Chapter 4

...Happy reading guys.🤗...

"Kenapa desahku kini telah menjadi seperti ini? dan, dan itu apa? apa itu yang bergerak aku sangat asing dengan benda itu." ucap Jaka Lumayun dari kejauhan.

"Kenapa banyak sekali bangunan rumah yang sangat tinggi di sini?" ucap Jaka sembari memasuki desahnya yang telah berubah menjadi kota yang maju.

Namanya juga orang desah saat masuk ke perkotaan ia tidak lihat lihat saat berjalan, jalanan yang sedang ramai ia lewati begitu saja dengan santainya.

"Woi punya mata gak lo?! jalan lihat lihat!" ucap pengendara mobil sedan putih.

"Ehh maaf maaf, maaf yah maaf." jawab Jaka.

"Sebenarnya dia sedang naik apa sih? kuda bukan dan juga bukan delman." gumam Jaka di dalam hatinya.

"Yaudah cepet minggir lu!!!" kembali pengendara mobil sedan putih memarahi Jaka.

"Tin!!!!! tin...." suara mobil yang terus terusan berbunyi karena Jaka yang masih kebingungan.

"Hadeh itu orang kaya orang gunung saja tidak tahu dia sedang di mana, sekarang." ucap seseorang perempuan yang keluar dari mobil Avanza hitam miliknya.

"Mas ayo kita minggir dulu." ucap perempuan itu.

"Ehhh iyah iyah." jawab Jaka dengan kebingungan.

"Nah gitu dong minggir, dari tadi kek." ucap pengendara motor gigi.

Akhirnya Jaka di pinggirkan oleh perempuan yang baru di kenal olehnya, namun Jaka sangat heran dengan pakaian yang sangat minim sekali, membuat body yang bagus sangat terbentuk di balik pakaiannya.

"Mba, maaf kamu kenapa tidak pakai baju?" ucap Jaka.

"Loh ini baju ya mas, ini namanya trend." jawab perempuan itu.

"Kenalin nama aku Resa Pramulika, umur 21, tinggi badan 167cm." mengulurkan tangannya.

"Ehh ya namaku Jaka Lumayun, umur aku 20, tinggi badan aku tidak tahu karena tidak ada saat dahulu, tapi yang pasti aku dari padepokan silat harimau." jawab Jaka dengan kaku.

"Haduh bukan begitu caranya, begini loh kalau kenalan tuh harus pegang tangannya." ucap Resa.

"Nah sekarang ulang perkenalan nama kamu." tangan keduanya telah berjabat tangan.

"Nama aku Jaka Lumayun, umur 20, tinggi badan aku tidak tahu dan aku berasal dari padepokan silat harimau." ucap Jaka yang masih begitu kaku sekali.

"Jaka Lumayun? kuno banget nama kamu haha, bagaimana kalau sekarang namamu aku ganti menjadi Rangga?" tanya Resa.

"Rangga? tapi tidak lah aku masih mau menggunakan nama Jaka Lumayun saja, itu pemberian nama dari guruku sebagai tanda bahwa aku pendekar silat harimau legendaris." tolak Jaka dengan halus namun kaku.

"Ha? pendekar silat harimau? kamu bercanda? hadeh." ucap Resa sembari memegangi jidatnya.

"Iya aku dari padepokan silat harimau, tolong antarkan aku ke sana." ucap Jaka memaksa.

"Hadeh iya deh iya, aku akan antar kamu ke padepokan silat harimau." jawab Resa yang memenuhi kemauan Jaka.

Resa mengajak Jaka untuk masuk ke dalam mobilnya, namun Jaka hanya terdiam kebingungan bagaimana cara masuknya.

"Eh kamu itu orang dari mana sih? kaya orang yang turun dari gunung saja sampai tidak tahu cara masuk ke dalam mobil." ucap Resa yang menghampiri Jaka yang berada di samping mobil.

Tiba tiba seorang copet mengambil ponsel Resa yang sedang ia pegang di tangan kanannya.

"Hey copet!! copet!!" teriak Resa yang sembari mengejar copet itu.

Karena perempuan Resa tidak mampu mengejar copet itu dan menoleh ke belakang.

"Woi kaku, bantu aku kejar pencuri itu lah." pinta Resa.

"Ehh kamu meminta aku?" menunjuk dirinya sendiri.

"Iyah Jaka, buruan bantu kejar pencuri itu." teriak Resa.

