Setelah kembali memperingatkan beberapa maiden yang tersisa agar tidak mendekat ke area itu, Arc kembali meminta mereka untuk kembali melanjutkan tugas yang ada
" Hena~ aku benar-benar meminta maaf kepada kamu mengenai apa yang telah terjadi sebelumnya... " ucap Arc sembari berbalik ke arah Hena dan memeluknya sesaat
" A---ano... Tu--tuan, maksudku Ka Anes tidak perlu meminta maaf seperti itu~!! " balas Hena dengan nada lirih serta wajah yang memerah
" U~wu~ " sorak beberapa maiden ketika melihat sesuatu yang nampak menenangkan hati lagi membuat iri
" Hehehe... kenapa? kalian mau aku peluk juga? " Balas Arc menggoda maiden lainnya
" He~ jika Ka anes bersedia, maka aku akan menjadi yang kedua~ !! " balas Ryuu sembari bersikap malu malu
" *sdampssss* Tidak, tidak. Biarkan aku yang menerimanya lebih dahulu " balas dari Neouro setelah menepuk bahu Ryuu hingga terpental cukup jauh
" Hehehe... tenanglah tenang.. jangan berebut seperti itu... " ucap dari Arc yang terlihat lebih ramah dan mempesona
" A~!!! Ka Anes sungguh mempesona!!! " teriak dari Cockti, Bacta dan Pixi secara bersamaan
" * sblash * Tidak ada yang boleh macam - macam dengan papaku selama aku ada di sisinya " ucap Crsi yang tiba-tiba berubah menjadi mode bertarung dengan mengacungkan senjatanya dan membuat para maiden muda terdiam dan menelan ludahnya
" Nmo!!! Dasar!!! Nero!!!!! " ucap Ryuu yang marah atas tindakan dari Neouro
" Hahaha... Maaf Ryuu, apakah ada yang bisa aku bantu.. " jawab Neouro tanpa ada rasa bersalah sedikitpun
" Gra~!!!! " Teriak amarah dari Ryuu yang melesat dengan cepat untuk menghantamkan serangannya pada Neouro
" *scraghasss scraghasss scraghasss* Kemarilah dan makan ini!!! " balas Neouro sembari mengeluarkan beberapa batuan orbnya untuk memusatkan suatu serangan tipe blazing pada Ryuu
" Crsi.... jangan menunjukkan bentuk itu ketika mereka sedang bercanda ya... karena aku tidak ingin kamu masuk ke ruang penyiksaan karena satu kesalahan yang sepele seperti yang pernah aku lakukan... " ucap dari Arc sembari mengusap kepala Crsi yang masih berupa bola labu yang terbakar
*scrrrrrtttsssss swiiiinnggsssss * Ketika Ryuu dan Neouro mendengar ucapn dari Arc, keduanya langsung mengalihkan serangan mereka masing masing dimana Ryuu menanggalkan tinjunya ke lantai mansion sementara Neouro memecahkan rangkaian sihir dari batuan orb itu agar serangan yang terpusat untuk Ryuu menyebar dan tidak melukainya sedikit pun.
" A---- " baik Ryuu dan Neouro ternganga atas dampak serangan yang mereka gagalkan sendiri dan seolah tidak percaya bahwa kekuatan mereka telah meningkat cukup pesat dari sebelumnya
Dengan sebuah aula utama yang kembali memperlihatkan sebuah kerusakan yang cukup mengerikan, para maiden dengan ras manusia yang termasuk juga Nia menerima goncangan energi yang cukup hebat hingga membuat tubuh mereka tidak berdaya akibat kekacauan mana yang terjadi
" Hena... bisakah kamu mencoba penyembuhanmu kepada mereka? " ucap Arc sembari meminta
" Ba---baik.... " balas Hena yang masih terlihat gugup
" Ji~ " gumam Crsi sembari menatap tajam wajah dari Arc
" Hm~? " balas Arc sembari tersenyum manis
" Hpuh !! " respon Crsi sembari mengalihkan pandangannya dan mulai mendekati para maiden yang seusia dengannya
" Bata, Coci, dan Pipi... ayo kita berlatih kembali dengan beberapa tanaman karnivora yang nona buat beberapa hari lalu... " ucapnya sembari menarik tubuh ketiganya dengan sabit besarnya secara paksa
" A---ano... ka---ka Anes... apakah mereka akan baik baik saja? sepertinya Crsi nampak sangat marah tadi.... " ucap Ro setelah mencoba memberanikan dirinya untuk berbicara dengan Arc.
