Arcanest dan Exterminator Unit

" Hiya~! Hahahaha! ya ampun, Anes~! sudah lama sekali semenjak aku bermain-main denganmu di tempat ini.... " ucap seorang wanita disaat tubuh Arc masih dalam kondisi di bekukan

Sembari memandang tubuh Arc yang masih dibalut es dan dalam kondisi siap serang, sosok wanita berpakaian gelap yang dilumuri darah nampak memainkan beberapa benda tajam di jari jarinya seakan berfikir mengenai permainan apa yang akan cocok untuk sosok Arc yang ada di hadapannya

" Hak istimewa exterminator unit.... Devaliun Natera... " ucap sosok tadi sembari merapal mantra dan menghancurkan bongkahan es yang menyelimuti tubuh dari Arc

* Dradadadadadadadadangs swungs swungs swungs swungs dbramssss dbramssss dbramssss * berbagai serangan beruntun dari Arc yang sempat tertunda kembali aktif dan menyerang sosok wanita yang ada didepannya layaknya sosok Hena yang telah terkunci sebagai target serangannya.

*swungsss staps gbruuumsssss* Beberapa saat setelah debu dari proyektil yang menyerang mulai menghilang, sosok wanita berlumur darah itu langsung melesat dengan cepat dan mencekik tubuh Arc sebelum menghantamkan tubuh Arc ke permukaan lantai dari tempat itu dengan sangat keras

" Yada, yada... Antaralin Laisan Arc... Dengan serangan yang mengerikan seperti itu, mungkin beberapa null unit kehilangan nyawanya..." ucap sosok wanita itu sembari menatap wajah Arc yang nampak ketakutan

" Ne----Nesil?!! " ucap Arc dengan bibir yang gemetaran

" Oah... akhirnya kamu bisa mengingatku juga, ya. " balas Nesil sesaat ketika Arc menyebutkan namanya

*swups dbramssss dbramssss dbramssss * tidak lama setelah Nesil membelai lembut wajah dari Arc, dirinya melompat cukup jauh dan mengeluarkan beberapa rak senjata beserta sebuah meja penyiksaan yang langsung mengikat tubuh dari Arc yang terlentang tidak berdaya

" Nah, karena kamu sudah mengingat siapa diriku~ kamu pasti sudah paham kan mengenai apa yang aku lakukan kepadamu? " ucapnya setelah bersenandung nada ceria sembari menari di ruangan penuh darah itu sebelum akhirnya menyentuhkan ujung mata pisau belati ke dagu milik Arc

Merasa mengingat kembali sebuah masa kelam dalam hidupnya yang dipenuhi oleh siksaan mengerikan dari sosok yang ada dihadapannya, Arc hanya terdiam tanpa kata dengan kulit tubuh yang semakin memucat

" *sjlbsss* Ya ampun, Anes~ cerialah sedikit... " ucap Nesil sesaat setelah menusuk perut dari Arc tanpa pemberitahuan

* gluptsss * Arc memuntahkan darah dari mulutnya sebagai tanda bahwa tusukan yang dilakukan sosok Nesil sangatlah fatal

" Nah... begitulah seharusnya... hahaha... Ha~ahm... senyuman indah seperti ini membuat ku ingat saat terakhir kali aku bermain dengan tubuhmu yang indah itu...." gelak tawa dari Nesil yang terlihat sangat senang ketika melihat Arc menyeringai kesakitan dengan bagian perut dan mulut yang mengeluarkan banyak darah

" Hyaaah... meskipun aku sedikit kecewa karena tidak bisa mendengar suara merdu milikmu ketika bernyanyi seperti terakhir kali si~ hihihi... " lanjutnya setelah menarik paksa rambut dari Arc untuk menatap wajahnya secara dekat

" A---aku mi--minta ma--maaf, ni---nisel.... " ucap Arc sembari menahan rasa sakitnya

" He~ ? apakah aku tidak salah mendengar ucapanmu barusan? * Sdamssss sdamssss sdamssss * Jikalau kamu memang menyesalinya seharusnya kamu tidak melanggar aturan yang dibuat tuan kita..." balas Nisel setelah melepaskan tarikan rambut Arc sebelum menghantamkan berbagai pukulan dasyat dengan sebuah tinju besi berduri yang melekat di kedua tangannya

" Hm~ lihat... kamu kembali terdiam seperti itu dan mengharapkan belas kasihan dariku bukan? " tambahnya setelah berjalan meninggalkan meja penyiksaan yang menampakkan tubuh Arc yang dipenuhi oleh berbagai macam luka mengerikan