"I-iyah aku kejar dia Resa." jawab Jaka yang langsung lari dengan kencang.

Jaka berlari sangat kencang hingga mampu mengejar copet itu hingga ke masuk ke gang buntu di antara gedung.

"Hey berhenti!!! kembalikan barang yang kamu curi barusan, itu bukan barang milikmu." ucap Jaka Lumayun.

"Banyak bacot lu." pencuri itu langsung menyerang Jaka.

"West kamu mau bertarung denganku?" ucap Jaka.

"Gak usah banyak bacot, mending lu lawan gw sekarang." menendang pinggang Jaka.

Namun Jaka tidak memberikan reaksi kesakitan sedikitpun, justru ia malah ke enakan di tendangin oleh pencuri itu.

"Ha iya, benar yang itu hooh, sedikit naik." Jaka memejamkan matanya menikmati dirinya di tendangin.

Resa yang tadi tertinggal jauh akhirnya sampai di tempat pertarungan mereka.

"Woi kaku cepetan ambilin Handphone aku!" teriak Resa dari kejauhan.

"Eh iya Res!!" jawab Jaka.

Setelah mendapat perintah seperti itu, kini Jaka tidak bercanda kembali ia langsung mengeluarkan tendangannya yang langsung meremukkan tulang pencuri itu.

"Aww sakit sekali, aku rasa tulang punggungku patah." pencuri itu meracau kesakitan sembari memegangi punggungnya.

"Haduh kaku kenapa kamu tendang dia sampe tulangnya patah sih?" ucap Resa yang menghampiri Jaka.

"Ehh iya kah? perasaan itu aku hanya menendang pelan saja loh Res, mana mungkin ia selemah itu untuk menahan tendangan sepelan itu, anak kecil saja bisa menahannya masa dia tidak bisa." ucap Jaka yang membela dirinya.

"Aduh, yaudah deh aku telfon ambulance dan polisi agar dia di tangkap." jawab Resa.

"Polisi? ambulance? apa itu?" tanya Jaka Lumayun.

"Argh udah nanti aja aku jelasin aku mau telfon polisi dulu." ucap Resa dengan sedikit kesal.

Resa menelfon polisi namun Jaka yang gabut ia malah menendang tempat sampah yang terbuat dari besi baja yang sangat tebal.

"Bug..." suara tendangan Jaka yang menjebol tempat sampah itu.

"Astaga Jaka, ternyata kekuatan kakimu sangat hebat yah, besi setebal ini mampu kamu menjebolnya." ucap Resa yang melihat bekas lobang yang di buat dari tendangan Jaka.

"Aku hanya bermain main saja, habis aku tidak tahu mau ngapain, jadi aku menendang botol saja eh aku lihat ada kayu besar yaudah aku nyoba nendang asal aja." ucap Jaka dengan polos.

"Anjir dia nendang asal aja sampe jebol besi baja setebal ini, bagaimana kalau tidak asal, hancur kali satu gedung besar ini." ucap Resa di dalam hatinya.

"Yaudah sekarang kita tunggu polisi dan ambulance datang yah Jak." ucap Resa yang menghampiri Jaka agar tidak membuat kerusakan kembali.

"Hmm sebenarnya polisi dan ambulance itu apa sih Res? aku masih belum paham." tanya Jaka dengan polosnya.

"Aduh kamu ini kayaknya benar benar dari desa terpencil deh, polisi itu ibarat warga yang sedang melakukan siskamling waktu zaman dahulu dan ambulance itu seperti alat tandu yang di pakai untuk membawa orang sakit Jak." jawab Resa dengan menggunakan istilah pada zaman dahulu ke zaman sekarang.

"Owh seperti itu yah, eh suara apa itu?" ucap Jaka yang mendengar suara aneh.

"Owh itu suara ambulance Jak, gak usah takut mereka orang baik." jawab Resa yang menenangkan Jaka.

...Bersambung Chapter 5....

Bonus visual Jaka Lumayun yang sama dengan Iko Uwais.

Terpopuler

Comments

Lottie

Lottie

kesanya si Jaka jdi kek org norak wkwkw, maklum si kelamaan semedi soalnya 🤣

2022-05-19

0

Farlia♡V

Farlia♡V

jatoh nya kek orang hutan nyasar ke kota kamu Jaka

2022-05-17

0

Farlia♡V

Farlia♡V

astagfirullah, ep sebelumnya kaget. tapi disini malah ngakak, maaf ya thor. otak² kami jadi traveloka

2022-05-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!