...Happy reading guys .🤗...
Kini ambulance dan satu mobil polisi telah datang ke TKP, yang di mana pencuri itu masih meronta ronta ke sakitan akibat tendangan dari Jaka.
"Selamat siang, apa betul ini dengan saudari Resa? yang tadi menelfon kami?" tanya polisi itu sembari mendekati Resa.
"Benar pak, saya Resa dan ini adalah yang menyelamatkan handphone saya dari kecopetan, namun karena copetnya melawan di depan mata kepala saya sendiri, akhirnya teman saya Jaka namanya menendang pencuri itu agar tidak melawan lagi akan tetapi dia kelepasan untuk menendang dengan keras sekali." jawab Resa.
"Ini orang ngapain pake baju begini yah cokelat cokelat dah kaya padi kering saja, hadeh aku bingung dengan tempat ini." gumam Jaka di dalam hatinya melihat pakaian dinas polisi.
"Tim medis segera evakuasi tersangka dan bawa dia ke rumah sakit untuk mendapat perawatan." ucap komandan polisi.
"Baik pak." sahut para tim medis yang sedari tadi menunggu perintah.
"Jangan berurusan dengan dia, dia sangat lah kuat, seperti Superman, aku pukuli dia namun dia tidak berasa, jangan buat macam macam sama dia." racauan pencuri itu yang trauma dengan Jaka.
Setelah tim medis pergi membawa tersangka ke rumah sakit untuk di periksa apa yang terjadi pada dirinya sehingga membuat dirinya sangat merasa kesakitan.
"Baiklah, kalian berdua kami ajak terlebih dahulu untuk membuat laporan kepada tersangka agar dapat kami proses dengan cepat." pinta pak polisi.
"Baik pak, tapi saya pakai mobil sendiri yah, kebetulan supir saya masih menunggu di sebrang jalan sana pak, nanti akan kami ikuti dari belakang sampai ke Polsek." ucap Resa.
"Oke tidak masalah, tapi kami harap anda segera datang ke kantor agar orang orang seperti tersangka tadi merasa jera dan tidak lagi berani untuk melakukan pencopetan." jawab pak polisi yang berjalan ke arah mobilnya untuk kembali ke kantor.
"Baik pak siap, kami akan segera ke kantor setelah bapak memarkirkan mobil kami akan sudah sampai." ucap Resa yang melambaikan tangannya kepada polisi yang telah berada di dalam mobilnya.
"Yaudah ayo Jaka kita ke kantor polisi dulu, menggunakan mobilku." ucap Resa yang memegang tangan Jaka.
"Tangan yang lembut ini.... apakah kamu putri dari guruku?" lamunan Jaka saat tangannya di pegang oleh Resa.
"Hello, woi kaku! seh dia malah ngelamun, ngelamunin aku nih yah cie cie, udah ayo kita ke mobil terus ke kantor polisi." ucap Resa yang mengagetkan Jaka dari lamunannya.
"Eh iya iya maaf, ayo kita ke sana." ucap Jaka yang menuruti kemauan Resa.
Kini Jaka telah mengerti cara membuka pintu mobil setelah ia memperhatikan gerakan Resa saat Resa membuka pintu mobil sebelah, kini Jaka dan Resa berangkat ke kantor polisi sesegera mungkin agar mereka dapat membuat laporan dan kembali menuju padepokan silat harimau.
"Wih ternyata kamu cepat sekali belajar yah Jaka." ucap Resa.
"Kalo di lihat lihat juga, ternyata Jaka ini ganteng juga yah, andai dia tidak kaku seperti ini, pasti aku sudah jadikan dia pacar, hmm semoga saja dia tidak kaku seperti ini selamanya karena dia adalah pria idaman aku banget." kini Resa yang melamun saat dirinya berduaan bersama Jaka melihat matahari terbit dari atas puncak gunung dengan dirinya tiduran di sebelah Jaka yang beralaskan rerumputan dan beratapkan langit yang indah.
"Karena dulu aku di suruh untuk bisa belajar dengan cepat oleh guruku, jadi aku tidak mungkin akan hilang begitu saja keahlianku." ucap Jaka yang melihat Resa melamun.
"Ini orang kenapa ngelihatin aku begitu banget, ada yang salah kah dari diriku ini? atau dia merasakan hal yang sama dengan yang aku rasakan saat ini? eh gak gak dia itu cantik pasti tidak mungkin akan mau bersama aku yang kuno seperti ini." mereka berdua saling tatap menatap tanpa berhenti sedetikpun.
Tanpa mereka sadari kini kantor polisi telah berada di depan pintu dan supir Resa mengacaukan adegan romantis mereka.
"Non, kita sudah sampai di kantor polisi." ucap supir itu dengan sedikit berteriak.
"Ehh iyah, kamu parkirin mobil nanti kita akan ke sana yah pak." ucap Resa yang membuka pintu mobilnya.
"Ayo Jak, kita masuk ke dalam." langsung menggandeng tangan Jaka.
"Tangannya kasar banget, pasti dia adalah tipe laki laki yang bekerja keras, aku ingin memiliki suami yang mau bekerja keras tanpa bergantung kepada professi aku." gumam Resa sembari berjalan ke dalam kantor polisi.
"Selamat siang saudari Resa, silahkan duduk." ucap pak polisi itu.
"Baik pak, terima kasih." jawab Resa.
"Saudara Jaka anda tidak duduk?" tanya pak polisi yang menatap Jaka.
"Owh dia mah sudah biasa berdiri pak, dia dulu kerjanya bodyguard jadi gak biasa duduk deh hehe." celetuk Resa yang mengalihkan perhatian polisi tadi.
"Owh seperti itu, tidak masalah, baik kita mulai saja laporannya kali ini yah." ucap polisi itu.
"Iyah pak silahkan." jawab Resa.
"Menurut kabar yang kami dapat dari para tim medis, tersangka mengalami patah tulang rusuk sebanyak 2 tulang, menurut rekan medis kami, itu hanya dapat di lakukan dengan cara tersangka di pukul dengan benda tumpul dengan sangat keras." ucap pak polisi.
"Owh tidak pak, itu murni pembelaan diri Jaka, karena sebelum ia menendang, tersangka telah memukulinya dengan membabi buta pak, jadi itu murni reflek dari insting manusia agar melindungi dirinya sendiri." jawab Resa yang membela Jaka.
"Kalau begitu boleh kami melihat Jaka untuk menendang seperti apa?" pinta pak polisi.
"Boleh pak boleh, kita ke depan saja." jawab Resa.
Akhirnya Resa, Jaka dan satu orang polisi ke depan untuk membuktikan bahwa Jaka hanya menendang saja hingga mampu membuat tulang rusuk seseorang patah.
"Jaka silahkan kamu tendang tiang beton ini." pinta Resa.
"Baik aku akan menendangnya, tapi aku minta kalian minggir." sahut Jaka Lumayun.
"Ayo pak kita minggir dahulu takutnya terkena serpihan beton dari tendangan Jaka." Resa menarik tubuh polisi itu yang tidak percaya bahwa Jaka dapat menghancurkan tiang beton salah satu penyanggah kantor polisi itu.
Tendangan pertama mampu membuat tiang beton itu retak sekali, kemudian tendangan kedua menghancurkan betonnya hingga membuat tiang itu seperti terkena palu yang sangat kuat, ketika Jaka ingin menendang untuk ke tiga kalinya.
"Tunggu tunggu, jangan di lanjutin, saya percaya kalau anda dapat melakukan hal ini." ucap polisi itu yang menghampiri Jaka.
"Terima kasih kalau anda sudah percaya dengan saya." jawab Jaka dengan santai.
Polisi itu melihat kaki Jaka yang tidak terdapat luka sedikit pun dari ia menendang tiang beton itu.
"Ini manusia tulang nya terbuat dari besi berlapis baja murni kali yah, tiang beton sebesar ini saja mampu ia bikin bolong." gumam polisi itu di dalam hatinya.
...Bersambung....
Tetap dukung aku dengan cara like, komen dan favorit atau bisa juga dengan kalian mengirim vote atau gift kepada novel ini, saya sebagai author sangat berterima kasih banyak, marhaban ya ramadhan.🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Lottie
uhuk uhuk* kek nya ad yg lgi terpesona sama seseorang nih🤣. btw itu kakinya mengandung besi kah🤣🤣
2022-05-19
0
ℛᵉˣRoy Erlaᷢngᷡgaᷢ♚⃝҉𓆊ᴀᷟ🎼
cie.. cie.. benih² cinta ini
2022-05-17
0
Pikadamasta
uhuyyy benih² samara mulai muncul nih🤭 tumbuh jadi apa yaa kira²🤭
2022-05-17
4