Chapter 3

Setelah selesai memberikan obat kepada induk beruang, Jaka Lumayun kini meneruskan semedinya di dalam gua bersama kedua beruang itu.

Hari demi hari luka yang di alami oleh induk beruang mulai pulih, ia merasa mempunyai hutang nyawa dengan Jaka, sehingga membuatnya tidak ingin meninggalkan Jaka Lumayun sendirian bersemedi di dalam gua, karena hutan ini sangat penuh dengan hewan buas, seperti singa, macan tutul, cita, panther,dll.

Waktu yang bergulir cukup lama itu di lewati oleh Jaka dan kedua beruang yang selalu menjaganya hingga kini tiba waktunya untuk Jaka Lumayun membuka matanya karena ia telah selesai dengan pertapaannya dan ia telah menjadi seorang pendekar silat harimau legendaris yang tingkat ilmunya sudah menyamai oleh gurunya.

"Akhirnya penantian yang begitu panjang ini telah selesai aku lewati, kini aku harus kembali ke padepokan untuk memberitahu kepada guru." ucap Jaka di dalam hatinya dengan membuka matanya.

"Aih kok beruangnya jadi ada yang tua dan ada yang dewasa sih? beruang manisku ke mana yah?" mencari ke sekeliling gua.

"Eh bodohnya aku, ini kan telah 10 tahun, pasti beruang kecil itu sudah dewasa dan induk beruang telah menjadi tua, betapa lupanya aku dengan mereka." menepuk jidatnya.

"Terima kasih yah telah menjaga aku selama aku bersemedi di sini, sekarang aku harus pulang ke padepokan aku untuk menemui guruku sesuai dengan janji aku dahulu, kini sekarang kalian bebas mau ke mana saja tanpa perlu menjagaku, karena aku telah bisa menjaga diriku sendiri, namun kalau begitu aku harus mencarikan kalian makanan dulu, sebagai tanda terima kasihku kepada kalian berdua." menghampiri kedua beruang itu dan memeluknya.

Akhirnya Jaka pergi meninggalkan gua itu untuk mencari makanan, ia pergi ke sungai karena ingin menangkap ikan segar yang ingin ia bakar kembali seperti kambing hutan 10 tahun yang lalu.

"Ih kok airnya sedikit berubah menjadi keruh, tidak seperti dahulu, ada apa yah? hmm apakah masih ada ikannya di sini yah? semoga saja masih ada lah." membuka bajunya dan langsung nyebur ke sungai itu untuk menangkap ikan dengan tangannya sendiri.

"Ha bagus masih lumayan banyak ikan di sini, aku akan menangkap 10 ekor untuk aku dan kedua beruang itu, aku akan memakai 3 ikan dan sisanya aku kasih kepada keduanya." gumaman Jaka di dalam hatinya melihat ikan yang begitu banyak.

Jaka terus mengejar ikan ikan yang lari darinya saat ia ingin menangkap ikan tersebut.

Hingga Jaka menyelam di dalam sungai itu sangat jatuh dari titik ia nyebur.

"Huah akhirnya dapat juga ikan terakhir, eh kok jauh banget aku berenang? tapi kok hutan ini tidak lebat seperti dulu sih? ada apa ini?" ucapnya sembari memasukan ikan terakhir yang ia butuhkan ke dalam baju yang telah ia ikat dan di jadikan sebagai wadah.

"Argh sebaiknya aku kembali ke gua dulu, aku ingin makan abis itu baru aku kembali ke padepokan dan menanyakan semuanya kepada guru." ucapnya sembari menaik ke daratan.

Jaka Lumayun setelah mendapatkan ikan yang banyak ia tidak langsung kembali ke gua akan tetapi ia mencari kayu bakar terlebih dahulu untuk membuat api agar ia dapat mengolah ikan ini menjadi ikan bakar.

"Banyak sekali ranting pohon yang berjatuhan dan telah kering, kalau pas aku bakar kambing hutan dahulu aku harus menebang dahan pohon untuk aku ubah menjadi kayu bakar, tapi kini banyak sekali ranting ranting pohon yang cukup besar sudah berjatuhan di tanah, hm mungkin karena cuacanya kali yang panas jadi banyak yang jatuh ranting ranting ini." ia memunguti semua ranting itu dan mengikatnya dengan sabuk yang masih ia kenakan.

