Dalam ruangan yang sama, baik Yola, Ellen, Willa dan Willna terus berdebat mengenai kebenaran dari ingatan yang ada dalam crystal of memorial dan hal lain yang berkaitan dengan misteri dari sosok yang mereka yakinin sebagai sosok terkuat sekaligus sosok yang mereka panggil sebagi tuan maupun tuan berlengan satu.
" Entah kalian ingin menganggap kami berdua sudah mengalami gangguan kejiwaan seperti Sci atau apa... Namun kami ingat betul bahwa berapa jam sebelum Sci mulai menginvasi kota itu, sebuah bayangan mengenai seorang pria tanpa lengan dan sosok menyerupai dewi alam tengah mengajari kami mengenai cara membuat sebuah hidangan di sebuah pondok kayu yang bobrok..." ucap Willa untuk meyakinkan Yola dan Ellen bahwa sosok itu memang pernah hidup bersama mereka di masa lampau
" dan bukan hanya itu... Jika kalian berdua ingat mengenai tragedi kabut merah, kalian pasti ingat mengenai sebuah bayangan hitam yang muncul dan menyerap habis seluruh energi mana dalam diri dan hanya menyisakan Azela dan Azeral yang saat itu masih berusia muda?" lanjut Willna menambahkan
Yola dan Ellen hanya terdiam sembari mencoba mengingat kejadian yang keduanya maksudkan
" Meskipun secara samar, aku melihat seorang pria dalam wujud bayangan hitam yang memangku tubuh dari Ka Lia yang penuh luka sebelum akhirnya tubuh dari Ka Lia menghilang bersama dengan kampak merah yang hancur dan membinasakan seluruh ras manusia di pulau ini dan sosok pria itu hampir serupa dengan sosok yang tersembunyi di balik lukisan dari Ka Lia yang ada di ruangan milik Sci" Tambah Willa sembari menunjukkan bukti nyatanya dengan mengalirkan energi mana yang dia miliki pada lukisan yang serupa di ruangan itu
* Scriinggsssss.... * sebuah aura hitam kemerahan mulai menampakkan sebuah ujung kampak besar berwarna merah darah dengan beberapa rune hitam yang nampak seperti dua pasang mata yang menatap tajam penuh dengan kekejaman
" Khandara...." ucap Bibi Lili ketika melihat tongkat yang dirinya pegang mulai memperlihatkan sebuah kampak merah besar dengan mata rune yang menakutkan
Bersama dengan energi yang terus berkumpul dan membentuk sebuah kampak, Azela yang melihat bayangan kampak itu teringat sebuah senjata besar yang selalu Sci gunakan untuk melaksanakan tugasnya sebagai penghancur negri dari ras manusia
" Bukankah dia sangat mirip dengan kampak yang digunakan oleh anak bodoh itu?" ucapnya sembari menempelkan sisi samping dari kepala kampak itu seakan dirinya sangat merindukan wujud asli dari kampak khandara
* Spyarss.... * Beberapa saat setelah Bibi Lili melakukan beberapa gerakan dasar seperti bertahan dan menyerang dengan kampak itu, ujung dari kampak yang dipenuhi oleh aura itu hancur dan kembali menampakkan sebuah tongkat besi hitam yang patah
" Hm~ yah... sepertinya kepingan terakhir masih di perlukan untuk kesempurnaannya kembali... " gumamnya lirih sembari melemparkan tongkat besi itu ke kuali besar yang berisi lelehan besi
" Apa yang bibi katakan? bukankah serpihan terakhir itu adalah kristal ini? " ucap Azela yang merasa bingung
" Tidak, sayangku... Serpihan kristal itu memanglah serpihan terakhir dari kristal memori yang sengaja aku sembunyikan di balik lukisan itu sebagi pengingat atas dirinya... namun yang aku maksudkan kepingan terakhir pada kampak ini adalah aliran energi hitam darinya... " Jelas Bibi Lili setelah merangkul tubuh dari Azela yang tertutup oleh aura hitam
* glups * Azela kembali merasa ketakutan ketika dirinya tidak menyangka bahwa kepingan terakhir yang dimaksudkan oleh bibinya aliran darah dari seseorang
