Chapter 20

...Happy reading guys.🤗...

Sesampainya di dalam markas militer, semua orang bersorak atas keberhasilan mereka memberantas para pemberontak yang selama ini susah mereka berantas.

"Hidup Komandan Markovic!!" ucap seluruh prajurit.

Namun tanpa di sangka, Komandan Markovic justru berdiri di depan mikrofon dan mengumumkan sesuatu kepada seluruh anak buahnya.

"Selamat malam semuanya, terima kasih atas kerja keras kalian dalam menyelidiki kasus pemberontak ini hingga kini kita dapat memberantas mereka tanpa ampun, namun saya pribadi juga merasa berduka cita karena beberapa rekan kita semua tidak selamat dalam peperangan yang terjadi barusan di padepokan silat harimau, mereka adalah prajurit negara yang pemberani, pantang menyerah, sangat berjiwa ksatria, saya minta kepada seluruh anggota yang berada di sini kita menyanyikan lagu mengheningkan cipta untuk para rekan rekan kita yang telah gugur di medan tempur demi membela tanah airnya, mengheningkan cipta di mulai." ucap Komandan Markovic sembari menundukkan kepalanya.

Semua anggota yang berada di dalam markas militer langsung menundukkan kepala mereka dan melepas helm yang sedang mereka kenakan.

Sekitar 1 sampai 2 menit suasana markas militer sangat sepi sunyi tanpa suara atas perintah dari Komandan Markovic untuk mengenang para pahlawan negara.

"Selesai,,, kini saya ingin memberikan penghargaan kepada rakyat sipil yang sangat berjasa dalam memenangkan peperangan tadi melawan pemberontak, yaitu Jaka Lumayun!!" ucap Komandan Markovic sembari menunjuk ke arahku.

"Berikan tepuk tangannya atas rakyat sipil yang rela mempertaruhkan nyawanya demi membantu misi kita selama ini." perintahnya.

Jaka berjalan ke atas panggung yang sudah berada Komandan Markovic yang menunggu.

Perjalanan ke depan, ia diiringi dengan suara tepukkan tangan yang sangat bergemuruh dan lemparan bunga yang mengiringi langkah demi langkah Jaka menuju panggung di depan.

Setelah Jaka berada di panggung, ia langsung di berikan penghargaan "the heroik boy" atas jasa yang ia berikan kepada tentara dan umumnya bagi negara mereka.

"Selamat kepada Jaka, karena dia telah menghabisi lebih dari 200 pemberontak dengan menggunakan tangan kosong dan 50 pemberontak menggunakan senjata yang masih berada di pundaknya." ucap Komandan Markovic yang memuji kehebatan dari Jaka Lumayun.

Setelah menerima penghargaan itu, Jaka di persilahkan untuk menyampaikan sepatah dua patah kepada seluruh anggota militer agar mereka semua tidak patah semangat dalam menjalankan tugasnya menjaga kesatuan negara mereka.

"Terima kasih atas penghargaannya, terima kasih juga kepada Komandan Markovic yang telah memberikan saya waktu dan tempat untuk memberikan sedikit motivasi kepada seluruh teman teman tentara yang berada di sini." ucapku yang membuka pidato terlebih dahulu.

"Kita semua sebagai pelindung negara ini, janganlah memiliki rasa takut sedikit pun kepada mereka musuh musuh kita yang mengancam kedaulatan negara kita! Yang berani mengusik ketentraman negara kita! Apabila mereka berani masuk sejengkal ke tanah air kita, Kalian siap untuk memasang badan demi melindungi ibu pertiwi?!!!" ucapku yang membakar kembali semangat para prajurit.

"Siap!!!" sahut seluruh anggota militer dengan tegas dan serentak, yang membuat mendengarnya langsung bergetar ketakutan.

"Oleh karena itu kita harus semangat dalam menjalankan tugas mulia kita, tugas kita menjadi anggota tentara yang bertugas menjadi pelindung bagi para masyarakat negeri ini, kita harus memberantas para pemberontak yang mulai timbul kembali di masa depan langsung sampai ke inti akarnya, agar anak cucu kita kelak tidak merasakan apa yang kita perjuangkan demi mereka di masa depan, saya rasa sekian dari saya, kurang lebihnya mohon maaf, selamat malam." ucapku yang menutup pidato singkat namun cukup untuk kembali membakar api semangat perjuangan para tentara yang berada di sana.

