"Aa~rgh!!! Butuh waktu berapa lama lagi sampai dia datang kemari!?" ucap Listia yang saat ini tengah berada dalam ruangan milik Shofia di guild petualangan
" Aku sendiri tidak tahu, Listi. Sudah beberapa minggu berlalu semenjak kejadian itu. Namun belum ada aktifitas maupun sesuatu yang nampak mencolok di sana dan bahkan selama beberapa minggu ini pun tidak ada satupun maids yang keluar dari Mansion itu..." balas Shofi sembari menandatangani beberapa kertas kenaikan rank
" Bagaimana dengan anak buahmu yang dikirim ke sana? apakah ada kabar mengenai merek? " balas Listi sembari mengambil sebuah kertas yang ada di hadapannya
" Bukankah aku sudah bilang bahwa mereka buka bawahanku?! " sanggahnya dengan tegas
" Hehehe... iya, iya. Mereka memang bukan bawahanmu secara langsung karena kamu menyewa mereka dari beberapa petualang yang ada di sini kan? " balas Listi sembari memeriksa sebuah diagram garis dari sebuah papan yang menunjukkan penurunan akan sesuatu
" Tenang saja. Aku membayar mereka dengan uangku dari tabungan yang sempat aku kumpulkan ketika kita masih aktif menjadi petualang. " ucap Shofi sesaat setelah menepuk bahu dari Listi
" Dari yang aku lihat, sepertinya turnamen yang diadakan saat itu membawa dampak besar bagi reputasi kita disini... " ucap Listi mengganti sebuah topik
" Karena kekalahan besar kita saat itu, setidaknya apa yang ada saat ini merupakan hal yang baik. Lagipula dengan turunnya angka itu, tugas yang kamu lakukan jadi lebih mudah bukan? " ucap Shofi melempar canda
" Hehehe... yah, aku tidak bisa mengatakan tidak pada hal itu karena sejujurnya akupun merasa lebih senggang beberapa tahun semenjak hal itu terjadi. " tawa Listi sesaat sebelum kembali mengalihkan pandangannya ke beberapa kantung kecil berisikan koin perak dan perunggu
" Akh, itu? itu adalah bayaran yang aku janjikan kepada mereka jika mereka berhasil menemukan sesuatu mengenai dirinya " ucapnya sesaat setelah Lisit menunjuk ke arah kantung koin yang cukup banyak
" Aku heran, kenapa kamu sampai sebegitu nya ingin mencari tahu tentang dirinya? " balas Listi setelah menghitung total dari koin yang akan dibayarkan oleh Shofi demi sebuah informasi
" Hehehe... yah, bagaimana menjelaskannya ya~ hehehe, sebenarnya akupun masih penasaran mengenai sesuatu yang dia sebutkan tentang asal usulnya.... " jawab Shofi setelah duduk di meja kerjanya
" Bisa dikatakan bahwa masa hidupnya telah sangat lama, maka itu menandakan bahwa dia pernah hidup di suatu masa dan berhubung beberapa informasi mengenai tiga sosok utama seperti anak dan beberapa saudaranya, aku sangat yakin bahwa negri hancur yang dahulunya sempat dia tinggali ada di sini... " lanjut Shofi setelah membuka sebuah tempat di peta lama yang kini telah menjadi area hutan
" Lalu apa yang kamu inginkan setelah kamu memperoleh informasi itu? " balas Listi yabg nampak serius
" Aku akan menghubungkan setiap informasi yang ada dengan apa yang ada dalam krista ovl menggunakan opsi terlarang." jawab Shofia dengan yakin
" Hey, hey, hey... aku tidak menyarankanmu melakukan hal itu karena hal itu dapat menyebabkan kerusakan pada tubuhmu. Terutama bagian mata yang mungkin akan menjadi buta " balas Listi menasehati
" Bagaimana kamu bisa tahu mengenai hal ini? Aku memang sudah tahu mengenai sebuah resiko yang akan terjadi jika aku menggunakan opsi itu dari sebuah buku. Sementara kamu? bagaimana kamu bisa tahu? " balas Shofi penasaran
" Yah, ano... itu... sebenarnya aku pun pernah melakukan hal serupa dan pada akhirnya pengelihatan yang aku miliki berkurang dan kini aku memakai benda ini. " balasnya dengan mengusapkan bagian kacamatanya
" He~?!! Bukankah saat itu kamu bilang bahwa hilangnya sebagian pengelihatan mu itu dari asap beracun yang tiba tiba keluar saat kita selesai membunuh Fang salamander? " balas Shofia yang terkejut
" Mengenai itu~ m... Luka itu memang benar adanya namun saat itu Mila berhasil menyembuhkanku tepat waktu sebelum racunnya benar benar membutakan mataku " balasnya dengan melihat sebuah bungkai foto berisikan lukisan dari beberapa orang yang dahulunya merupakan anggota party mereka
" Lantas informasi seperti apa yang kamu cari hingga kamu bisa berbuat se nekat itu? " balas Shofi setelah menghela nafas panjang untuk meredaka kekesalannya
" Saat setelah kita kembali dari penaklukan benteng barat penjagal, seorang demi sempat mengatakan kepadaku bahwa dia sangat sedih bahwa sosok yang dia akui sebagai saudara justru menyerang dirinya.... "Jelas Listi dengan mengingat hal yang telah lalu
" Apa maksudnya itu? " ucap Shofi yang semakin pemasaran
" Akupun tidak tahu apa maksudnya saat itu, namun ketika dia mencoba berkomunikasi menggunakan bahasa dari ras kita, dia mengatakan bahwa dia adalah saudara dari diriku yang mungkin saat ini bisa dikatakan bahwa sosok itu adalah salah satu sosok yang tetua Raizaz lindungi seperti yang Antares bilang di malam itu " lanjutnya menjelaskan
" Tunggu sebenatar.... bukankah misi itu berakhir dengan tragis? Beberapa rekan kita tewas dan disaat yang sama juga kamu dalam keadaan kritis... " balas Shofi yang mengingat kehadian terakhir saat misi itu dilakukan
" Itu benar, Shofi. Sebenarnya pun aku seharusnya tewas diaaat itu juga, jika sosok demi human yang sekarat itu tidak menolongku dengan sebuah sihir yang tidak aku ketahui dan mengenai kaitannya dengan sihir terlarang, aku menggunakan opsi itu untuk membuka sebuah segel yang ada di batu ini " lanjutnya sembari melepaskan kalung yang dirinya kenakan
" Opsi terlarang atau Cursed tool of cheated adalah sebuah opsi yang dapat digunakan untuk mengakses beberapa informasi yang disegel menggunakan berbagai macam sihir yang akan diciptakan secara spontan jika seorang yang mengaktifkan hal tersebut dapat menemukan tipe sihir yang tepat. Bisa dikatakan bahwa opsi ini adalah kunci khusus yang mampu memebatalkan seluruh efek negatif yang mungkin akan timbul ketika segel maupun penghalang informasi yang ada dibuka secara paksa. Meskipun opsi ini berbahaya, tidak jarang beberapa orang harus kehilangan nyawanya ketika salah satu code akses dapat dipecahkan menggunakan salah satu sihir yang aku sendiri pun tidak tahu apa itu. Oleh karena itupun aku tidak berani melakukan hal seperti itu karena aku tidak ingin menyia-nyiakan sisa hidupku. " Jelas Grim disaat melihat sebuah kumpulan informasi mengenai sosok yang Alpa cari.
" Lalu apakah ada informasi lain yang tidak terikat oleh informasi dasar itu? M~ seperti keberadaan dari putri beliau?" balas Alpa yang sempat merasa sangat kesal ketika melihat sebuah informasi mengenai sosok tuannya terhalang sebuah sihir yang mematikan
" Aku tidak terlalu mengerti apa yang kamu maksudkan, Alpa? Apakah ada beberapa petunjuk lain selain nama dari tuanmu yang nampaknya nama aslinya adalah Antaresta" jelas Grim sembari memasukkan beberapa sihir melalui pentagon yang berbeda
" Selain dari kata Anma dan Flora, tidak ada hal lain yang aku ingat kembali.... " balas Alpa yang tidak lagi mampu berkata apapun seolah cahaya harapannya telah menghilang
Bersama dengan tertunduknya Alpa, Flairia nampak mencoba menghiburnya dengan memeluk tubuh dari Alpa sementara Grim hanya mencoba menstabilkan beberapa pentagon sihir yang ada agar akses yang telah dirinya buat untuk mengakses informasi dari batu Ovl tidak membuatnya celaka.
" Ne, Alpa... Bukankah dahulu kamu sempat berkata bahwa tuanmu pernah menyelamatkan beberapa demi human terutama ras seperti Elf? " ucap Flairia sembari mengusap wajah dari Alpa.
" Akh, iya benar. Para demi human itu mungkin bisa menjadi kunci untuk menemukan keberadaan tuan! " ucap Alpa yang kembali bersemangat
" Nona, Grim... bisakah anda mencari informasi mengenai beberapa sosok yang mungkin berhubungan dengan keberadaan tuanku? " tambah Alpa setelah memeluk Flairia dengan penuh kebahagiaan
" Hehehe... aku tidak yakin bahwa aku bisa menemukannya karena dari ucapanmu barusan, hal-hal yang berkaitan dengan demi human maupun iblis sangat jarang untuk ditemukan disini.." balasnya yang nampak merasa bersalah kepada Alpa setelah melihatnya kembali ceria
" Argh... ayolah Grim!! " balas dari Flairia yang nampak kesal
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments