...Happy reading guys.🤗...
Penyerbuan yang di lakukan oleh para kelompok pemberontak di mulai dengan suara bom granat yang meledak akibat pintu rumah yang di buka menyebabkan jarum pemicunya tertarik dan boom suara yang begitu keras sampai terdengar ke lantai paling atas.
"Semuanya, lemparkan boom asap untuk menghalangi pandangan musuh, aku yang akan menerobos paksa musuh yang ada di bawah." ucapku yang memakai penutup wajah.
Dengan sigap para tentara yang mendapat instruksi dari Jaka, langsung melemparkan 5 bom asap yang langsung memenuhi lantai dasar.
"Aku harus segera menghabisi semua yang bisa aku habisi sebelum bom asap ini menghilang dan itu sangat berbahaya bagi diriku sendiri." ucapku yang langsung menghabisi 20 anggota pemberontak tanpa terdengar suara apa pun dan tanpa melihat Jaka yang menghabisi para rekannya.
Jaka langsung berlari naik ke atas lantai 2 agar memancing para pemberontak agar mendapat kejutan kembali dari rencana yang telah tersusun rapih dengan singkat.
"Di sana ada orang." ucap salah satu pemberontak yang membuat yang lain mengikuti aku naik ke atas.
Saat semua pemberontak naik ke atas mereka di sambut hangat dengan timah panas dari para tentara yang sudah bersiap di posisinya.
Setelah banyak yang di bunuh tidak lupa para tentara yang akan naik ke lantai 3 untuk menyebarkan kembali bom asap di lantai 2 agar Jaka dapat menghabisi para pemberontak yang tersisa.
Sebelum melempar bom asap, salah satu anggota militer melemparkan granat yang tindakannya itu sangat berpengaruh karena semakin banyak kembali yang berguguran dari pihak pemberontak.
"Serahkan sisanya kepadaku, kalian naik saja!" perintahku yang memulai acara pembantaian malam kembali.
"kali ini kalian akan mati dan aku akan mendapatkan Ramzan sebagai saksi kunci yang dapat aku tanyakan karena saat aku di bawa oleh Ki Jagabaya ke masa pembantai, terdapat seseorang memakai jubah hitam dan memiliki ciri tubuh yang sama oleh yang di punya Ramzan." ucapku dalam hati sembari terus menghabisi sisa dari pemberontak yang masih ada di lantai 2.
Saat semua pemberontak telah mati, Jaka dengan santainya mengajak para tentara untuk ke bawah dan menyisir sisa dari para pemberontak yang melakukan penyerangan.
Pada saat kami semua berada di dekat jendela, kini Jaka dan tentara yang mendapatkan kejutan dari para pemberontak.
"Sialan!! ini jebakan kembali ke atas!! cepat!!" ucapku yang menarik salah satu anggota tentara yang terluka di bagian bahunya.
Semua itu telah terlambat, kini tentara bersama dengan Jaka yang berjumlah 10 orang harus mati dan hanya terselamatkan 1 orang terluka di bahunya saat menyisir sisa pemberontak dan masuk ke dalam jebakan yang telah di rancang dengan apik yang mampu membuat para tentara dan Jaka tidak dapat menebaknya.
"Lemparkan semua barang barang yang ada di lantai 3 untuk di lempar di ke tangga, agar menghambat para pemberontak yang masih banyak dan jangan lupa untuk meminta bantuan segera mungkin datang ke sini, karena kita sudah kekurangan banyak personil." ucapku di dalam telfon.
"Sialan, baiklah aku akan menunggu kalian sampai dan langsung menjalankan perintah." ucap ketua tim penjaga di padepokan.
Untuk menghambat kembali pergerakan musuh, Jaka memutuskan untuk menjadikan dirinya sebagai umpan pengalihan perhatian dari para pemberontak.
"Ketua! aku akan meninggalkan satu anggotamu di ruangan sebelah kanan nomor dua dari tangga! aku akan menjadi umpan pengalihan untuk mengulur waktu kalian mengevakuasi korban luka." ucapku yang sembari berlari ke arah para pemberontak untuk menghabisi dengan tangan kosong.
"Hallo pak!! jangan lakukan itu! kau menjadi satu satunya kunci harapan kami bisa hidup pak! kalau anda mati kami semua akan mati! jangan melakukan hal yang ceroboh pak!! pak?!!!" panggil ketua tim penjaga dari telfon.
