Luka fatal yang disembunyikan

" * Hmph... * Dari semua statistik data yang ada, sepertinya mereka yang ada di malam itu mengalami peningkatan karena kamu bukan, Alin? " hela nafas panjang dari Anma yang tengah mengisi beberapa tabung energi mana yang hampir mirip seperti jam pasir sebelumnya.

Dengan meminta bantuan dari Lailia yang mengubah tubuhnya menjadi aura hitam seperti energi yang dikeluarkan oleh tubuhnya, Anma mengirimkan sebagian besar energi yang dirinya miliki melalui beberapa lengan hitam yang menyatu ke bagian tengah dari beberapa tabung energi yang ada

" Maafkan saya, papa. Saya tidak bermaksud melakukan peningkatan seperti itu pada mereka. Namun mengingat kondisi di saat kejadian itu, saya terpaksa melakukannya karena saat itu papa akan... " jelas Alin dengan suara bergema layaknya dua orang perempuan yang tengah berbicara

" Lalu, bagaimana dengan Akun dan Aestro? apakah mereka juga melakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan? " ucap Anma memotong penjelasan dari Alin

" Jika di ingat kembali, sepertinya mereka juga melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan, papa. " balas Alin yang nampak menyesal

" Hm~... Pada dasarnya kalian adalah sosok sederhana namun dari kesederhanaan itu, kalian dapat dikatakan yang terkuat diantara mereka. Sama halnya seperti kamu yang berbasis pada buff, Akun yang berbasis pada dbuff dan familia cloning serta Aestro yang berbasis pada meca tech. Mereka yang ada setelah kalian, memiliki basic attack yang beragam baik itu true magic power maupun combine dari beberapa inang yang dahulu sempat kita taklukkan bersama, maka dari itu, mereka harus meningkatkan kemampuan mereka sendiri tanpa adanya bantuan dari kalian meskipun dalam kondisi yang terdesak. Karena apa? karena dalam keadaan terdesak itu mereka dapat menunjukkan potensi yang aku maksudkan. " balasnya yang nampak kesal dengan menunjukkan beberapa statistik dari Re legiun yang telah berubah

" Tapi papa, saat itu Flora dan Quinn hendak menyerang papa. dan... dan papa kan tahu sendiri bahwa satu kesalahan kecil dapat berakibat fatal pada papa! " balas dari Alin yang nampak marah

Anma sempat terdiam sesaat ketika mendengar ucapan dari Alin barusan

" Akh... iya, benar. Berbagai kesalahan fatal itu memang membuat banyak luka seperti ini.... " balasnya sembari melihat ke arah tubuhnya

" Papa... " Ucap Alin yang berusaha mengatakan sesuatu untuk menghibur Anma

" Tapi, tidak apa. Setidaknya ada pelajaran berharga di setiap kesalahan itu. " balas Anma untuk menghibur dirinya sendiri

" Maaf papa, saya tidak bermaksud mengingatkan kembali kejadian yang telah lalu.... " balas Alin yang merasa bersalah

" Nmah, tidak perlu sedih seperti itu, Alin. Mari kita bahas hal lain saja, seperti, m..... sesuatu yang membuat kamu maupun Akun dan Aestro rela melakukan power up pada mereka. " balasnya setelah menutup beberapa statistik data yang telah selesai di analisa

" Mengenai itu... m... jika tidak salah ingat, disaat gerbang itu di buka dan semua buff serta cadangan energi mulai dikirimkan kepada papa, Quinn mengira bahwa papa akan kehilangan kendali dan masuk dalam mode Rampage seperti saat kami hampir tewas ketika menghadapi sosok Meteor Rex....." balasannya menjelaskan

" Jika hal itu benar, maka itu dapat menjadi penjelasan yang masuk akal ketika aku melihat banyak luka yang mereka terima pada saat itu. " ucap Anma yang berfikir bahwa semua luka yang ada pada saat itu merupakan bukti pertarungan sengit antara Flora, Quinn dan Re legiun yang bertempur melawan Alin, Akun dan Aestro

" Itu benar, papa. Meskipun bisa dikatakan seperti itu, sejujurnya saya sendiri justru berpihak kepada Re legiun karena saat itu saya berfikir bahwa kekuatan mereka semua yang termasuk Quinn dan Flora, belum bisa mendekati kekuatan dari Akun dan Aestro. " balas Alin menjelaskan