" *sdingssss* Saatnya melihat apa kesalahan yang kamu buat, Anes... Berdoa lah bahwa kesalahan mu kalih ini tidak sebesar kesalahan yang kamu lakukan terakhir kali... " ucap Nisel setelah merapal mantra dan memunculkan sebuah layar sihir yang menampilkan kejadian di dalam mansion saat pertarungan antara Arc dan Hena berlangsung

Untuk sesaat Nisel nampak tertawa kecil ketika melihat apa yang ada dihadapannya sembari mengabaikan rintihan dari Arc yang nampak kesakitan

" Hm~ yah... aku sudah memahami alasanmu melakukan hal itu sekarang. " ucapnya sembari mendekati Arc

* Kesalahan yang kamu buat sangat sederhana namun dengan pola serangan mematikan yang mengancam unit null yang bahkan belum tahu mengenai kekuatannya sendiri. " tambahnya memberikan pendapat mengenai pertarungan di antara Arc dengan Hena

" dan yah... mungkin sebuah kuda sigma, pasak lidah dan cambuk mentari adalah alat musik yang cocok untuk dipadukan denganmu kalih ini ya, Anes... " lanjutnya sembari mengambil beberapa alat penyiksaan dari rak senjata dan mendekat ke arah Arc yang terlihat menggeliat kesakitan sesaat setelah tubuhnya dipukul dengan sanagt keras hingga nampak jelas sebuah lubang

Sesaat setelah belenggu yang mengikat setiap tubuhnya terlepas, Nisel langsung menginjak perut dari Arc dan membelahnya untuk mengambil sesuatu didalamnya

" Untuk sementara aku akan mengambil beberapa item yang ada dalam dirimu karena aku sendiri pun sangat takut jika item berharga yang tuan berikan akan rusak saat aku melakukan tugasku... " ucapnya sembari menahan tubuh Arc yang terus meronta kesakitan karena kaki dari Nisel memakai sepatu besi berduri

" Gra~!!!!!!! " Arc mulai berteriak dengan sangat keras saat beberapa cambuk berduri terus mencabik tubuhnya yang kini telah kehilangan ketahanan berupa tubuh batu sekeras obsidian

" Nah, Benar!! Teruslah menyanyi bersama alunan nada dari alat musikku !! * Sbramssss * " ucap Nisel sembari terus mencambuk tubuh Arc yang terduduk dalam sebuah baju besi berbentuk kuda yang di bagian bawahnya nampak dibakar oleh api yang membara sementara bagian punggung dan kepalanya menampakkan tubuh manusia dari Arc yang menjadi sasaran dari beberapa alat penyiksaan yang lain

" Ucapanmu memang benar mengenai kekuatan yang diberikan kepadanya hampir sama seperti kekuatan dari Morag * Dbramssss * Hehehe... sebenarnya akupun sama kesalnya dengamu karena Morag juga sosok yang sangat berharga bagiku * Dbramssss dbramssss.... dbramssss...* " lanjutnya sembari terus melakukan tugasnya sebagai exterminator unit

----------------

" Dengar Crsi. Kamu tidak boleh pergi ke tempat mereka yang ada di sana. " ucap Arc setelah menahan Crsi yang terlihat penasaran mengenai apa yang tengah dilakukan oleh sosok berbentuk gumpalan daging yang aneh bersama dengan Quinn, Flora dan juga Rougu

" Tapi kenapa, papa? bukankah mereka hanya sedang berbicara dengan tuan melalui sebuah sihir dalam pentagon yang ada di sana? " ucap Crsi yang memberontak

" Dengar.... mereka yang ada di sana memang terlihat seperti itu. Namun harus kamu ketahui bahwa pentagon biru itu adalah sihir yang memberikan pasokan energi mana, lalu pentagon hitam itu adalah sihir penahan distorsi ruang waktu atau bisa dikatakan sebagai sihir dimensi dan pentagon yang putih itu adalah sihir aura yang biasanya tuan berikan kepada mereka yang terkena efek negatif agar pulih dengan cepat... " Jelas Arc dengan serius mengenai hal berbahaya yang ada dihadapannya

" E~?!! Tapi mereka kan sudah hampir satu minggu ada di sana? apakah papa yakin membiarkan mereka tetap seperti itu? " balasnya yang terlihat khawatir

" Aku tahu kekhawatiran mu saat ini terhadap kondisi mereka. Namun dengan adanya pasokan energi sihir, tubuh mereka akan terhindar dari kekacauan mana yang akan terjadi. Selain itu pun sihir aura dan sihir dimensi akan menjaga kesadaran mereka sampai batas waktu yang telah ditentukan dan setelah itu mereka akan kembali seperti sedia kala walaupun waktu telah berlalu begitu cepatnya " tambahnya sembari membuat lingkaran pelindung agar para maiden yang tersisa tidak mendekati gumpalan daging aneh itu beserta Flora, Quinn dan Rogi yang ada disekitarnya

