*Ssssswuuungssss * Arc melesat dengan cepat dan langsung manghantamkan salah satu meriam besarnya ke arah Hena
" Delusion Dex *Daammmmsssssnnuuuuungggggg....." ucap Hena sesaat setelah menahan serangan dari arc menggunakan katana miliknya yang menimbulkan suara dengungan layaknya gema.
* Splash splash splash * beberapa bayangan yang menyerupai tubuh Hena mulai mengepung Arc dan mulai menyerangnya dari beberapa arah sebelum kembali terdiam
" Cih. Gaya pertahanan yang seharusnya berada di level yang cukup tinggi itu dapat dilakukannya dengan mudah..." ucap Arc sembari bertahan lagi mencoba menyerang tubuh dari Hena yang asli
" Saigin Roar!!! " ucap Arc sembari mengentakkan kakinya untuk membuat glombang kejut
* Splendums.. * sebuah glombang kejut yang hampir mirip dengan serangan suara dari Bacta, menghapus seluruh bayangan dari Hena dan membenturkan tubuh aslinya ke sebuah penghalang yang diciptakan dengan bantuan sihir kombinasi
Sesaat setelah Hena terpental dan menghantam dinding penghalang tadi dengan cukup keras, Arc mulai melesat dan kembali menghantamkan setiap serangannya tanpa memberikan jeda waktu untuk Hena memulihkan diri
* Sswuuung Tuuungssss stiiiiiiinhssss sclapssss stiiiiiingsss duuuunggssss duuuunggssss * Berbagai macam serangan beruntun diberikan oleh Arc dengan tujuan agar Hena mencapai batasannya.
Meskipun serang dari Arc di arahkan dengan begitu cepatnya, Hena masih dapat menahan serangan itu dan bahkan dapat memberikan serangan balasan dan berhasil menyayat wajah dari Arc
" Kamu masih sama seperti terakhir kita bertarung.... Anes... " sebuah bayangan dari sosok bernama Morang tiba-tiba terlintas disaat Hena berhasil melukai dirinya
" Graaa!!! * sclpsts bababababababababang * " Arc yang merasa kesal mulai mengeluarkan isi dari meriam panjang tadi sesaat setelah memperpendek slongsongan dari meriam itu dan memperbesar salah satu bagiannya
" Javelin slash " teriak Hena sembari menebas beberapa proyektil peluru yang mengarah langsung ke tubuhnya
* bababababababababang sclupts Gbruuuumssss * Ketika hujan peluru semakin deras menerjang tubuh Hena, Arc kembali mengubah slongsongan dari meriam yang dirinya gunakan dan menembakkan sebuah peroyektil meriam dengan sebuah daya ledak
" Winds Curtain !!!" teriak Hena sesaat setelah menjatuhkan dirinya ke lantai dan kembali bangkit dengan sebuah tarian pedang yang menciptakan hembusan angin layaknya dinding
* Swuuungs!!! gbramssss!!! swuuungs!!! gbramsss!!! swuuungs!!! gbramsss!!!* Arc kembali melesat dan kembali menghantamkan meriam miliknya hingga pada suatu titik, gerakan diantara mereka berdua menciptakan sebuah ilusi berupa tubuh yang terhenti
" Bullet Spear!!! " ucap Hena sesaat setelah menciptakan beberapa ilusi dari tubuhnya seperti sebelumnya dan mengarahkan lusinan ilusi berupa hunusan pedang ke arah tubuh Arc yang masih menyerang
" Narvian iron Willll!!!! " teriak arc sesaat setelah kedua benturan antara kedua kekuatan tadi menghilang untuk sesaat dan hanya menampakkan tubuh dari Hena dan ilusinya yang hendak menyerang dengan kekuatan penuh
" Seperti yang telah Arc katakan. Dia memang memiliki kemampuan seperti Morag namun dengan tambahan kemampuan murni penyembuhan yang bangkit setelah Anma membuka titik potensial itu dan yah... Sepertinya Hena akan menjadi sosok yang sangat penting nantinya " ucap Quinn sesaat setelah melihat pertempuran yang semakin sengit hingga tubuh dari Hena nampak mengeluarkan asap bersama dengan beberapa luka sayatan yang mulai menutup.
