Bab 6. Cahaya

Aku dapat mendengar jelas derit pintu yang terbuka. Kulihat, kedua kaki gemuk Bibi Edma memasuki ruangan. Ada pendar cahaya di tangannya. Aku tidak bisa terlalu mengintip ke atas, tapi bisa dipastikan, Bibi juga membawa sebuah kandil lilin. Di dunia ini, karena tidak ada teknologi, pencahayaan hanya berasal dari lilin.

“Lho, tidak ada siapa pun di sini … tapi, kenapa ada lilin yang belum dimatikan?” tanya Bibi Edma. Beliau berbicara pada dirinya sendiri, karena saat ini, aku berhasil bersembunyi bersama Kyu di bawah kolong meja.

“Mungkin suamiku, Krish, yang lupa mematikan lilin ini,” ucap Bibi Edma, lalu meniup lilin yang kutinggalkan di atas meja. Sepertinya Bibi Edma tidak menyadari aku juga berada di ruangan ini. Padahal, lilin yang tadi ditiup oleh Bibi Edma aku yang membawanya kemari.

Kyu menatapku bingung dengan mata bulatnya yang memiliki iris berwarna ungu tua. Aku menempelkan tangan ke mulutnya, supaya dia tidak mengeluarkan suara.

“Dasar, Krish memang selalu lupa.” Setelah menggerutu begitu, Bibi Edma keluar dari ruangan, meninggalkan aku dan Kyu sendirian dalam gelap.

“Kyu?”

“Kita jadi tidak punya lilin untuk kembali ke kamar. Ya sudahlah, semoga langkahku tidak menabrak sesuatu.” Aku mendekap Kyu, hendak membawanya keluar ruangan. Namun, baru dua langkah, tubuh Kyu memancarkan cahaya.

“Kyu!”

“Oh, elemenmu cahaya?” tanyaku pada hewan kontrakku itu. Kyu mengangguk.

Di dunia novel yang kutulis ini, setiap hewan mistis yang baru muncul akan memiliki salah satu dari enam elemen, yakni api, air, angin, tanah, kegelapan dan cahaya. Imajinasiku tentang kekuatan elemen ini terinspirasi dari salah satu kartun yang sering Dimas tonton bersama Mas Dion.

“Baiklah, kamu jadi lampu sebentar, ya! Jangan terlalu terang, nanti Bibi sadar ada cahaya di koridor!” pintaku. Kyu meredam sedikit cahaya tubuhnya. Kemudian, dalam dekapanku, kami berdua berhasil kembali ke kamar.

Memasuki kamar, aku tidak lagi memerlukan cahaya Kyu. Kuminta dia untuk kembali ke dunia arwah melalui lingkaran mantra yang sama seperti tadi. Para hewan mistis memang bisa keluar masuk ke dunia manusia sesuka hati. Bila hewan mistis terluka, maka dengan pergi ke dunia arwah dia bisa pulih kembali.

Kali ini, Kyu berhasil pergi dari hadapanku, tidak seperti tadi. Rupanya, bila suasana tenang, hewanku itu mampu berkonsentrasi penuh dan tidak kesulitan mengontrol kekuatannya.

“Alissa?”

“Eh?!”

Penny yang terbaring di tempat tidur tiba-tiba terbangun. Gadis itu mengusap-usap matanya yang masih mengantuk. “Kamu belum tidur?”

“Ah, um … tadi aku habis ke toilet sebentar!” jawabku. Penny mengangguk, tak lama dia tertidur kembali. Dasar, anak kecil gampang saja dikelabui.

Sekarang, hati ini sudah tenang. Satu upaya untuk mencegah kematian Alissa sudah tercapai!

Para pembaca yang mengikuti setiap detail dalam cerita Ksatria Lucius akan memahami bahwa pada kenyataannya, tidak semua orang dapat memanggil hewan mistis dari dunia arwah. Alissa Valcke adalah salah satu karakter yang tidak memiliki kekuatan sama sekali untuk hal itu. Kemudian, dia mati begitu saja ketika Pangeran Rion membunuhnya.

Akan tetapi, tidak kali ini. Di usia yang baru empat tahun, aku alias Alissa Valcke telah memiliki seekor hewan mistis. Aku dan Kyu akan sama-sama berlatih, supaya kami berdua bisa memasuki sampai fase lanjut.

Ada dua fase dalam hubungan kontrak antara manusia dan hewan mistis ini, yaitu fase dasar dan lanjut. Fase dasar adalah yang kumiliki bersama Kyu sekarang. Aku bisa memintanya mengeluarkan elemen cahaya. Fase lanjut adalah ketika tubuhku dan tubuh Kyu menyatu. Di fase lanjut itulah kekuatan kami berdua akan berlipat-lipat ganda.

Aku bersumpah akan menjadi kuat dan dapat melindungi diriku sendiri dari semua orang yang jahat pada Alissa dalam hidupnya.

***

Satu tahun kemudian, Alissa berusia lima tahun.

“Kyu, bersiaplah!”

“Kyu!”

Aku mengacungkan sebuah patahan dahan pohon ke arah Kyu. Hewan mistis itu menatapku garang. Dia menampilkan kedua taring, bersiap untuk menyerangku. Di hutan ini, tak terdengar suara apa pun kecuali angin yang berhembus. Dahan pohon di tanganku bukanlah kayu biasa. Setelah kuperkuat dengan mana, dahan di tanganku berubah menjadi sekeras dan setajam pedang.