Episodes
1 Permintaan pada sang legenda
2 Bibit permusuhan
3 Sosok yang hilang
4 Sosok kuat selain Arcanest
5 Teman Flairia
6 Luka fatal yang disembunyikan
7 Crystal of Memorial
8 Power form Singularity
9 Opsi Rahasia
10 Informasi rahsia dibayar nyawa
11 Rumor
12 Di suatu tempat dalam waktu yang tidak diketahui
13 Sosok yang dinanti-kan?
14 Awal dari sesuatu
15 Pengantar pesan
16 Pesan Berdarah
17 Arcanest dan Exterminator Unit
18 Nasehat dari Arcanest
19 Garis waktu yang dijanjikan
20 Pertanggungjawaban Helenia
21 Keputusan pengubah masa depan
22 Peperangan ras demi human
23 Ultimate : Endless Storms
24 Arc of Arcanest
25 Sosok lain dalam diri Alpa
26 Beast Monster : Alpa
27 Klise Kehancuran
28 Ingatan Seseorang
29 Kemenangan ras demi human
30 Sky tower of Regains Smoke
31 Sosok penting yang hilang
32 X-body 02 (Nest)
33 Unit rahasia mulai bercerita
34 Sebelum perpisahan itu
35 Kebahagiaan kecil diantara mereka
36 Sarapan & Harapan
37 Berbagai hal tersembunyi
38 Kemunculan Elder
39 Awal baru untuk Moli
40 Progres Maiden
41 Seleksi tahap dua
42 Lottery numbers
43 Battle of Blade Master
44 Dua Petarung
45 Amarah [Ryuu]
46 Pertikaian kecil ditengah arena
47 Flora dan Tia bersaudara
48 Rencana untuk Mengembara
49 Hasil akhir diluar harapan
50 Sebuah akhir dari awal baru
51 Part of Dimension
52 Leita Lala
53 Salam author buat semua XD
54 Arc of Revolution
55 Rencana rahasia
56 Menghapus jejak petaka
57 Kepercayaan! [adalah dasar dari kerja sama]
58 Kebalikan dari Kenyataan yang tertunda
59 Peran seorang ayah
60 Percepatan dimensi ruang waktu
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Permintaan pada sang legenda
2
Bibit permusuhan
3
Sosok yang hilang
4
Sosok kuat selain Arcanest
5
Teman Flairia
6
Luka fatal yang disembunyikan
7
Crystal of Memorial
8
Power form Singularity
9
Opsi Rahasia
10
Informasi rahsia dibayar nyawa
11
Rumor
12
Di suatu tempat dalam waktu yang tidak diketahui
13
Sosok yang dinanti-kan?
14
Awal dari sesuatu
15
Pengantar pesan
16
Pesan Berdarah
17
Arcanest dan Exterminator Unit
18
Nasehat dari Arcanest
19
Garis waktu yang dijanjikan
20
Pertanggungjawaban Helenia
21
Keputusan pengubah masa depan
22
Peperangan ras demi human
23
Ultimate : Endless Storms
24
Arc of Arcanest
25
Sosok lain dalam diri Alpa
26
Beast Monster : Alpa
27
Klise Kehancuran
28
Ingatan Seseorang
29
Kemenangan ras demi human
30
Sky tower of Regains Smoke
31
Sosok penting yang hilang
32
X-body 02 (Nest)
33
Unit rahasia mulai bercerita
34
Sebelum perpisahan itu
35
Kebahagiaan kecil diantara mereka
36
Sarapan & Harapan
37
Berbagai hal tersembunyi
38
Kemunculan Elder
39
Awal baru untuk Moli
40
Progres Maiden
41
Seleksi tahap dua
42
Lottery numbers
43
Battle of Blade Master
44
Dua Petarung
45
Amarah [Ryuu]
46
Pertikaian kecil ditengah arena
47
Flora dan Tia bersaudara
48
Rencana untuk Mengembara
49
Hasil akhir diluar harapan
50
Sebuah akhir dari awal baru
51
Part of Dimension
52
Leita Lala
53
Salam author buat semua XD
54
Arc of Revolution
55
Rencana rahasia
56
Menghapus jejak petaka
57
Kepercayaan! [adalah dasar dari kerja sama]
58
Kebalikan dari Kenyataan yang tertunda
59
Peran seorang ayah
60
Percepatan dimensi ruang waktu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!