" Jangan harap bahwa aku akan mengijinkanmu mewarisi kemampuan guru!!! Manusia!!! " ucap Arc yang hendak menembakkan beberapa missile launcher ke hadapan Hena
" * Scripts * Pelanggaran terhadap aturan dasar terdeteksi " ucap seorang cybrog yang tiba-tiba muncul bersamaan dengan sebuah glic diantara Hena dan Arc
* Dbugs * Tubuh Hena tiba-tiba jatuh ke lantai disaat sosok itu muncul dan disaat yang bersamaan dengan itupun Arc meluncurkan misil-misil yang terkunci pada Hena sebagai target
" Blizzard " ucap cybrog itu sembari mengangkat lengan kanannya dan membekukan seluruh area itu beserta Quinn dan seluruh maiden yang ada terkecuali Flora
" Ne....? siapa kamu? " ucap Flora yang buru-buru datang dan menghampiri sosok yang baru dirinya temui
" Pelanggar aturan terdeteksi..... Antaria Laisa Arcan..... Re:raid impac Z-141 Legend Unit... Chimera_C015... -X-Body 03..... spes Isu...." ucap Cybrog itu tanpa memperdulikan sosok Flora yang terus bertanya mengenai dirinya
" Memulai pemindahan ruang dalam 3,2,1 * Sclipts * " tambahnya setelah menyentuh tubuh beku dari Arc dan menghilangkan bersama dengan glic yang muncul
" Aus.... " teriak Flora sesaat setelah merasa tersengat oleh glic yang tiba tiba membawa Arc dan sosok Cybrog tadi menghilang
* Gbyarsss.... * Sebuah ledakan dari tubuh Quinn yang membeku membuat Flora terkejut
" [Ya ampun, Arc. Kenapa unit itu datang kemari!]" ucap Quinn melalui telepati sembari terbang dan menghampiri Flora yang nampak kesakitan
" Apakah kamu baik baik saja Flora? " ucap Quinn setelah beberapa kali gagal menghubungi arc melalui telepati
" Akh... m... ini tidak apa Quinn. Dari pada menghawatirkan luka kecil ini, apakah kamu tahu siapa sosok tadi? dan kenapa beberapa bagian tubuhnya nampak terbuat dari besi? " ucap Flora yang mencoba meredakan kekhawatiran Quinn sembari meregenerasi diri di bagian luka yang terbuka
" Mengenai sosok itu~ m~ jika tidak salah dia merupakan satu dari beberapa twins yang ada dibawah kendali langsung ayahmu, Flora. " ucap Quinn sembari mencoba melihat luka yang mulai menutup
" Malam sebelumnya ayah memang pernah menyampaikan kepada Flora mengenai beberapa sosok yang sengaja di segel atau semacamnya karena kekuatan mereka hampir mendekati Alpa maupun Flora yang katanya dalam keadaan sadar... " ucap Flora sembari mengingat malam dimana dirinya tidur dengan ayahnya
" He~m~ " Respon Quinn sembari mendengarkan ucapan Flora mengenai beberapa sosok mengerikan seperti tadi serta beberapa unit yang berada diluar Re legiun
Setelah menghela nafas panjang dan memeriksa keadaan Hena, Crsi dan para maids masih hidup walaupun dalam keadaan kritis, Quinn meminta Flora untuk mempraktikkan sihir penyembuhan area sementara dirinya akan mencoba melelehkan seluruh es yang menyelimuti area utama mansion
" Hanya dengan hal kecil seperti tadi, dirinya berhasil melakukan hal mengerikan seperti ini dan berhasil membuat Flora yang tanpa item pelemah menjadi terluka seperti itu.... Jika bukan karena sebuah penghalang yang aku dan arc ciptakan sebelumnya, mungkin para maids akan tiada dan itu akan membuatnya marah... " gumamnya sembari menahan sebuah lingkaran pentagon kuning kemerahan berukuran besar dengan kedua tangannya
" Haduhh.... penjelasan seperti apa yang akan aku ucapkan nanti ketika dirinya kembali?! Terlebih jika dia adalah sosok Aestro.... "tambah Quinn yang semakin depresi
" *staps* Quinn... " ucap Flora setelah menepuk bahu dari Quinn dan membuat Quinn terkejut hingga memecahkan pentagon sihir yang sedang aktif
" A~!! Flora?! Hehehehe... kamu mengejutkan ku, kamu tahu?!! " balas Quinn yang terkejut karena mengira Flora adalah Anma yang kembali.
" Jailin jail jalins? " ucap Akun pada Alin yang nampak memperhatikan sosok Anma melakukan sesuatu
" Itu benar, Akun. Papa tengah melakukan back-up data agar beberapa dari mereka yang telah tiada dapat kembali dibangkitkan" balas Alin sembari mencari sosok Aestro yang menghilang
" Jailin? Jalin jomrag jalin jasassa?! Jassa jafafa Jalia Ailin? " ucap Akun sembari menunjukkan sikap kesal
" Aku pun sama kesalnya dengamu Akun, tidak seharusnya dia pergi disaat papa tengah berada di sini" balas dari sosok Alin sembari menenangkan sosok Akun yang marah
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Rinie Rahayu
semangat kak💪💪 sukses terus untuk karyanya
2022-06-05
1