Rumor

" Una~!!! " sapa seorang anak perempuan berbaju merah muda dari balik pagar pembatas rumah

" Iya, Ifa. Sebentar!! " balas Luna dari balkon lantai ke dua

" Ya!! baiklah. Jangan lama ya?! atau kamu akan aku tinggal!! " ucap Ifa sembari melambaikan kedua tangannya

Melihat Luna tengah berbalas sapa dengan temannya, Lena mendekat ke arah Luna sembari mengangguk sebagai tanda bahwa dirinya boleh bermain

" Ne.. ne.. mau kemana kita hari ini? " ucap Luna sesaat setelah menutup pintu gerbang rumahnya

" M~ entahlah, Luna. Tapi yang jelas mari kita berkeliling kota saja dahulu. Hehehe... " balas Ifa sembari merentangkan kedua tangannya

" He~?! ya, baiklah. Tapi nanti kita jangan membuat masalah dengan paman jagung ya? terakhir kali kamu mengajakku ke sana, paman jagung datang ke rumah dan kakaku harus membereskan masalah yang kita buat. " balas luna menasehati

" Hehehehe... iya iya. Aku tidak akan mengajakmu ke tempat paman jagung. " balas ifa dengan senyuman lebarnya hingga menunjukkan sebuah gigi depan yang berlubang

" Tapi, tapi.. Kenapa paman jagung datang kerumah mu? bukankah seharusnya dia datang ke tempat anak anak nakal itu dan menasehati mereka? " lanjut Ifa setelah melihat beberapa anak laki-laki tengah bermain lempar tangkap menggunakan buah apel

" Em~ ya... entahlah Ifa. Mungkin paman jagung mengira kita yang merusak lumbungnya dan jika tidak salah ingat juga~ itu kesalahanmu karena kamu memungut beberapa buah jagung yang tercecer. " balas Luna setelah memukul lengan Ifa dengan pelan

" He~?! bukankah itu juga karena kamunya yang sangat ingin mengejar anak-anak itu sampai ke tempat persembunyiannya dan berakhir dengan datangnya paman jagung dengan wajah yang menakutkan? " balas Ifa menyanggah

" A!!!!! " Luna dan Ifa sama sama berteriak dan berkata bahwa paman jagung sangat mengerikan sebelum akhirnya berlarian di jalanan kota yang cukup senggang

Di atas sebuah pembatas dari salah satu sisi sungai, Luna nampak melihat beberapa sosok pelayan yang mencuci pakaian dengan jumlah yang banyak sementara Ifa tengah berbaring di atas pembatas itu sembari melihat ke arah Luna

" Ne, Una. Apakah kamu masih memikirkan anak itu? " ucap Ifa sembari melepas setangkai rumput yang digigitnya dan memainkan ujung lainnya ke telinga Luna yang nampak serius memperhatikan sesuatu

" A!! Ifa!!! itu geli!! " teriak Luna yang kaget dan menggaruk telinganya

" Hehehe... Jadi, apakah kamu mendengarkan ku tadi? " ucap Ifa menegaskan

" Hm~? akh, mengenai anak itu? Hm, hm.. aku masih memikirkannya. yah walaupun hanya sesaat bertemu dengannya tapi aku merasa kasihan kepadanya. " balas Luna sembari bangkit dan membersihkan pakaiannya yang kotor

" Lalu kamu bagaimana? " lanjut Luna bertanya

" Jika aku berkata aku sudah melupakannya mungkin itu adalah kebohongan. Tapi kenyataannya seperti inilah kenyataan yang ada, Una... dia hanya satu dari sekian banyak anak yang tidak beruntung dan~ sama halnya dengannya dengan kamu, akupun tidak bisa melupakan anak itu. " balas Ifa sembari berjalan ke tepian sungai bersama Luna yang mengikuti

" Datanglah wahai roh air nan suci!! aku memanggilmu untuk mencerahkan kembali wajah dari anak bodoh ini!! * cprats * " ucap Ifa dengan penuh semangat sembari berjalan di bagian sungai yang dangkal dan mencipratkan air sungai itu ke arah Luna yang masih muram

" Nma!! Ifa!! Kalau begitu akan aku balas dengan serangan ku!! Cia~at!! " balas Luna sembari merapal sebuah mantra sihir

*Suuuungssss* sebuah serangan yang nampak layaknya kepalab tangan dari sihir angin mulai mengarah ke tubuh Ifa

