" Lalu bagaimana rasanya setelah kalian masuk kedalam ruang penyiksaan? " ucap Anma pada Airi, Mori dan Tsuki setelah meminta Akun mengeluarkan ketiga maids yang sempat berkhianat ke tempatnya berada.
Melihat sebuah ruangan yang cukup luas dengan beberapa tabung energi merah dan biru yang bercahaya, ruang tempat mereka saat ini terasa menakutkan terlebih terdapat beberapa lengan hitam yang saling menghubungkan beberapa tabung lain ke beberapa sudut ruangan.
" *spaks* Jail!! Jailsan jails!!!! " ucap Akun sesaat setelah menampar salah satu dari maiden itu karena tidak merespon ucapan dari Anma.
" Akun, tenaglah! Jangan berlaku kasar dihadapan papa! " sahut dari Alin sembari menarik kerah baju Akun dan menatapnya tajam
" Jailin... Jail Jailalin... Jafar?! " Balas Akun menjelaskan
" Tidak apa, kalian berdua. Aku tahu bahwa tindakan mereka telah membuat kalian sangat marah dan ingin melakukan hal kejam lain bukan? " Sahut dari Anma sembari menyempurnakan kembali bentuk wajah dari Airi yang sempat hancur oleh pukulan dari Akun
Mendengar ucapan dari Anma, kedua sosok itu hanya saling menatap sebelum akhirnya menundukkan kepalanya
" Terlepas dari berbagai aturan yang mereka langgar, aku akan menganggap bahwa hal itu tidak pernah terjadi... " lanjutnya sembari memeriksa beberapa bagian tubuh dari ketiga maiden itu untuk memastikan tidak ada bagian yang kurang sempurna
" Tapi, jika papa melakukan hal itu. itu akan berdampak besar bagi para Reli. Terlebih saat ini pun Anes.... " balas Alin sebelum berhenti berbicara
" Hm~ ? ada apa dengan saudara termuda kalian? apakah dia juga masuk ke ruangan itu? " balas Anma sembari mendekat ke arah keduanya
"Aestro?!! " gumam keduanya sembari menatap marah ke arah Aestro yang melambaikan kedua tangannya sebagai tanda bahwa dirinya tidak mengatakan apapun mengenai Anes
" Hkh, Jadi benar yah? Ya ampun, hal ini terasa lebih cepat dari apa yang aku pikirkan... " ucap Anma ketika merasa bahwa tebakannya benar
Mendengar sesuatu yang tidak mereka ketahui dan sesuatu mengenai ruangan yang sebelumnya telah mereka masuki, mereka nampak saling menatap satu sama lain dengan wajah yang ketakutan
" Meskipun dia bisa dikatakan sebagai penanggungjawab atas seluruh unit Re legiun. Arc masih belum berada di tingkat yang hampir sama seperti kalian dan masuknya dia ke dalam sana pun menandakan bahwa dia masih perlu membenahi diri " lanjutnya sembari melihat layar status yang berisikan data dari Hena
" Coba kalian lihat data ini. " tambahnya sembari mengarahkan layak sihir itu ke arah mereka yang ada di sana.
Baik Alin, Akun, Aestro maupun para maiden, sama sama melihat ke arah layar sihir itu sembari mencoba memahami apa yang Anma maksudkan
" Jikalau Arc benar-benar masuk ke ruangan itu, itu berarti perkiraan ku benar karena aku sempat memberikan beberapa skill dasar pertempuran dari Morag kepada Hena agar Hena dapat menjadi sosok yang memenuhi syarat dalam rencana yang pernah aku katakan pada Laisia beberapa waktu lalu dan aku pun sempat berfikir bahwa kombinasi dari kekuatan asli dari Hena dan Morag dapat mendekati kekuatan dari Sylvi ataupun beberapa twice unit yang mampu menjadi figter, mage dan support maupun Marksman, Asisis dan Tank secara bersamaan.... " ucapnya menjelaskan
Para maiden yang berhianat itu sempat merasa kagum sekaligus iri karena dalam layar tersebut menampilkan bentuk tubuh dari Hena yang mereka kenal dengan statistik data yang wajar dan salah satu sisi dari layar tersebut menampilkan tubuh baru Hena dengan statistik data yang luar biasa
" Jailin jalin jagra jair? " ucap Akun sembari bertanya pada Alin mengenai pendapatnya tentang Hena
" Seperti yang kamu bilang. Dia bisa menjadi calon inang yang bagus apabila Anes adalah pasangannya. Terlebih jika mengkombinasikan serangan Anes yang berdasar pada perpaduan kelincahan dari unsur matrial art dengan akselerasi percepatan dan ketepatan dari Meca Cimeira , setidaknya dengan tambahan ketrampilan penggunaan senjata tajam dan percepatan regenerasi yang Hena, maksudku Helenia miliki, mungkin anak dari keduanya akan menjadi sosok yang cukup hebat." ucap Alin menjelaskan pendapatnya sembari mengingat kemampuan dasar dari Anes
" Jadi~ bisa disimpulkan bahwa mungkin tuan bermaksud menciptakan spesial unit yang mendekati kata sempurna? yang dalam arti sebenarnya mampu menyerang secara brutal, bertahan dengan pasif penyembuhan dan mampu memberikan serangan pendukung berefek area? " ucap Aestro yang mengatakan pendapatnya sesaat ketika Alin dan Akun tengah berdebat mengenai seperti apa sosok yang akan terlahir jika kemungkinan yang mereka yakini adalah kebenaran
" Sebagai sosok yang berbasis pada Mecha tech, setidaknya aku bisa menanggap bahwa apa yang kamu ucapkan itu benar. Namun sayangnya semua hal yang sempat kalian ributkan ini akan kembali ke pada keduanya.... " sambung dari Anma sembari mengganti salah satu data yang ditampilkan.
