5 kilometer yang bisa ku tempuh.

‘Sepertinya aku harus mengatur kembali aktivitas olahragaku agar tidak mengganggu jam belajar sekolah,’ batinku dan beranjak dari kasur menuju meja belajar kecil.

Tanganku mulai bergerak mencari selembar kertas kosong berserta dengan pulpen untuk menulis. Aku tidak bisa mengganggu waktu sekolahku, lagi pula aku tidak ingin terlalu mengubah alur dan ingin menyelamatkan seseorang di sekolah.

Mengubah takdirnya yang seharusnya mati menjadi hidup dan bekerja untukku.

Tanpa sadar senyum terlukis dari wajahku. Jika kalian penasaran dengan namanya akan ku beritahu, namanya adalah Max, Max Foerster.

Jika kalian bertanya apa hubunganku dengannya, tidak lebih dari hubungan pembully dan orang yang dibully, tentu saja orang yang dibully adalah aku dan pembully nya adalah Max.

Baik sudah cukup untuk perkenalannya tentang Max, kita kembali lagi dengan persoalan jadwal aktivitas olahragaku.

Jika aku tidak ingin mengganggu waktu belajarku, aku hanya bisa berolahraga saat pagi sekitar jam 5 sampai dengan jam 7.

Setelah pulang jam 7, aku punya waktu untuk bersiap selama 15 menit lalu sampai di sekolah sebelum pukul 07:30.

Lalu memanfaatkan 2 jam istirahat yang awalnya satu jam aku bagi masing-masing 30 menit untuk melanjutkan lari agar menambah staminaku.

Jam istirahat pertama saat jam 12.00 siang akan aku gunakan untuk berlari di sekitar lapangan indoor. Dan jam istirahat kedua saat jam 15.00 sore ku gunakan untuk melakukan peregangan ringan seperti push up, sit up, pull up, dan sebagainya diruang gym milik sekolah tentunya.

Lalu pulang sekolah pada jam 17.30 sore akan ku manfaatkan untuk berlatih seni bela diri dan kemampuanku mengunakan pisau yang sudah pernah ku pelajari di kehidupan sebelumnya. Berterimakasih lah kepada kakakku, sang protagonis yang memaksaku untuk berlatih senjata.

Kakakku itu bukan asal menampungku, seorang sampah yang tidak bisa mengunakan kemampuan supranatural.

Sebagai gantinya kakakku mencarikan pelatih untuk melatihku mengunakan senjata. Tidak, semua jenis senjata! Seperti pisau, pedang, belati, pistol, tombak, bahkan sekalipun itu senapan.

Berkat latihan yang intens, tidak latihan bagai neraka itu aku bisa mengunakan semua senjata yang disebutkan di atas.

Tetapi tetap saja yang kusuka adalah pisau kecil, belati, pistol dan senapan. Jika aku mengunakan pedang dan tombak itu akan membuat bajuku kotor dengan darah zombie, karena itu aku tidak terlalu suka dengan kedua senjata itu. Walaupun mereka memiliki kelebihan seperti lebih mudah untuk digunakan dan lebih efisien untuk membantai zombie yang menyerang secara bergerombol.

Karena aku tidak mempunyai pistol apalagi senapan, aku memutuskan untuk berlatih dengan pisau dapur, walaupun aku lebih menyukai belati. Yah, yang penting anggap saja jika pisau dapur itu adalah belati meskipun keduanya memiliki perbedaan yang sangat besar.

Tetapi, ayolah, di mana aku bisa menemukan belati di masyarakat damai seperti ini? Walaupun saat kiamat nanti akan banyak yang membuatnya karena kegunaan belati yang lebih kearah untuk membunuh daripada sebuah pisau yang kegunaannya hanya untuk memotong sesuatu.

Jujur aku adalah orang yang lebih andal mengunakan senjata dengan dua mata pisau dibandingkan dengan satu mata pisau. Tetapi tidak apalah, untuk mencari belati akan kupikirkan setelah kiamat terjadi.

Setelah menulis dengan rinci aktivitas yang akan kulakukan untuk olahraga besok, ku rapihkan kembali kertas yang berserakan dan menempelkan kertas yang bertuliskan aktivitas olahraga ditembok meja belajar agar memudahkan ku untuk mengingatkannya.

Setelah selesai tentu saja aku merebahkan tubuhku ke atas kasur. Berguling-guling ke sana kemari sambil memikirkan rencana kedepannya. Mungkin aku akan mengambil cuti satu hari untuk memproses pengadopsian Leo dan Lin.

