Chapter 15

...Happy reading guys.🤗...

Selama perjalanan pulang, tim militer selalu mendampingi Jaka, Resa, dan Ki Jagaraga.

"Mengapa mereka mengikuti kita Res?" tanyaku kepada Resa.

"Mereka bertugas untuk menjaga kita dari ancaman pemberontak yang akan kita, terlebih lagi kakak sudah membunuh sebagian dari mereka dengan sangat beringas seperti predator singa yang menerkam rusa." jawabnya dengan memberikan kata kata perumpamaan.

"Sebenarnya kalau aku tidak di jagain juga aku bisa melawan para pemberontak itu dengan mudah, apa lagi yang bernama Ramzan, aju paling tidak suka dengannya dan aku akan menghabisinya dengan tanganku sendiri." sahutku yang menyambung perkataan Resa.

"Semoga saja Ramzan tidak bertemu kembali dengan Jaka atau itu akan menjadi mala petaka bagi diriku sendiri dan yang lain." lamunan Ki Jagaraga.

"Memang kamu bisa melawan semua pemberontak itu sendirian namun bagaimana dengan adikmu Resa? dia tidak memiliki bela diri sekuat yang kamu punya, makanya itu para militer ingin menjaga kalian berdua dari pemberontak yang ingin membunuh kalian." Ki Jagaraga memberikan nasihat kepadaku.

"Ya, kau benar, aku tahu apa yang harus aku lakukan, aku akan menghabisi semua pemberontak itu sampai ke akar akarnya dan tidak akan ada yang bisa mengancam keselamatan dari Resa." ucapku tanpa tersadar jika berbicara seperti itu..

"Tapi ka, aku takut kamu kenapa kenapa, karena hanya kamu kakak yang aku punya sampai sekarang." ucap Resa yang menahan aku untuk memberantas para pemberontak secara sendirian.

"Tenang saja, aku ini kuat, tidak semudah itu kakak akan di kalahkan." ucapku untuk menyakinkan bahwa aku tidak akan mati di tangan para pemberontak.

"Tapi minimal kakak harus di temani oleh para militer yang terlatih dan sangat profesional untuk menangani masalah pemberontak seperti ini, baru aku bisa tenang untuk mengizinkan kakak untuk pergi mencari tempat persembunyian pemberontak tadi." ucap Resa yang berusaha membujukku untuk membawa personil militer yang sudah terlatih dan profesional menangani masalah seperti ini.

"Hmm baik, kakak akan bicara dengan tim militer untuk bekerja sama dalam mencari markas para pemberontak." aku tidak dapat menolak bujukkan dari Resa yang menggunakan jurus mewek di hadapan aku untuk menurutinya.

Setelah sampai di padepokan, semua anggota militer yang sedari tadi mengikuti mereka bertiga langsung berpencar ke segala penjuru dengan berpakaian lengkap berserta senjata yang mereka kenakan secara lengkap.

Jaka langsung menghampiri salah satu anggota militer yang berada di dekatnya.

"Bisa aku bicara dengan komandan kamu?" tanyaku.

"Owh tentu saja bisa pak, saya akan menghubungkan anda dengan markas." ucapnya yang memenuhi permintaanku.

Setelah kami terhubung dengan markas, Jaka langsung berbicara dengan komandan Markovic.

"Hallo komandan." ucapku.

"Ya pak." jawabnya.

"Ada yang bisa kami bantu?" tanyanya kepadaku dengan menyambung katanya sendiri.

"Iyah, aku perlu bertemu dengan anda untuk membahas di mana tempat persembunyian para pemberontak yang barusan menyerang gedung bioskop." ucapku.

"Owh baik pak bisa, kami akan membawa bapak ke markas kami untuk membahas dugaan tempat yang menjadi persembunyian pemberontak yang selama ini membuat kota ini selalu terteror." jawab komandan Markovic.

"Baik pak, saya akan menunggu hari esok dan akan menyampaikan rencana saya kepada anda." sahutku sebelum menutup telfon wolkitoki milik anggota militer yang aku pinjam barusan.

"Siap, saya akan menunggu anda di markas untuk dapat berkolaborasi dengan pihak militer agar memberantas para pembicara yang selama ini meresahkan masyarakat." ucap komandan Markovic sebelum aku menutup telfon.

"Siap pak." jawabku dan sembari menutup telfonnya.

"Ini pak, terima kasih telah meminjamkan ini kepada saya agar saya dapat berkomunikasi dengan komandan anda di markas militer." ucapku.