" Oleh karena itu, saya sangat bersyukur bahwa Arc bisa menjadi lebih kuat dan melindungi sosok Flora yang sangat berharga bagi papa dan membangkitkan semangat juang para unit utama melawan mereka berdua. " lanjutnya yang sempat terhenti ketika hendak menyebutkan nama Flora

" Kamu memang anak yang baik, Alin. " balasnya sembari mengusap kepala dari Alin menggunakan lengan hitam dari Laisia

" [dan maaf karena aku membuatmu menjadi sosok pengganti untuk Flora...] " ucapnya dalam hati sembari mencoba tersenyum dihadapan wajah Alin yang tertutup topeng

" He~em... terima kasih papa. " balas Alin yang nampak senang

" [Meskipun aku tahu bahwa aku hanyalah pengganti dari Flora, setidaknya aku memilki banyak keunggulan yang melebihi dirinya. Maka dari itu, seperti ucapan papa disaat memberikan penutup wajah ini... aku akan membuktikan bahwa aku layak mendapatkan kasih sayang yang melebihi Flora.] " ucap Alin dalam hati sesaat setelah memegang tangan hitam dari Lailia

" Ne, Alin.... aku paham atas apa yang kamu rasakan saat ini. Meskipun dapat dikatakan bahwa mungkin aku tidak akan sekuat dirimu, aku hanya ingin mengingatkan kepadamu bahwa disaatnya nanti. Kita akan menjadi sosok yang sejati. " bisik Lailiaa ketika melihat Alin tengah menompang tubuh dari Anma yang kini mulai tertunduk lemas.

" * Scriptss * Sepertinya tuan tidak berada dalam kondisi terbaiknya saat ini, yah. kaka? " ucap Aestro sesaat setelah kembali ke ruangan didalam gerbang kehancuran

" Jailin jalin jailalin... " balas Akun yang terlihat marah

" Bukan maksudku berfikiran seperti itu, kaka. Setidaknya setelah mengingat ada anggota baru yang bergabung ke unit null, aku hanya mengira bahwa itu adalah hal yang membuat tuan menjadi seperi ini. " balas Aestro yang mencoba menenangkan Akun

" Jalsil jail jailin? Jailalin jalin jail!! " ucap Akun yang semakin memanas

" Bukan begitu ka, aku tidak meragukan apa yang tuan lakukan pada saat hal itu terjadi. Aku hanya menghawatirkan kondisi tuan karena kaka ingat kan, beberapa waktu sebelumnya? ketika tuan membuka gerbang ini dan serangan dari mereka hampir membuat tuan celaka? " balas Aestro menjelaskan

" Jaili Jain Jailalin Jailin. Jailn Jafar jailin.... " bisik Akun sembari menutupi tubuh dari Aestro seolah berkata bahwa ada hal yang perlu disembunyikan mengenai kondisi Anma pada Alin

" Iya, ka. Aku pun sempat berfikir demikian ketika tuan kehilangan kesadarannya disaat proses rebulid berlangsung. Sedangkan untuk simulasi terburuk yang akan terjadi nantinya, kita harus bersiap untuk bertarung menghadapi kaka tertua jikalau dirinya tidak bisa merelakan apa yang telah terjadi. " balas Aestro dengan wajah yang serius

" Jafar jailin jail. Jailin jain jail... " ucap Akun memberikan pendapatnya

" Hehehe, yah meskipun kita bisa terbunuh jika saat kaka tertua benar-benar mengeluarkan kekuatan aslinya, setidaknya kita bisa mengurangi sedikit kekuatan tempurnya sebelum amarah yang lebih besar di lampiaskan pada seluruh unit dari Re legiun. " balas Aestro yang setuju dengan pendapat dari Akun

" Hey, Aestro?! Akun?! apakah kalian tidak mendengarku memanggil kalian? " ucap Alin sembari mendekati keduanya

" Jailin...?! Jail Jain Jafar Jais. " balas Akun sembari menahan Aestro untuk berbicara

" Hm~ yah. Mungkin saat ini Anes masih belum mengerti arti kehilangan seperti saat kita kehilangan beberapa saudara kita yang lain ketika hal yang serupa terjadi di waktu itu. Tapi... yah, setidaknya seiring berjalannya waktu dan beberapa hal baru yang akan terjadi nantinya, aku berharap bahwa Anes bisa berubah menjadi sosok yang papa akui dan membuatnya berada di sini. " Balas Alin yang nampak berharap

