...Happy reading.🤗...
Setelah menunggu beberapa menit rudal jelajah antar pulau dan artileri militer di luncurkan secara bersamaan.
Rudal yang meluncur dengan kecepatan tinggi di saat malam sangat terlihat jelas dan saat rudal itu tepat jatuh ke tengah tengah persembunyian pemberontak tidak langsung meledak namun menunggu beberapa saat untuk meledak.
"Mengapa benda itu tidak meledak?" tanyaku kepada Komandan Markovic.
"Tunggu saja nanti juga akan meledak, itu salah satu taktik agar musuh mendekati rudal itu dan mengiranya adalah bom gagal ledak, akan tetapi perkiraan mereka tidak benar itu adalah salah satu rudal yang baru kami beli dari luar negeri yang belum di ketahui oleh mereka yang memiliki waktu ledak yang lambat, pada intinya ketika rudal itu jatuh di tempat mereka maka rudal itu tidak akan meledak sebelum satu menit, ketika sudah satu menit dan para pemberontak itu berkerumun di rudal itu dan bum ledakan dahsyat keluar." ucap Komandan Markovic.
Dan benar saja setelah Komandan Markovic berkata seperti itu baru kedua rudal itu langsung meledak secara dahsyat dan bersama sama, angin yang di timbulkan sangat terasa sampai ke padepokan yang sebenarnya berjarak 15km.
"Waw, amazing!!! hahaha." ucapku yang takjub dengan ledakan yang di berikan oleh kedua rudal jelajah itu.
"Baiklah sekarang kita bantai sisa yang berada di bawah." ajak Komandan Markovic yang langsung mengokang senjatanya.
"Bagaimana dengan dirimu? apa sudah siap?" tanya Komandan Markovic kepadaku.
"Sudah komandan, aku sudah siap." ucapku sembari semangat untuk menghabisi semua pemberontak.
"Baiklah kalau begitu kamu pakai rompi anti peluru ini agar kamu tidak mudah untuk di tembak oleh pemberontak dan juga bawa senjata ini siapa tau kamu bisa menggunakannya." ucap Komandan Markovic.
"Ajari Ka Jaka sebentar saja pak, dia sangat cepat tanggap mempelajari hal hal baru." sahut Resa yang menghampiri kami berdua.
"Baiklah kalau begitu saya akan ajarkan kamu memakai senjata ini, pertama kamu harus memastikan kamu memiliki magazine atau peluru yang masih ada di dalam senjatamu, kedua tarik ini untuk mengokang senjatanya dan jangan lupa geser tombol ini untuk kamu bisa menembak, cara cepatnya seperti ini." ucap Komandan Markovic yang langsung menembak ke bawah untuk memperagakan cara menggunakan senjata yang benar.
"Baik pak, saya sudah paham, mohon izin buka sedikit pintu ini dan lemparkan beberapa bom asap untuk saya yang membuka jalan dan kalian yang langsung menghabisi sisa sisa yang masih ada." ucapku yang meminta kepada Komandan Markovic.
"Kamu ingin menggunakan cara seperti itu lagi?" tanya Komandan Markovic.
"Iyah, lantas pakai cara apa lagi?" tanyaku yang kebingungan.
"Kita pakai bom terbaru ini, ini adalah bom kejut atau kalau di epep flashbang namanya, apabila bom itu meledak di depan kerumunan maka semua orang yang melihat ledakan itu maka matanya akan merasakan gelap dan akan membutakan mata mereka selama beberapa saat dan itu sangat menguntungkan bagi kita." ucap Komandan Markovic sembari memperlihatkan bom kejut yang dia bawa.
"Ayo pak, kita lihat apakah kita dapat menangkap pimpinan dari pemberontak ini atau tidak? siapa yang dapat menangkap Ramzan maka dia akan di traktir oleh yang lain dan yang lain juga boleh ikut makan, ya pada intinya kita makan bareng tapi yang dapet nangkep Ramzan gak bayar makanan apa yang dia makan, gimana setuju gak pak?" tantangku dengan sedikit memancing suasana tidak tegang lagi.
"Ayo siapa takut, harus sportif ya, kita akan makan bersama di satu restoran yang sangat ternama di kota ini, awas aja kamu gagal nangkep Ramzan dan malah anak buahku yang menangkapnya." ucap Komandan Markovic sembari sedikit tersenyum semangat.
"Siap komandan, kita mulai tantangannya sekarang." ucapku yang langsung mengokang senjata.
"Kita tangkap semuanya." ucap Komandan Markovic yang langsung melemparkan bom kejut.