Lalu untuk persediaan makanan untuk hari kiamat mungkin aku akan mengabiskan semua uang tabungan milikku.

‘Oh ya, berapa jumlah uangku saat ini?’ batinku bertanya-tanya dan segera mengecek tabunganku.

Total hanya ada 1 juta 367 ribu. Lebih dari cukup untuk bertahan selama seminggu ini kurasa. Lalu setelah kiamat terjadi, uang tidak akan berlaku yang berlaku hanya inti Kristal dari zombie sebagai mata uang.

Oh benar, bagaimana jika kita membahas tingkatan zombie? Zombie dibagi menjadi 7 tingkatan, itu sejauh yang kutahu dari kehidupan pertamaku.

Zombie tingkat 1 atau bisa dibilang zombie biasa, kekuatannya tidak jauh dari manusia biasa, hanya setingkat lebih tinggi dari manusia biasa.

Hal yang menakutkan adalah zombie tingkat satu selalu membentuk kelompok dengan zombie tingkat 1 lainnya. Jumlahnya bisa lebih dari 30 zombie. Zombie ini tidak menghasilkan inti kristal karena tingkatannya yang terlalu rendah.

Zombie tingkat 2 adalah zombie yang satu tingkat lebih baik dari zombie tingkat 1.

Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tingkat 1 hanya sedikit lebih baik dan menghasilkan inti kristal berwarna hijau.

Zombie tingkat 3 adalah zombie yang memiliki kecepatan yang sangat tinggi, karena ini, zombie tingkat 3 bisa dibilang adalah musuh yang menjengkelkan.

Walaupun mereka memiliki kelemahannya yaitu tidak memiliki pertahanan dan kekuatan yang bagus. Zombie tingkat 3 menghasilkan inti kristal berwarna merah muda.

Zombie tingkat 4 adalah zombie yang memiliki pertahanan dan kekuatan yang besar. Jika para penguna kekuatan supranatural yang berada di tingkat 3 bertemu dengan zombie ini pasti mereka akan lebih memilih untuk melarikan diri.

Tentu saja zombie ini memiliki kelemahan, kecepatan mereka lebih buruk dari zombie tingkat 1. Zombie ini menghasilkan inti kristal berwarna biru gelap.

Zombie tingkat 5 adalah zombie yang sudah memiliki kecerdasan walaupun kecerdasannya masih di bawah rata-rata. Zombie ini juga memiliki kekuatan unik, yaitu suara geraman mereka yang sangat memekakkan telinga. Jika kalian melawan zombie ini, kalian harus siap sedia penyumbat telinga.

Untuk kelemahannya kalian akan tahu saat melawannya. Zombie ini menghasilkan inti kristal berwarna jingga.

Zombie tingkat 6 adalah zombie yang sangat susah dilawan, bahkan melebihi tingkat ketujuh. Zombie ini juga mempunyai kecerdasan di atas zombie tingkat kelima atau bisa dibilang kecerdasannya rata-rata.

Zombie tingkat 6 memiliki karakteristik unik di mana mereka mempunyai kemampuan regenerasi yang sangat cepat.

Jika kalian bertemu dengan zombie ini kalian hanya punya satu pilihan yaitu mati.

Sebenarnya ada satu cara yang dituliskan oleh buku untuk menghadapi zombie tingkat 6.

[Zombie tingkat 6, zombie yang mampu beregenerasi dengan kemampuan di luar nalar, hanya ada satu cara untuk melawannya. Mencari orang dengan kekuatan supranatural tingkat 7 tipe pengurungan, (Api, Es, Tanah, Kristal, dan Petir) lalu mengarahkan kekuatan mereka untuk mengurung mereka secara keseluruhan (dari atas sampai bawah) dan menghancurkannya tanpa meninggalkan jejak sama sekali.]

Tetapi sayang sekali penguna supranatural tingkat 7 sangat jarang ditemukan. Terlebih itu sangat mustahil untuk dilakukan.

Jika kalian bertanya mengapa? Tentu saja karena zombie tingkat 6 adalah zombie yang suka berkerumun! Paling tidak jika kalian menemukannya kalian akan melihat 3 dari mereka dalam satu kelompok. Karena itu aku bilang itu mustahil untuk dilakukan.

Zombie ini tidak menghasilkan inti kristal, melainkan sebuah batu sebesar kepalan tangan bayi berwarna hitam. Aku tidak mengetahui apa kegunaannya sampai aku membaca buku itu.

Di dalam buku itu tertulis jika batu itu adalah bahan atau material paling efektif untuk membunuh zombie. Batu itu bisa dijadikan sebagai bahan baku pembuatan senjata. Hanya saja untuk mendapatkannya sangat susah, terlebih tidak ada yang bisa mengolahnya.

Zombie tingkat 7, zombie yang sangat sulit untuk ditemukan. Zombie ini memiliki kecerdasan di atas rata-rata, bahkan bisa dibilang sangat licik. Zombie ini juga memiliki kemampuan pengendalian, kemampuan untuk mengendalikan zombie yang berada di bawah tingkatannya dan menghasilkan inti kristal berwarna hitam.

Jika kalian berpikir zombie tingkat 7 memiliki penampilan yang mengerikan, kalian salah besar. Zombie tingkat tujuh memiliki penampilan yang tidak jauh berbeda dari manusia biasa, yang membedakan adalah warna kulit zombie tingkat 7 lebih pucat dari manusia pada umumnya.

‘Tentu saja mereka pucat, aliran darah di dalam tubuh mereka sudah lama berhenti bukan?’ batinku sambil memikirkan zombie tingkat tujuh yang pernah kutemui di kehidupan pertamaku.

Oh ya, aku jadi ingat salah satu kutipan yang ada di dalam buku itu mengenai zombie tingkat 7.

[Setelah 7 hari 7 malam bertempur dengan zombie tingkat 7 itu, akhirnya mereka memperoleh kemenangan mereka. Suara tangis bahagia bergema oleh para manusia yang berhasil mengalahkannya.

Korban jiwa banyak berjatuhan dari pihak manusia dan itu memberi tahu betapa lemahnya pihak manusia.

Itu baru zombie tingkat 7 yang hanya bisa mengendalikan zombie dibawahnya, bagaimana jika mereka melawan zombie tingkat 7 yang sudah berhasil menggunakan kekuatan supranatural, bisa dipastikan kekalahan akan berada di pihak manusia.]

‘Sial itu mengerikan!’ batinku bergidik ngeri.

Sepertinya orang yang menulis buku ini adalah psikopat gila! Saat melawan zombie tingkat 7 itu saja, pihak kita sudah berjuang mati-matian selama 7 hari 7 malam tanpa istirahat!

‘Yah semoga saja tidak akan ada zombie yang berevolusi sampai ketingkat itu.’ batinku sambil mencoba berdoa yang terbaik.

Jika kalian bertanya mengapa aku tidak mencoba membunuh zombie pertama yang muncul, hanya satu jawaban yang akan kuberikan, mustahil.

Mengapa? Tentu saja karena kalimat yang tertulis dibuku.

[Tetapi mau bagaimana lagi, manusia adalah makhluk egois, tentu saja tidak akan ada yang mau membantunya dengan sukarela, terlebih menghadapi fenomena aneh itu. Lagi pula jika mereka membantu, itu akan percuma. Mengapa? Tentu saja karena zombie itu tidak bisa dibunuh!]

‘Memang seorang psikopat gila yang menulis buku itu!’ batinku lalu menghela napas frustrasi.

Tidak, sebenarnya ada satu cara yang bisa membunuh zombie itu. Itu juga tertulis di dalam buku. Tetapi, cara yang dituliskan memiliki banyak variabel yang muncul di kepalaku atau bisa dibilang si penulis itu tidak menjelaskannya secara rinci! Jika kalian tidak percaya lihat saja langsung kutipan dari buku itu.

[Tidak, sebenarnya ada satu cara untuk membunuh zombie itu. Jika kalian benar-benar ingin membunuhnya maka bakar dia.]

‘Hanya itu yang tertulis! Sial, dasar tuan penulis, apa kamu tahu jika kata bakar mu itu mengandung banyak variabel?! Bagiamana jika aku membakarnya dengan api biasa apa dia akan mati atau justru akan menjadi zombie terbakar yang berjalan? Atau haruskah aku membakarnya dengan api yang digunakan oleh orang yang membangkitkan kekuatan supranatural tipe api???’ batinku bertanya-tanya.