Waktu berlalu dengan cepat dan kini malam hari telah tiba, seluruh anggota militer yang berjaga di padepokan tidak menurunkan kewaspadaannya terhadap potensi potensi serangan dadakan dari pemberontak.

Suara dari balik semak semak pohon di belakang padepokan membuat Jaka tidak bisa tidur dan memutuskan untuk memanggil anggota militer yang bertugas menjadi sniper.

"Mas, coba ikut saya dulu untuk mengecek halaman belakang padepokan ini, karena saya mendengar suara langkah kaki yang sangat banyak." ucapku yang menghampiri anggota sniper yang sedang berjaga.

"Baik mas." ucap sniper itu yang langsung mengikutiku ke dalam kamar untuk memantau apa yang terjadi di halaman belakang rumah.

Setelah kami amati secara seksama ada beberapa orang yang berkeliaran di dalam semak semak yang rimbun dan gelap membuat mereka semakin percaya diri untuk bergerak di dalam semak yang berada di belakang padepokan.

"Kamu pantau mereka dari sini dan aku akan memberitahu yang lain agar berfokus ke belakang padepokan yang terus di datangi orang, kamu terus memberi informasi kepada saya untuk mendapatkan aba aba untuk bisa memulai penembakan." ucapku yang langsung lari ke depan.

"Sial, kini padepokan ini sudah di kepung dari segala arah, aku harus membawa semua orang ke atas gedung untuk lebih aman." pikirku yang sudah mengetahui padepokan ini telah di kepung dari segala sisi.

"Mas, kamu harus menarik anggota yang lain masuk ke dalam dan berjaga di lantai 2 dan lantai seterusnya jangan ada yang di lantai bawah dan jangan lupa untuk membuat jebakan agar kita bisa mengetahui bahwa pemberontak telah memasuki padepokan ini, namun tarik semua anggota secara perlahan agar tidak memancing perhatian mereka, suruh untuk 3/2 orang masuk terlebih dahulu dan langsung berjaga di dekat tangga lantai dua dan seterusnya seperti itu, aku akan mengevakuasi orang orang padepokan agar mereka langsung ke atap gedung padepokan ini." ucapku yang berlari ke kamar Resa agar membawanya ke atas gedung.

"Yang benar saja? bagaimana bisa?" tanyanya.

"Kalau kau tidak percaya silahkan lihat dari segala sisi yang bisa kamu lihat dari dalam padepokan, pasti banyak manusia yang sedang bergerak mengepung padepokan ini." jawabku yang langsung menutup telfon.

"Sial, aku akan melihatnya, astaga bagaimana bisa padepokan ini telah di kepung dengan sangat cepat?" tanyanya kepada diri sendiri.

"Aku harus mengevakuasi tim agar tidak ada yang mati dalam penyerbuan ini." ia langsung berlari dan menarik satu demi satu timnya agar masuk ke lantai dua dan lantai yang lainnya.

Ketika para ******* itu naik ke atas mereka sudah mendapat sambutan dari tim militer yang sudah berjaga dan kalau sudah seperti itu tim yang berjaga di lantai dua akan masuk ke lantai tiga untuk memberikan sambutan lagi kepada pemberontak.

Kini semua orang yang berada di padepokan sudah berhasil di evakuasi ke atap padepokan untuk meminimalisir terjadinya bentrokan terhadap anggota silat harimau dan pemberontak.

Dan para anggota militer telah bersiap di posisinya masing masing hingga menunggu bala bantuan dari militer untuk menyerang kembali para pemberontak yang sudah berada di dalam padepokan dan dapat memutar balikkan keadaan untuk menangkap semua pemberontak yang ikut dalam rencana penyerbuan yang telah di ketahui oleh Jaka.

......... Bersambung..........

Jangan lupa selalu dukung novel ini dengan cara di like and komen dan jangan lupa share ke teman teman agar mereka tidak tertinggal keseruan demi keseruan di novel ini, terima kasih.

Terpopuler

Comments

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

penasaran dgn jati diri ramzan yg sebenarnya

2022-05-17

0

🅴ɳÐåh ✰͜͡w⃠🐊⃝⃟💯𓆊

🅴ɳÐåh ✰͜͡w⃠🐊⃝⃟💯𓆊

semakin seru nih.. akankah jaka beserta tim militer berhasil menangkap para penjahat yg mengepung padepokan?

2022-05-17

1

❤️⃟Wᵃf Zhang zhing li♚⃝҉𓆊

❤️⃟Wᵃf Zhang zhing li♚⃝҉𓆊

wah, bakalan seru pemberontak sudah datang

2022-05-16

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!