"A~!!!!! " teriak Ifa disaat serangan itu mengenai dirinya

" Hahahaha... coba lihat nak Luna di sana. Hahaha... " tawa seorang pria yang tengah memancing tidak jauh dari tempat Ifa dan Luna

" Ha?!Hahaha... " sambung tawa seorang pria lain yang melihat ke arah wajah aneh Ifa disaat Luna memberikan serangan angin yang sangat lemah

" Ya ampun, nak Luna sepertinya sangat ingin menjadi sosok yang sama seperti tetua terdahulu. " ucap pria pemancing pertama

" Hahaha... iya, itu benar. Tapi jika kekuatan serangannya hanya sebatas itu, mungkin jalan yang harus dia tempuh akan sangat lama. " balas seorang pemancing ke dua

" Hem, hem. " sahut pemancing pertama sembari mengangguk setuju

" Akh, benar. Serangan yang dilakukan nak Luna tadi mengingatkanku pada penyerangan yang katanya dilakukan oleh para petualang beberapa waktu yang lalu. " ucap seorang pemancing disaat dirinya mengingat sebuah rumor yang sedang hangat dibicarakan

" Hm?! Jadi, kamu juga mendengar rumor itu? Dari yang aku dengar, beberapa orang yang katanya peringkat A mencari masalah dengan seorang bangsawan. Apakah itu benar? " sahut pemancing pertama setelah memeriksa joran pancingnya

" Tidak, akupun tidak tahu seperti apa kebenarannya. Namun dari yang aku dengar, sekitar satu atau dua hari setelah ledakan di dekat gereja itu, sekumpulan orang tiba tiba datang untuk memberikan sumbangan atau sejenisnya namun sekelompok orang itu diserang oleh beberapa orang asing dengan sihir yang misterius " jelas pemancing kedua sembari bertarung dengan ikan yang memakan umpannya

" Jadi seperti itu ya. Sepertinya ikan itu cukup kuat ya, kan? mau aku bantu? " balas pemancing pertama yang melihat pemancing ke dua nampak bersusah payah melawan ikan yang terus melawan

" Akh... ayolah bantu aku! aku tahu kamu akan meminta upah seperti biasa. Jadi bantulah aku fan upah itu akan aku berikan setelah menangkap ikan ini. " ucap pemancing kedua yang merasa bahwa pemancing pertama akan meminta upah setelah membantunya

*Gbralssssss* Seekor ikan raksasa tiba tiba keluar dari sungai dengan beberapa bagian tubuhnya nampak membawa mega canon

"A---Arapaima?!!! " teriak pemancing pertama dan kedua secara bersamaan ketika melihat ikan yang nampak seperti pet dari Anma tengah mengapung di atas mereka

"Luna!! Cepat lari dari sini!!! " teriak Ifa sembari menarik Luna secara paksa ketika sosok ikan arapaima itu meledakkan tubuh dari para pemancing dengan mega canon yang di bawanya

*gyuruks gyuruks gyuruks* suara dari gemrecik air yang menjadi penomoang tubuh dari ikan itu mulai nampak deras dan semakin mendekat ke tempat Ifa dan Luna bersembunyi

" Ne.. Luna. Apapun yang akan terjadi, jangan lepaskan pegangan tanganku. Mengerti?! " bisik Ifa sembari mempererat pegangan tangan dari Luna yang nampak ketakutan

Ketika sosok ikan arapaima itu berenang di sekitar area tempat Luna dan Ifa bersembunyi, ikan itu nampak mengaktifkan sebuah sinar dari bagian bawah siripnya yang bunyinya hampir sama seperti sonar pendeteksi kedalaman dari kapal moderen

*swups splatps * Sesaat sebelum ikan itu mendekat ke tubuh dari Ifa yang tertutup oleh batuan sihir yang luna ciptakan layaknya shelter, Ikan itu tiba-tiba menggeliat ketakutan sebelum akhirnya kembali masuk ke dalam aliran sungai dan menghilang

" Laluna nindya alf Raizasna.... Secilian kumoko alpatrons... Mirerial Noir ava Antares demon.... " ucap seorang wanita yang bersembunyi dibalik bayangan pepohonan sembari memberikan suatu sihir pada tempat Luna dan Ifa bersembunyi

*drdadadaps* runtuhnya shelter ciptaan dari Luna membuat beberapa orang yang melakukan pencarian di sekitar tempat itu mulai mendekat dan memeriksa apa yang terjadi

" Hey, bukankah itu adik termuda dari keluarga Yulis ? " teriak seorang penduduk yang berada cukup dekat dengan tubuh Ifa dan Luna

