* splendums..... dwaaaarsssss * sebuah hentakan energi dasyat yang diakhiri dengan ledakan cukup besar sempat merusak sebuah bangunan yang nampak seperti kastil
" Apakah dia benar-benar menggunakan opsi itu, Farra? " ucap Azreen yang khawatir sesaat setelah melihat bangunan yang hanpir hancur
" Hm~mh... sayangnya itu benar Azreen. Aku tidak menyangka bahwa dirinya bisa melakukan hal seperti ini demi memperoleh informasi tentang mereka. " balas Farra setelah mengusap bagian kening dari Mareta yang penuh dengan darah.
" Jadi, Olif. Apakah ada pesan terakhir yang dirinya sampaikan kepadamu sebelun ledakan itu terjadi? " lanjutnya setelah memenangkan sosok asisten dari Mareta
" Mengenai hal itu, mungkin master masih meninggalkan pesan itu di dekat sana " balas dari Olif sembari menguatkan dirinya untuk menunjukkan sesuatu kepada Farra dan Azreen
" Jangan terlalu dipaksakan, Olif. " balas dari sosok pelayan lain yang menbantu Olif untuk berdiri
" Tidak apa Ili, aku harus menuntaskan apa yang master kerjakan, karena aku tidak mau bahwa jiwannya terhenti sebelum masuk ke tanah surgawi karena pesannya tidak tersampaikan " balas Olif sembari tersenyum kepada Ili.
" Sepertinya ini adalah informasi terakhir sebelum dirinya mencapai batas kemampuannya.. " lanjut Olif setelah menunjukkan sebuah buku yang bernoda darah
" Jadi, apa isinya? " balas dari Azreen yang tidak memahami situasi dan kondisi yang ada
" Sebentar, Azreen. Aku akan mencoba membacakannya untukmu " ucap dari Farra sembari memegang beberapa kertas yang ada di tumpukan teratas tanpa keraguan meskipun banyak terdapat noda darah diatasnya
" Antaresta Magane atau dikenal sebagai penyihir Antareata merupakan seorang penyihir hebat dari kerajaan Platiana Seiran Fall...
Sosok yang dikenal sebagai sosok Magus Aresta adalah sosok yang sangat disegani banyak penyihir beraliran elemental maupun pengguna sihir kuno karena sepak terjangnya di dunia sihir sangat besar. Disamping sebagai pelatih dari para magus tingkat ke dua, dirinya juga merupakan seorang ketua party besar bernama Caravan yang mana setiap anggota partynya memiliki kemampuan yang unik...... " ucap Farra dengan perasaan kagum mengenai informasi yang telah Mareta peroleh dengan bayaran nyawa
" Bukankah dia adalah sosok yang hebat, Farra? " ucap Azreen memotong ucapan dari Farra yang tengah membaca beberapa kertas lain yang ada setelah Olif dan Ili menatanya dengan rapi
" Dia benar-benar sosok yang hebat, Azreen!! Selain dari sisi kemampuannya atas penguasaan berbagai macam sihir sekelas arc mage, magic chaster dan necromancer, sepertinya dia merupakan sosok yang sangat berpengaruh besar dari sebuah negri bernama Platiana Seiran Fall ini!! " balasnya bersemangat
" Hehehehe, sepertinya bisa dikatakan bahwa dia adalah sosok yang juga terpanggil ke dunia ini, saat ritual pemanggilan itu berlangsung bukan? " balas Azreen dengan sebuah senyuman.
