...Happy reading guys.🤗...
Jaka dan Resa pergi berduaan mengelilingi kota ini yang dahulunya menjadi pedesaan yang masih banyak sawah namun kini hanyalah ada gedung gedung tinggi yang memakan lahan.
"Eh, Resa kamu bagaimana caranya ngendarain itu?" tanyaku yang melihat Resa sedang menyetir mobil.
"Owh ini namanya mobil Ka Jaka, jadi kakak cukup kontrol gas dan rem di bawah ini pakai kaki agar bisa mengendalikan mobilnya jalan dan yang aku pegang ini namanya stir untuk mengatur belok kanan kiri atau lurusnya mobil." ucap Resa yang menjelaskan kepada Jaka tentang mobil.
"Boleh kakak coba stir mobil gak de?" tanyaku kepada Resa.
"Boleh, tapi kita harus cari tempat yang luas, strategis dan sepi dari penggunaan jalan agar kakak dengan mudah belajar nyetir mobil." jawab Resa yang memenuhi permintaanku.
Setelah itu Resa mencari cari tempat yang aman bagi Jaka belajar menyetir mobil dengan aman, sekitar 1 jam mencari akhirnya ia menemukan sebuah komplek yang jarang ada pengguna motor dan ia putuskan untuk menjadikan tempat itu sebagai tempat berlatihnya Jaka menyetir mobil.
"Ka ayo turun, gantian kakak yang di sini nanti aku ajarin kakak dari tempat duduk kakak sekarang." perintah Resa kepadaku.
"Owh iya iya, tapi ajarin yang benar yah nanti takutnya aku malah bikin kacau lagi." ucapku yang menuruti perintah Resa.
Jaka keluar dari pintu sebelah dan masuk ke dalam mobil di bangku supir.
"Nah sekarang kakak nyalain dulu mesinnya, itu kuncinya di putar ke kanan sampai mobilnya bergetar nyala." ucap Resa yang menunjukkan tempat kunci mobil itu berada.
"Owh iya, abis itu bagaimana?" tanyaku kepada Resa setelah mobil berhasil aku nyalain.
"Nah sekarang kakak masukin giginya terus tekan perlahan pedal gas yang berada di kaki kanan Ka Jaka sekarang." ucap Resa sembari memegang dan menunjukkan apa yang harus aku lakukan untuk belajar mobil.
"Hmm, begini bukan?" tanyaku dengan gerogi saat mobil berhasil aku nyalain.
"Nah benar begitu, tapi kakak tenang saja harus lebih rileks agar tidak kaku banget." ucapnya yang menenangkan Jaka agar lebih santai mengendarai mobil giginya.
"Hmm oke aku coba untuk lebih rileks." ucapku yang berusaha untuk tidak gerogi mengendarai mobil yang baru kali ini aku kendarai, karena aku biasanya mengendarai delman/kuda biasa.
"Nah bagus, kan begini enak bawanya, kakakku memang sangat cepat sekali belajar, aku saja belajar nyetir mobil butuh waktu sampai 3 hari untuk lancar seperti ini tapi kakak cuman butuh waktu beberapa jam bahkan mungkin beberapa menit saja." ucap Resa yang membesarkan hatiku.
"Hahaha kamu bisa saja de, ini juga kan berkat ajaran dari kamu jadi kakak bisa mengendarai mobil ini." ucapku yang ikut membesarkan hati Resa.
"Yaudah sekarang kita muter muter komplek ini dulu sampai kakak bener bener tidak merasa ragu untuk mengendarai mobil ini di jalan raya yang banyak mobil dan sepeda motor." ucap Resa yang memerintahkan kepadaku untuk melancarkan aku mengendarai mobil.
"Oke aku akan muter muter di sini sampai kamu bosen hihi." ledekku sedikit agar Resa bisa tersenyum.
"Ayo saja, yang penting kakak tidak ragu untuk bawa aku jalan jalan lagi seperti ini dengan kakak yang bawa mobilnya." lagi lagi aku kalah dengan Resa yang selalu bisa kembali meledek diriku.
"Hah... kau ini tidak pernah berubah, selalu saja tidak mau mengalah kepada kakak haha." ucapku yang tersenyum kepada Resa.
"Aku jailin saja dia ahh, aku bawa mobil ini dengan lumayan cepat mengelilingi komplek ini." ucapku di dalam hati yang berniat mengerjai Resa.
