...Happy reading guys.🤗...
Setelah Jaka berhasil naik ke lantai 3 dan para tentara sudah membuat benteng pertahanan seadanya saja untuk menahan gempuran dari para pemberontak.
"Jangan hanya seperti itu saja! sini granatnya." aku langsung melempar granat itu tepat ke kerumunan pemberontak dan berhasil meledak mengenai beberapa dari pemberontak itu.
Perlawanan demi perlawanan di lakukan hingga amunisi yang di miliki oleh tim penahan lantai 3 habis membuat mereka semua harus naik ke lantai 4 untuk bergabung dengan pasukan yang bersedia di lantai 4 dan meminta amunisi.
"Cepat naik naik!" teriaku yang mengarahkan mereka semua untuk segera naik ke atas.
Kini berbeda dengan cara pembantaian di lantai 1 dengan cara melemparkan bom asap, sekarang tidak bisa melempar bom asap karena Jaka yang sedang terluka membutuhkan waktu untuk beregenerasi menyembuhkan luka yang di deritanya.
Sebelum meninggalkan lantai 3 para tentara melemparkan granat yang mereka punya dan memasang ranjau tepat di tangga menuju lantai 4.
"Cepat naik! sebelum terlambat!" teriak ketua tim.
"Baik pak kami akan ke sana sekarang." jawab anggota timnya.
Akibat perlawanan yang di berikan di lantai 3 mampu mengulur waktu sampai 6 menit lebih dan kini perlawanan mereka berada di lantai 4.
"Jaga benteng ini, aku akan mempercepat regenerasi tubuhku! setelah itu kalian bisa kembali ke atas dan berlindung menunggu bantuan datang." ucapku yang langsung duduk bersila dan memusatkan tenaganya untuk melakukan regenerasi.
Tembakan demi tembakan, selongsong peluru satu persatu telah terlepas dan jatuh ke tanah.
Saat peluru terakhir mereka keluarkan dan Jaka belum juga pulih, membuat semua orang pasrah dengan keadaan yang ada, namun dari luar gedung terdengar suara ledakan rudal jelajah yang mampu menempuh jarak 500km dengan akurasi 98% tepat menghantam para pemberontak yang masih berada di luar padepokan.
"Akhirnya, komandan Markovic datang tepat waktu!!" teriak ketua tim yang menyadari bahwa rudal yang menghantam di depan padepokan adalah rudal milik tentara angkatan udara yang di bawa oleh jet tempur 102 FU.
Tidak lama dari sambutan serangan bom rudal jelajah kini helikopter tempur datang dan membawa sedikitnya 200 personil bantuan dengan stok amunisi yang di lemparkan ke atap gedung untuk menggempur habis habisan para pemberontak.
Korban berjatuhan dari pihak pemberontak namun tidak menghentikan para pemberontak untuk melawan para bala bantuan tim militer yang di komandoi oleh Komandan Markovic.
"Basoka anti helikopter tempur keluarkan!! bidik salah satu helikopter itu!!" teriak Ramzan yang ternyata terlibat juga di luar padepokan yang mengatur strategi.
"Baik ketua!" anggotanya langsung mengambil satu basoka dengan satu peluru yang di bidik tepat ke arah helikopter B yang mengudara di atas mereka.
...Boom!!!...
Helikopter B berhasil di jatuhkan, kini korban tewas bertambah dari pihak militer karena kehilangan satu helikopter tempur milik mereka.
Melihat helikopter tempur B yang hancur membuat helikopter tempur A langsung menggempur habis habisan hingga amunisi peluru dan rudal yang ia bawa habis demi membabat habis para pemberontak yang berada mengepung padepokan itu.
"Komandan, kami izin kembali ke markas untuk mengisi ulang amunisi dan kami akan langsung kembali ke sini dengan membawa bala bantuan yang lebih banyak lagi." ucap pilot helikopter tempur A yang izin meninggalkan medan pertempuran untuk mengisi amunisi.
"Izin di berikan!! cepatlah kembali kami masih membutuhkan bantuan udara untuk membantu kami membantai habis semua anggota pemberontak yang di ketuai oleh Ramzan.
"Perintah di terima, kami akan kembali ke medan tempur setelah 15 menit dan membawa 15 pesawat tempur tanpa awak dan 20 helikopter tempur yang berkapasitas besar dan memiliki daya jelajah lebih besar." ucap pilot helikopter itu yang langsung meninggalkan padepokan.