Sampai akhirnya Jaka melihat ke atas pohon yang masih terdapat sarang lebah madu yang sangat besar dan ia memutuskan untuk membuat asap agar dapat mengambil sarang madu lebah hutan itu.

"Nampaknya enak juga kalau setelah makan ikan bakar terus minumnya madu, uhh pasti enak, lagi pula beruangku itu beruang madu pasti mereka sangat suka dengan apa yang aku bawa kali ini." mulai membuat asap dan menaiki pohon itu.

Jaka memotong sarang lebah madu hutan itu dengan perlahan agar tidak putus dan mubazir madunya.

Setelah mendapatkan sarang lebah, ia mengambil daun yang lebar untuk membungkus sarang lebah madu hutan.

"Ha nampaknya ini semua sudah cukup banyak, aku akan membawa ikan ini di tangan kiri, aku akan membawa madu ini di tangan kanan dan kayu bakar ini akan aku ikat di pinggang dan aku seret saja lagi pula di sini jalannya bagus tidak ada yang menghalangi." ucap Jaka sembari melihat barang bawaannya.

Sesuai dengan perkataan Jaka tadi ia kembali pulang ke gua dengan membawa semuanya sendirian untuk dapat mereka bertiga nikmati secara bersama sama di dalam gua itu.

Karena hari telah malam, Jaka memutuskan untuk kembali ke padepokan setelah pagi harinya dan ia sekarang harus membakar ikan ikan yang telah ia tangkap tadi siang.

"Kalian kalau mau makan ikannya langsung silahkan saja ambil, aku mau di bakar dulu soalnya gak bisa makan ikan mentah hihi." memberikan 7 ekor ikan kepada kedua beruang itu.

Dengan rakusnya beruang itu memakan ikan yang di berikan kepada mereka berdua, dalam sekejap mata ikan yang tadi di kasih oleh Jaka kini telah hilang dan berada di dalam perut kedua beruang itu.

"Nah setelah makan ikan aku sudah membagi 3 sarang lebah madu untuk kalian berdua dan aku, jangan di abisin semua yah sisain untuk aku." ucap Jaka kepada kedua beruang itu.

Namun kedua beruang itu tidak langsung memakan madu yang sangat ia sukai dan memilih untuk menunggu Jaka selesai membakar ikan miliknya agar mereka bertiga dapat makan secara bersama sama dengan menikmati malam yang penuh dengan bintang.

Singkat kisah pagi harinya telah tiba, kini Jaka Lumayun telah selesai ke sungai untuk ia mandi dan membersihkan badannya untuk kembali pulang ke padepokan.

"Hay hay, bangun aku harus pulang dulu yah, kalian baik baik di hutan ini, aku harap kita dapat bertemu kembali di lain waktu." ucap Jaka sembari memeluk kedua beruang peliharaan miliknya.

"Yasudah aku berangkat dulu, kalian jangan ikutin yah, takutnya pada penduduk desah sangat ketakutan dengan kemunculan kalian di desah, nanti kalian bakal di bunuh dan aku tidak mau itu terjadi." sembari membawa peralatan yang dahulu kala ia bawa untuk bersemedi di dalam gua.

Kedua beruang itu menuruti perkataan Jaka dan hanya bisa menatap kepergian Jaka dari dalam gua dan merasa sedih bahwa teman manusia mereka telah pergi kembali ke desah, membuat mereka kembali ke kehidupan aslinya.

Saat kembali di desa, Jaka sangat kaget karena desah yang dahulu sangat tradisional kini telah berubah menjadi perkotaan yang maju.

......Bersambung.......

#Next chapter ke 4 nya.🤗

Di tunggu saja upload dari author di novel ini yah, terima kasih.

Terpopuler

Comments

Rahmania

Rahmania

lama amat ya semedinya sampai 10 tahun gtu, pasti byk perubahan lah pastinya

2022-06-01

0

Lottie

Lottie

ya gmna g berubah, dia aj semedinya 10 tahun wkwkw

2022-05-19

0

Farlia♡V

Farlia♡V

10 tahun mas Jaka bukan 10 bulan, ya pasti berubah. wajah kamu juga berubah pasti, eh apa karena semedi lama jadi tetep muda?

2022-05-17

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!