Pesan Berdarah

* zwaps * beberapa tubuh wanita tiba-tiba terlempar dari sebuah portal hitam dan menghantam dinding dari aula utama mansion dengan keras hingga membuat beberapa bagian tubuh itu nampak berceceran di sekitar area utama mansion

" A!!!!! " teriak Pixi yang terkejut ketika sebuah ledakan tubuh mengakibatkan tubuhnya berlumuran darah.

Mendengar teriakan dari Pixi yang kala itu tengah membersihkan beberapa jendela bagian atas, cocti, bacta dan Rougu yang berada di lantai utama langsung mendekat dan mulai bersikap siap siaga terhadap suatu pertempuran

" *gragsh* Cocti, bawa Pixi ke lantai dua dan Bacta panggilkan nona Quinn serta Flora di area taman sementara aku akan mencoba menahan mereka jika mereka memang sebuah ancaman " ucap Rougu setelah memasang badan dalam posisi siap serang yang ditunjukkan sikap serangnya denga menunjukkan kuda-kuda yang kokoh sembari bersiaga menggunakan perisai besar di tangan kiri dan hunusan pedang runcing yang di sembunyikan di belakang perisai besar itu

" *glaptssss glaptsss glaptsss * Hiya~ baiklah~ kami akan pergi sekarang!!!! " ucap kedua maiden itu ketika melihat gumpalan aneh yang diselimuti darah mulai menggeliat untuk turun dari atas dinding mansion

" Berhati-hatilah ka Rougu!!!! " teriak Bacta yabg khawatir

" Metafor.... nigen... " ucapnya seolah merapal mantra

* bzsiiiiiiingssss * sesaat setelah Bacta, Cocti dan Pixi nampak tidak terlihat, sebuah aura cahaya mulai muncul menyelimuti tubuh dari Rougu

* glaptsss gragragragglaptssss * seolah merespon sebuah sihir yang dirapalkan Rougu, gumpalan aneh itu mulai menggeliat semakin cepat dan membentuk sebuah tubuh yang masih berselimut darah dan daging

" Tumbguh..... tungbguh.... tunggu.... " ucap sosok aneh yang berselimut darah itu sesaat ketika Rougu hendak memotong bagian leher dari sosok itu yang belum sempurna

" Apakah kamu bilang tunggu? " balas Rougu setelah melompat menjauh dan menjaga jarak yang dirasa cukup aman

" Kami... buwok... bukoan... bukanlah... ancaman... " lanjut sosok aneh itu sembari memunculkan beberapa bagian kepal lain dari tubuh yang nampak seperti slime daging

* Dbraghs swingssss slash.... * Ketika sosok yang menyerupai slime itu mulai mencoba membentuk tubuhnya, sebuah serangan tiba-tiba langsung membelah tubuh dari sosok slime itu tanpa memberikan waktu untuk menjelaskan

" Hi~i.... sosok apa lagi itu Quinn... " ucap Flora yang terkejut ketika potongan dari tubuh itu mulai menggeliat dan kembali menyatu ke tubuh utamanya

" Tenanglah Flora... Dia mungkin salah satu anggota diluar re legiun... " ucap Quinn sembari menenangkan Flora

" Noam... Noma... Nona Quinn... twolong... tolong tenangkan nona Flora dahulu.... " balas sosok itu sembari menunjukkan bentuk tubuh dari beberapa maiden yang dianggap penghianat

" Apakah kalian adalah Airi, Tsuki dan Mori? " ucap dari Rougu sembari mencoba memperhatikan lebih seksama dan mengabaikan beberapa bagian tubuh yang nampak membusuk

" Itu benar, Rougu... senang rasanya bahwa kamu bisa mengenali kami " balas salah satu sosok yang hanya menampakan mulut yang sempurna namun dengan mata dan telinga yang nampak membusuk

" Kami sangat meminta maaf kepada kalian mengenai apa yang telah terjadi.... " lanjutnya bersamaan dengan ketiga tubuh yang membungkuk hormat

Selain dari suara Airi yang didengar dari tubuh dengan mulut sempurna, beberapa bagian tubuh yang tersisa hanya menampakkan sepasang mata sempurna namun tidak memiliki mulut maupun telinga dan tubuh satunya hanya menampakkan telinga sempurna namun dengan wajah yang hancur

" Maaf jika aku menyela kalian saat berbicara saat ini. Melihat kalian yang seperti ini, apakah kalian telah diampuni oleh dirinya di dalam sana? " ucap Quinn setelah mengelilingi ketiga tubuh itu dan sepasang mata sempurna menatap ke arah Quinn seolah merasa malu atas tubuhnya

