Di dalam sebuah ruangan layaknya bangsal rumah sakit, Sci nampak terbaring lemah sembari terus mengucapkan permintaan maafnya pada sosok yang dipanggilnya tuan berlengan satu
Baik Sosok Willa maupun Wilna yang berada di dekat Sci, sempat merasa yakin bahwa sosok yang Sci sebutkan itu merupakan sebuah tanda dari sesuatu.
" Mengenai apa yang kalian bicarakan tadi, sepertinya sosok itu adalah sosok yang kalian lawan... " ucap demi human ras rubah sembari melakukan kompresi mana dalam diri Sci yang semula nampak kacau
" Bagaimana bisa Ka Yola sangat yakin bahwa sosok itu adalah sosok yang kita nantikan? " ucap Willa sembari mengganti perban dari Willna
" Itu mudah saja bagiku untuk menyadarinya karena ada sebuah perubahan mencolok pada bagian rune dari kampak itu dan seharusnya kalian pun paham mengenai apa yang aku maksudkan. " balasnya yang menimbulkan banyak pertanyaan bagi Willa dan Wilna
" Hmph.... Apakah kalian lupa mengenai aturan tabu yang tertanam dalam kampak itu? " ucap seorang demi human ras harimau yang nampak bersandar di sebuah pintu
" He~?! Ka Ellen!! " teriak semangat dari Wilna sembari mendekat ke arah demi human itu tanpa memperdulikan perban yang belum selesai di balutkan pada lukanya
" *Syuups* Hampir saja, kamu menambah luka lain dari sikap cerobohmu " ucap demi human ras harimau itu setelah menangkap tubuh dari Wilna
" Kenapa Ka Ellen datang kemari? bukankah seharusnya kaka tengah melakukan invasi ke bumi tenggara? " sahut Hena setelah melihat Wilna hanya tertawa sembari meminta maaf
" Iya, itu benar. Memang seharusnya aku ada di sana sekarang. " balas dari Ellen sembari duduk di samping Yola
" A~h... senangnya bisa memelukmu lagi setelah sekian lama~ rasa kesal, sakit dan lelahku terasa menghilang entah kemana karenamu~" ucap Ellen sembari memeluk erat tubuh dari Yola
" Kalau benar begitu adanya, akan lebih baik jika kamu kembali ke kapal dan menaklukkan negri itu, agar jasad dari ketiga saudari itu bisa kita makamkan di sini. " balasnya yang terlihat kesal
" Nma~ jangan kejam seperti itu kepadaku, Yola~. Meski bagaimanapun juga aku memang ingin kembali ke sana. Namun setelah Nico bilang bahwa Willa dan Wilna bisa tumbang dalam satu misi, itu berarti ada entitas kuat yang bisa mengancam negri ini. "balasnya sembari duduk di samping tubuh Sci
" Kamu pun seharusnya sudah tahu bahwa anak - anak kita tidak sekuat kita dahulu. Terlebih ketika kita membandingkannya dengan Azel. " lanjutnya menatap ke arah kepalan tangannya sendiri sembari memainkan cakar tajamnya
" Hm~, yah. Kamu benar... " balas Yola setuju
" Ne, kakak - kakak sekalian, bisakah kalian membicarakan sesuatu yang bisa kami mengerti? " ucap Willa memotong balasan Yola
" Hehe... maaf ya, kalian berdua. Karena ini pertama kalinya kami kembali bertemu setelah hal ini dan itu dilalui, kami sampai lupa kepada kalian " balas dari Ellen yang merangkul kepala Wilna sembari memukulnya pelan
" Nmo~ " berontak Wilna yang merasa tidak nyaman
" Jadi~ sampai dimana kita tadi? " ucap Yola setelah memastikan tubuh dari Sci baik baik saja
" Jika tidak salah, tadi ka Ellen berkata mengenai sesuatu tentang aturan tabu dan sosok yang Sci maksud sebagai sosok berlengan satu. " balas Willa sembari memeriksa perban yang menutup sebuah luka di salah satu telinganya
" Yah, benar. Sepertinya tadi sampai di bagian itu " balas Wilna setelah bertengkar sesaat dengan Willa mengenai luka yang ada
" Hm~ " Dengung dari Ellen dan Yola sebelum saling menatap satu sama lain dan mulai menganggukkan kepalnya