"Terima kasih kembali kepada Jaka atas pidato yang singkatnya, namun sangat padat, jelas, dan sangat berbobot tinggi bagi para anggota militer untuk mereka kembali bersemangat dalam menjalankan tugasnya." ucap Komandan Markovic yang melihat Jaka turun kembali ke bangkunya.

"Saya rasa cukup untuk malam hari ini, silahkan bagi kalian yang tidak memiliki tugas untuk kembali ke rumah kalian masing masing dan bertemu keluarga kalian dan bagi yang masih memiliki tugas di markas ini silahkan kalian kembali bekerja, konversi pres dadakan ini saya tutup, selamat malam." ucap Komandan Markovic yang langsung turun dari atas panggung dan menghampiri Jaka kembali.

Komandan Markovic langsung mengajak Jaka untuk masuk ke ruangannya untuk membicarakan hal yang penting dan hanya dapat di ketahui oleh mereka berdua saja.

Saat di depan ruangan Komandan Markovic.

"Saya minta kepada kalian agar kalau ada yang ingin masuk ke dalam ruangan ini tahan mereka agar tidak masuk terlebih dahulu dan kalau ingin tetap masuk kau ketok dulu pintu ini dan tunggu aku memberikan izin masuk." ucap Komandan Markovic kepada kedua anak buahnya yang berjaga di depan ruangannya.

"Siap pak, perintah sangat jelas, kami akan laksanakan!" ucap kedua anak buahnya.

"Mari masuk Jaka." ucap Komandan Markovic yang mengajak aku masuk ke dalam ruangannya.

Dengan sigap anak buah Komandan Markovic langsung membukakan pintu bagi kami berdua masuk ke dalam ruangan.

Setelah berada di dalam ruangan Markovic aku langsung di tawakan sesuatu olehnya.

"Ka Jaka, bagaimana kakak masuk militer saja? untuk memperluas jangkauan pencarian titik terang bagi kita atas kematian guru kita ka, bagaimana setuju ga?" tanyanya.

"Hmm boleh aku coba, tapi aku akan masuk ke mana?" aku malah balik bertanya kepadanya.

"Bagaimana kalau kakak lemparkan pensil ini tepat ke tengah tengah peta yang di gantung di lemari tanpa melihat ke belakang." Komandan Markovic langsung memberikan tantangannya kepadaku.

"Oke mana sini pensilnya." ucapku dengan santai.

"Ini ka, jangan sampai gagal yah, kalau gagal gantian bulan depan kakak yang traktir aku." ucapnya yang sedikit meledek kemampuan yang aku punya sekarang.

"Oke siapa takut, kita lihat saja nanti." ucapku yang bersiap siap melemparkan pensil yang ia berikan.

Jaka langsung melemparkan pensil itu tanpa melihat ke belakang dan menutup wajahnya dengan tangan satunya.

Tanpa di sadari kecepatan yang di lemparkan oleh Jaka mampu menembus peta itu dengan sangat sempurna dengan menembus lemari di belakangnya dan berakhir menancap di dinding.

"Anjir ternyata kakak sangat jago sekali yah, oke lah aku tau kakak akan aku daftarkan ke mana." ucapnya dengan nada menggantung.

"Kamu mau masukin aku ke mana coba? jangan bikin kakak penasaran yah." ucapku yang sebenarnya sudah mulai penasaran.

"Aku akan masukin kakak ke pasukan sniper, karena kemampuan kakak yang sangat tinggi dan akurasi tembakan kakak juga saat tadi membunuh para pemberontak sudah sangat memenuhi syarat sebagai sniper yang ahli di bidang keahlian menembak target bergerak, sebab dari luka yang di berikan oleh kakak semuanya rata rata tepat berada di tengah tengah dahi mereka." ucapnya yang baru saja memberi tahu informasi yang sangat menakjubkan bagiku.

...... Bersambung.......

Selalu dukung novel ini dengan cara like komen dan jangan lupa share kepada teman teman kalian agar mereka dapat merasakan keseruan yang dapat kalian rasakan sekarang, terima kasih.

Terpopuler

Comments

🅴ɳÐåh ✰͜͡w⃠🐊⃝⃟💯𓆊

🅴ɳÐåh ✰͜͡w⃠🐊⃝⃟💯𓆊

jaka masuk militer jadi sniper?

2022-05-17

0

viernn

viernn

sniper ygy🗿

2022-05-16

1

✒A®7uπ¹²³🗝༄㉿ᶻ⋆

✒A®7uπ¹²³🗝༄㉿ᶻ⋆

hmmm ok siap lanjutkan 😅😅😅

2022-05-16

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!