" Jika yang nona Quinn maksudkan adalah pengampunan dari tuan, itu benar. Kami telah diampuni dan dibuatkan tubuh sementara seperti ini..... selain itupun kami juga bertemu dengan tiga sosok kembar yang tuan sendiri panggil Twins dalam ruangan itu..... dan jikalau para maiden yang lain mengampuni kesalahan kami, kami bisa kembali ke bentuk semula kami... " jelas mereka yang hanya dalam satu mulut yang berbicara

Mendengar ucap yang secara jelas menunjukkan nama nama yang disebut sebagai unit terkuat oleh Anma, Quinn sempat terkejut tidak percaya dan meminta ketiga maiden yang berhianat itu untuk mengatakan secara jelas seperti apa ketiga sosok yang dimaksud sebagai Twins

Melihat ekspresi dari Quinn yang tidak pernah mereka lihat, baik Flora maupun Rougu yang ada disana merasa yakin bahwa ketiga sosok yang disebutkan itu memiliki kemampuan yang melebihi kekuatan Quinn hingga membuatnya nampak takut dan tidak percaya seperti itu

" ... dan alasan kami dikirimkan kemari pun untuk menyampaikan pesan yang tuan titipkan kepada kami " lanjut sosok itu sembari mengangkat semua tangannya dan mulai menunjukkan beberapa pentagon berukuran sedang dengan warna biru, hitam dan putih

" *gluprsss* Heyyy, halo.... Anes?!! Quinn?!! Flora?!!! Alin menyapa kalian dari gerbang kehancuran!!! " ucap ketiga sosok itu dengan suara dari sorang perempuan yang nampak ceria

" Quinn.... apakah itu?!! " ucap Flora yang terkejut setelah mendengar suara perempuan yang nampak menggemaskan terucap dari sosok itu ketika pentagon biru bersinar cukup terang dari pentagon lainnya

" Tunggu dan dengarkanlah dahulu Flora... " balas Quinn yang terlihat serius

"Jailin... Jaflar.... Janasen.... Jailin!!! " suara yang nampak berulang tiba-tiba keluar dari pentagon hitam dan membuat pentagon biru terlihat meredup seperti pentagon putih.

Baik para maiden, Flora dan Quinn hanya bisa terdiam tanpa kata sembari mencoba mengetahui apa yang sebenarnya ingin diucapkan oleh pemilik suara yang nampak serak dan berat itu

" Ya ampun, apakah kaka yakin bahwa mereka dapat memahami ucapan kaka jika ucapan kaka masih seperti itu?! hehehe... aku kasihan kepada mereka..." lanjut suara lain ketika pentagon putih mulai bercahaya lebih terang dan pentagon biru dan hitam kembali meredup

Dengan mengabaikan waktu yang terlewat ketika pesan yang dimaksudkan berhasil di sampaikan, tubuh dari Rougu mulai berubah kering kering hingga tidak mampu mengangkat satu dari dua senjata besarnya sementara warna kulit dari Quinn dan Flora terlihat memucat

" Mungkin ini adalah kesalahan ku karena tidak mengatakannya lebih awal.... Undero... Alife... dengan perbedaan waktu yang ada, mungkin distorsi ruang waktu dan kekacauan mana akan terjadi kepada kalian ketika pesan ini selesai disampaikan... " ucap sosok Anma ketika ketiga pentagon sihir sebelumnya menjadi sebuah layar sihir

*Scripts gbralsssss splashsssss swarpssss gbralssss* beberapa saat setelah layar sihir itu tertutup, tubuh dari Rougu tiba tiba terlempar dengan cukup kuat hingga membuat baju besi pemberian Anma harus mengalami kerusakan berat karena hentakan energi yang cukup besar

Berbeda dari tubuh Rougu yang terluka cukup parah, tubuh dari Quinn dan Flora nampak terlihat baik ketika beberapa bagian dari tubuh aneh yang seperti slime itu membelah diri dan berubah menjadi perisai daging untuk melindungi tubuh keduanya

" *bruhct.... * Demlotion Meat dan perangkap tubuh!!!! Ayahmu memang mengerikan seperi biasanya, Flora... " ucap Quinn setelah mengusap wajahnya yang dipenuhi darah dan daging busuk