Benar seperti yang di katakan oleh Komandan Markovic, semua orang yang melihat dan merasakan ledakan bom kejut itu langsung buta sementara dan memudahkan bagi para militer menembaki pemberontak itu.
Kenapa harus di tembak saat pemberontak itu sedang buta sementara? karena apabila di ancam seperti itu saja dan di suruh untuk menyerah itu tidak akan pernah terjadi, sebab mereka memiliki anggota yang lebih banyak dan mereka semua pasukan berani mati, itu adalah ideologi yang mereka anut selama ini.
Setelah semua pemberontak tewas di lantai 3, kini pemberontak yang berada di lantai 2 langsung naik ke lantai 3 untuk menghujani tentara dengan peluru yang mereka punya.
Namun tidak semudah itu mereka melakukan, kali ini terdapat Komandan Markovic yang terkenal sebagai ahli strategi berperang mau di tempat tersulit hingga seperti ini.
Sebelum para pemberontak itu masuk ke atas, Komandan Markovic telah memberikan instruksi untuk para anggotanya.
"Apabila semua pemberontak yang berada di lantai 3 telah tewas semua, segera langsung setiap anggota mengambil posisi agar tidak menjadi sasaran empuk bagi pemberontak dan jangan lupa pula untuk meninggalkan bom asap untuk kita menghabisi mereka menggunakan belati yang kita punya, terkhusus untuk kamu Jaka, kamu adalah tipe prajurit petarung jarak dekat maka saat itu adalah saatnya dirimu untuk bergerak." ucap Komandan Markovic sebelum memulai misi penggempuran kembali.
Kini semua pemberontak yang berada di lantai 2 telah berada di lantai 3 yang tertutupi oleh asap tebal.
Satu persatu dari mereka terbunuh dengan sangat sadis, teriakan demi teriakan saling bersahutan karena pembantaian jarak dekat yang di lakukan oleh Jaka dan yang lainnya membuat para pemberontak yang lain mengalami gangguan mental alias mental yang down.
Sesaat sebelum asap memudar, Komandan Markovic langsung memberikan aba aba untuk para anggotanya beserta Jaka untuk kembali berlindung karena saat asap benar benar hilang kini Komandan Markovic dan yang lain akan menghujani sisanya yang tersisa yang belum terbunuh oleh petarung jarak dekat.
Semua rencana berjalan dengan mulus, kini para konvoi tank yang berada di jalan telah sampai di depan padepokan dan langsung mengepung dari depan agar para ******* menyerah saja karena mereka telah terkepung dari segala sisi.
Memang sifat alami para pemberontak yang tidak ingin merasa kalah dari siapapun membuat mereka melakukan perlawanan sia sia.
Sebab para prajurit yang berada konvoi tank semuanya berlindung di balik tank lapis baja.
Mendengar suara tembakan membuat para prajurit yang berada di padepokan langsung bergerak ke bawah dan mengambil posisi untuk membidik semua anggota pemberontak yang tersisa, termasuk juga Ramzan yang sudah di kepung.
"Sebaiknya kamu tidak ke mana mana Ramzan, cakarku telah berada tepat di balik leher belakangmu, apabila kau ingin melarikan diri maka cakar ini akan menembus lehermu dan langsung membuatmu seketika mati." ancamku yang langsung melakukan teleportasi dari dalam padepokan langsung berada di belakang Ramzan.
"Bagaimana kamu bisa ada di sini?!" tanya Ramzan dengan bergetar.
"Aku ini adalah anak murid pertama Ki Jagabaya yang memiliki padepokan ini sebelum Ki Jagaraga dan padepokan ini di hancurkan oleh dirimu!" ucapku dengan geram ingin menusuk cakarku ini langsung ke leher Ramzan.
"Tapi bukan hanya aku saja yang ambil andil dalam pembantaian padepokan ini, akan tetapi orang dalam dari padepokan ini yaitu wakil master ketua silat harimau dan..." ucap Ramzan.
Belum sempat ia berkata, Ki Jagaraga langsung menarik jakun Ramzan hingga terlepas dari lehernya yang membuat Ramzan mati seketika dan dirinya kejang kejang sebentar sebelum dirinya tewas.
......Bersambung.......
Tetap dukung novel ini dengan cara like, komen and gift juga boleh hihi, terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
🅴ɳÐåh ✰͜͡w⃠🐊⃝⃟💯𓆊
sadis juga ki jagaraga.. ckckck.
2022-05-17
0
❤️⃟Wᵃf Zhang zhing li♚⃝҉𓆊
rudal mulai diluncurkan utk menyerang
2022-05-16
1
viernn
kayak mbeleh pitik kejang"
2022-05-09
3