" Untuk kalih ini aku akan memaafkan kalian. Namun sebagai ganti dari kesalahan kalian yang melanggar larangan dariku, aku akan mengambil hal yang pernah aku berikan itu kembali... " ucap sosok misterius yang mendekatkan tubuhnya sembari memegang bagian tubuh yang dimaksudkan
" Apa?!! Kenapa?!!! Kenapa aku tidak bisa bergerak?!!! " ucap sosok Ellen yang saat itu masih berusia muda
Dengan sebuah latar berupa goa yang gelap dengan beberapa batuan hitam yang nampak meleleh, Ellen kembali melihat beberapa anggota partynya yang kini telah tiada
" Graa!!!!!!! " dalam kesunyian di ruangan yang disebut sebagai perpustakaan libera, Ellen tiba tiba berteriak bersamaan dengan lengannya yang mulai bercahaya
" Eraaa!!!! " teriak Yola di waktu yang hampir bersamaan dengan teriakan dari Ellen dan sebuah cahaya yang serupa pun ikut muncul di bagian dadanya
Melihat situasi yang tidak biasa tiba-tiba terjadi, kedua saudari ras kelinci itu mencoba melakukan sesuatu untuk menghentikan hal itu namun pada akhirnya mereka gagal dan sosok misterius yang dimaksudkan pun benar-benar muncul sesaat sebelum kesadaran dari keduanya menghilang
" Tolong di perhatikan ya!! Wila, Willna!! ... Flora akan mengajari kalian bagaimana caranya menggunakan sihir ini dengan baik... " ucap sosok yang menyerupai dewi sembari memperlihatkan sihirnya
* Gbralsssss slas slas sals sals slupts * sesaat setelah sihir dirapalkan, beberapa akar berduri keluar dari tanah dan beberapa pohon pun ikut bergerak seakan ingin menjadi bagian dari sesuatu yang diciptakan dari beberapa akar berduri yang mulai menyatu
" Gra!!!!! " raungan dari seekor monster dalam wujud chimaira yang menunjukkan wujud naga hijau dengan beberapa bagian tubuh yang masih menampakkan beberapa bagian dari akar tumbuhan dan kayu pohon yang belum menyatu dengan sempurna
* staps... staps... staps... dhpts * sosok naga hijau mulai berjalan perlahan mendekati ketiganya sebelum akhirnya menundukkan kepala dan tubuhnya sebagai penghormatan untuk sosok yang telah memanggilnya
" Lihatlah lihat.... bukankah dia cantik... " ucap sosok Flora sembari mengusap kepala dari naga hijau itu di hadapan Willa dan Willna
" Jika dilihat secara seksama dan menyesuaikan perubahan yang ada, mungkin kamu adalah Willa yang kini telah menginjak usia dewasa dan yang disana itu mungkin kakak atau adikmu.... " ucap sosok misterius yang mengusap kepala dari Willa sembari melihat beberapa demi human lain yang terkapar dengan kondisi yang sama
" Untuk kalih ini aku akan merahasiakan mengenai kematian dari kedua orang tuaku di menara Devagri karena aku tidak ingin bibi tahu bahwa mereka harus tewas di tangan ras manusia yang seharusnya sosok itu adalah anak dari sosok wanita yang pernah menyelamatkan kami... " ucapnya dalam hati
" Oh, iya. Jika kamu sudah menemukan sosok yang aku sebutkan tadi, setidaknya mampirlah ke sebuah goa dekat perbukitan yang dipenuhi oleh tumbuhan pemangsa yang seharusnya lokasinya berada di bagian barat benteng itu" tambahnya setelah melihat peta kusam yang disinari oleh cahaya dari api milik Azel
" dan jika dimungkinkan kamu juga bisa mengajak Azel yang satunya untuk menemanimu ke tempat yang aku maksudkan. Namun tetaplah ingat bahwa kamu dan dia tidak boleh menyebutkan suatu alasan yang berkaitan dengan permintaan ku ini kepada si bedebah " lanjutnya sembari memberikan sebuah peta dan rune berwarna putih kehijauan
Dalam perjalanannya kembali ke permukaan, dirinya sempat merasa bersalah pada Bibi Lili karena dirinya tidak mengatakan sesuatu mengenai kekalahan besar dari pihak para demi beberapa tahun terakhir akibat ulah dari sosok yang dipanggil sebagai bedebah
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments