Chapter 12

...Happy reading guys. 🤗...

Setelah masuk ke dalam, Resa berniat ingin membeli pop corn terlebih dahulu dan menyuruh Jaka untuk menunggu di bangku dekat lobby.

"Ka Jaka tunggu di sini, aku mau beli pop corn dulu jangan sampai ke mana mana yah." ucap Resa.

"Iyah aku tungguin." jawabku yang melihat Resa pergi membeli pop corn.

Setelah Resa pergi membeli pop corn, ada beberapa orang yang berpakaian serba hitam dan berlaga mencurigakan.

"Siapa orang orang ini, kenapa aku rasa akan segera terjadi bahaya di sini?" tanyaku pada dalam hati.

Dan benar saja kecurigaan Jaka terhadap sekelompok lelaki berpakaian hitam itu merupakan para ******* yang menyandra gedung bioskop itu demi memaksa pemerintah untuk membebaskan rekan mereka yang sudah di tangkap.

"Semuanya saya bilang tiarap!" teriak pemimpin pemberontak itu.

Pertama kali ia teriak semua pengunjung tidak menghiraukannya, sampai akhirnya sang ketua mengeluarkan senjata laras panjang dan menembakkan ke langit langit bioskop.

"Saya bilang tiarap semuanya!!" ucap ketua pemberontak itu dengan memegang senjata api yang masih ngebul.

"Sialan, siapa mereka apakah mereka para pemberontak?" gumamku dalam hati.

"Mahmud, sita semua ponsel mereka." perintah ketua pemberontak kepada anak buahnya.

"Siap komandan." jawab Mahmud.

Sementara anak buahnya tengah mengambil semua ponsel sandra, sang ketua menghampiri penjaga loket tiket bioskop.

"Sekarang kamu tekan tombol tanda bahaya ini yang langsung tersambung ke kantor polisi agar mereka datang." perintah sang ketua pemberontak kepada penjaga loket tiket.

"Ampun tuan, saya masih mempunyai anak masih kecil jangan lenyapkan saya." ucap kasir itu dengan nada ketakutan.

"Makanya kalau kamu ingin selamat, tekan tombol itu sekarang agar kamu tidak saya tembak!" sekali sang ketua pemberontak itu menembakkan senjatanya ke tembok.

"I-iyah, saya turuti." akhirnya karena ketakutan kasir itu menekan tombol tanda bahaya.

"Anak pintar, kan kalau seperti itu kamu membantu pekerjaan saya." ucap ketua pemberontak.

Dari dalam berita televisi di akibat penyandraan itu di ketahui pimpinan ******* itu bernama Ramzan, pemberontak yang ingin menjadi kota ini sebagai tempat pangkalan militer pemberontak.

"Hahaha, sekarang kita telah terkenal, kalian semua ambil posisi masing masing, kamu jangan lupa naik ke gedung paling atas sebagai penembak jitu kami." perintah Ramzan kepada anak buahnya.

"Siap komandan, kita akan menembak semua polisi itu hahaha." ucap penembak jitu ******* yang langsung naik ke atas gedung.

"Lantas kenapa kami di Sandra?!" tanyaku yang secara spontan.

"Anak pintar, saya suka kamu, saya ke sini untuk membuat para polisi itu mati... dan saya bisa menyelamatkan saudara saya yang di tangkap para polisi itu." ucap Ramzan yang mengeluskan senjatanya di dadaku.

"Kalau berani hadapi aku! jangan libatkan yang lain." sontak jiwa pendekarku keluar dan menantang Ramzan.

"Wahaha ada yang berani menantangku, aku hargai nyalimu, ayo kita bertarung." jawab Ramzan yang menyerahkan senjatanya kepada anak buahnya.

Akan tetapi belum sempat kami berdua bertarung, suara sirine polisi telah datang dengan sangat banyak.

"Komandan, sasaran telah berada dalam bidikan, sniper satu izin menembak." ucap salah satu penembak jitunya dari airphone yang mereka pakai.

"Izin di berikan, semuanya kita bergerak! ingat kita masih ada urusan yang belum selesai anak muda." ucap Ramzan yang mendorong badanku dengan keras.

"Aku akan menunggumu walau kamu mati atau hidup!" jawabku dengan sangat muak kepada mereka yang berlaga memakai senjata untuk melawan pemerintah.

"Seterah apa katamu, setelah polisi ini selesai aku akan menyelesaikan urusan kita!" ucap Ramzan sembari keluar dari tempat sandra.

Suara tembakan terdengar dari atas gedung bioskop tanda mulainya pertempuran antara pasukan polisi dan ******* itu di mulai.