" Tidak, mereka akan baik-baik saja selama kamu dan Moli mau menemani mereka... " balas Arc sembari mengusap kepala dari Ro dan meminta Moli untuk membantu Ro mengawasi para maiden muda agar Crsi tidak memaksakan kekuatan dari mereka.
" Untuk sementara, aku akan menyerahkan pembasmian Shadow pada kalian karena kalian berdua terlalu sering bertengkar dengan menggunakan kekuatan yang seperti itu. Mengerti... " ucap Arc sembari menasehati Ryuu dan Neouro serta memberikan mereka hukuman
" Hm~ ya~ baiklah... " Jawab keduanya yang terlihat masih saling menyerang satu sama lain lewat senggolan tangan
" Kamu si.... " ucap Ryuu sembari memulai pertengkaran baru
" E~h kenapa aku? kamu saja yang kurang berhati-hati... " balas Neouro dengan wajah menantang
" Jika kamu tidak menyerang ku lebih dahulu, pasti saat ini aku sudah meleleh dipelukan Ka Anes " balas Ryuu sembari berharap
" Hehehe... percaya diri sekali kamu ini... memang dengan tubuhmu yang lemah itu, kamu sanggup menahan setiap serangan dari otot otot Ka Anes yang mengagumkan itu?! " balas Neouro dengan wajah yang kembali menunjukkan sikap menantang
" Jika tadi aku tidak mendahului mu, mungkin kamu sudah meleleh dalam artian hancur yang sesungguhnya.... " lanjutnya mengejek
" Ha ha ha... lucu sekali!!! " balas Ryuu yang kembali terbakar emosi
" Erghms " gumam Arc sembari melirik ke arah keduanya sesaat setelah berjalan menjauh
" Baiklah, kaka!!! Kami mengerti dan kami akan membereskan kekacauan ini!!!" balas keduanya sembari memejamkan matanya karena merasa takut dengan tatapan yang ditujukan oleh Arc dan langsung pergi merapikan beberapa benda yang jatuh dan berserakan
Sembari mencoba mempercepat proses perbaikan aula utama mansion, Arc sempat melirik ke arah Hena sesaat sebelum kembali fokus kepada apa yang dirinya lakukan saat ini
" Jadi, bagaimana rasanya berbagai energi kehidupan dengan mereka? " ucap Arc setelah menahan tubuh Hena yang hampir terjatuh ke lantai
" Eh... hehe... Ka Anes.... em... itu, iya... ano.... " balas Hena yang salah tingkah ketika menatap wajah arc dari dekat
" Meskipun kamu sudah mencoba beberapa kali proses penyembuhan, sepertinya kamu masih belum terbiasa juga ya, Hena... " ucap Arc disaat Hena akan mengucapkan sesuatu
" Akh... M... iya. Seperti itulah ka Anes. Terlebih lagi untuk bagian penstabilan energi mana yang kacau itu sangat menguras konsentrasi dan energi.... " balas Hena yang terlihat kesal dan terus melihat kedua tangannya seolah kecewa atas ketidakmampuannya menolong mereka
" Kamu tidak perlu terburu-buru, Hena. Sama halnya seperti aku, Crsi dan bahkan setiap anggota dari unit Re legiun pun memiliki awal seperti dirimu... " ucap Arc sembari memegang kedua tangan dari Hena dan memberikannya kepercayaan diri
" Kya~!!!! aku sangat iri dengan ketua kita!!!! " ucap Ryuu sesaat setelah melirik ke arah Hena yang nampak bermesraan dengan Arc
" Grengragra!!!! " teriak Neouro sembari melancarkan beberapa sihir bertipe listrik setelah mengkombinasikan elemen Api, air dan angin untuk menyerang sosok shadow yang muncul setiap pagi, siang dan sore hari di aula utama mansion.
" * Sdamssss * Fokuslah ke Shadow itu dahulu agar kita bisa merasakan hal yang sama seperti Hena!!! " teriak dari Neouro setelah menghantamkan salah satu batuan orbnya ke kepala Ryuu agar Ryuu kembali Fokus
" Heraquilms Knuckle Hortonoms!!!" balas dari Ryuu sembari menghantamkan pukulannya yang bertubi-tubi ke arah tubuh Shadow yang terkena kaku oleh serangan listrik dari Neouro
" Dan dengan tetap mengendalikan kesadaran terhadap emosi dalam diri pada saat penyaluran energi dilakukan, maka kamu bisa mengendalikan energi mana yang kacau itu seperti sedia kala tanpa menguras benyak energi mana dari tubuhmu... " jelas Arc setelah menunjukkan cara untuk mengembalikan energi mana yang kacau
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments