" Kami kembali... " ucap Crsi dengan raut wajah yang terlihat puas sembari memanggul sabitnya yang dipenuhi noda berwarna merah gelap
" Selamat datang kembali kalian.... " sambut Hena yang masih belajar mengenai cara untuk menstabilkan aliran mana yang kacau
" Crsi.... bukankah sudah aku bilang bahwa ketika kamu selesai melakukan sesuatu, bersihkan perlengkapan pribadimu sebelum meninggalkan noda seperi ini... " nasehat Arc setelah melihat Crsi dan beberapa maiden nampak kacau
" Iya, papa... aku tahu mengenai hal itu... tapi semenjak tuan pergi, aku tidak bisa menuju ruang pembersihan dan karena itulah aku dan mereka ingin segera membersihkan diri di dalam. " balas Crsi memberikan alasan
" Hm~ jika kamu berkata demikian saat ini pun ada beberapa sihir dimensial juga tidak dapat ku gunakan ketika beliau pergi... " ucap Arc yang menyadari bahwa beberapa sihirnya tidak dapat digunakan
" Ano... maaf, Ka Anes.. Saat kami berlatih bersama Crsi tadi, kami melihat beberapa tubuh dari ras manusia yang tidak lagi utuh... " ucap Ro setelah Moli memaksanya untuk memberitahukan apa yang mereka temukan pada Arc
" Oah, iya... kalian baru pertama kali melihat tubuh itu ya? maaf ya... seharusnya tubuh yang tidak lagi utuh itu sudah di bawa oleh beberapa unit penjaga. Namun karena saat ini sosok pemanen juga ikut bersama tuan ke tempat itu, beberapa sihir ruang maupun dimensi tidak dapat bekerja dan itupun berdampak pada area mansion dan semua aktivitas yang ada. " jelas Arc mengenai beberapa sihir yang ada pada area mansion dan para unit yang bersembunyi dibalik bayangan.
" Oh iya papa.... tadi kami juga menemukan tubuh dari manusia gemuk yang sempat makan malam bersama kita beberapa waktu lalu... " lanjut Crsi sembari mencoba mengingat nama dari sosok yang dimaksud
" Seorang manusia gemuk yang pernah ikut makan malam bersama kita? M~ apakah dia adalah Brotus? " ucap Arc setelah mengingat satunya sosok gemuk yang pernah ikut makan malam pada waktu itu
" Bukan, ka Anes.. Nampaknya yang di maksud oleh Crsi adalah sosok bernama Susan... " ucap Ro setelah mengingat nama dari sosok yang di maksud
" Susan? siapa susan itu? " jawab Arc yang terkejut ketika mengetahui ada orang lain yang pernah ikut makan malam bersama tuannya tanpa diketahui olehnya
" Ah, iya... benar.. namanya adalah Susan, papa. Beberapa waktu lalu sesaat setelah tuan kembali mengguncangkan area mansion ini dengan kekuatannya, seorang pelayan bernama Susan diperbolehkan masuk untuk ikut makan malam... " jelas Crsi setelah mendengar Arc dan Ro menyebutkan nama Susan
" Lalu, apakah dia adalah orang yang cukup penting bagi tuan? " tanya Arc yang curiga
" Em~ yah... karena itulah kami berniat bertanya kepada ka Anes mengenai dirinya karena mungkin anda mengetahui sesuatu tentangnya. " balas Hont setelah melihat Moli nampak memberikan sebuah tanda mengenai kondisi dari Susan dari arah pintu samping menuju taman
" Maaf jika aku mematahkan harapan kalian, karena bagaimanapun aku tidak mengetahui apapun mengenai dirinya dan yah, mungkin hanya Quinn dan nona Flora saja yang mengetahui apa yang Tuan rencanakan karena merekalah yang paling dekat dengan beliau. " balas Arc yang tidak mampu membuat keputusan
" Maaf sebelumnya ka Anes, mungkin akan lebih baik jika kita membawanya ke dalam dahulu dan bertanya mengenai kepentingan apa lagi yang perlu dirinya sampaikan. Mengingat hal yang sudah di singgung oleh Crsi dan mereka tadi, mungkin guild master Shofia memiliki keperluan dengan tuan.... " ucap Hena setelah melihat isyarat dari Moli yang nampak tidak menghawatirkan kondisi dari Susan
" Untuk beberapa alasan, kami tidak bisa sembarangan mengijinkan orang luar masuk ke zona pribadi milik tuan... terlebih lagi jika dirinya memang diberikan akses oleh tuan secara langsung, dia bisa ke pintu utama tanpa harus terlibat dengan para familia maupun unit penjaga yang ada. " balas Arc dengan wajah serius
" Dan lagi jika perkataan dari mereka mengenai beberapa potongan tubuh yang berserakan itu berkaitan dengan sosok bernama Susan ini.. maka mungkin Susan ini adalah orang yang berniat jahat kepada kita yang ada disini. " lanjutnya setelah menghubungkan apa yang Crsi dan maiden katakan sebelumnya
" Lalu, bagaimana jika sosok itu ternyata adalah sosok yang penting untuk rencana yang tuan katakan? apakah Ka Anes mau bertanggung jawab atas hilangnya sosok itu? " balas Hena yang berniat menolong sosok Susan tanpa mengetahui pantangan yang tidak boleh dilakukan bahkan oleh Arcanes sekalipun
Meskipun pembicaraan itu sempat memanas, Hena mengajukan diri sebagai penanggung jawab atas keputusan yang diambil untuk menyelamatkan sosok Susan yang bahkan pada dasarnya Hena sendiri pun tidak mengetahui apapun mengenai alasan Susan ada di area belakang mansion.