"Yeh mau nakut nakutin aku yah, aku gak takut wle." ucapnya dengan santai kepadaku.
"Argh gagal lagi aja aku mengerjai kamu." ucapku dengan sedikit mewek.
"Biarin hahaha wle." lagi lagi dia meledekku.
"Eh ka, kita ke bioskop yuk nonton film di sana." ajak Resa kepadaku.
"Hah?? apa itu bioskop? kamu mah kasih tau aja langsung bioskop itu apa kan kakak belum tau." pintaku yang sedikit kebingungan dengan apa yang di bilang Resa barusan.
"Bioskop itu modelnya kaya lenong tapi lebih modern tanpa ada aktor di depan kita, pasti lebih seru deh ka." ucap Resa yang berusaha mengajakku untuk menonton bioskop.
"Hemm yaudah deh ayo, aku juga penasaran dengan apa itu bioskop, tapi aku yang nyetir mobil ini?" tanyaku kepada Resa.
"Boleh saja nanti kakak yang bawa mobil lagi pas kita selesai nonton film." ucap Resa yang justru senang karena aku yang mengendarai mobil.
"Serius nih aku saja yang bawa mobilnya ke bioskop? tapi kan aku tidak tahu jalan ke sana de." tanyaku kepada Resa yang justru asik memasang musik di mobil.
"Nanti aku yang kasih tau jalannya, nanti kakak yang mengikuti instruksi dari aku, aku mau setel lagu dulu biar kakak gak tegang saat ke sana nanti hihi." ucapnya dengan nada sedikit meledek atau memang ingin mendengarkan musik.
"Oke deh, kamu yang arahin saja yah nanti kakak yang akan anterin kamu ke bioskop." ucapku sembari tersenyum kepada Resa.
"Ihhh senyum Mulu dah kaya kuda balap hihi." untuk sekian kalinya Resa meledek aku kembali.
"Ihh dasar nakal kamu mah de." ucapku yang tidak menoleh ke arah Resa untuk terus melihat ke jalan.
Akhirnya Resa menyetel lagu yang mampu membuat Jaka lebih rileks kembali untuk menyetir mobil kembali.
"Kak entar di depan belok kanan jangan lupa nyalain lampu send agar lebih aman." perintah Resa kepadaku.
"Emang kalau kakak gak nyalain kenapa?" tanyaku yang polos.
"Bisa bisa mobil kita di seruduk sama pengguna jalan lain." celetuk Resa yang menjawab pertanyaan konyolku tadi.
"Owh iya deh kakak nyalain sendnya sekarang biar yang lain pada tahu kalau kakak akan berbelok ke kanan." ucapku yang langsung menyalakan lampu send mobil Resa.
"Nah bagus kalau begitu mah ka, lebih baik mencegah dari pada mengobati." ucap Resa yang begitu bijak.
"Weh, adikku sudah pandai pribahasa yah bagus bagus." ucapku yang kaget bercampur senang bahwa Resa telah bisa menggunakan pribahasa dengan baik dan benar.
"Iya dong, nah sebentar lagi kita akan sampai ke tempat bioskop." ucapnya yang sambil melihat ke handphone miliknya terus menerus.
Sampai akhirnya Jaka dan Resa telah sampai di bioskop dengan selamat tanpa ada sedikit kendala apa pun yang berarti baginya.
"Uwih gedungnya tinggi sekali de." ucapku yang melihat ketinggian gedung bioskop.
"Iya dong, makanya kita masuk ke dalam untuk menonton film bioskop yang aku suka, kebetulan sebelum aku ketemu sama kakak aku sudah memesan tiket 2 untuk aku dan temanku, tapi aku sudah ketemu sama kakak jadi aku mau sama kakak saja deh hehe." ucapnya yang memberiku kartu bioskop.
.........Bersambung..........
Selalu dukung aku dengan cara like, komen dan juga bisa vote pada hari Senin setiap minggunya untuk novel ini, terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
benarkah di zaman jaka kecil gak pernah lihat mpbil?
2022-05-17
0
🅴ɳÐåh ✰͜͡w⃠🐊⃝⃟💯𓆊
yie yg akhirnya bisa mengendarai mobil... senengnya si jaka🤭🤭🤣
2022-05-17
1
✒A®7uπ¹²³🗝༄㉿ᶻ⋆
weh ikutan nonton donk
2022-05-16
2