“Hahh, sudahlah lupakan pikiranku itu, tujuanku kali ini hanya ingin menyelamatkan kakak dan membuat ending bahagia untuknya, bukan untuk menjadi pahlawan yang dipuja oleh seluruh umat manusia,” gumam ku pelan lalu menutup mata dan tertidur, melupakan jika hari minggu aku harus bekerja part time di cafe tempatku bekerja.

Bunyi telepon berdering mengisi seluruh ruangan yang tadinya damai tanpa suara menjadi berisik.

Dengan perlahan mata yang tadinya tertutup mulai berkedip dengan perlahan. Keningnya mengerut seolah tidak senang jika tidur damainya diganggu.

“Ck, siapa yang mengganggu tidur damai milikku sekarang???” gumam Zen dan segera mencari handphonenya yang berbunyi.

“Hm? Kepala manajer?” gumam Zen masih tidak mengerti, beberapa detik kemudian baru dia membelalakkan matanya dan menatap horor handphone yang ada ditangannya.

‘Aku melupakan jadwal pekerjaanku, pasti aku akan dipecat!’ batin Zen berseru khawatir walaupun di mukanya masih terpasang ekspresi datar.

“Halo, kepala manajer. Ada apa menelpon saya?” sapa Zen dengan nada ceria.

“Zen, saya hanya ingin bilang bahwa anda dipecat!” jawab suara yang ada di handphonenya itu.

“Apa tetapi, mengapa??? Tolong jangan pecat saya kepala manajer!” ucap Zen dengan nada memohon.

“Maaf, tetapi keputusan saya tidak berubah, anda saya pecat. silakan datang ke cafe untuk mengambil gaji mu bulan ini.” jawab suara tersebut lalu menutup telepon tanpa menunggu jawaban sama sekali.

“Sial, dia main menutup telepon saja.” gumam Zen kesal.

“Ternyata aku mempunyai bakat untuk berakting juga ya?” ucap Zen mengingat kembali apa yang dilakukan saat menjawab telepon itu.

“Huh, lupakan saja, toh nanti akhir dunia akan terjadi. Tidak perlu khawatir jika aku tidak memiliki pekerjaan,” ucap Zen lalu membaringkan kembali tubuhnya untuk melanjutkan tidur damainya sebelum dia bangkit kembali dengan ekspresi terkejut yang tertera diwajahnya.

“Aku lupa untuk membeli buku yang ditugaskan untuk tugas sekolah besok!” pekik Zen bergegas bersiap dan pergi ke toko buku terdekat.

Sepertinya dia benar-benar belum tersadar dari bangun tidurnya dan tidak melihat jam saat berangkat. Waktu masih menunjukkan pukul 10.45 pagi. Padahal dia bisa saja melanjutkan tidur damainya dan pergi membeli buku di sore hari.

...| (❁❁) |...

...•...

...•...

...•...

Maaf jika ada typo yang tidak menyenangkan.

Jangan lupa Like, Vote, Komen nya ya Reader~San o(〃^▽^〃)o

Instagram : lmnr_vv

Terpopuler

Comments

Diki Wahyudin

Diki Wahyudin

kenapa 5 meter woe

2023-05-29

0

Rosdiana Syarif

Rosdiana Syarif

semangat Thor

2022-10-08

0

anusa

anusa

lanjut kak semangat ✊✊

2022-04-23

0

lihat semua
Episodes
1 |Prolog|
2 |(1) Penyebab Kematian|
3 |(2) Dimulai dari awal|
4 |(3)Rodriguez bersaudara|
5 |(4) keberuntungan besar?|
6 |(5) Tingkatan|
7 |(6) Hari yang sial dan untung|
8 |(7) Gagal menjadi anak biasa|
9 |(8) Nasib sial|
10 |(9) Dewa Sialan|
11 |(10) Max Foerster|
12 |(11)Fraksi|
13 |(12)Protagonis wanita|
14 |(13) Pengadopsian|
15 |(14) Tempat kerja aneh|
16 |(15) Pingsan berjamaah|
17 |(16) Senjata|
18 |(17) Kembar Ken & Kim|
19 |(18) Debat|
20 |(19) Masa Lalu|
21 |(20) Sang Elf|
22 |(21) Ash Artemaies|
23 |(22) Surat Pemindahan|
24 |(23) Pemindahan Transfer Pengadopsian|
25 |(24) Sabtu|
26 |(25) Latih Tanding|
27 |(26) Pemenang Latih Tanding|
28 |(27) Sudut Pandang Lain|
29 |(28) Analisa|
30 |(29) Dimulai|
31 |(30) Keadaan Ken dan Kim|
32 |(31) Pemerintah|
33 |(32) Insiden Tidak Terduga|
34 |(33) Munculnya zombie pertama|
35 |(34) Penghambat|
36 |(35) Kelompok menjengkelkan|
37 |(36) Rasa Kemanusiaan|
38 |(37) Lia Amerston|
39 |(38) Minimarket|
40 |(39) Apartemen Zen|
41 |(40) Rencana Selanjutnya|
42 |(41) Awal Cerita Asli|
43 |(42) Penyusunan Rencana|
44 |(43) Evolusi|
45 |(44) Kepribadian Ganda|
46 |(45) Cerita yang berubah|
47 |(46) Asal Usul Mia|
48 |(47) Pelajaran Pertama Untuk Leo|
49 |(48) Ini Ide yang Paling Baik Bukan?|
50 |(49) Pertengkaran di Antara Dua Saudara|
51 |(50) Hasil Akhir Rencana|
52 |(51) Penyempurnaan 2%|
53 |(52) Dua Benda Misterius|
54 |(53) Zombie Daerah Kumuh|
55 |(54) Jatuh|
56 |(55) Lari|
57 |(56) Pertengkaran?|
58 |(57) Tempat Tinggal|
59 |(58) Rencana dan Rute|
60 |(59) Pertemuan|
61 |(60) Pembicaraan|
62 |(61) Ide Bisnis|
63 |(62) Tantangan Duel|
64 |(63) Seseorang|
65 |(64) Tentara?|
66 |(65) Relasi|
67 |(66) Sama|
Episodes

Updated 67 Episodes

1
|Prolog|
2
|(1) Penyebab Kematian|
3
|(2) Dimulai dari awal|
4
|(3)Rodriguez bersaudara|
5
|(4) keberuntungan besar?|
6
|(5) Tingkatan|
7
|(6) Hari yang sial dan untung|
8
|(7) Gagal menjadi anak biasa|
9
|(8) Nasib sial|
10
|(9) Dewa Sialan|
11
|(10) Max Foerster|
12
|(11)Fraksi|
13
|(12)Protagonis wanita|
14
|(13) Pengadopsian|
15
|(14) Tempat kerja aneh|
16
|(15) Pingsan berjamaah|
17
|(16) Senjata|
18
|(17) Kembar Ken & Kim|
19
|(18) Debat|
20
|(19) Masa Lalu|
21
|(20) Sang Elf|
22
|(21) Ash Artemaies|
23
|(22) Surat Pemindahan|
24
|(23) Pemindahan Transfer Pengadopsian|
25
|(24) Sabtu|
26
|(25) Latih Tanding|
27
|(26) Pemenang Latih Tanding|
28
|(27) Sudut Pandang Lain|
29
|(28) Analisa|
30
|(29) Dimulai|
31
|(30) Keadaan Ken dan Kim|
32
|(31) Pemerintah|
33
|(32) Insiden Tidak Terduga|
34
|(33) Munculnya zombie pertama|
35
|(34) Penghambat|
36
|(35) Kelompok menjengkelkan|
37
|(36) Rasa Kemanusiaan|
38
|(37) Lia Amerston|
39
|(38) Minimarket|
40
|(39) Apartemen Zen|
41
|(40) Rencana Selanjutnya|
42
|(41) Awal Cerita Asli|
43
|(42) Penyusunan Rencana|
44
|(43) Evolusi|
45
|(44) Kepribadian Ganda|
46
|(45) Cerita yang berubah|
47
|(46) Asal Usul Mia|
48
|(47) Pelajaran Pertama Untuk Leo|
49
|(48) Ini Ide yang Paling Baik Bukan?|
50
|(49) Pertengkaran di Antara Dua Saudara|
51
|(50) Hasil Akhir Rencana|
52
|(51) Penyempurnaan 2%|
53
|(52) Dua Benda Misterius|
54
|(53) Zombie Daerah Kumuh|
55
|(54) Jatuh|
56
|(55) Lari|
57
|(56) Pertengkaran?|
58
|(57) Tempat Tinggal|
59
|(58) Rencana dan Rute|
60
|(59) Pertemuan|
61
|(60) Pembicaraan|
62
|(61) Ide Bisnis|
63
|(62) Tantangan Duel|
64
|(63) Seseorang|
65
|(64) Tentara?|
66
|(65) Relasi|
67
|(66) Sama|

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!