"Semuanya menunduk agar kalian tidak terkena senjata." perintahku yang langsung meningkatkan kewaspadaan untuk menghalau peluru yang akan masuk ke dalam tempat sandra.

Suara ledakan dan tembakan terus menerus berbunyi, para polisi tidak dapat membalas tembakan ******* karena sandra yang banyak di dalam gedung bioskop itu membuat mereka tidak berdaya untuk menyerang balik.

Dalam beberapa menit saja para polisi itu sudah tergeletak tidak bernyawa karena terus menerus di bombardir oleh para *******.

Semua kendaraan polisi itu hancur akibat di hujani tembakan dari para *******.

...Di markas militer anti *******....

"Sial! mereka menggunakan para sandra sebagai tameng mereka agar para polisi itu tidak mampu menyerang balik." ucap komandan Markovic dari tentara angkatan darat.

"Komandan, ini sama saja seperti mengirim mereka ke jurang kematian." ucap letnan Jurdi.

"Kau benar letnan, kita harus mengirim tim khusus untuk menyelamatkan para sandra terlebih dahulu agar tim penyerbu dapat masuk dengan mudah melawan para *******." ucap komandan Markovic.

"Siap!, anak buah saya akan di kirim ke TKP untuk menjalankan tugas rahasia menyelamatkan para sandra dengan selamat." jawab letnan Jurdi yang langsung keluar dari tempat pemantauan dan segera mempersiapkan anak buahnya untuk tugas menyelamatkan sandra secara rahasia.

...Di tempat bioskop....

"Aku harus menyelamatkan semuanya, karena kalau ada polisi yang ke sini lagi maka itu akan sia sia, mereka hanya mengantarkan nyawanya untuk mati di tangan *******." ucapku dalam hati.

Jaka langsung bergerak secara diam diam dan langsung menusuk anak buah Ramzan yang bertugas menjaga para sandra.

Dengan berhasilnya membunuh penyandra yang ada di dalam tempat itu, Jaka langsung membawa mereka semua keluar dari pintu belakang gedung bioskop dan bersembunyi di balik tembok agar tidak dapat terlihat oleh penembak jitu ******* dari atas gedung.

"Ayo semuanya bergerak perlahan, ikuti aku dari belakang, aku akan membuka jalan untuk kalian dan ketika kalian berhasil keluar dari gedung ini, jangan langsung berlari, tunggu di balik tembok sana agar kalian tidak bisa terlihat oleh penembak jitu." ucapku yang memimpin para sandra keluar dari gedung bioskop.

"Tapi kak, bagaimana dengan kakak nanti?" tanya Resa kepadaku.

"Kakak akan menyelesaikan urusan kakak dengan Ramzan untuk bertarung." ucapku dengan penuh keyakinan dengan apa janjiku.

"Tapi kak..." ucap Resa yang berusaha menghentikan aku.

"Sudah lah tidak ada tapi tapi, kini kita harus keluar dari tempat ini dengan selamat dan tidak dapat terlihat oleh para *******." ucapku yang langsung membuka pintu dan membunuh para penjaga yang menjaga pintu belakang gedung bioskop dengan sembunyi sembunyi.

Saat sudah sampai di depan gedung dan semua sandra bersembunyi dari balik tembok yang cukup tinggi membuat sniper ******* tidak dapat melacak keberadaan kami.

Tiba tiba aku mendengar suara dari balik pohon dan ternyata itu adalah penembak jitu dari militer angkatan darat yang sedang mencari keberadaan penembak jitu dari *******.

Sontak aku membuat silau penembak jitu itu agar ia sadar bahwa aku melihatnya dan memberi kode bahwa aku dapat melihat pula penembak jitu yang berada di atas gedung.

"Penembak jitu itu ada di arah 70° pada gedung paling tinggi." ucapku dengan menggunakan isyarat yang dapat di mengerti oleh penembak jitu angkatan darat dengan memberi kode menganggukkan kepalanya.

...... Bersambung.......

Dukung terus novel ini dengan cara di like dan komen di setiap babnya, terima kasih.

Terpopuler

Comments

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

niat nonton film malah berasa jd aktornya, jaka

2022-05-17

0

🅴ɳÐåh ✰͜͡w⃠🐊⃝⃟💯𓆊

🅴ɳÐåh ✰͜͡w⃠🐊⃝⃟💯𓆊

jaka yg akan menonton bioskop sama resa malah terjebak drama penyanderaan para penjahat.. wah mulai seru dah tegang nih..

2022-05-17

2

✒A®7uπ¹²³🗝༄㉿ᶻ⋆

✒A®7uπ¹²³🗝༄㉿ᶻ⋆

banyak bintang yang berkelap kelip 😅😅

2022-05-16

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!