Episodes
1 Permintaan pada sang legenda
2 Bibit permusuhan
3 Sosok yang hilang
4 Sosok kuat selain Arcanest
5 Teman Flairia
6 Luka fatal yang disembunyikan
7 Crystal of Memorial
8 Power form Singularity
9 Opsi Rahasia
10 Informasi rahsia dibayar nyawa
11 Rumor
12 Di suatu tempat dalam waktu yang tidak diketahui
13 Sosok yang dinanti-kan?
14 Awal dari sesuatu
15 Pengantar pesan
16 Pesan Berdarah
17 Arcanest dan Exterminator Unit
18 Nasehat dari Arcanest
19 Garis waktu yang dijanjikan
20 Pertanggungjawaban Helenia
21 Keputusan pengubah masa depan
22 Peperangan ras demi human
23 Ultimate : Endless Storms
24 Arc of Arcanest
25 Sosok lain dalam diri Alpa
26 Beast Monster : Alpa
27 Klise Kehancuran
28 Ingatan Seseorang
29 Kemenangan ras demi human
30 Sky tower of Regains Smoke
31 Sosok penting yang hilang
32 X-body 02 (Nest)
33 Unit rahasia mulai bercerita
34 Sebelum perpisahan itu
35 Kebahagiaan kecil diantara mereka
36 Sarapan & Harapan
37 Berbagai hal tersembunyi
38 Kemunculan Elder
39 Awal baru untuk Moli
40 Progres Maiden
41 Seleksi tahap dua
42 Lottery numbers
43 Battle of Blade Master
44 Dua Petarung
45 Amarah [Ryuu]
46 Pertikaian kecil ditengah arena
47 Flora dan Tia bersaudara
48 Rencana untuk Mengembara
49 Hasil akhir diluar harapan
50 Sebuah akhir dari awal baru
51 Part of Dimension
52 Leita Lala
53 Salam author buat semua XD
54 Arc of Revolution
55 Rencana rahasia
56 Menghapus jejak petaka
57 Kepercayaan! [adalah dasar dari kerja sama]
58 Kebalikan dari Kenyataan yang tertunda
59 Peran seorang ayah
60 Percepatan dimensi ruang waktu
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Permintaan pada sang legenda
2
Bibit permusuhan
3
Sosok yang hilang
4
Sosok kuat selain Arcanest
5
Teman Flairia
6
Luka fatal yang disembunyikan
7
Crystal of Memorial
8
Power form Singularity
9
Opsi Rahasia
10
Informasi rahsia dibayar nyawa
11
Rumor
12
Di suatu tempat dalam waktu yang tidak diketahui
13
Sosok yang dinanti-kan?
14
Awal dari sesuatu
15
Pengantar pesan
16
Pesan Berdarah
17
Arcanest dan Exterminator Unit
18
Nasehat dari Arcanest
19
Garis waktu yang dijanjikan
20
Pertanggungjawaban Helenia
21
Keputusan pengubah masa depan
22
Peperangan ras demi human
23
Ultimate : Endless Storms
24
Arc of Arcanest
25
Sosok lain dalam diri Alpa
26
Beast Monster : Alpa
27
Klise Kehancuran
28
Ingatan Seseorang
29
Kemenangan ras demi human
30
Sky tower of Regains Smoke
31
Sosok penting yang hilang
32
X-body 02 (Nest)
33
Unit rahasia mulai bercerita
34
Sebelum perpisahan itu
35
Kebahagiaan kecil diantara mereka
36
Sarapan & Harapan
37
Berbagai hal tersembunyi
38
Kemunculan Elder
39
Awal baru untuk Moli
40
Progres Maiden
41
Seleksi tahap dua
42
Lottery numbers
43
Battle of Blade Master
44
Dua Petarung
45
Amarah [Ryuu]
46
Pertikaian kecil ditengah arena
47
Flora dan Tia bersaudara
48
Rencana untuk Mengembara
49
Hasil akhir diluar harapan
50
Sebuah akhir dari awal baru
51
Part of Dimension
52
Leita Lala
53
Salam author buat semua XD
54
Arc of Revolution
55
Rencana rahasia
56
Menghapus jejak petaka
57
Kepercayaan! [adalah dasar dari kerja sama]
58
Kebalikan dari Kenyataan yang tertunda
59
Peran seorang ayah
60
Percepatan dimensi ruang waktu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!