Setelah helikopter dan jet tempur milik tentara angkatan udara pergi, kini datang kembali bala bantuan yang di buka oleh para tank yang menembakkan rudal ke sekitar padepokan silat harimau.
"Sial! mengapa mereka benar benar membawa banyak alat tempur canggih, nampaknya mereka menabuh genderang perang di kota ini, baiklah aku akan membalasnya dengan menembakkan meriam panther ke arah tank yang sedang konvoi ke sini dan menembakkan rudal rudalnya." gumam Ramzan yang daerah pertempuran semakin parah.
...Kembali ke masa sebelum peperangan semakin panas....
*Saat bunyi tembakan di keluarkan para pemberontak di dalam padepokan, membuat para polisi yang berjaga di sekitar padepokan langsung mengevakuasi warga sipil dari rumah mereka, karena di perkirakan bahwasanya malam ini akan menjadi pertempuran besar besaran antara pemerintah dengan para pemberontak.
Dan benar saja dugaan para polisi yang mengambil keputusan untuk mengevakuasi warga sipil yang berada di sekitar padepokan karena sekarang telah terbukti bahwasanya pertempuran sengit di lakukan oleh para pemberontak yang menggempur padepokan silat harimau*.
...Kembali ke sekarang....
Ramzan langsung memerintahkan para anak buahnya yang berjaga di pangkalan pemberontak tepat di arah Barat daya dari padepokan silat harimau yang berjarak sekitar 15km.
"Segera tembakan meriam panther ke titik koordinat 15,16 barat daya" perintah Ramzan kepada anak buahnya yang berjaga di pangkalan pemberontak.
Beruntung baginya para tentara karena mereka menurunkan tank lapis baja yang tidak mudah di hancurkan dengan meriam panther dari jarak jauh, karena kelemahan tank lapis baja hanya ada di titik titik tertentu saja.
"Sial!! mereka telah tahu kalau aku akan menembakkan meriam panther kepada mereka, sehingga mereka dapat mengantisipasi dengan menurunkan tank lapis baja yang sangat kuat." gumam Ramzan yang melihat konvoi tank yang tidak hancur dengan tembakan meriam miliknya.
Akibat dari Ramzan meluncurkan meriam panther miliknya, membuat Komandan Markovic mengetahui tempat rahasia para pemberontak bersembunyi.
"Markas militer masuk, Komandan Markovic ingin memberi instruksi." ucap Komandan Markovic dari wallkitoki.
"Markas masuk, instruksi apa komandan?" tanya anak buahnya yang stay di markas.
"Kami telah menemukan titik persembunyian para pemberontak, siapkan para anggota artileri jaguar untuk menembak ke arah yang saya kasih nanti setelah mereka semua siap." perintah Komandan Markovic.
"Siap, kami akan menyiapkan tim artileri dalam waktu 2 menit dan komandan dapat memberikan titik yang akan kami gempur dengan artileri jaguar, maka kami akan menembakkan artileri setelah semua siap dan komandan dapat melihatnya dari padepokan silat harimau." jawab anak buahnya yang memantau peperangan dari markas militer.
"Kami akan menunggu kabar dari markas kalau artileri berhasil di tembakan, apabila tidak dapat di luncurkan maka tembakan pula rudal jelajah antar pulau yang langsung menghantam tempat persembunyian pemberontak yang berada di hutan." ucap Komandan Markovic.
"Siap pak, kami akan menyiapkan keduanya dan akan menembakkan salah satu dari alat tersebut, kalian tenang saja." ucap anak buah Komandan Markovic.
......Bersambung.......
Dukung terus novel ini dengan cara like komen dan favoritin yah, terima kasih.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
🅴ɳÐåh ✰͜͡w⃠🐊⃝⃟💯𓆊
akankah ramzan tertangkap setelah tempat keberadaannya telah di ketahui komandan markovic?
2022-05-17
0
❤️⃟Wᵃf Zhang zhing li♚⃝҉𓆊
pokoknya hancurkan markas pemberontak sekalipun makai bom atom😁
2022-05-16
2
❤️⃟Wᵃf Zhang zhing li♚⃝҉𓆊
komandan markovic selalu saja ada solusi
2022-05-16
2