"Tenang saja, aku akan kembali dengan selamat dan aku tidak akan membuat kalian kecewa." aku langsung membuang telfon yang mengganggu diriku untuk menghabisi nyawa para pemberontak.
"Pak?!! Sialan, kita harus mengevakuasi korban yang terluka dan harus membawanya langsung ke atas atap!" perintah ketua tim.
"Baik pak!" jawab 2 anggotanya langsung turun ke lantai 2 untuk menjemput rekannya yang sedang kritis.
"Tim sniper, saya izinkan untuk menembak para pemberontak yang masih berkeliaran di depan padepokan, bantu jaga untuk membantai para pemberontak!" perintah ketua tim dari wallkitoki.
"Perintah di terima." jawab tim sniper yang langsung melesatkan tembakan mematikan kepada para target yang sedari tadi mereka sudah incar.
"Selamat malam komandan!" teriak ketua tim.
"Selamat malam, ada apa? tunggu?!! kenapa banyak suara tembakan? kalian di serang?!!" tanya komandan Markovic yang langsung memakai baju tentaranya.
"Benar pak! kami meminta bantuan udara dan darat, kami memiliki satu korban luka dan sembilan korban tewas pak, kini Jaka sedang memberantas pemberontak sendirian tanpa senjata, namun saya telah memerintahkan kepada tim sniper untuk melindungi padepokan dari atas gedung." ucap ketua tim.
"Baiklah, saya akan datang bersama bala bantuan udara, saya akan mengirim 5 jet tempur dan 2 helikopter tempur dan satu batalion yang akan di kirim melalui jalur darat dan beberapa tank akan saya turunkan malam ini." ucap komandan Markovic yang langsung pergi ke markas besar militer dan menyiapkan segala kebutuhan.
"Terima kasih pak, tapi bala bantuan sampai kapan pak? kami sangat sudah terdesak, gedung ini hanya memiliki 5 lantak dan 1 lantai atas, kini pertahanan pertama kami berada di lantai 3, kalau sampai kami berada di pertahanan terakhir, kami mohon izin untuk membantai semua pemberontak yang bisa kami habisi sebelum nyawa kami terenggut!" ucap ketua tim dengan semangat dan meneteskan air matanya.
"Tenang saja, aku pastikan kalian tidak akan mengorbankan nyawa lebih banyak lagi!" komandan Markovic langsung menutup telfon dan menelfon para raider yang berjaga di markas untuk langsung menyiapkan bala bantuan besar besaran untuk menyerbu kembali pemberontak yang berada di padepokan silat harimau.
"Sialan, mengapa anak buah Ramzan menyerang padepokan milikku?!! dasar bawahan tidak berguna, dia ingin mati di tanganku, karena sudah berani mengusik kediamanku bahkan sampai menimbulkan banyak kerusakan yang harus aku tanggung sendiri." gumam Ki Jagaraga yang berdiri di tepi atap.
Saat lamunan Ki Jagaraga ia di bidik dan langsung di tembak oleh anggota pemberontak, namun karena skill yang tinggi membuat Ki Jagaraga menangkap proyektil peluru yang mengarah tepat ke kepalanya.
"Aku kembalikan peluru darimu ini!" teriak Ki Jagaraga yang langsung melempar peluru itu dengan kencang dan tepat mengenai kepala pemberontak yang seketika langsung mati.
Di posisi Jaka yang semakin tidak memungkinkan dirinya untuk melawan kembali, karena tubuhnya juga yang sudah menanggung banyak luka dan membutuhkan proses yang cukup lama untuk memulihkan kondisinya kembali, membuat dirinya harus menarik mundur ke lantai 3 dan menyerahkan sisa pemberontak kepada tentara yang berjaga di posisinya masing masing.
......Bersambung.......
Jangan lupa di dukung terus novel ini dengan cara like dan komen, kalau ingin vote juga boleh, terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
🅴ɳÐåh ✰͜͡w⃠🐊⃝⃟💯𓆊
jaka di ambang batas.. terkena banyak luka.. akhirnya menyerahkan sisa pemberontak ke tim militer
2022-05-17
0
❤️⃟Wᵃf Zhang zhing li♚⃝҉𓆊
semoga para tentara bs menghabisi pemberontak itu biar kapok
2022-05-16
1
❤️⃟Wᵃf Zhang zhing li♚⃝҉𓆊
astaga, jaka banyak luka dan tdk bs memulihkan tenaga dengan cepat
2022-05-16
1