" Ya, ampun!! Syukurlah kamu baik baik saja Luna... " ucap Lena sembari memeluk erat adiknya yang pingsan

Episodes
1 Permintaan pada sang legenda
2 Bibit permusuhan
3 Sosok yang hilang
4 Sosok kuat selain Arcanest
5 Teman Flairia
6 Luka fatal yang disembunyikan
7 Crystal of Memorial
8 Power form Singularity
9 Opsi Rahasia
10 Informasi rahsia dibayar nyawa
11 Rumor
12 Di suatu tempat dalam waktu yang tidak diketahui
13 Sosok yang dinanti-kan?
14 Awal dari sesuatu
15 Pengantar pesan
16 Pesan Berdarah
17 Arcanest dan Exterminator Unit
18 Nasehat dari Arcanest
19 Garis waktu yang dijanjikan
20 Pertanggungjawaban Helenia
21 Keputusan pengubah masa depan
22 Peperangan ras demi human
23 Ultimate : Endless Storms
24 Arc of Arcanest
25 Sosok lain dalam diri Alpa
26 Beast Monster : Alpa
27 Klise Kehancuran
28 Ingatan Seseorang
29 Kemenangan ras demi human
30 Sky tower of Regains Smoke
31 Sosok penting yang hilang
32 X-body 02 (Nest)
33 Unit rahasia mulai bercerita
34 Sebelum perpisahan itu
35 Kebahagiaan kecil diantara mereka
36 Sarapan & Harapan
37 Berbagai hal tersembunyi
38 Kemunculan Elder
39 Awal baru untuk Moli
40 Progres Maiden
41 Seleksi tahap dua
42 Lottery numbers
43 Battle of Blade Master
44 Dua Petarung
45 Amarah [Ryuu]
46 Pertikaian kecil ditengah arena
47 Flora dan Tia bersaudara
48 Rencana untuk Mengembara
49 Hasil akhir diluar harapan
50 Sebuah akhir dari awal baru
51 Part of Dimension
52 Leita Lala
53 Salam author buat semua XD
54 Arc of Revolution
55 Rencana rahasia
56 Menghapus jejak petaka
57 Kepercayaan! [adalah dasar dari kerja sama]
58 Kebalikan dari Kenyataan yang tertunda
59 Peran seorang ayah
60 Percepatan dimensi ruang waktu
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Permintaan pada sang legenda
2
Bibit permusuhan
3
Sosok yang hilang
4
Sosok kuat selain Arcanest
5
Teman Flairia
6
Luka fatal yang disembunyikan
7
Crystal of Memorial
8
Power form Singularity
9
Opsi Rahasia
10
Informasi rahsia dibayar nyawa
11
Rumor
12
Di suatu tempat dalam waktu yang tidak diketahui
13
Sosok yang dinanti-kan?
14
Awal dari sesuatu
15
Pengantar pesan
16
Pesan Berdarah
17
Arcanest dan Exterminator Unit
18
Nasehat dari Arcanest
19
Garis waktu yang dijanjikan
20
Pertanggungjawaban Helenia
21
Keputusan pengubah masa depan
22
Peperangan ras demi human
23
Ultimate : Endless Storms
24
Arc of Arcanest
25
Sosok lain dalam diri Alpa
26
Beast Monster : Alpa
27
Klise Kehancuran
28
Ingatan Seseorang
29
Kemenangan ras demi human
30
Sky tower of Regains Smoke
31
Sosok penting yang hilang
32
X-body 02 (Nest)
33
Unit rahasia mulai bercerita
34
Sebelum perpisahan itu
35
Kebahagiaan kecil diantara mereka
36
Sarapan & Harapan
37
Berbagai hal tersembunyi
38
Kemunculan Elder
39
Awal baru untuk Moli
40
Progres Maiden
41
Seleksi tahap dua
42
Lottery numbers
43
Battle of Blade Master
44
Dua Petarung
45
Amarah [Ryuu]
46
Pertikaian kecil ditengah arena
47
Flora dan Tia bersaudara
48
Rencana untuk Mengembara
49
Hasil akhir diluar harapan
50
Sebuah akhir dari awal baru
51
Part of Dimension
52
Leita Lala
53
Salam author buat semua XD
54
Arc of Revolution
55
Rencana rahasia
56
Menghapus jejak petaka
57
Kepercayaan! [adalah dasar dari kerja sama]
58
Kebalikan dari Kenyataan yang tertunda
59
Peran seorang ayah
60
Percepatan dimensi ruang waktu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!