Di usiaku yang baru lima tahun ini, aku tidak mungkin meminta Bibi Edma membelikanku pedang sungguhan. Pedang mainan saja tidak mungkin diperbolehkan. Mungkin karena Bibi Edma takut akan ancaman pembunuhan anak-anak Raja Eric.

Maka dari itu, Bibi pernah sangat marah ketika aku mengatakan ingin belajar bertarung. Katanya, pertarungan bukan untuk anak perempuan. Aneh sekali, karena di dunia ini petualang perempuan pun tidak jarang ditemui di mana-mana. Akan tetapi, mungkin sebenarnya dia takut kalau nantinya keberadaanku diketahui oleh pihak kerajaan.

Alhasil, di saat aku pergi membantu keluarga mengumpulkan buah-buahan dan kayu bakar di hutan, aku menyempatkan diri untuk berlatih bersama Kyu di hutan ini. Kayu bakar dan buah-buahan kukumpulkan dengan cepat, lalu menjelang sore aku berlatih adu kekuatan melawan Kyu selama tiga puluh menit.

Saat mendengar aba-aba mulai dariku, Kyu langsung menghilang dari hadapan. Rupanya dia pergi menyelinap ke belakangku. Gerakannya begitu cepat, hampir saja aku tidak merasakannya. Akan tetapi, Alissa yang sekarang sudah mulai ada peningkatan juga. Panca inderaku bekerja lebih dari orang normal. Setelah setahun lamanya aku berlatih, aku mulai bisa merasakan kehadiran seseorang di sekitarku tanpa harus melihat.

Kuayunkan pedang ke arah belakang. Benar dugaanku, Kyu sudah berada di sana, melompat tinggi sambil membentuk bola cahaya di atas kepala. Bola cahaya itu langsung dia tembakkan ke arah tubuhku. Aku menyingkir ke samping kiri, sambil tanganku bersiap untuk menyerang. Kutingkatkan mana pada kedua kaki agar bisa melompat lebih tinggi. Kuserang Kyu dari atas, ketika dia sudah berada di atas tanah. Akan tetapi, Kyu pun sama gesitnya denganku. Dia menghindar, menjauh sebelum terkena hunusan dahan di tanganku.

“Kyuuu!”

Kami berdua kembali ke posisi masing-masing. Di saat yang sama, menara jam kayu di Desa Virindan tempatku tinggal ini telah berbunyi sebanyak empat kali. Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore. Saatnya pulang ke rumah.

“Kyu … .”

Kulihat Kyu menunjukkan tampang lesu. Kubelai kepalanya. Setelah setahun semenjak Kyu datang ke dunia ini, tubuhnya telah menjadi semakin besar. Akan tetapi, sifatnya masih saja kekanakan.

“Kamu masih belum mau kembali ke dunia arwah?” tanyaku. Kyu mengangguk. Karena aku masih menyembunyikan fakta dari semua orang bahwa aku sudah bisa memanggil hewan mistis, maka Kyu hanya kukeluarkan pada saat-saat aku pergi ke hutan saja. Tampaknya, dia masih ingin bermain di dunia manusia ini.

Aku menghela napas, sebelum akhirnya kugendong dia di pundakku. Tubuhnya yang makin besar bergelayut di punggungku.

“Ayo, kita jalan-jalan dulu. Nanti kalau sudah sampai perbatasan desa, kamu masuk lagi ke lingkaran, ya!”

“Kyu!”

***

“Alissa!”

Aku dan Kyu belum sempat memasuki desa ketika Kak Penny ternyata sudah menungguku di gerbang perbatasan. Gadis itu melambaikan tangan ke arahku dari kejauhan. Cepat-cepat kuminta Kyu masuk ke dalam lingkaran mantra, kembali ke dunia arwah.

“Ada apa, Kak?” tanyaku pada Penny, putri Bibi Edma yang sudah kuanggap sebagai saudaraku sendiri.

Penny mendengku, dia tampak kelelahan. “Aku sudah berkeliling desa mencarimu, ternyata kamu malah belum pulang dari hutan!”

“Ada apa mencariku?”

“Ada seorang pria, usianya sama seperti Ayah. Dia datang ke rumah, katanya ingin bertemu denganmu.”

Aku terkesiap. Saking asyiknya selalu bermain dan berlatih dengan Kyu, aku sampai lupa waktu bahwa di usia Alissa kelima, akan ada sesuatu yang besar dalam alur cerita terjadi di hidup Alissa. Ditandai dengan kedatangan seorang pria sebaya Paman Krish. Akan tetapi, sebelum itu aku harus memastikan.

“Siapa pria itu?” tanyaku.

Penny menjawab dengan mantap. “Pakaiannya bagus sekali, seperti seorang bangsawan. Dia bahkan datang menaiki kereta kuda mewah. Kalau tidak salah … Va …

Ah, iya! Duke Valcke!”

***

...\=\= original writing by Ryby \=\=...

...\=\= baca karya Ryby yang lain dengan follow IG @author_ryby \=\=...

Terpopuler

Comments

Putri Adilamyska

Putri Adilamyska

mampir mampir nee

2022-06-13

0

SoVay

SoVay

Aku jadikan buat ngerjain tuan sistemku

2022-04-26

1

SoVay

SoVay

kasih kyu ke aku kalo dia lg diusir

2022-04-26

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!