* arrgh... * Susan mengerang kesakitan ketika Hena berusaha mengembalikan energi kehidupan yang sempat terserap oleh beberapa tanaman yang ada di area belakang mansion
" Tahan sebentar lagi ya, Susan... " ucap Hena dengan tersenyum meskipun tubuh dari Hena sendiri hampir kehabisan energi mana
" Aku sarankan kalian untuk tidak terlibat lebih jauh dari ini. " ucap Arc sembari menahan Moli, Woli dan Hont untuk membantu Hena menolong Susan
" Ba--baik... " balas ketiganya yang nampak takut
" Untuk sekarang biarkanlah dia memegang kata-katanya untuk bertanggung jawab secara penuh mengenai Susan ini. " tambahnya sembari mengawasi apa yang Hena lakukan terhadap Susan
Pada mulanya Susan yang kini kembali tersadar merasa bahwa dirinya telah tiada ketika tahu bahwa tempatnya berada saat ini adalah tempat yang mewah terlebih dengan berbagai hiasan cantik dan kasur yang lembut membuatnya yakin bahwa dia telah tiada
* Groooaaaaaakss* Susan kembali memuntahkan darah dari mulutnya setelah sebelumnya sempat melakukan hal yang sama beberapa kali
" Akh... ya ampun... Susan?!! " ucap Hena yang terkejut karena tempatnya untuk beristirahat kini dipenuhi oleh darah dan beberapa hal menjijikkan lainnya
" A--akh... " erangan Susan yang nampak kesakitan
" Jadi... tetaplah memegang apa yang kamu ucapkan dan bertanggung jawab lah secara penuh terhadap dirinya tanpa melibatkan maiden yang lain. " ucap Arc yang tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar Hena sembari bersender di sisi pintu dan mengamati sosok Hena yang nampak kebingungan
" Em~mh.... " balas Hena yang sempat ingin menangis ketika melihat Arc begitu santainya mengatakan hal yang nampak kejam itu.
" *glitch* Un-identifications entitis.... -Terminated-" ucap sesosok cyborg yang muncul secara tiba-tiba
" Objek Identifikation Susan... Antares client... Nevaros canceled.... Helenia ava lainnama... Avaros... " ucap Arc membalas ucapan dari sosok cyborg yang muncul itu seakan memberikan kode identifikasi
" Antaria Laisan Arcan..... accelera access... raid impac Z-141 Legend Unit... Chimera_C015... -X-Body 02.....Re:code input.... entiti's Susan names... Helenia ava lainnama.... " ucap Cyborg itu seolah memasukkan data dari Hena yang bertanggung jawab penuh pada Susan
Walaupun pada awalnya Susan dan Hena nampak membeku dalam ketakutan atas kehadiran sosok cyborg yang muncul sembari mengacungkan banyak senjata seperti yang ada pada sosok Arc hingga pada akhrinya sosok itu menyimpan kembali senjatanya dan menghilang bersama dengan glich yang muncul
" Huh... aku pikir unit itu akan datang dalam mode analisis yang lebih bersahabat, tapi nampaknya aku salah... hehehe... " ucap Arc dengan wajah yang terlihat lebih tenang dari sebelumnya
" Dan yah... itu adalah alasan kenapa aku tidak ingin maiden lainnya harus ikut bercampur tangan mengenai tanggung jawab terhadap Susan karena tidak semua unit pengawasan memiliki mode ramah seperti Crsi... " lanjutnya sebelum pergi dengan senyuman dari kamar yang hena tempati
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments