...Happy reading guys.🤗...
Saat ia tersadar Jaka memanggil manggil nama Ki Jagabaya.
"Guru!! jangan tinggalkan aku guru!! guru!!!!" teriak Jaka saat ia di tinggal lagi oleh gurunya.
.......Bug......
Jaka terjatuh dari pohon itu dengan keras karena ia mengigau kalau ia bertemu dengan Ki Jagabaya yang membuatnya tidak seimbang tidur di pohon.
"Aduh, aku sangat merindukan guru sampai sampai aku memimpikan dia di kala tidurku." Jaka duduk saat ia terjatuh dari atas pohon namun tidak merasakan apa pun, seperti ia tidak merasakan bahwa ia jatuh dari atas pohon.
Dari dalam padepokan Resa langsung lari keluar padepokan dengan membawa payung untuk membawa masuk Jaka.
"Ka Jaka ayo kita masuk, jangan di sini mulu nanti kakak bisa masuk angin." ucapnya sambil memayungi Jaka.
"Sudahlah kamu masuk lagi saja Resa, tinggalkan aku sendiri di sini." jawab Jaka dengan tidak ada gairah hidup sama sekali.
"Jangan begitu ka, kamu ini saudara aku satu satunya yang sekarang aku punya jadi aku mohon jangan menolak permintaan aku, aku tidak mau kehilangan kakak lagi." ucapnya sembari memeluk Jaka.
"Tapi bagaimana dengan ayahmu? aku bersalah dengan apa yang terjadi kepada padepokan dan ayahmu." ucap Jaka sembari menatap Resa.
"Sudahlah kak, itu bukan salahmu kini aku sudah melupakan kejadian itu, sekarang aku hanya mau hidup bersama denganmu tanpa kita memiliki musuh, ayo kita kembali masuk ke dalam padepokan." ajak Resa sembari membantu Jaka berdiri.
Jaka tidak bisa berkata apa apa, dia hanya mengikuti kemauan dari Resa untuk mengajaknya masuk ke dalam padepokan.
"Sekarang ganti pakaianmu di dalam sana ka, aku akan menunggumu di sini dan memberimu teh hangat yang bisa membuat tubuhmu segar kembali." ucap Resa yang memberikan Jaka baju baru.
"Hmm, baiklah aku akan mengganti bajuku dulu." jawab Jaka yang langsung masuk ke dalam ruang ganti baju.
Di dalam ruang ganti, Jaka selalu memikirkan motif apa yang bisa membuat gurunya meninggal dunia saat dia bertapa.
"Nampaknya ada yang aneh dengan padepokan ini, aku harus mencari tahu siapa dalang di balik kematian guruku dan aku akan langsung membalas dendam kepadanya." ucap Jaka sembari memakai baju barunya.
Beberapa menit kemudian Jaka keluar dari dalam ruang ganti dan Resa telah menyiapkan teh hangat untuk Jaka.
"Silahkan minum kak." ucap Resa sembari memberikan teh hangat kepada Jaka.
"Terima kasih." jawab Jaka.
"Aku harus berhati hati kalau ada yang ingin meracuni aku sekarang." gumam Jaka sembari ingin meminum teh hangatnya.
"Hmm bagus tidak ada racun." ucapnya dalam hati ketika menghirup aroma teh hangat miliknya sebelum meminumnya.
"Terima kasih ya Resa." ucap Jaka sebelum ia kembali bengong.
"Hadeh kakak, kamu ini jangan bengong terus dong, mending kakak istirahat di kamar dan besok aku akan ajak kakak jalan jalan di kota ini." rayu Resa kepada Jaka agar tidak murung kembali.
"Benarkah itu de? yaudah kakak mau istirahat dulu, eh tapi mana barang bawaan kakak?" tanya Jaka yang melihat tasnya tidak ada.
"Sudah aku suruh orang untuk membawanya ke kamarmu kak, jadi sekarang aku akan anterin kakak ke kamar agar kakak bisa istirahat." ajak Resa.
"Oke kakak ikut." sahut Jaka yang mengikuti Resa dari belakang menuju ke kamar tidur Jaka.
Di perjalanan menuju kamarnya Jaka Lumayun memperhatikan setiap ruangan yang ada di padepokan itu dengan sangat amat teliti.
Sampai akhirnya ia sampai di depan kamarnya.
"Kita dah sampai kak." ucap Resa sembari membuka pintu kamar Jaka.
"Uwih ini kamar kakak? kok kasurnya empuk banget sih, heum nyaman banget..." ucap Jaka yang langsung membaringkan tubuhnya di kasur.
"Iyah dong kak, pasti Ka Jaka belum pernah rasain kasur yang seperti ini yah?." tanya Resa yang duduk di samping Jaka.
"Kak? ehh udah tidur toh orangnya, yaudah deh selamat tidur kak." ucap Resa sembari mencium kening Jaka.
Tidak lupa Resa untuk mematikan lampu kamar Jaka dan menutup pintu kamar Jaka sebelum keluar.
"Kakakku pasti sangat nyaman dengan kasurnya sekarang." ucapnya sembari menutup pintu.
Malam hari yang sunyi tanpa hujan membuat Jaka pertama kali merasakan tidur dengan tenang tanpa ada suara suara yang mengganggunya.
......Di ke esokan harinya.......
"Ka Jaka bangun, ayo kita siap siap pergi keliling kota ini." ucap Resa dengan menarik selimut Jaka dan membuka jendela kamar Jaka.
"Haduh iya iya kakak bangun nih." ucapnya dengan bangun dari tidurnya.
"Yaudah sekarang kakak mandi gih di sana, nanti aku siapin bajunya di kasur kakak dan aku tunggu di depan yah." ucap Resa yang langsung membangunkan Jaka dari kasurnya.
"Iyah iya sebentar huaaa." Jaka merenggangkan tulangnya saat setelah bangun tidur.
"Yaudah buruan, tuh aku udah siapin bajunya aku tunggu di depan." ucap Resa sembari meninggalkan kamar Jaka.
"Oke makasih adikku yang cantik." jawab Jaka.
"Ya sama sama, jangan lama lama sama jangan main sabun ya nanti cepet habis." ucap Resa dari luar kamar Jaka.
"Iyah bawel banget ih jadi ade, nih kakak mandi dulu." sahut Jaka sembari memasuki kamar mandi.
"Astaga ini apa lagi? kenapa tidak ada gayung dan ember? haa ini dia gayungnya, tapi ini apa yah?" ucap Jaka yang ngomong sendirian sembari melihat lihat sauwer.
"Ehh kok ngeluarin air panas? ehh kok malah jadi dingin sih?" ucapnya sembari memutar mutar pengatur air sauwer yang keluar.
"Argh sudah lah aku mandi pake gayung saja, alat gak berguna kenapa di pasang di sini." ucapnya sembari memulai mandinya.
Di posisi Resa yang telah lama menunggu Jaka keluar dari kamar tidurnya di bikin kesal karena Jaka sangat lama untuk keluar.
"Hiks bener bener Ka Jaka mah, aku cek dia saja lah." ucapnya yang langsung masuk ke kamar Jaka.
"Astaga Ka Jaka aku kira mah ngapain masih lama banget, kenapa gak pake dasinya? biar keren lah pakai saja." ucap Resa yang menghampiri Jaka.
"Dasi? apa itu? aku tidak tahu cara pakainya." jawab Jaka dengan sangat polos.
"Hadeuh bener bener kakak aku mah orang gunung, sini sini aku pakein dasinya." Resa langsung memakaikan dasi ke Jaka dengan sangat romantis seperti sepasang suami dan istri.
"Owh begitu cara pakainya yah, terima kasih adeku yang cantik." ucapnya dengan kaku melihat dirinya di pakein dasi untuk pertama kali.
"Kalau bukan karena adikku yang memakaikannya aku tidak akan mau, apa ini dasi seperti ikat tali sapi saja, memangnya aku sapi." gumam Jaka saat melihat dirinya di kaca.
"Yaudah ayo kita pergi sekarang ka." Resa langsung menarik tangan Jaka untuk keluar dari kamarnya.
.........Bersambung..........
Jangan lupa selalu dukung novel ini dengan cara like dan komen, jangan sampai tertinggal chapter selanjutnya yah makanya di favoritin dulu agar gak ketinggalan, terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Lottie
terlalu polos wkwk, tpi lama kelamaan juga g bakal polos lgi kok🤭 wkwkw
2022-05-19
3
🐰⃞⃟° ̥۪͙۪◌NUNA
dalang di balik itu semua Ki Jagaraga, Jaka jangan ikut tertipu dengan tipu dayanya ya
2022-05-19
1
🐰⃞⃟° ̥۪͙۪◌NUNA
resa ternyata baik ya sampai tak tega Kepada Jaka hingga menyuruhnya masuk
2022-05-19
1