" Dengarkanlah hal ini baik baik. Sebenarnya kami sudah lama ingin membahas hal ini bersama kalian semua. Namun karena si brengsek itu terus mengawasi kami, setidaknya kami hanya bisa menunggu saat yang tepat untuk menyampaikan apa yang kami maksudkan " bisik dari Ellen setelah merangkul Willa dan Wilna sementara Yola nampak mengawasi sesuatu
" Sesaat sebelum kampak darah itu hancur menjadi beberapa bagian, kami atau lebih tepatnya aku dan Yola sempat bertemu seorang wanita misterius yang tiba-tiba jatuh dari langit dan sempat bertarung dengan sesosok chimera... " bisik Ellen sembari membuka sebuah topik pembicaraan yang serius
" Daripada disebut sebagai hari sebelum perang itu terjadi, sebenarnya kami bertemu dengannya tidak lama setelah tragedi itu terjadi... " Lanjut Ellen yang sempat melihat ke arah Yola karena sempat tidak yakin atas ingatannya yang lalu
" Sosok wanita misterius itu berkata bahwa dirinya merupakan sosok dari masa depan yang seharusnya mencegah sosok yang kalian sebut sebagai tuan berlengan satu untuk masuk ke dalam goa itu... " sambung Yola sesaat melihat Ellen yang nampak lupa akan sebuah bagian penting
" Dan sebelum sebuah hentakkan energi hebat menghempaskan kita, kala itu. Kami berdua sempat diberikan sebuah benda yang mana saat ini kalian bisa sebut sebagai kristal memori.... " lanjut keduanya setelah berselisih atas nama dari benda yang diberikan sosok itu yang nampak secara jelas memiliki bentuk yang hampir sama dengan kristal ovl namun dalam versi kecil
" Mungkin karena suatu alasan, sosok wanita itu tiba-tiba meminta kami untuk membawa benda itu kepada kalian sebelum dirinya melesat dengan cepat ke dalam goa.... " jelas Ellen yang kembali melanjutkan
" Meski seluruh demi human dari berbagai ras kala itu melupakan sesuatu yang penting, sosok manusia yang jika tidak salah itu bernama Rizaz, terus berusaha mengingatkan kepada kami mengenai sosok bernama Anma. " lanjut dari Yola setelah mengambil sebuah buku dari deretan rak yang tersembunyi dibalik ruangan mereka berada
" Librarian Libera... " ucap Yola sebelum melanjutkan penjelasan dari Ellen yang terhenti
Sesaat setelah rapalan mantra terucap, mereka yang semula berada di ruang istirahat tiba-tiba jatuh ke sebuah ruangan lain yang nampak seperti perpustakaan
" Karena saat itu sosok Rizaz sangat bersikeras atas apa yang dirinya ucapkan, kami berdua pun memutuskan untuk memintanya mengatakan semua yang dirinya tahu sesaat setelah ledakan energi itu menghapus ingatan kita... " lanjut Ellen sembari menunjukkan bagian kristal lain yang cukup besar dari pada potong kecil kristal yang Yola tunjukkan dalam bentuk hiasan kalung
" Dan yah. seiring berjalannya waktu, beberapa demi human mulai gugur hingga pada satu titik, ras kita berhasil di pukul mundur oleh ras manusia.... " Lanjut Yola sembari melihat berbagai lukisan dengan wajah dari beberapa demi human yang berbeda ras
" Karena kami berdua sangat yakin atas apa yang diucapkan sosok itu sebelumnya, pada akhirnya kristal ini kami pecahkan menjadi beberapa bagian seperti ini. " lanjut Ellen setelah meminta Yola melepaskan kalung kristal itu dan mendekatkannya ke potongan besar kristal yang seukuran kepalan tangan.
" Tunggu sebenatar, ka. Jika ini disatukan seperti ini bukankah ada beberapa bagian lain yang hilang? karena bagaimanapun juga kristal ini masih memiliki lubang yang cukup besar " balas Wilna sembari memasangkan pecahan kristal tersebut.
" Mengenai hal itu, kalian akan mengetahuinya saat sosok yang kalian maksudkan benar-benar ada " ucap Ellen setelah melihat ke arah Yola yang mengusap bagian kristal yang berlubang
" Karena kami yakin, bahwa sosok itu adalah sosok penyelamat bagi kita atau lebih tepatnya seluruh ras dari demi huma... " lanjut Yola dengan penuh keyakinan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments