...Happy reading guys .🤗...
Namun Jaka tetap mengotot untuk masuk ke dalam padepokan agar dapat melihat apa tengah terjadi di dalam.
"Saya masuk ke dalam padepokan ini saja boleh tidak mas?" tanya Jaka kepada anggota silat harimau.
"Maaf mas tidak boleh, kalau mau masuk harus buat janji terlebih dahulu." jawab anggota silat harimau yang menahan masuknya Jaka.
"Mending mas minggir dari hadapan saya dan biarkan saya masuk sebentar dengan damai." ancam Jaka kepada anggota silat harimau itu.
"Kalau saya tidak mau minggir bagaimana? anda mau melawan saya? ayo sini!" tantang anggota silat harimau.
"Saya bilang minggir!!!" teriak Jaka sembari mengeluarkan aura harimau legendaris miliknya.
"Astaga aura ini kan hanya di miliki oleh guru, namun kenapa orang ini dapat memilikinya bahkan ini lebih besar dari yang guru punya, aku sebaiknya jangan melawan dia kalau aku tidak mau mati konyol di sini." gumam anggota silat itu sembari menahan aura yang di keluarkan oleh Jaka.
"Baik mas baik saya akan anterin mas ke dalam, namun hanya masnya saja yah, mbanya tunggu di sini saja." ucap anggota silat itu.
Jaka menoleh ke arah Resa sembari memberikan kode bahwa ia mengizinkan Jaka untuk masuk sendirian atau tidak.
"Gapapa kok Jak, aku nunggu kamu di lobby ini saja atau gak aku nunggu kamu di dalam mobil, gampang yang penting kamu selesaiin masalah kamu dulu." ucap Resa yang menenangkan hati Jaka.
"Baiklah kalau begitu, ayo mas antarkan saya masuk ke dalam." ucap Jaka sembari berjalan duluan dari pada anggota silat itu.
"Semoga saja kamu tidak menemui masalah apa apa Jaka, aku memiliki firasat yang tidak enak dengan kepergian kamu ke dalam padepokan ini, semoga kamu tidak kenapa kenapa Jak." gumam Resa sembari memperhatikan Jaka masuk ke dalam padepokan hingga hilang dari pandangannya.
Kembali ke Jaka yang sedang berjalan masuk ke dalam padepokan, ia merasa sangat aneh dengan padepokan yang kini telah modern dan tidak seperti dahulu kala yang masih menggunakan pohon pisang untuk alat pengetesan tendangan terus juga jerami yang di bikin menjadi kotak untuk melatih pukulan, namun kini semua itu tidak lagi di pakai dan di ganti dengan samsak yang terbuat dari busah.
Jaka di bawa ke dalam ruangan wakil master silat harimau sebelum ia menemui master silat harimau di padepokan ini.
"Selamat siang guru." ucap anggota silat itu.
"Selamat siang, siapa dia yang kau bawa ke dalam ruanganku ini?" tanya wakil master silat harimau.
"Dia mengaku sebagai murid pertama dari Ki Jagabaya pendiri dari padepokan silat harimau di sini." ucap anggota silat harimau atau bisa di sebut sebagai guru muda.
"Kurang ajar, ternyata masih ada yang tersisa murid dari Ki Jagabaya, nampaknya kalau benar dia adalah murid dari Ki Jagabaya aku harus ekstra berhati hati berhadapan olehnya, tambahan lagi dia mengaku sebagai murid pertama dari Jagabaya, itu sangat merepotkan sekali." gumam wakil master silat harimau yang ada di padepokan.
"Owh silahkan kamu bawa ke tempat latihan kita saja, nanti aku akan ke sana bersama master silat harimau di sini." ucap wakil master itu yang mengajak guru muda dan Jaka Lumayun keluar dari ruangannya.
"Baik master, saya tunggu di tempat latihan kalian yah, saya harap anda dan master silat harimau di sini menemui saya." ucap Jaka yang dirinya di dorong keluar ruangan wakil master dengan perlahan.
"Siap siap, nanti saya akan ajak juga master ketua silat harimau untuk menemui masnya." jawab wakil master silat harimau.
Akhirnya Jaka bersama dengan guru muda pergi menuju ke ruang latihan yang di arahkan oleh wakil master ketua silat harimau.
Di sisi wakil ketua silat harimau ia sangat panik dengan ke datangan Jaka Lumayun yang dahulu pernah di beri tahu oleh Ki Jagabaya sebelum ia meninggal.
"Nanti... akan ada muridku bernama Jaka Lumayun ia aku sembunyikan di tempat yang jauh untuk mendapat ilmu di atasku dan ia akan sangat kuat bahkan kalian semua tidak akan mampu membunuhnya." ucap Ki Jagabaya sebelum ia meninggal dunia saat di serang oleh master ketua dan wakil ketua silat harimau yang sekarang dan para sekutunya.
Akhirnya wakil master ketua mendatangi ruangan master ketua untuk memberitahu bahwa yang di katakan oleh Ki Jagabaya itu telah terjadi dan kini Jaka Lumayun telah berada di padepokannya.
"Ki Jagaraga, murid dari Jagabaya kini telah berada di padepokan kita, kekuatan yang begitu besar sangat nampak dari badan dan tatapan matanya, kita harus mengambil tindakan apa?" tanya wakil master ketua silat saat memasuki ruangan Ki Jagaraga.
"Selama murid Jagabaya tidak mengetahui bahwa kita yang telah membunuh gurunya, kita hasut dia agar mau bergabung dengan kita seperti anak kandung dari Jagabaya yang aku adopsi menjadi anak angka, sebab dia tidak melihat kejadian itu dan aku yang menjadi pahlawan baginya." ucap Ki Jagaraga dengan sangat licik.
"Pemikiran Aki memang sangatlah licik, aku tidak terfikir untuk seperti itu, namun Ki Jagaraga memiliki pemikiran yang sangat cerdas, tadinya aku ingin langsung membunuh Jaka Lumayun ki." ucap wakil master ketua silat harimau.
"Jangan, kekuatan yang di miliki oleh Jaka sangatlah besar dan kita tidak mungkin akan menang apabila melawannya secara langsung, kita harus melawan dia dengan menggunakan otak, karena otot akan kalah dengan otak." jawab Ki Jagaraga dengan sangat santai dan penuh dengan tipu muslihat.
"Ayo kita temui Jaka Lumayun, kita hasut dia agar mau bergabung dengan kita sama seperti Resa anak dari Ki Jagabaya itu hahaha." ajak Ki Jagaraga kepada wakilnya.
"Baik master, aku percayakan semuanya kepadamu." jawab wakil master ketua.
Akhirnya kedua manusia licik itu pergi menuju ruang pelatihan anak anak murid silat harimau yang sedang belajar jurus harimau tingkat 1.
...Di sisi Jaka....
"Kenapa gerakannya sangat berbeda dari yang dulu aku pernah pelajari oleh guru? atau guru mengubah hampir semua gerakan jurus dengan menyesuaikan perkembangan zaman?" gumam Jaka saat melihat gerakan murid silat harimau yang berbeda dengan yang asli.
Tidak lama Ki Jagaraga dan wakilnya datang menemui Jaka Lumayun yang sedari tadi menunggu ke datangan keduanya.
"Hai Jaka, apa kabar kamu? kenapa lama sekali untuk kembali ke sini?" tanya Ki Jagaraga sembari menyambut ke datangan Jaka.
"Ki Jagaraga?" tanya Jaka.
"Benar aku ini adalah saudara dari Ki Jagabaya gurumu, namun sayang gurumu telah tewas di bunuh oleh pembunuh bayaran yang di suruh oleh musuhnya dan aku terlambat untuk menyelamatkan saudaraku dari ajalnya." ucap Ki Jagaraga yang bertujuan mengambil rasa empati dari Jaka Lumayun.
......Bersambung.......
Jangan lupa di like and komen setiap chapter agar kalian paham dengan isi ceritanya, terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Lottie
dibunuh sama pembunuh bayaran atau dibunuh sama lu sendiri? he'um?😼
2022-05-19
0
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
demi kekuasaan tega membunuh saudara sendiri?
2022-05-17
0
☠ᵏᵋᶜᶟ♚⃝҉𓆊ᴅᴇᴡᷢɪͣ ғͭᴏᷡʀͣᴛᴜɴᴀᴀᷟ
licik nya tega ma saudara sendiri
2022-05-17
2