" Hehehe.... seperti itulah ayah... selalu bertindak semaunya tanpa berfikir sebab dan akibatnya. Hehehe..."ucap Flora yang nampak bermain main dengan daging yang lengket itu

Episodes
1 Permintaan pada sang legenda
2 Bibit permusuhan
3 Sosok yang hilang
4 Sosok kuat selain Arcanest
5 Teman Flairia
6 Luka fatal yang disembunyikan
7 Crystal of Memorial
8 Power form Singularity
9 Opsi Rahasia
10 Informasi rahsia dibayar nyawa
11 Rumor
12 Di suatu tempat dalam waktu yang tidak diketahui
13 Sosok yang dinanti-kan?
14 Awal dari sesuatu
15 Pengantar pesan
16 Pesan Berdarah
17 Arcanest dan Exterminator Unit
18 Nasehat dari Arcanest
19 Garis waktu yang dijanjikan
20 Pertanggungjawaban Helenia
21 Keputusan pengubah masa depan
22 Peperangan ras demi human
23 Ultimate : Endless Storms
24 Arc of Arcanest
25 Sosok lain dalam diri Alpa
26 Beast Monster : Alpa
27 Klise Kehancuran
28 Ingatan Seseorang
29 Kemenangan ras demi human
30 Sky tower of Regains Smoke
31 Sosok penting yang hilang
32 X-body 02 (Nest)
33 Unit rahasia mulai bercerita
34 Sebelum perpisahan itu
35 Kebahagiaan kecil diantara mereka
36 Sarapan & Harapan
37 Berbagai hal tersembunyi
38 Kemunculan Elder
39 Awal baru untuk Moli
40 Progres Maiden
41 Seleksi tahap dua
42 Lottery numbers
43 Battle of Blade Master
44 Dua Petarung
45 Amarah [Ryuu]
46 Pertikaian kecil ditengah arena
47 Flora dan Tia bersaudara
48 Rencana untuk Mengembara
49 Hasil akhir diluar harapan
50 Sebuah akhir dari awal baru
51 Part of Dimension
52 Leita Lala
53 Salam author buat semua XD
54 Arc of Revolution
55 Rencana rahasia
56 Menghapus jejak petaka
57 Kepercayaan! [adalah dasar dari kerja sama]
58 Kebalikan dari Kenyataan yang tertunda
59 Peran seorang ayah
60 Percepatan dimensi ruang waktu
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Permintaan pada sang legenda
2
Bibit permusuhan
3
Sosok yang hilang
4
Sosok kuat selain Arcanest
5
Teman Flairia
6
Luka fatal yang disembunyikan
7
Crystal of Memorial
8
Power form Singularity
9
Opsi Rahasia
10
Informasi rahsia dibayar nyawa
11
Rumor
12
Di suatu tempat dalam waktu yang tidak diketahui
13
Sosok yang dinanti-kan?
14
Awal dari sesuatu
15
Pengantar pesan
16
Pesan Berdarah
17
Arcanest dan Exterminator Unit
18
Nasehat dari Arcanest
19
Garis waktu yang dijanjikan
20
Pertanggungjawaban Helenia
21
Keputusan pengubah masa depan
22
Peperangan ras demi human
23
Ultimate : Endless Storms
24
Arc of Arcanest
25
Sosok lain dalam diri Alpa
26
Beast Monster : Alpa
27
Klise Kehancuran
28
Ingatan Seseorang
29
Kemenangan ras demi human
30
Sky tower of Regains Smoke
31
Sosok penting yang hilang
32
X-body 02 (Nest)
33
Unit rahasia mulai bercerita
34
Sebelum perpisahan itu
35
Kebahagiaan kecil diantara mereka
36
Sarapan & Harapan
37
Berbagai hal tersembunyi
38
Kemunculan Elder
39
Awal baru untuk Moli
40
Progres Maiden
41
Seleksi tahap dua
42
Lottery numbers
43
Battle of Blade Master
44
Dua Petarung
45
Amarah [Ryuu]
46
Pertikaian kecil ditengah arena
47
Flora dan Tia bersaudara
48
Rencana untuk Mengembara
49
Hasil akhir diluar harapan
50
Sebuah akhir dari awal baru
51
Part of Dimension
52
Leita Lala
53
Salam author buat semua XD
54
Arc of Revolution
55
Rencana rahasia
56
Menghapus jejak petaka
57
Kepercayaan! [adalah dasar dari kerja sama]
58
Kebalikan dari Kenyataan yang tertunda
59
Peran seorang ayah
60
Percepatan dimensi ruang waktu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!