" Dari segi kemampuan yang akan diturunkan ke keturunannya, kemampuan itu mungkin sangat berguna bagi kita untuk sekarang ini. Jika dia adalah laki-laki maka dia akan menjadi sosok tank terkuat dan apabila dia perempuan maka.... " ucap Alin memberikan pendapatnya kembali setelah melihat layar sihir yang berisikan data dari Arcanest
" Jail jailalin jailin.... " sanggah Akun sesaat setelah menunjukkan sebuah grafik dasar dari Arcanest dan Hena yang menandakan bahwa keturunan dari keduanya dapat menjadi sosok yang over power maupun sosok yang terlahir tanpa adanya kekuatan.
" Hehehe... aku tidak bisa mengatakan bahwa hal itu benar atau salah karena kemungkinan hal itu terjadi tidaklah 0% " balas Anma sembari merahasiakan sesuatu
" Tapi~ bukankah akan lebih bijak jika kita serahkan saja hal itu pada mereka? " ucap Airi yang tiba-tiba masuk ke dalam pembahasan yang cukup serius itu
Airi sempat tertunduk takut ketika mereka menatapnya dengan aura yang mengerikan
" Hm~ yah. Itulah tujuan ku mengampuni kalian. Sebagai ganti atas apa yang telah kalian lakukan, setidaknya aku ingin kalian mendekatkan keduanya secara perlahan hingga satu titik dimana mereka berdua yakin atas apa yang dirinya rasakan. Selain itu pun aku berencana menjadikan kalian sebagai subjek..... " ucap Anma dengan wajah yang senang ketika menyadari bahwa ketiga maiden itu dapat berguna untuk mengambil beberapa peran kecil di rencana besarnya
" Maaf jika aku lancang, tapi bukanlah lebih baik jika kamu mengatakan hal itu secara langsung pada Arc? Selain lebih mudah, hal itu juga akan mempercepat proses dari kelahiran yang di tunggu. " sanggah dari Laisa sesaat setelah selesai melakukan sesuatu terhadap beberapa tabung energi
" Jika aku melakukan hal itu, arc memang akan menerimanya tanpa masalah. Namun masalah yang sebenarnya akan terjadi setelah diriku tiada. Mengingat jalur dari singular yang semakin beragam, beberapa keturunan dari kalian, maksudku seluruh unit yang ada, mungkin akan mengakhiri nasib dari unit itu sendiri. " balas Anma yang nampak serius
" Yang aku maksud dari masalah pada Hena tadi bergantung pada perlakuan dari Arc yang mungkin akan bersikap kasar pada Hena karena sosok Hena akan mengingatkannya mengenai sosok Morag yang tidak lain adalah inang dari Arc sendiri dan kalian tentu tahu apa yang aku maksudkan." lanjutnya ketika mereka yang ada merasa sedih karena menyadari akan ada satu masa dimana Anma tiada
" .... Apabila hal seperi ini terjadi pada beberapa unit yang saling memaksakan kehendaknya, maka keturunan yang akan lahir setelahnya akan saling bermusuhan satu sama lain dan beberapa aturan yang tertanam sejak dini akan mulai terhapus waktu hingga akhirnya perang saudara pun akan terjadi " lanjutnya setelah membuat sebuah garis keturunan dari beberapa unit yang memiliki banyak kemampuan warisan dari sosok yang disebut sebgai inang
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments