Chapter 6

... Happy reading guys .🤗...

Setelah melihat kekuatan Jaka, polisi itu langsung kembali mengajak mereka berdua masuk ke dalam kantor untuk menyelesaikan prosedur surat laporan tindak kriminal yang mereka alami.

Beberapa jam Jaka Lumayun dan Resa berada di kantor polisi, akhirnya surat laporan mereka telah selesai dan mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan ke padepokan silat harimau.

Selama di perjalanan Jaka melihat lihat gedung gedung pencakar langit yang sangat tinggi sekali, Resa yang melihat Jaka melihat gedung gedung besar itu langsung berbicara kepadanya.

"Itu namanya gedung perusahaan, di sana tempat orang orang bekerja." ucap Resa sembari menunjuk ke arah salah satu gedung.

"Tapi bukannya itu rumah?" tanya Jaka.

"Ihhh bukan lah, itu gedung untuk orang orang bekerja di sana." ucap Resa dengan sedikit kesal.

"Owh kirain aku itu rumah, nah itu juga gedung untuk orang orang bekerja?" tanya Jaka yang menunjuk ke apartemen.

"Itu namanya apartemen, tempat manusia tinggal." jawab Resa yang melihat kepolosan Jaka.

"Lah tadi kamu bilang gedung gedung tinggi itu tempat orang orang bekerja, kenapa sekarang jadi rumah? perasaan di zaman aku dahulu rumah warga itu pendek deh, kenapa sekarang malah jadi tinggi tinggi banget." ucap Jaka yang melihat sampai ke belakang mobil untuk melihat apartemen itu.

"Hahaha namanya kota, jadi banyak gedung gedung yang sama, namun ada yang untuk bekerja ada juga yang untuk menjadi rumah." ucap Resa yang kembali ke tempat duduknya dan melihat ke depan jalan.

"Owh ya, rumah kamu di mana emangnya?" tanya Resa sembari melirik dari kaca.

"Rumah aku di padepokan silat harimau, kalau aku tidak di terima di sana, maka aku tidak mempunyai rumah lagi." ucap Jaka dengan merasa sedih.

"Memangnya orang tuamu ke mana Jaka?" tanya Resa.

"Orang tuaku, sudah di bunuh oleh tumenggung di desaku dahulu, karena orang tuaku terlilit hutang dan tumenggung itu ingin menikahi ibuku, sehingga membuat ayahku nekat untuk melawan tumenggung hingga ia tewas di hadapan ibuku, melihat suaminya terbunuh membuat ibuku tidak memiliki gairah hidup, namun tumenggung itu tidak membiarkan ibuku mati, justru ibuku ia jadikan sebagai wanita penghibur para lelaki hidung belang hingga ibuku terpaksa melayani semua lelaki hidung belang dan ia mendapat perlakuan sangat kasar hingga dirinya meninggal dunia saat ia di perkosa, akibat kelaminnya yang sobek karena di perkosa oleh 3 lelaki sekaligus, sampai akhirnya guruku datang untuk membawaku pergi dari desaku, karena aku telah menjadi anak yatim piatu, sekarang orang tuaku hanyalah guruku saja." ucap Jaka dengan menangisi takdirnya.

"Astaga, kenapa seperti itu, aku turut berduka cita atas meninggalnya orang tuamu dan aku juga merasa miris dengan kejadian yang menimpa keluargamu, mulai dari ayahmu mati mengenaskan dan ibumu mati dengan keadaan kotor." jawab Resa dengan ia merasakan kesedihan yang di alami oleh Jaka.

"Sudahlah tidak masalah, takdir sudah terjadi, kini aku sudah menjadi kuat, tidak aku biarkan ada lagi manusia yang sama seperti tumenggung itu dan aku akan selalu membela para wanita yang tersakiti dan akan terus memihak kepada kebenaran." sumpah Jaka yang membuat langit hujan deras tanpa kilatan petir.

Hujan yang sangat deras membuat Resa merasa sangat dingin sekali.

"Pakailah bajuku ini." melepas bajunya dan ia hanya bertelanjang dada.

"Terima kasih, tapi kamu bagaimana? apa kamu tidak kedinginan juga?" tanya Resa dengan menggigil walau AC di dalam mobilnya telah di matikan.

"Tenang saja, aku telah terbiasa dengan cuaca seperti ini, yang penting kamu tidak merasa kedinginan lagi." ucap Jaka yang justru dia malah tertidur dengan hawa dingin.

"Baiklah terima kasih ya Jaka." ucap Resa sembari mengusap usap telapak tangannya.

"Jaka, aku boleh duduk di belakang bareng kamu?" tanya Resa yang tidak kuat duduk di depan karena kedinginan.

"Silahkan saja." jawab Jaka tanpa membuka matanya karena telah ngantuk banget.

"Terima kasih aku ke sana." ucap Resa yang ingin berpindah ke belakang.

"Awww maaf Jaka, aku tidak sengaja, tadi ada lobang yang di lewati mobil kita, jadi aku jatoh di depan kamu." ucap Resa yang dirinya terdorong ke arah badan Jaka yang kekar dan hangat.

"Iyah iyah tidak apa apa, yaudah silahkan duduk." ucap Jaka tanpa ada rasa apa pun.

"Baik." Resa langsung duduk di samping Jaka.

"Jaka, apa aku boleh memeluk kamu? aku benar benar kedinginan." pinta Resa.

"Peluk itu bagaimana?" tanya Jaka sembari membuka sebelah matanya.

"Seperti ini Jaka, haa benar saja badanmu hangat." ucap Resa yang langsung memeluk Jaka dan tertidur lelap.

"Ehh... Resa? Resa? yah udah tidur, yaudah deh aku juga ngantuk, pak nanti kalau sudah sampai bangunin kami yah." pinta Jaka sebelum tidur.

"Iyah mas, akan saya bangunin." sahut supir itu.

"Tapi ini akan lumayan lama mas, soalnya banjir di mana mana, jadi kita harus memilih jalan memutar." ucap supir itu.

"Mas? eh dah pada tidur saja." menggeleng gelengkan kepalanya.

Mereka berdua tertidur lelap selama perjalanan, hingga satu jam mereka berdua tertidur kini telah sampai di depan lobby padepokan silat harimau.

"Mas kita sudah sampai di padepokan." ucap supir itu.

"Ehh iya, terima kasih telah membangunkan aku pak." membuka matanya.

"Resa... Resa... bangun kita telah sampai di depan padepokan, kamu mau ikut atau di sini saja?" tanya Jaka yang membangunkan Resa secara perlahan karena takutnya kalau ngagetin akan menjadi pusing.

"Iyah aku ikut sama kamu, huaah..." bangun dari tidurnya.

Setelah mereka sampai di padepokan cuaca sudah mulai terang dan hujan telah berhenti.

"Padepokan ini sudah sangat berubah sekali tidak terasa aku sudah cukup lama untuk tidak kembali ke sini." ucap Jaka yang melihat gedung padepokan yang luas sekali.

"Ya memang seperti ini Jak, ini padepokan silat harimau, yaudah ayo kita masuk, tapi pakai dulu baju pendekar kamu agar mereka mengenalimu." ucap Resa yang melepas baju pendekarnya Jaka.

"Baiklah, kau benar Resa." akhirnya Jaka memakai kembali baju pendekarnya dan langsung masuk ke dalam padepokan untuk menemui gurunya.

"Permisi ada yang bisa membantu kami?" ucap Jaka yang masuk ke dalam gedung.

"Iyah mas ada apa? mencari siapa yah mas?" tanya salah satu anggota silat harimau.

"Saya mencari guru saya di sini." jawab Jaka.

"Nama gurunya mas siapa yah?" tanya kembali anggota itu.

"Nama guru saya adalah Ki Jagabaya, ia pendiri dari padepokan silat harimau ini." ucap Jaka.

"Mohon maaf mas, yang mas cari itu tidak ada di sini, saya telah lama menjadi anggota silat harimau dan baru pertama kali ini mendengar nama Ki Jagabaya." jawab anggota silat harimau itu.

"Bagaimana mungkin ia tidak mengenali pendiri dari silat harimau ini? atau kah ada yang tidak beres di padepokan ini?" gumam Jaka di dalam hatinya.

...Bersambung....

Jangan lupa dukung selalu novel ini dengan like komen dan rate, atau bisa juga menggunakan vote atau gift. Terima kasih.

Terpopuler

Comments

Lottie

Lottie

si Jaka nyasar ke dunia mana nih?🤣

2022-05-19

0

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

gak nyangka nasib ortu joko setragis itu

2022-05-17

0

🎯™ Zie ⍣⃝కꫝ 🎸

🎯™ Zie ⍣⃝కꫝ 🎸

kaya nya jaka salah bangun dehh bukan 10 tahun itu seehh ato jaka time travel ya 🤔🤔🤔🤔

2022-05-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!