" Tch, ada kemungkinan bahwa dia akan menjadi musuhku jika dirinya benar benar sosok pahlawan " pikirnya sesaat setelah Farra kembali menunjukkan kekagumannya pada sosok Antaresta
" Sudahlah, sudah. Kamu bisa berhenti memujinya dan kembali melanjutkan apa isi dari informasi itu. " balas Azreen dengan lembut yang sebenarnya dirinya sangat jengkel ketika melihat Farra memuji orang lain
"Hm~ yah!! Kamu benar Azreen, aku akan melanjutkannya! " balas Farra yang tersadsr bahwa masih ada banyak informasi yang masih belum dibacanya
Setelah meminta pada Olif dan Ili membawakan tumpukan informasi itu ke ruangannya, Farra meminta maaf pada Azreen karena dirinya harus mencari beberapa informasi tambahan mengenai kerajaan yang telah dimaksudkan karena terdengar asing baginya
Dengan sebuah senyuman dan lambaian tangan, Azreen mengijinkan Farra untuk pergi dan membatalkan janjinya untuk pergi bercocok tanam malam itu
" Hahahaha.... untuk pertama kalinya aku mendengarmu mengatakan hal itu, Azreen!! " ucap seorang yang nampak seperti penggunaan seni bela diri
" Jangan menertawakannya seperti itu Wargo, mungkin saat ini dirinya butuh waktu untuk sendiri. Lagipun dirinya mungkin lelah dengan perlakuan kasarmu ketika melakukan hal itu " balas seorang Priest dengan menaruh gada morning star di dekat bangku yang Wargo tempati
" Lidahmu memang selalu tajam disetiap waktunya ya, Drima. " balas seorang berseker yang masih membawa kampak besar di punggungnya
" Hahaha, Frost... kamu masih kesal karena aku menolakmu bermain malam itu yah?! Hahaha.. kasian " balas Drima sembari bermanja dengan Wargo
" Ketimbang bermain dengan daging busukmu itu, akan lebih baik jika aku melempar beberapa koin ke arah para penghibur di sepanjang jalan, Hahahaha!!! " balas dari Frost setelah menghancurkan gelas kayu dari bir tadi serta meja yang ada di hadapannya
" Ha~h?!! apa yang kau bilang ?! Mayat Hidup ?!! " balas Drima yang terpancing amarah dari Frost sembari menarik gadanya
" Apakah ada masalah?! Daging busuk?!! " balas Frost sembari mendekatkan tubuhnya ke Drima dengan tatapan marah
*gsrimss* sebuah pilar es tajam tiba tiba menjulang di antara keduanya
" Berisi~ik!!! " teriak seorang ice mage yang duduk tidak jauh dari tempat mereka berada
" Jika~lau kalian ingin ber *hick* tarung, setidaknya lakukan di turnamen itu?!! " ucap mage itu sembari menunjuk ke arah sebuah pamflet mengenai turnamen Ouroboros
" Da~an * hicks * jika salah satu dari kalian memenangkannya, maka salah satu dari kali~a~n * hicks * harus menerima kekalahan. Hehehehe.... * hicks* atau tempat bercocok tanam untukku * hicks * hahaha!!! " tambahnya dengan nada melantur
Mendengar ucapan dari ice mage itu, keduanya saling menatap satu sama lain dan sama-sama berfikir bahwa kemampuan yang mereka miliki masih bisa dikatakan setara jika bertarung dalam kelompok.
Namun mereka tidak pernah berfikir mengenai kemampuan yang mereka miliki akan mampu mengalahkan kemampuan salah satu dari mereka
" Ya ampun, dia benar benar sosok yang tidak pandang bulu mengenai hal seperti itu. " balas dari Wargo yang hanya bisa tersenyum jijik kepada sosok mage itu
" Aku sangat tidak setuju atas ucapan dari Victor itu, karena mungkin reputasi dari kita akan jatuh jika salah satu dari kalian kalah dalam pertarungan itu. " sanggah dari Azreen menanggapi tantangan itu
" Heh, aku tidak peduli dengan apa yang akan terjadi pada daging busuk ini!! karena yang pasti, aku akan memenangkan pertandingan atau apapun itu!! Hahahaha " balas dari Frost sembari memukul jatuh tubuh dari Drima
" Dasar Mayat Hidup!!! * dbraks * menyebutkan kata turnamen saja sudah salah, apalagi jika kita bertarung!! akan ku sumpal mulut kotormu itu dengan gada ini ketika kamu memohon ampun kepadaku!! Hahahaha " gelak tawa dari Drima yang membalas pukulan dari Frost dengan sebuah tendangan kerasnya
" Ya ampun, aku rasa ini akan menjadi titik kehancuran bagi mereka " ucap Nantara ketika melihat anggota party dari pahlawan yang begitu hinanya
" Ne, Elin. Bagaimana pendapatmu mengenai sosok Antaresta ini? apakah ada kemungkinan bahwa dirinya juga merupakan sosok pahlawan? " tambahnya bertanya pada Elin yang tengah menata beberapa buku yang dibawanya
" Sebentar, tuan.... " balasnya sembari membuka akses informasi yang berkaitan dengan sosok Antaresta
" Oiy, oiy, oiy, benarkah ini?! bahkan arsip yang kita miliki pun dibatasi oleh segel penghalang seperti di alam bumi?!! " teriak kaget dari Nantara ketika melihat beberapa lapis pentagon sihir yang melindungi sebuah data yang di blacklist
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments