Chapter 13

...Happy reading guys. 🤗...

Dengan terbunuhnya sniper musuh, pasukan militer langsung mengevakuasi semua sandra yang telah aku selamatkan.

"Ayo semuanya buruan! kita tidak punya banyak waktu!" ucap letnan Jurdi.

Semua sandra langsung memasuki daerah yang telah di kuasai oleh militer kota.

"Hey kau ayo segera ke sini!" teriak letnan Jurdi kepadaku.

"Tidak aku harus menyelesaikan misiku terlebih dahulu." ucapku dengan pelan dan di iringi dengan bahasa isyarat.

"Kalau begitu pakai penutup wajah ini agar kamu tidak di kenali!" ucap letnan Jurdi yang langsung melemparkan penutup wajah kepadaku.

"Baik." aku langsung memakai penutup wajah itu dan bergerak masuk.

Setelah Jaka masuk kembali ke gedung bioskop letnan Jurdi melapor ke komandannya agar mengirim tim penyerbu untuk membantu Jaka yang tengah membantai semua anggota pemberontak di dalam gedung bioskop.

Kembali lagi di posisi Jaka.

"Aku harus berhati hati, agar aku bisa membantai semua pemberontak tanpa di ketahui oleh anggotanya yang lain." ucapku di dalam hati.

Saat Jaka ingin melangkah maju lagi, ternyata di balik lorong ada dua anggota pemberontak yang tengah berjaga.

"Sial kenapa ada mereka sih, apa yang harus aku lakukan?" gumamku di dalam hati yang memikirkan cara agar bisa menyingkirkan kedua pemberontak itu.

Akhirnya Jaka memutuskan untuk mengambil pecahan vas bunga yang di tembak oleh Ramzan saat di awal tadi.

Jaka langsung membidik kedua pemberontak itu dan langsung melemparkan pecahan vas bunga tepat ke arah leher dan kepala anggota Ramzan.

"Aku harus segera membawa mayat ini ke depan agar tidak ada yang mencurigai." ucapku di dalam hati sembari membawa mayat pemberontak itu yang telah tewas di tanganku.

Tidak lama setelah Jaka menaruh mayat pemberontak itu keluar, suara helikopter yang berhenti di atas gedung dan menurunkan tim penyerbu anti terorisme.

"Sial mengapa mereka ke sini, menambah saja pekerjaanku." ucapku yang mendengar suara helikopter di atas gedung.

Sementara itu letnan Jurdi yang memantau dari belakang gedung memberikan informasi kepada tim penyerbu.

"Tim A jangan menembak seorang pemuda yang memakai penutup wajah loreng, dia ada di pihak kita." ucap letnan Jurdi kepada seluruh anggota tim penyerbu.

"Baik, terima kasih atas informasinya kami akan menahan tembakan kepada orang yang anda kasih ciri cirinya." ucap ketua tim penyerbu.

Letnan Jurdi yang tidak mau kalah dari tim penyerbu langsung memerintahkan kepada seluruh anggotanya agar membersihkan lantai dasar yang di kuasai oleh pemberontak.

Saat masuk ke dalam gedung bioskop tim penyerbu merasa heran bahwa semua anggota pemberontak telah mati dengan luka tusukan tepat di leher mereka.

"Komandan izin melapor, bahwa semua pemberontak telah tewas dengan luka di bagian leher mereka dan mayat mereka di sembunyikan di balik pintu, kini hanya tersisa Ramzan dan tangan kanan, kirinya yang masih berada di dalam gedung." ucap ketua tim penyerbu.

"Mohon izin komandan, itu adalah perbuatan dari salah seorang sandra yang sekarang tengah berada di dalam gedung dan posisinya kami tidak ketahui, namun yang pasti orang itu yang membantai semua pemberontak sampai menyisakan 3 orang saja." ucap letnan Jurdi.

"Baiklah terus mencari keberadaan Ramzan dan kedua anak buahnya dan jangan lupa temukan dan lindungi sandra yang masih berada di dalam yang tengah memburu semua pemberontak." perintah komandan Markovic.

"Siap." jawab kedua ketua tim militer.

Ramzan yang mulai mengetahui bahwa semua anak buahnya tidak dapat di hubungi yang menandakan bahwa semuanya telah tewas memutuskan untuk melarikan diri dari gedung bioskop yang telah di kepung oleh tim penyerbu, tim penyelamat dan juga Jaka Lumayun yang kini tengah menjadi predator bagi para pemberontak di sana.

"Kita harus pergi dari tempat ini." ucap Ramzan kepada kedua anak buah kepercayaannya.

"Baik, aku yang akan membuka jalan, kita akan melarikan diri lewat mana?" tanya tangan kanannya.

"Kita akan melarikan diri melalui saluran pembuangan pasti seluruh gedung ini telah di kepung dari segala sisi oleh para militer." ucap Ramzan.

"Baiklah aku yang akan menjadi bahan pengalihan mereka, kalian berdua pergi saja, kalau aku selamat aku akan kembali tapi kalau aku tidak selamat tolong beri tahu ke istriku bahwa aku telah berjuang di jalan kebenaran." ucap tangan kanan Ramzan.

"Terima kasih saudaraku, aku pasti akan menyampaikan wasiat darimu." ucap Ramzan dengan memeluk anak buahnya.

"Ayo ketua kita lari dari sini." ucap tangan kiri Ramzan.

Di perjalanan mereka di buat panik karena ulah Jaka yang selalu menggantung mayat mayat pemberontak untuk membuat pemberontak lain terkejut sehingga mereka menembak mayat rekan mereka sendiri dan membuat Jaka mengetahui keberadaannya.

"Bodoh! ayo cepat pergi dari sini, kalau tidak kita akan mati!" ucap Ramzan yang langsung pergi dari gedung bioskop itu melalui saluran pembuangan.

"Kita harus menaruh granat di sini agar kalau ada yang membuntuti kita akan menarik jarum pemicu granat itu dan bum dia akan tewas." ucap Ramzan yang menaruh jebakan granat.

Berkat pengorbanan dari tangan kanannya Ramzan dapat melarikan diri dengan selamat tanpa di ketahui oleh tim penyerbu dan militer lain yang berada di depan sana.

"Hey!" aku melihat anggota pemberontak yang tengah menungguku di balik lorong.

"Sial dia menembaki aku, aku harus bergerak cepat dan melumpuhkan orang itu dengan tanpa membunuhnya, karena dia lah satu satunya yang berhasil selamat dari pembantaian yang aku lakukan." ucapku yang langsung bergerak secepat kilat dan muncul di belakang tangan kanan kepercayaan Ramzan dan langsung membuang senjata itu keluar gedung.

"Aku tidak mudah untuk kau kalahkan bodoh!" ucap tangan kanan Ramzan yang sebenarnya ia masih di dalam kuncian Jaka.

"Coba saja kalau kau ingin tulang tulangmu ini pada patah." ancamku agar orang itu diam.

"Silahkan saja hahaha." tantangnya kepadaku.

"Baiklah kau yang memaksa aku melakukannya." aku langsung mematahkan kaki kanan pemberontak itu.

Tidak lama para tim penyerbu militer itu menghampiri kami berdua dan menyuruhku agar tidak melakukan sesuatu.

"Hentikan, angkat tangan kalian di atas kepala." ucap ketua tim penyerbu.

"Biarkan yang memakai penutup wajah militer itu pergi mencari keberadaan Ramzan dan satu anak buahnya." perintah letnan Jurdi.

"Baiklah." jawab ketua tim penyerbu.

"Kalian berdua temani dia untuk mencari jejak keberadaan Ramzan." perintah letnan Jurdi kepada timnya.

"Siap!" jawab kedua anak buahnya yang langsung mengikuti aku dari belakang.

Jaka yang dapat mendengar dengan jelas terdapat langkah kaki di dalam saluran pembuangan langsung berlari ke tempat masuk saluran pembuangan yang berada di dalam bioskop itu.

Namun saat di buka alangkah kagetnya Jaka mendapatkan sambutan dari Ramzan dengan meledaknya granat yang telah di pasang oleh Ramzan.

"Sial!" ucapku dengan melepaskan semua besi granat yang pecah dan menusuk badanku.

"Letnan Jurdi siapkan ambulans, orang yang bersama kami terkena ledakan ranjau granat." ucap anak buah letnan Jurdi.

.........Bersambung..........

Jangan lupa selalu dukung novel ini dengan di like and komen, kalau kalian berkenan untuk vote silahkan, terima kasih.

Terpopuler

Comments

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

jaka terburu-buru

2022-05-17

0

🅴ɳÐåh ✰͜͡w⃠🐊⃝⃟💯𓆊

🅴ɳÐåh ✰͜͡w⃠🐊⃝⃟💯𓆊

gimana kondisi jaka yg terkena granat??? akankah selamat???

2022-05-17

1

✒A®7uπ¹²³🗝༄㉿ᶻ⋆

✒A®7uπ¹²³🗝༄㉿ᶻ⋆

kurang hati" kau nak

2022-05-16

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!